Membanggakan, Bukti Nyata Tradisi Keunggulan! Sebelas Akademisi FEBI UIN Sumatera Utara Raih Kepercayaan sebagai Asesor LAMEMBA

Medan, 01 Januari 2026 — Sebuah kebanggaan besar kembali ditorehkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Sebanyak sebelas dosen terbaik resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Asesor LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi)—sebuah pengakuan prestisius yang menegaskan kualitas akademik, integritas keilmuan, serta kontribusi strategis FEBI dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Para akademisi yang terpilih adalah Dr. Isnaini Harahap, M.Ag.; Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag.; Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag.; Dr. Sugianto, M.A.; Dr. Zuhrinal M. Nawawi, M.A.; Dr. Marliyah, M.Ag.; Dr. Nurbaiti, M.Kom.; Dr. Yenni Samri Juliati Nst, M.A.; Dr. Kamilah, S.E., Ak., M.Si., CA.; Dr. Aqwa Naser Daulay, M.Si.; serta Dr. Rahmi Syahriza, MA. Amanah ini bukan sekadar jabatan profesional, melainkan panggilan untuk menjaga mutu pendidikan, menegakkan standar keunggulan, dan mengawal masa depan generasi intelektual bangsa.

Terpilihnya para dosen ini menjadi simbol bahwa FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai penentu arah kualitas pendidikan nasional. Dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, para asesor diharapkan mampu menghadirkan proses akreditasi yang objektif, berintegritas, serta berorientasi pada kemajuan institusi pendidikan.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian tersebut. Menurutnya, kepercayaan ini adalah buah dari ketekunan panjang dalam membangun budaya akademik yang unggul.

“Menjadi asesor berarti menjadi penjaga mutu peradaban. Amanah ini bukan hanya tentang menilai institusi, tetapi tentang memastikan bahwa pendidikan terus melahirkan harapan bagi masa depan. Saya percaya, para dosen FEBI yang terpilih akan menghadirkan keteladanan—bahwa ilmu harus berdampak, dan pengabdian harus melampaui batas diri.”

Beliau juga menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi UIN Sumatera Utara untuk menghadirkan pendidikan yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyebut keberhasilan ini sebagai momentum penting dalam perjalanan fakultas menuju reputasi internasional.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah pengakuan, tetapi juga lahirnya tanggung jawab besar. Para asesor adalah wajah keilmuan FEBI—mereka membawa nama institusi ke ruang-ruang strategis pendidikan tinggi. Jadilah cahaya yang menerangi, bukan hanya bagi kampus kita, tetapi bagi dunia akademik secara luas.”

Dengan suara penuh haru, beliau menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja kolektif, doa, dan komitmen untuk terus bertumbuh.

Para Asesor LAMEMBA FEBI pun menyampaikan tekad yang sama—bahwa amanah ini akan dijalankan dengan profesionalisme dan keikhlasan.

“Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral. Kami berkomitmen menjaga objektivitas, merawat integritas, dan memastikan setiap proses akreditasi menjadi jalan menuju kualitas pendidikan yang lebih bermartabat. Semoga langkah kecil ini menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.”

Pencapaian ini bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang apa yang sedang dibangun—sebuah tradisi keunggulan, budaya mutu, dan keberanian untuk terus melampaui batas. FEBI UIN Sumatera Utara sekali lagi menunjukkan bahwa dedikasi yang dirawat dengan konsisten akan berbuah kepercayaan besar.

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah, hadirnya para asesor dari FEBI menjadi pesan kuat: bahwa institusi ini tidak sekadar mengikuti standar, tetapi turut membentuk standar itu sendiri.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan meneguhkan peran UIN Sumatera Utara sebagai kampus yang melahirkan pemimpin masa depan—berilmu, berakhlak, dan berdampak.

Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.