Langit akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara kembali bercahaya. Sebuah kabar membanggakan hadir dari dunia publikasi ilmiah — lima jurnal ilmiah UIN Sumatera Utara berhasil meraih hasil terbaik dalam Reakreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 295/C/C3/KPT/2026. Capaian ini bukan sekadar peningkatan peringkat, tetapi juga penegasan bahwa tradisi keilmuan di UIN Sumatera Utara terus tumbuh, kuat, dan berdaya saing nasional bahkan menuju kancah global.
Adapun jurnal yang berhasil meraih capaian tersebut adalah MIQOT Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman yang melonjak ke SINTA 1, sebuah pencapaian prestisius yang menempatkannya dalam jajaran jurnal terbaik di Indonesia. Sementara itu, Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Society serta At-Tawassuth Jurnal Ekonomi Islam sukses naik ke SINTA 3. Tak kalah membanggakan, JISTech: Journal of Islamic Science and Technology meningkat ke SINTA 4, dan Jurnal Penelitian Medan Agama berhasil mempertahankan posisinya pada peringkat yang sama.

Prestasi ini merupakan buah dari ketekunan panjang para pengelola jurnal, dedikasi para editor dan reviewer, serta kontribusi para akademisi yang tanpa lelah menjaga kualitas riset dan publikasi. Lebih dari itu, capaian ini menjadi simbol hidupnya ekosistem akademik yang produktif — tempat gagasan dirawat, penelitian dikembangkan, dan ilmu disebarluaskan untuk kemaslahatan umat.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam atas pencapaian monumental ini. Menurut beliau, keberhasilan tersebut adalah bukti nyata bahwa kerja kolektif yang dilandasi keikhlasan akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah anugerah sekaligus amanah. Ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi tentang martabat keilmuan yang terus kita jaga. Saya percaya, ketika budaya riset tumbuh dengan kuat, maka dari kampus inilah lahir pemikiran-pemikiran besar yang mampu memberi arah bagi peradaban.”
Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan ini harus menjadi bahan bakar semangat untuk melangkah lebih jauh, memperluas kolaborasi internasional, serta menghadirkan karya-karya ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kebahagiaan serupa turut dirasakan oleh jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, terlebih dengan meningkatnya akreditasi At-Tawassuth Jurnal Ekonomi Islam ke peringkat SINTA 3. Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. menyebut capaian ini sebagai momentum penting yang menegaskan kekuatan intelektual fakultas dalam membangun peradaban ekonomi Islam berbasis riset.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan kenaikan peringkat, tetapi juga merayakan semangat para insan akademik yang memilih untuk tidak berhenti berkarya. Prestasi ini adalah pengingat bahwa kerja sunyi dalam dunia penelitian pada akhirnya akan bersuara lantang melalui pengakuan kualitas. InsyaAllah, ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi.”
Lebih lanjut, beliau berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk semakin produktif menulis serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Reakreditasi ini sejatinya bukan garis akhir, melainkan titik pijak untuk melompat lebih jauh. Ia membawa pesan bahwa UIN Sumatera Utara terus bergerak, berbenah, dan bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik yang tidak hanya unggul secara institusional, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi bangsa.
Di tengah kompetisi akademik yang semakin ketat, capaian ini menjadi bukti bahwa konsistensi, kolaborasi, dan visi besar mampu mengantarkan sebuah institusi menuju derajat terbaiknya. Hari ini, UIN Sumatera Utara tidak hanya merayakan prestasi — tetapi juga menyalakan harapan baru bahwa dari rahim kampus ini akan terus lahir karya-karya ilmiah yang menerangi masa depan.
Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.
