FEBI UIN Sumatera Utara Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor 2026/2027: Wujudkan Karier Akademik dan Profesional Berkelas Global

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali membuka kesempatan emas bagi para akademisi, praktisi, aparatur pemerintah, profesional, pelaku industri, hingga masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan pada Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran resmi telah dibuka sebagai bagian dari komitmen FEBI dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan peradaban Islam.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kebutuhan terhadap pemimpin, peneliti, dosen, konsultan, regulator, dan praktisi ekonomi syariah yang kompeten menjadi semakin mendesak. Menjawab kebutuhan tersebut, FEBI UIN Sumatera Utara menghadirkan program pendidikan pascasarjana yang mengintegrasikan keunggulan akademik, riset berkualitas, nilai-nilai keislaman, serta penguatan kompetensi profesional berbasis teknologi dan transformasi digital.

Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan FEBI UIN Sumatera Utara terus meningkat seiring berbagai capaian institusi, mulai dari penguatan budaya akademik, peningkatan kualitas riset, jejaring kerja sama internasional, hingga pengakuan nasional maupun global yang berhasil diraih universitas. Dengan dukungan dosen-dosen profesional dan lingkungan akademik yang kondusif, FEBI terus berupaya menjadi pusat pengembangan ekonomi dan bisnis Islam yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Program Studi yang Dibuka

Penerimaan mahasiswa baru mencakup empat program studi unggulan, yaitu:

  • Magister Akuntansi SyariahAkreditasi Baik Sekali
  • Magister Perbankan SyariahAkreditasi Baik Sekali
  • Magister Ekonomi SyariahAkreditasi Unggul
  • Doktor Ekonomi SyariahAkreditasi Unggul

Seluruh program dirancang dengan kurikulum yang relevan terhadap kebutuhan dunia akademik, industri, lembaga keuangan syariah, pemerintahan, maupun sektor bisnis nasional dan internasional.

Mengapa Memilih FEBI UIN Sumatera Utara?

FEBI UIN Sumatera Utara menghadirkan berbagai keunggulan yang menjadi nilai tambah bagi para calon mahasiswa, antara lain:

  • Tenaga pengajar profesional dan berpengalaman.
  • Pembelajaran berbasis riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Suasana akademik yang islami, inklusif, dan kolaboratif.
  • Mendukung pengembangan karier profesional maupun jabatan akademik.
  • Fasilitas pembelajaran modern dan berbasis digital.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan FEBI tidak hanya dipersiapkan menjadi akademisi, tetapi juga menjadi pemimpin perubahan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi dan sosial melalui perspektif ekonomi syariah.

Jadwal Pendaftaran

Calon mahasiswa diharapkan memperhatikan tahapan seleksi berikut:

TahapanJadwal
Pembayaran dan Pendaftaran19 Mei – 30 Juli 2026
Finalisasi Pendaftaran19 Mei – 31 Juli 2026
Pelaksanaan Ujian7 – 8 Agustus 2026
Ujian Wawancara11 – 12 Agustus 2026
Pengumuman Kelulusan20 Agustus 2026
Pembayaran SPP Mahasiswa Lulus22 – 31 Agustus 2026

Biaya Pendaftaran

Pembayaran dilakukan melalui Bank Mandiri atau Bank Sumut Syariah/Konvensional sesuai kode pembayaran masing-masing program.

ProgramKode BayarBiaya
Magister (S2) Reguler0206Rp450.000
Magister (S2) Non Reguler0505Rp450.000
Doktor (S3) Reguler0307Rp750.000

Biaya Kuliah per Semester

ProgramBiaya
Magister (S2) RegulerRp6.000.000
Magister (S2) Non RegulerRp8.000.000
Doktor (S3) RegulerRp9.000.000

Pesan Inspiratif Dekan FEBI UIN Sumatera Utara

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi terbaik sepanjang hayat.

“Melanjutkan studi bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun kapasitas diri untuk menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Di FEBI UIN Sumatera Utara, kami tidak hanya membentuk lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kepemimpinan yang visioner, serta komitmen menghadirkan kemaslahatan melalui pengembangan ekonomi dan bisnis Islam. Masa depan selalu berpihak kepada mereka yang terus belajar, terus bertumbuh, dan berani mengambil langkah untuk menjadi lebih baik.”

Beliau menambahkan bahwa FEBI terus memperkuat kualitas pendidikan melalui inovasi pembelajaran, kolaborasi internasional, serta budaya riset yang produktif agar para lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pesan Rektor UIN Sumatera Utara

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana merupakan investasi strategis dalam membangun peradaban.

“Bangsa yang besar lahir dari manusia-manusia yang tidak pernah berhenti belajar. Kami berharap setiap mahasiswa yang bergabung di UIN Sumatera Utara menjadi agen perubahan yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap karya serta pengabdiannya kepada masyarakat. Pendidikan tinggi adalah jalan menuju lahirnya pemimpin masa depan yang berkarakter, inovatif, dan berdaya saing global.”

Informasi dan Narahubung

Informasi lengkap mengenai proses pendaftaran dapat diakses melalui:

Calon mahasiswa juga dapat menghubungi narahubung berikut:

  • +62 812-6406-624 (S3 Ekonomi Syariah)
  • +62 813-3464-8084 (S2 Ekonomi Syariah)
  • +62 813-7002-6316 (S2 Akuntansi Syariah)
  • +62 812-6329-9467 (S2 Perbankan Syariah)

Jam Pelayanan:
Senin–Jumat, pukul 08.00–17.00 WIB.

Penerimaan mahasiswa baru ini menjadi momentum bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat. Dengan kurikulum yang adaptif, dosen profesional, atmosfer akademik yang islami, serta dukungan fasilitas modern, FEBI UIN Sumatera Utara menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menghasilkan gelar, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan visi keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Bagi para calon mahasiswa yang memiliki mimpi besar untuk berkembang, berkarier, dan memberi manfaat lebih luas bagi bangsa, inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah. Bersama FEBI UIN Sumatera Utara, perjalanan menuju masa depan yang unggul, bermartabat, dan berdaya saing global dimulai hari ini.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

FEBI UINSU Apresiasi Capaian UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Medan – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan UINSU meraih peringkat 1001–1500 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya reputasi UINSU di tingkat internasional sekaligus mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdasarkan hasil pemeringkatan yang diumumkan oleh Times Higher Education, UINSU juga berhasil menempati peringkat ke-56 nasional serta berada di peringkat ke-3 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan hasil pemeringkatan tahun sebelumnya.

