Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah momentum penyucian diri, penguatan empati, dan perluasan makna pengabdian. Di bulan suci 1447 H, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai fakultas yang tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Melalui berbagai program kolaboratif dan kegiatan berbagi, FEBI menghadirkan Ramadhan yang sarat nilai, sarat makna, dan sarat keberkahan.
Bertempat di lingkungan UIN Sumatera Utara, rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini mengusung semangat “Berkah Luar Biasa” — sebuah tema yang mencerminkan tekad untuk menjadikan setiap aktivitas sebagai ladang amal dan kontribusi nyata bagi umat.
🌙 FEBI UIN Sumatera Utara Berbagi dan Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan berbagi menjadi denyut utama Ramadhan FEBI tahun ini. Melalui program sosial dan pengabdian kepada masyarakat, sivitas akademika FEBI turun langsung menghadirkan manfaat yang konkret. Bantuan sosial, dukungan moral, dan kebersamaan dibangun dalam suasana ukhuwah yang hangat.
Semangat ta’awun (saling menolong) menjadi ruh dari setiap kegiatan. Bagi FEBI, Ramadhan adalah momentum untuk memperluas dampak keilmuan menjadi aksi nyata. Nilai ekonomi syariah tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
📺 Kolaborasi Media: Dakwah yang Menyapa Lebih Luas
Tidak hanya bergerak di ranah sosial, FEBI juga memperluas kontribusinya melalui kolaborasi media lokal dan nasional.
Dalam Program Ramadhan bersama Kompas TV Medan bertajuk “Menjaga Hati”, para akademisi FEBI menghadirkan pesan-pesan reflektif yang mengajak masyarakat untuk memperkuat spiritualitas di tengah dinamika kehidupan modern.
Kolaborasi juga terjalin bersama DAAI TV Medan melalui program “Harmony Ramadhan”. Dalam program ini, pesan toleransi, kedamaian, dan nilai kemanusiaan disampaikan dengan pendekatan yang sejuk dan inklusif.
Sementara itu, bersama Tribun Medan dalam program “Mutiara Islam”, FEBI menghadirkan narasi keislaman yang mencerahkan, memperkaya wawasan masyarakat tentang nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Kehadiran FEBI di berbagai platform media menunjukkan bahwa dakwah akademik harus mampu menjangkau ruang yang lebih luas, melintasi batas kampus, dan berbicara langsung kepada masyarakat.
🎙 Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap gerakan Ramadhan FEBI.
Beliau menyatakan:
“Ramadhan adalah bulan transformasi. Kampus tidak boleh hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat keteladanan. Saya bangga melihat FEBI hadir di tengah masyarakat, menebarkan nilai, bukan hanya menyampaikan teori.”
Beliau menambahkan:
“Jika ilmu tidak melahirkan kepedulian, maka ia kehilangan ruhnya. Apa yang dilakukan FEBI hari ini adalah bukti bahwa akademik dan pengabdian bisa berjalan beriringan, membawa manfaat yang nyata bagi umat.”
🎙 Pesan Inspiratif Dekan FEBI
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. turut menyampaikan refleksi mendalam tentang makna Ramadhan tahun ini.
Beliau menegaskan:
“Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah personal, tetapi juga memperluas dampak sosial. Kami ingin setiap dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan merasakan bahwa keberadaan FEBI harus memberi arti bagi masyarakat.”
Beliau juga menambahkan:
“Berkah luar biasa itu lahir dari keikhlasan dan kebersamaan. Ketika kita bergerak bersama untuk umat, maka di situlah nilai sejati dari pendidikan Islam menemukan maknanya.”
🌟 Ramadhan sebagai Ruang Transformasi
Rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H ini menjadi cerminan bahwa FEBI tidak hanya tumbuh sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat nilai dan peradaban. Dari ruang kelas ke layar televisi, dari kampus ke masyarakat, dari teori ke aksi — semuanya menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan keberkahan yang meluas.
Ramadhan tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa ilmu yang diajarkan harus menjelma menjadi cahaya. Dan FEBI, dengan segala ikhtiarnya, terus berupaya menjadi bagian dari cahaya itu — menerangi, menguatkan, dan memberi makna bagi Sumatera Utara dan Indonesia.
Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