Menanggapi prestasi tersebut, Prof. Syukri Albani menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kerja keras seluruh sivitas akademika UINSU yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing universitas.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat atas capaian luar biasa yang diraih UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi ini merupakan hasil dari kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang unggul serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan menuju universitas yang semakin bereputasi di tingkat internasional,” ujar Prof. Syukri Albani.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar peningkatan peringkat, tetapi juga menjadi indikator bahwa berbagai program strategis yang dijalankan UINSU telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh fakultas di lingkungan UINSU diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas institusi.

Prof. Syukri Albani juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pemeringkatan, termasuk Dr. Muhammad Irwan Padli Nasution, S.T., M.M., M.Kom., yang merupakan Ketua World University Rankings (WUR) UINSU Medan dan juga dosen Program Studi Manajemen FEBI UINSU Medan, yang turut berkontribusi dalam penguatan pemeringkatan universitas.

“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk dosen-dosen FEBI yang ikut berperan aktif dalam mendukung peningkatan reputasi universitas. Kami merasa bangga karena salah satu dosen terbaik FEBI turut mengambil bagian dalam proses yang menghasilkan prestasi membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berprestasi,” tambahnya.

Sebagai salah satu fakultas terbesar di UINSU, FEBI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis universitas melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, publikasi ilmiah, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap peningkatan reputasi UINSU pada berbagai pemeringkatan dunia.

Keberhasilan UINSU menembus kelompok peringkat 1001–1500 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperkuat budaya mutu, inovasi, dan kolaborasi. Dengan semangat kebersamaan, UINSU optimistis mampu terus meningkatkan daya saing global serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan bangsa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Apa dan Bagaimana Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ)?

Apa dan Bagaimana Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ)?
Oleh Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag.

Kita patut bergembira ketika cabang musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) telah diperlombakan sejak tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan kemudian secara nasional beberapa tahun lalu. Bergembira karena inilah cabang yang diharapkan dapat mengungkap sisi sains Al-Qur’an. Para penstudi Al-Qur’an sepakat bahwa Al-Qur’an bukanlah kitab ilmiah seperti buku-buku sains lainnya, tetapi Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan. Di dalamnya banyak isyarat ilmiah, bahkan lebih banyak daripada ayat-ayat hukum (fikih). Al-Qur’an menginspirasi para ilmuwan untuk meneliti dan menggali isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an. Lewat cabang ini, diharapkan generasi muda Islam, khususnya mereka yang berusia maksimal 24 tahun (sesuai dengan pedoman), tertarik untuk mengkaji sisi ilmiah Al-Qur’an dan menuangkannya dalam bentuk tulisan ilmiah (populer). Selanjutnya, karya-karya ilmiah itu diperlombakan dengan tawaran hadiah yang menarik.

Saya berandai-andai, jika setiap generasi muda Islam, khususnya para mahasiswa yang duduk di semester 4–12, tertarik menggali kandungan ilmiah Al-Qur’an, saya yakin sekali Islam dan ilmu pengetahuan akan berkembang dengan pesat. Mereka juga mengkaji dan membahas riset-riset ilmiah Al-Qur’an yang dilahirkan para sarjana ternama, dan tidak tertutup kemungkinan mereka juga dapat melakukan riset sendiri secara mandiri tentang isyarat sains Al-Qur’an. Dipastikan akan lahir ilmuwan-ilmuwan Islam sekaliber Prof. Abdus Salam (Pemenang Nobel Fisika). Kita akan kembali memiliki ilmuwan besar dunia, seperti Ibn Sina, Al-Khawarizmi, Ibn Rusyd, Al-Jabbar, Ibn al-Haytham, dan Ibn Khaldun. Sungguh kita sesungguhnya merindukan lahirnya ilmuwan muslim tangguh.

Sinar terang itu mulai muncul sejak KTIQ mulai diperlombakan. Khusus MTQ Sumatera Utara ke-40, cabang ini juga diperlombakan. Sebelumnya, di kabupaten/kota cabang ini juga diikuti dan diminati banyak peserta. Melihat jumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara, memang belum semua daerah tingkat dua mengirimkan pesertanya pada MTQ Sumut ke-40 Tahun 2026. Namun, lebih dari 50%, kabupaten/kota telah mengutus calon-calon ilmuwan terbaiknya. Insya Allah, pada masa mendatang sebarannya akan semakin merata.Berbeda dengan Musabaqah cabang Tilawah dan Tahfiz, Syarhil atau Fahmil Al-Qur’an tidak semua orang dapat memahami dengan baik hakikat dari KTIQ. Cabang ini sesungguhnya memiliki kekhasannya sendiri sebagaimana terkandung pada makna kata “Ilmiah Al-Qur’an”. kata “Karya Tulis” itu istilah yang biasa kita dengar. Namun pada saat dirangkaikan dengan “Ilmiah Al-Qur’an”, maknanya berbeda. Oleh sebab itu, dalam penjelasan yang sederhana, KTIQ adalah cabang musabaqah yang bertujuan untuk melihat kemampuan calon-calon ilmuwan muda muslim, intelektual-intelektual muda, akademisi-akademisi pemula dalam menggali dan mengeksplorasi kandungan ilmiah Al-Qur’an yang selanjutnya dituangkan dalam karya tulis ilmiah populer. 

Dikatakan populer karena memang tidak mungkin dalam waktu 8 jam (08.00–17.00 WIB) seorang peserta dapat menulis artikel atau makalahnya sebanyak 10–15 halaman. Tantangan terberatnya adalah bagaimana menghubungkan fakta, realitas empirik, dan data-data akurat dengan pesan Al-Qur’an. Bagaimana mengonseptualisasikan nilai Al-Qur’an dan bagaimana pula memformulasikan jalan keluar yang ditawarkan Al-Qur’an. Delapan jam terlalu sedikit untuk masalah besar. Kita tentu memiliki pengalaman menulis makalah ilmiah di ruang kelas yang membutuhkan waktu berminggu-minggu. Belum lagi jika hendak menulis skripsi, tesis, bahkan disertasi. Namun, untuk menulis artikel ilmiah populer, 8 jam cukup memadai. Itulah sebabnya sebelum musabaqah, biasanya 3 bulan atau setelah keluarnya Juknis Musabaqah dari LPTQ Pusat, peserta sudah mendapatkan tema besar yang akan dimusabaqahkan. Untuk tahun ini, dua tema besar itu adalah masalah lingkungan, ekoteologi, serta kerukunan dan moderasi.

Sebelum musabaqah, waktu yang tersedia itulah yang dipakai oleh calon peserta KTIQ untuk membaca referensi, buku-buku, jurnal terkait, dan sumber lainnya yang relevan. Mereka pun berlatih untuk menulis, mengedit sendiri, memperbaiki tulisan, berkonsultasi dengan pakar, dan selanjutnya kembali menulis sampai menemukan pola dan bentuk yang standar.

Dalam masa yang tersedia itulah, peserta berlatih menyusun latar belakang yang menjadi gap (kesenjangan akademik). Ia membaca data yang ada, menganalisis fakta, dan mencari sumber masalah. Lalu, bagaimana informasi Al-Qur’an tentang isu-isu tersebut? Ia harus mampu menangkap semangat Al-Qur’an tentang permasalahan yang ada. Tentu Al-Qur’an tidak memiliki jawaban yang rinci tentang bagaimana Generasi Z, konten media sosial, lalu kaitannya dengan kerukunan umat beragama. Sama halnya, Al-Qur’an tidak akan memiliki informasi tentang bagaimana sampah rumah tangga muslim kaitannya dengan pencemaran lingkungan, penyakit menular, dan seterusnya. Hanya saja, Al-Qur’an memiliki jawaban berupa nilai dan moral serta dapat memandu umat untuk mengatasi masalah kehidupannya. Inilah makna dari fungsi Al-Qur’an sebagai bayyinat (penjelas), hudan (petunjuk), dan furqan (pembeda).

Dengan demikian, musabaqah KTIQ hakikatnya tidak lain adalah rewriting (menulis kembali), membaca kembali, dan merumuskan kembali gagasan besar yang hendak disampaikan peserta. Jika ada peserta KTIQ yang datang ke arena musabaqah dengan persiapan yang tidak matang, dipastikan ia akan mengalami kesulitan yang besar. Dipastikan gagal. Sering kali ketidaksiapan inilah yang memunculkan pelanggaran terhadap etika akademik, seperti tindakan plagiasi yang notabene melanggar kaidah ilmiah itu sendiri. Dalam dunia ilmiah ada kaidah bahwa ilmuwan bisa salah dan itu wajar saja, namun ia tidak boleh bohong. Salah bukan aib, apalagi meruntuhkan harga dirinya. Justru ilmuwan, atau paling tidak calon akademisi, harus berani berkata tentang apa yang ia tahu dan berani menyatakan bahwa apa yang ia tidak tahu. Namun sebaliknya, calon akademisi yang sejak awal sudah berani melanggar etika tidak saja mengingkari integritas dirinya, tetapi juga kebohongannya dapat membahayakan masyarakat.

Harus dicatat, KTIQ itu musabaqah atau perlombaan, bukan kegiatan intelektual yang bersifat pribadi. Ada hakim yang akan menilai. Peserta harus siap secara intelektual dan siap diuji, sama dengan siap secara mental dan spiritual. Kejujuran dalam menulis itu harus diuji. Tidak ada kejujuran tanpa ujian. Dalam konteks KTIQ, kejujuran semakin penting karena peserta sedang mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an. Harus ada rasa malu kepada Allah; kita mengkaji ayat-Nya, tetapi berbohong atau melakukan trik-trik licik. Menjadi juara KTIQ bukanlah tujuan. Kemenangan peserta KTIQ adalah pada saat ia mampu menyajikan dan mengelaborasi pesan ilmiah Al-Qur’an, seperti lingkungan hidup dan kerukunan umat beragama sebagaimana tema tahun ini.

Sebagai orang yang mencintai dunia tulis-menulis dan dunia ilmu, saya sangat berharap kepada peserta KTIQ. Anda semua sudah menang walaupun belum tentu menjadi juara. Menang itu ketika Anda memperlakukan Al-Qur’an secara khusus, sesuatu yang tidak semua orang bisa melakukannya. Teruslah berlatih. Teruslah menulis. Mulailah mempublikasikan tulisan atau artikel sederhana di media sosial maupun media massa atau media daring. Anda harus menjadi penulis yang sesungguhnya, bukan penulis musiman, yaitu ketika musim MTQ hadir. Dengan demikian, juara KTIQ hanya ada pada saat MTQ. Namun, pemenang KTIQ akan selalu hadir pada saat ia memproduksi gagasan dan pemikirannya ke dalam bentuk tulisan yang dipublikasikan.

Selamat dan sukses buat semua.

Membentuk Pemimpin Industri Keuangan Syariah Masa Depan: Studium Generale Perbankan Syariah FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Tokoh Nasional dan Dialog Inspiratif

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada kebutuhan zaman melalui penyelenggaraan Studium Generale Program Studi Perbankan Syariah yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Aula Lantai 4 Pascasarjana Kampus I UIN Sumatera Utara, Jalan IAIN, Gaharu, Medan Timur.

Mengusung semangat penguatan wawasan akademik dan profesionalisme di bidang keuangan syariah, kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Turut memberikan sambutan dan penguatan akademik Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A.

Lebih dari sekadar kuliah umum, Studium Generale ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan pemikiran strategis, pengalaman praktis, serta semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu membawa ekonomi dan perbankan syariah Indonesia menuju panggung global.

Suasana kegiatan berlangsung sangat hidup dan interaktif. Sejak awal acara, antusiasme mahasiswa memenuhi ruangan dengan semangat berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, menyampaikan gagasan, hingga berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan industri perbankan syariah di era digital, transformasi ekonomi nasional, perkembangan keuangan halal dunia, serta peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Berbagai pertanyaan yang muncul tidak hanya mencerminkan rasa ingin tahu mahasiswa, tetapi juga menunjukkan lahirnya generasi intelektual yang memiliki keberanian berpikir, kemampuan menganalisis persoalan, dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ekonomi syariah. Dialog yang berlangsung hangat tersebut menjadi bukti bahwa ruang akademik sejatinya bukan hanya tempat mentransfer ilmu, melainkan juga tempat menumbuhkan cara berpikir visioner, kritis, dan solutif.

Dalam paparannya, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun karakter kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

“Masa depan ekonomi syariah tidak ditentukan oleh besarnya aset atau teknologi semata, melainkan oleh kualitas manusianya. Jadilah generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Dunia tidak membutuhkan lulusan biasa, tetapi pemimpin yang mampu mengubah peradaban dengan nilai, kompetensi, dan akhlak.”

Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah harus memiliki keberanian untuk menjadi inovator, bukan sekadar mengikuti perubahan.

“Jika hari ini kalian hanya belajar untuk lulus, maka masa depan akan dikuasai orang lain. Tetapi jika hari ini kalian belajar untuk menciptakan perubahan, maka kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin ekonomi syariah Indonesia dan dunia.”

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual.

“Universitas tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia yang mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan harus melahirkan kebermanfaatan. Itulah hakikat pendidikan Islam yang sesungguhnya.”

Beliau berharap setiap mahasiswa mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama.

“Jangan pernah berhenti belajar, karena masa depan selalu berpihak kepada mereka yang terus bertumbuh. Jadilah generasi yang membawa cahaya ilmu, menghadirkan solusi, dan menginspirasi lingkungan di mana pun berada.”

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa transformasi ekonomi syariah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Mahasiswa FEBI tidak boleh puas hanya menjadi pencari pekerjaan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pencipta solusi, penggerak ekonomi, peneliti, inovator, dan pemimpin yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ekonomi syariah bukan sekadar disiplin ilmu, tetapi jalan membangun peradaban yang adil, berkeadaban, dan bermartabat.”

Beliau juga menekankan bahwa setiap ruang belajar merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Setiap ilmu yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk menyelesaikan persoalan umat di masa depan. Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena perubahan besar selalu lahir dari ruang-ruang ilmu yang dipenuhi semangat, kejujuran, dan ketekunan.”

Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A., menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan bagian dari strategi penguatan mutu akademik sekaligus jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan dinamika industri yang terus berkembang.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu membaca arah perubahan dunia. Perbankan syariah berkembang sangat cepat, sehingga lulusan harus memiliki kompetensi global, kemampuan adaptasi, literasi digital, serta karakter kepemimpinan yang kuat.”

Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan setiap kesempatan belajar sebagai momentum membangun masa depan.

“Setiap pertanyaan yang kalian ajukan hari ini adalah awal dari lahirnya gagasan besar di masa depan. Jangan pernah takut berpikir kritis, karena dari keberanian bertanya akan lahir inovasi yang mampu mengubah dunia.”

Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki semangat belajar yang tinggi serta kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi industri keuangan syariah. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, inklusi keuangan syariah, penguatan literasi halal, hingga peluang karier dan kepemimpinan di sektor ekonomi Islam.

Melalui Studium Generale ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Kehadiran tokoh nasional dalam ruang akademik menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “Berkah Luar Biasa”, Studium Generale Perbankan Syariah menjadi lebih dari sekadar forum ilmiah. Ia menjadi ruang lahirnya inspirasi, tumbuhnya optimisme, dan menguatnya tekad bersama untuk melahirkan generasi pemimpin ekonomi syariah yang berintegritas, inovatif, berdaya saing global, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Persiapkan Generasi Profesional Perbankan Syariah: FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Pembekalan Magang Bersama Praktisi Industri Nasional

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembekalan Magang Mahasiswa yang mengusung tema “Unlock Your Career: Rahasia Lolos Magang dan Meniti Karier di Bank Syariah & Pasar Modal”, yang akan diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara Medan.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa FEBI untuk memperoleh bekal nyata sebelum memasuki dunia kerja. Tidak hanya memberikan pemahaman akademik, pembekalan ini dirancang secara interaktif dengan menghadirkan praktisi industri yang telah berpengalaman di sektor perbankan syariah dan pasar modal, sehingga mahasiswa dapat memahami kebutuhan dunia kerja secara langsung dari para pelakunya.

Melalui forum ini, peserta akan memperoleh wawasan mengenai strategi lolos seleksi magang, membangun personal branding yang profesional, menyusun Curriculum Vitae (CV) yang kompetitif, menghadapi proses wawancara, hingga memahami peluang karier di industri keuangan syariah yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Andi Oky, CFP., WQP, selaku Islamic Ecosystem Business Solutions Deputy BSI Kantor Wilayah Medan, serta Andika Sujarwadi, Kepala Cabang PT BRI Danareksa Sekuritas Medan. Keduanya akan berbagi pengalaman, strategi, serta berbagai praktik terbaik yang dibutuhkan mahasiswa untuk memasuki dunia profesional dengan penuh percaya diri.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui kompetensi, integritas, dan karakter.

“Ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pribadi yang mampu menciptakan nilai, membawa perubahan, serta memberikan solusi bagi bangsa. Pembekalan seperti ini adalah investasi masa depan yang akan membuka banyak pintu kesempatan.”

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dari kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional.

“Kami ingin setiap mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki mental pembelajar, kemampuan adaptasi, etika profesional, dan keberanian untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dunia kerja membutuhkan insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan kemampuan berkolaborasi. Pembekalan magang ini menjadi salah satu jembatan penting menuju masa depan tersebut.”

Sebagai praktisi yang telah lama berkecimpung dalam industri perbankan syariah, Andi Oky, CFP., WQP, mengingatkan bahwa peluang terbaik selalu datang kepada mereka yang terus mempersiapkan diri.

“Kesempatan tidak datang kepada orang yang paling pintar, tetapi kepada mereka yang paling siap. Bangun kompetensi, perluas jaringan, dan jangan pernah berhenti belajar. Industri keuangan syariah membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus integritas.”

Sementara itu, Andika Sujarwadi menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah industri keuangan, sehingga mahasiswa dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar penguasaan teori.

“Dunia investasi dan pasar modal berkembang sangat cepat. Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman, mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan memahami teknologi. Mereka yang mampu belajar lebih cepat akan menjadi pemimpin di masa depan.”

Lebih dari sekadar pembekalan magang, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar FEBI UIN Sumatera Utara dalam membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri. Sinergi antara kampus dan dunia usaha menjadi langkah nyata untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, profesional, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Dengan menghadirkan akademisi, pimpinan universitas, dan praktisi industri dalam satu forum inspiratif, kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa bahwa magang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan gerbang awal untuk membangun karier, memperluas jejaring profesional, serta mengukir prestasi di dunia kerja.

FEBI UIN Sumatera Utara terus berkomitmen menjadi fakultas yang melahirkan sumber daya manusia unggul, berkarakter Islami, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi syariah Indonesia. Dari ruang-ruang pembelajaran hingga dunia industri, FEBI percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan yang membawa keberkahan, inovasi, dan kemajuan bagi umat, bangsa, dan peradaban.


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

LPTQ Sumut dan Satu Irama Qurani; Ikhtiyar Sumut yang Berkah

LPTQ Sumut dan Satu Irama Qurani; Ikhtiyar Sumut yang Berkah

Oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) selama ini sering dipahami sebagai ajang perlombaan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Padahal, lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar besar umat Islam untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Karena itu, penyelenggaraan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” sebagai sebuah cita-cita bersama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.

Al-Qur’an: Warisan Terbesar Rasulullah SAW

Al-Qur’an merupakan warisan terbesar Rasulullah SAW bagi umat manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia memperoleh petunjuk, arah kehidupan, sekaligus sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan. Sejak dahulu hingga hari ini, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan yang menenangkan hati, tetapi juga menjadi sumber hikmah yang menguatkan jiwa, menghidupkan harapan, dan menuntun manusia menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Para ulama dan cendekiawan Muslim menjelaskan bahwa Al-Qur’an dapat didekati melalui berbagai cara. Ada yang menjadikannya sebagai bacaan yang menghadirkan ketenangan spiritual, ada yang memahaminya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada pula yang menjadikannya sebagai objek kajian mendalam untuk menggali ilmu pengetahuan serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Ketiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak pernah terpisah dari realitas kehidupan manusia.

Tantangan Al-Qur’an dan Makna Kedekatan dengan Wahyu

Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang meragukan keautentikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

“Dan jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang masih meragukan kebenaran Al-Qur’an. Oleh karena itu, sikap malas atau enggan untuk dekat dan akrab dengan Al-Qur’an dapat menjadi indikasi lemahnya keyakinan terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Tantangan tersebut justru seharusnya menjadi penguat bagi umat Islam untuk semakin mencintai, mempelajari, dan memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, umat Islam tidak seharusnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang hadir hanya pada waktu-waktu tertentu atau dalam kondisi tertentu saja. Al-Qur’an harus menjadi sahabat kehidupan. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin besar peluang dirinya memperoleh ketenangan, optimisme, kekuatan moral, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Memaknai Tema MTQ ke-40 Sumatera Utara

Dalam konteks itulah tema MTQ ke-40 Sumatera Utara menemukan relevansinya.

Frasa “Satu Irama Tilawah” tidak dimaksudkan sebagai penyatuan ragam lagu atau maqamat dalam seni tilawah, melainkan sebagai simbol keselarasan langkah dan kesatuan tujuan masyarakat Sumatera Utara. Sebagaimana lantunan tilawah yang indah lahir dari keteraturan nada dan keharmonisan irama, demikian pula masyarakat Sumatera Utara diharapkan mampu membangun sinergi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sementara itu, frasa “Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” merupakan ajakan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan daerah. Keberkahan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian pembangunan yang bersifat material, tetapi juga dari tumbuhnya rasa saling mengayomi, saling menyayangi, saling mendukung, serta saling berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Inilah wajah Sumatera Utara yang dicita-citakan: masyarakat yang produktif membangun, kuat dalam persaudaraan, dan kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.

MTQ sebagai Gerakan Kebudayaan dan Sosial

Oleh sebab itu, MTQ ke-40 bukan sekadar kompetisi. MTQ adalah gerakan kebudayaan dan gerakan sosial yang bertujuan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah terbaik, tetapi juga dari meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, berkurangnya berbagai penyakit sosial, meningkatnya kualitas pendidikan keagamaan, serta tumbuhnya kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.

Dalam perspektif yang lebih luas, MTQ menjadi sarana untuk memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Ikhtiar LPTQ Sumatera Utara

LPTQ Sumatera Utara di bawah kepemimpinan H. M. Yasir Tanjung sebagai Ketua Harian berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dipahami, diamalkan, serta dijadikan inspirasi dalam membangun sistem kehidupan masyarakat.

Salah satu ikhtiar yang terus didorong adalah program “Satu Desa Satu Guru Mengaji”, sebagai langkah nyata dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat Muslim Sumatera Utara. Program ini menjadi bentuk konkret dari semangat membumikan Al-Qur’an hingga ke tingkat akar rumput.

Momentum Kebangkitan Kesadaran Qurani

MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat tersebut. MTQ ini diharapkan menjadi simbol bangkitnya kesadaran kolektif umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sekaligus sumber inspirasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Melalui MTQ, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan lantunan ayat-ayat suci, tetapi juga mengimplementasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Menuju Sumut Berkah

Mari bersama-sama menyemarakkan, mendukung, dan mendoakan pelaksanaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara. Semoga ikhtiar ini menghadirkan keberkahan dari Allah SWT, memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta mengantarkan Sumatera Utara menjadi daerah yang maju, sejahtera, berkelanjutan, dan senantiasa berada dalam naungan ridha Allah SWT.

Dengan semangat “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah”, MTQ ke-40 diharapkan menjadi penggerak lahirnya masyarakat Qurani yang tidak hanya gemar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, menuju cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Membangun Ekosistem Ilmu yang Berdampak: Peran Strategis UIN Sumatera Utara dalam Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi Nasional oleh Sakinah Finance!

Delegasi UIN Sumatera Utara Teguhkan Komitmen Nasional dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tri Dharma dan Peningkatan Kualitas SDM

Jakarta — Semangat kolaborasi nasional kembali menemukan momentumnya dalam agenda bertajuk Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang diinisiasi oleh Sakinah Finance, dan digelar pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Forum dua hari yang berlangsung dinamis dan penuh gagasan strategis ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah dan madrasah, pelaku industri, serta praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh peserta disatukan oleh satu visi besar: menghadirkan integrasi nyata antara dunia akademik dan kebutuhan industri demi melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berintegritas.

Dalam forum penting ini, UIN Sumatera Utara mengambil peran aktif melalui delegasi resmi yang terdiri dari Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. selaku Ketua Program Studi S2 Akuntansi Syariah FEBI, serta Dr. Maidalena, S.T., M.M., Dosen UIN Sumatera Utara. Kehadiran keduanya menjadi representasi komitmen institusi dalam mengawal transformasi Tri Dharma yang lebih kontekstual dan berdampak luas.

Inisiator Gerakan: Visi Besar dari Sakinah Finance

Di balik terselenggaranya forum strategis ini, terdapat visi besar dari Founder & CEO Sakinah Finance, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. yang menggagas pertemuan ini sebagai ruang konsolidasi nasional antara akademisi dan praktisi.

Dalam penyampaiannya, Prof. Murniati menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi hari ini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan sistemik.

Kita tidak bisa membangun peradaban ekonomi syariah jika kampus berjalan sendiri dan industri bergerak sendiri. Forum ini adalah ikhtiar untuk menyatukan energi, menyelaraskan visi, dan mempercepat lahirnya SDM unggul yang siap menjawab kebutuhan umat.

Beliau juga menekankan bahwa Tri Dharma harus bergerak dari konsep menuju implementasi nyata.

Penelitian harus menyentuh persoalan riil. Pengabdian harus memperkuat tata kelola ekonomi masyarakat. Dan pendidikan harus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan zaman.

Gagasan tersebut menjadi roh utama dari keseluruhan kegiatan—bahwa kolaborasi bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan gerakan bersama membangun ekosistem ilmu yang berdampak.


Membangun Ekosistem Kolaboratif yang Terukur

Berbeda dari sekadar pertemuan seremonial, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perumusan langkah taktis untuk menyinergikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan dinamika industri modern.

Diskusi panel, pemaparan pakar ekonomi syariah, serta sesi penyusunan program bersama menghasilkan kerangka kerja kolaboratif yang lebih terukur. Integrasi antara kampus, industri keuangan syariah, dan lembaga pendidikan dasar-menengah diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara teori dan praktik, sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Workshop ini menegaskan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak boleh lagi berjalan secara parsial. Ia harus bertransformasi menjadi ekosistem inklusif yang menghadirkan solusi nyata bagi umat.


Pesan Rektor: Ilmu Harus Berdampak, Bukan Sekadar Diajarkan

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, dalam pesan strategisnya menyampaikan bahwa momentum nasional seperti ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi Islam siap menjadi pusat transformasi.

Beliau menegaskan:

Kita tidak ingin ilmu hanya berhenti di ruang kuliah dan jurnal akademik. Ilmu harus menjelma menjadi solusi. Kerja sama seperti ini adalah jembatan agar Tri Dharma benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat.

Rektor juga menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus berbasis integrasi antara kompetensi profesional dan kekuatan moral-spiritual.

Keunggulan akademik tanpa integritas akan rapuh. Maka tugas kita adalah melahirkan generasi yang kompeten sekaligus berakhlak, profesional sekaligus berprinsip.


Dekan FEBI: Transformasi Kurikulum dan Riset Kolaboratif

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. menyampaikan bahwa forum ini menjadi titik akselerasi bagi penguatan kurikulum berbasis industri dan riset terapan yang solutif.

Beliau menyatakan:

Kita harus menyusun peta jalan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan nyata. Kolaborasi dengan sektor industri dan lembaga pendidikan adalah keniscayaan agar lulusan kita tidak hanya siap kerja, tetapi siap menciptakan perubahan.

Menurutnya, penandatanganan kesepakatan bersama ini membuka peluang pengembangan program magang strategis, penelitian kolaboratif, sertifikasi profesional, serta pengabdian masyarakat berbasis penguatan ekonomi syariah daerah.


Suara Delegasi: Komitmen Akademik yang Konkret

Sebagai Ketua Prodi S2 Akuntansi Syariah, Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana riset akademik harus dirancang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan riset kolaboratif yang langsung menyentuh tata kelola keuangan syariah di tingkat daerah. Ini bukan hanya tentang kerja sama di atas kertas, tetapi tentang implementasi nyata yang terukur.

Sementara itu, Dr. Maidalena, S.T., M.M. menegaskan pentingnya membangun kesinambungan antara pendidikan tinggi dan sekolah/madrasah dalam literasi keuangan syariah.

Edukasi keuangan tidak bisa dimulai ketika seseorang sudah dewasa. Ia harus ditanamkan sejak dini. Kolaborasi ini memungkinkan kita merancang program literasi yang sistematis dan berkelanjutan.

Keduanya sepakat bahwa hasil forum ini harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi umat.


Menuju SDM Unggul Berbasis Nilai

Penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi simbol komitmen nasional dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Integrasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga pendidikan dasar-menengah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara nilai.

Kehadiran UIN Sumatera Utara melalui delegasi akademiknya menegaskan bahwa kampus ini siap berdiri di garda depan transformasi pendidikan tinggi Islam.

Dari sini, lahir komitmen.
Dari kolaborasi, tumbuh harapan.
Dari sinergi, terbangun masa depan.

UIN Sumatera Utara hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai penggerak—membawa visi, integritas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi syariah Indonesia.


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

FEBI UIN Sumatera Utara Gelar Konferensi Internasional: Dari Medan untuk Dunia, Menghadirkan Perspektif Ekonomi Syariah di Tengah Konflik Iran–AS–Israel

Medan, 14 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat keilmuan global dengan menggelar konferensi internasional bertajuk:

“The Impact of the Iran–US–Israel Conflict on Investment and Global Economic Growth, Viewed from a Sharia Economic Perspective.”

Diselenggarakan pada 14–15 Mei 2026 di Aula FEBI Kampus IV UIN Sumatera Utara Tuntungan, konferensi ini bukan sekadar forum akademik biasa. Ia menjadi ruang refleksi global, ruang pertemuan gagasan lintas negara, dan panggung dialog peradaban tentang bagaimana konflik geopolitik memengaruhi investasi, stabilitas pasar, dan pertumbuhan ekonomi dunia — serta bagaimana ekonomi syariah menawarkan jalan keluarnya.

Di tengah ketegangan global yang berdampak pada pasar keuangan internasional, rantai pasok, hingga stabilitas investasi, FEBI UIN Sumatera Utara menghadirkan perspektif yang berbeda: bahwa ekonomi tidak boleh dilepaskan dari nilai, dan pertumbuhan tidak boleh berdiri tanpa keadilan.


Forum Global, Gagasan Global

Konferensi ini menghadirkan tokoh-tokoh internasional yang memiliki reputasi akademik dan pengalaman global.

Dari Qatar, Muhammad Mahmoud Al Jamal, Associate Professor di Universitas Hamad bin Khalifa, menyampaikan pandangan yang menggugah:

Ketika konflik terjadi, pasar bereaksi dengan ketakutan. Namun ekonomi syariah mengajarkan bahwa stabilitas tidak dibangun di atas spekulasi, melainkan pada aset riil dan keadilan distribusi. Dunia tidak membutuhkan lebih banyak ketakutan — dunia membutuhkan sistem yang beretika.

Dari Yordania, Prof. Dr. Abdel Nasser Abu Al Bassal, akademisi sekaligus tokoh waqf internasional, memberikan pernyataan yang mengubah cara pandang peserta:

Kita terlalu lama membangun ekonomi dengan logika kekuatan. Sudah saatnya membangun ekonomi dengan logika tanggung jawab. Dunia Islam memiliki mandat moral untuk menawarkan model ekonomi yang adil, bukan sekadar kompetitif.

Dari Palestina, Anas Zahira Al Misri, Ph.D., menekankan makna ketahanan dalam konteks konflik nyata:

Kami hidup di wilayah yang merasakan langsung dampak konflik. Yang kami pelajari adalah: ekonomi yang kuat bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi tentang solidaritas sosial. Tanpa keadilan, pertumbuhan hanyalah angka tanpa makna.

Sementara itu, Ahed Ahmed Kamel Abu Al Ata, Presiden Foundation for Friendship and Studies of Civilizations, menyampaikan refleksi peradaban:

Konflik menguji kemanusiaan kita. Ilmu pengetahuan seharusnya menjadi jembatan, bukan alat legitimasi kekuasaan. Ketika ekonomi dibangun dengan nilai, ia mampu menyembuhkan luka-luka peradaban.

Dari Malaysia, Dr. Nur Farhah Binti Mahadi, Associate Professor IIUM Gombak Campus, menyampaikan perspektif strategis:

Investasi global hari ini sangat sensitif terhadap ketidakpastian geopolitik. Namun ekonomi syariah menawarkan stabilitas berbasis transparansi, risk sharing, dan etika. Inilah masa depan sistem keuangan global yang lebih berkelanjutan.


Pesan Visioner dari Dekan FEBI UIN Sumatera Utara

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa konferensi ini adalah bentuk tanggung jawab akademik dan moral.

Konflik geopolitik tidak hanya mengguncang batas negara, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi dunia. Jika ekonomi dibangun hanya untuk keuntungan, maka ia akan rapuh. Namun jika ia dibangun atas keadilan dan kemaslahatan, maka ia akan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.

Beliau melanjutkan dengan pesan yang sangat reflektif:

FEBI UIN Sumatera Utara ingin menghadirkan ekonomi yang bukan sekadar cerdas, tetapi juga beradab. Dunia tidak kekurangan ahli keuangan. Dunia kekurangan keberanian moral dalam membuat kebijakan. Di sinilah ekonomi syariah menemukan relevansinya.

Pesan tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir, karena menggeser paradigma dari sekadar analisis konflik menuju solusi berbasis nilai.


Perspektif Strategis dari Ketua Magister Ekonomi Syariah

Ketua Program Magister Ekonomi Syariah UIN Sumatera Utara, Maryam Batubara, M.A., Ph.D., memberikan analisis mendalam yang membuka cakrawala baru.

Konflik Iran–AS–Israel menunjukkan betapa rentannya sistem ekonomi global terhadap ketidakpastian politik. Namun kita harus bertanya: apakah sistem ekonomi kita cukup berakar pada nilai sehingga mampu bertahan?

Beliau menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi paradigma.

Ekonomi syariah berbicara tentang maqashid — tentang menjaga harta, menjaga kehidupan, menjaga martabat manusia. Jika kebijakan investasi global berlandaskan maqashid, maka pertumbuhan akan menjadi inklusif dan berkelanjutan, bukan eksploitatif.

Lebih jauh, ia mengajak generasi akademisi muda:

Inilah momentum bagi intelektual Muslim untuk tidak hanya menjadi pengamat global, tetapi perancang masa depan. Dari ruang-ruang akademik seperti ini, kita dapat melahirkan model kebijakan yang mengubah arah sejarah ekonomi dunia.


Delapan Isu Strategis yang Dibahas

Konferensi ini membedah delapan subtema penting, mulai dari investasi infrastruktur asing, proteksionisme perdagangan, kebebasan investasi sumber daya, keseimbangan perdagangan internasional, globalisasi ekonomi Islam, strategi manajemen pariwisata, sukuk internasional, hingga peran global negara-negara Muslim dalam membangun stabilitas ekonomi dunia.

Diskusi berlangsung dinamis, reflektif, dan penuh kedalaman intelektual. Para peserta tidak hanya mendengar, tetapi terlibat aktif dalam dialog lintas perspektif.


Dari Medan untuk Dunia

Dengan biaya yang inklusif dan fasilitas publikasi prosiding internasional, konferensi ini membuka ruang partisipasi luas bagi akademisi dan mahasiswa. Namun lebih dari itu, konferensi ini menjadi simbol.

Simbol bahwa dari Medan, gagasan besar dapat lahir untuk dunia.
Simbol bahwa ekonomi tidak boleh dilepaskan dari moralitas.
Simbol bahwa di tengah konflik, ilmu pengetahuan tetap menjadi jalan menuju perdamaian.

FEBI UIN Sumatera Utara menunjukkan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat pendidikan, tetapi pusat perubahan peradaban.

Di tengah kompleksitas geopolitik global, suara berbasis nilai menjadi semakin penting. Dan melalui konferensi ini, UIN Sumatera Utara menegaskan: ekonomi syariah bukan hanya kajian akademik — ia adalah tawaran solusi untuk dunia yang lebih adil, stabil, dan bermartabat.

Saksikan Selengkapnya: Live Streaming on YouTube


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Menguatkan Budaya Kerja Humanis dan Berkah: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Jadi Narasumber di BREATH Session 32 PT PELINDO Indonesia

Medan, 13 Mei 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., diundang secara resmi sebagai narasumber dalam kegiatan BREATH Session Series 32 yang diselenggarakan oleh PT PELINDO Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan budaya kerja dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PT PELINDO Indonesia, yang secara konsisten menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif untuk menanamkan nilai etos kerja, integritas, serta membangun model kerja sama yang humanis, harmonis, dan penuh keberkahan.

Berdasarkan undangan resmi bernomor IND/BDKP/2/2026, kegiatan ini dilaksanakan dalam format BREATH Session Series 32. Forum ini menjadi ruang refleksi dan transformasi nilai bagi seluruh insan PELINDO.

Menguatkan Etos Kerja yang Humanis dan Berkah

Dalam sesi yang berlangsung penuh antusiasme tersebut, Prof. Syukri Albani menyampaikan materi yang tidak hanya menyentuh aspek profesionalisme kerja, tetapi juga membumikan nilai-nilai spiritualitas dalam dunia korporasi.

Beliau menegaskan bahwa kerja bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari ibadah dan pengabdian.

Etos kerja yang kuat bukan hanya lahir dari target dan tekanan, tetapi dari kesadaran makna. Ketika seseorang bekerja dengan niat yang lurus, profesionalitas yang tinggi, dan akhlak yang mulia, maka di situlah keberkahan hadir. Perusahaan akan tumbuh bukan hanya secara angka, tetapi juga secara nilai.

Dalam penyampaiannya yang khas—tegas, hangat, dan membumi—Prof. Syukri mengajak seluruh peserta untuk menjadikan tempat kerja sebagai ruang kolaborasi yang saling menguatkan.

Model kerja sama yang humanis dan harmonis bukan retorika. Ia harus dibangun dengan empati, komunikasi yang sehat, dan kepemimpinan yang adil. Karena perusahaan besar tidak hanya ditopang oleh sistem, tetapi oleh hati yang saling percaya.

Sinergi Kampus dan Industri: Ilmu Bertemu Praktik

Kehadiran Dekan FEBI UIN Sumatera Utara dalam forum nasional ini menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi tidak berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah. Ilmu harus hadir menjawab kebutuhan nyata dunia industri.

BREATH Session sendiri dirancang sebagai sarana peningkatan kualitas insan perusahaan melalui pendekatan reflektif dan inspiratif. Dalam konteks inilah, nilai-nilai ekonomi syariah dan kepemimpinan berbasis moral yang dibawa oleh Prof. Syukri menjadi sangat relevan.

Forum ini tidak hanya menjadi sesi berbagi ilmu, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif bahwa profesionalisme dan spiritualitas bukan dua kutub yang berlawanan, melainkan dua kekuatan yang saling melengkapi.

Kebanggaan bagi FEBI dan UIN Sumatera Utara

Partisipasi Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. sebagai narasumber dalam BREATH Session 32 PT PELINDO Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar FEBI dan UIN Sumatera Utara.

Ini menunjukkan bahwa kepakaran dan kepemimpinan akademik yang tumbuh di lingkungan UIN Sumatera Utara mendapat pengakuan dan kepercayaan di tingkat nasional, bahkan dalam forum strategis korporasi BUMN.

Lebih dari sekadar undangan menjadi pembicara, kegiatan ini adalah simbol sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri—antara ilmu dan praktik, antara nilai dan kinerja.

Dari ruang kampus di Medan, pesan tentang etos kerja, harmoni, dan keberkahan kini menggema hingga ruang-ruang strategis korporasi nasional. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar. Sebuah kontribusi nyata bagi peradaban kerja yang lebih bermakna.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Cetak Mahasiswa Unggul di Era Digital: FEBI UIN Sumatera Utara Kolaborasi dengan KAMI Gelar Sertifikasi Digital Marketing

Medan, 5 Mei 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing bekerja sama dengan Kompeten Akademi Muda Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula FEBI UIN Sumatera Utara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di tengah derasnya transformasi digital yang terus mengubah wajah dunia kerja, bisnis, dan industri kreatif.

Sebanyak 41 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 36 mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara dan 5 peserta dari Universitas Alwashliyah Medan. Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi tersebut mencerminkan semangat generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing secara profesional di era ekonomi digital.

Dalam arahannya, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan kemampuan digital harus dibangun di atas fondasi moral, etika, dan nilai-nilai kebermanfaatan.

“Digitalisasi adalah keniscayaan zaman. Namun yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk menghadirkan maslahat bagi masyarakat. Mahasiswa FEBI harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga kuat secara spiritual serta mampu menjaga integritas dalam setiap langkahnya. Ketika ilmu dipadukan dengan akhlak dan kreativitas, maka akan lahir generasi yang mampu membawa perubahan besar bagi bangsa dan peradaban,” ungkap beliau.

Sementara itu, Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki kesiapan akademik sekaligus kemampuan praktis yang relevan dengan perkembangan global.

“Dunia saat ini bergerak sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu menguasai keterampilan yang aplikatif dan dibutuhkan industri. Pelatihan seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun daya saing, memperluas wawasan, dan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., menegaskan bahwa kemampuan digital marketing kini menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Mahasiswa hari ini harus mampu membaca arah perubahan zaman. Digital marketing bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan utama dalam dunia profesional dan kewirausahaan. Sertifikasi kompetensi seperti ini juga menjadi nilai tambah penting dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sehingga mahasiswa memiliki keunggulan yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Inspirasi dan motivasi yang mendalam juga disampaikan oleh Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag., yang mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang aktif menciptakan peluang dan kebermanfaatan.

“Anak muda jangan hanya menjadi penonton perkembangan digital, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Dunia membutuhkan generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki keberanian untuk berkarya. Ilmu yang dipelajari hari ini akan menjadi cahaya masa depan ketika dijalankan dengan kesungguhan, disiplin, dan niat yang baik. Jadilah generasi yang mampu memberi manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ungkap beliau penuh semangat.

Sementara itu, Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Dr. (C). Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang berbasis praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu secara langsung di dunia nyata.

“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam memahami strategi pemasaran digital modern. Dunia industri membutuhkan SDM yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan praktis yang siap diterapkan,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan praktisi digital marketing, Andrie Andropia, yang membagikan pengalaman dan strategi pemasaran digital modern, mulai dari riset pasar, pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, hingga optimalisasi iklan berbayar secara efektif dan tepat sasaran.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana pelatihan tampak hidup dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta mengikuti berbagai simulasi praktik yang diberikan. Semangat belajar yang tinggi menjadi gambaran bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki tekad kuat untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa FEBI UIN Sumatera Utara terus bergerak maju sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam penguatan akademik, tetapi juga serius membangun sumber daya manusia yang profesional, kompetitif, dan relevan dengan perkembangan global.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menghadirkan harapan besar bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara akan mampu menjadi generasi yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang, membangun inovasi, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.