Medan, 21 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan langkah nyata menuju internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertemuan dan kolaborasi akademik bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangkaian kegiatan “Sharing Session FEBI UIN Sumatera Utara Medan × UUM” dan International Visiting Student Program yang berlangsung di Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara, 21 Agustus 2026.
Pertemuan internasional ini menjadi momentum istimewa bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperluas jejaring akademik, mempertemukan perspektif lintas negara, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sivitas akademika Indonesia dan Malaysia. Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa batas geografis tidak boleh menjadi batas bagi pertukaran ilmu, gagasan, pengalaman, dan semangat membangun generasi masa depan.
Mengusung semangat “FEBI UIN Sumatera Utara Medan for Global Impact”, rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan suasana akademik yang hangat, dialogis, dan penuh semangat kolaborasi. Sharing Session menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola akademik, serta berbagai peluang kerja sama internasional.
Sementara itu, International Visiting Student Program memberikan warna yang lebih luas terhadap upaya internasionalisasi FEBI UIN Sumatera Utara. Kehadiran mahasiswa dan akademisi dalam lingkungan akademik yang berbeda membuka kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, pendekatan pembelajaran, serta perspektif keilmuan yang lebih beragam.
Dari Medan dan Malaysia, Menyatukan Gagasan untuk Dampak Global
Pertemuan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM membawa pesan penting bahwa perguruan tinggi pada era global tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Kampus harus mampu menjadi ruang perjumpaan berbagai gagasan, laboratorium inovasi, sekaligus jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi internasional menjadi salah satu jalan strategis untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami dunia dari buku dan ruang kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik internasional.
Dari sinilah semangat global impact menemukan maknanya. Global impact bukan sekadar tentang seberapa jauh sebuah institusi dikenal di luar negeri, tetapi tentang seberapa besar ilmu, penelitian, inovasi, dan sumber daya manusia yang dihasilkan kampus mampu memberikan manfaat melampaui batas institusi dan negara.
Rektor: Internasionalisasi Harus Melahirkan Manfaat, Bukan Sekadar Seremonial
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi atas terbangunnya ruang kolaborasi antara FEBI UIN Sumatera Utara dan Universiti Utara Malaysia.
Dalam semangat penguatan internasionalisasi perguruan tinggi, Rektor menekankan bahwa kerja sama internasional harus diarahkan pada terciptanya manfaat akademik yang nyata dan berkelanjutan.
“Kolaborasi internasional bukan sekadar tentang mempertemukan dua institusi, tetapi tentang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan. Kita ingin mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki wawasan yang luas, mampu memahami perbedaan, dan memiliki kepercayaan diri untuk berdialog dengan dunia.”
Menurutnya, perjumpaan dengan institusi internasional harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi yang mampu mengambil peran dalam lingkungan global.
“Dunia yang semakin terbuka membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap kerja sama internasional harus kita arahkan agar memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat.”
Dekan FEBI: Membuka Jendela Dunia dari Kampus
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut hangat pertemuan bersama UUM sebagai bagian dari perjalanan FEBI dalam memperkuat posisi sebagai fakultas yang terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan global.
Menurutnya, internasionalisasi bukanlah sekadar label, melainkan proses membangun budaya akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen belajar dari dunia sekaligus menghadirkan kontribusi dari Indonesia untuk dunia.
“Ketika kita membuka pintu kolaborasi dengan institusi internasional, sesungguhnya kita sedang membuka jendela bagi mahasiswa untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara dan bahwa setiap perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan untuk saling belajar.”
Prof. Syukri juga menegaskan bahwa FEBI ingin menjadikan kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas kelembagaan.
“Kita tidak ingin internasionalisasi berhenti pada pertemuan. Kita ingin dari setiap perjumpaan lahir program, dari setiap dialog lahir gagasan, dan dari setiap gagasan lahir karya yang memberikan dampak. Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.”
Wakil Dekan I: Menguatkan Akademik Melalui Pertukaran Perspektif
Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. menempatkan kolaborasi dengan UUM sebagai kesempatan strategis untuk memperluas cakrawala akademik sivitas fakultas.
Pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan diharapkan mampu memperkaya pendekatan pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya inovasi akademik.
“Pertukaran akademik membuat kita menyadari bahwa setiap institusi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat dipelajari. Karena itu, kolaborasi dengan UUM harus menjadi ruang untuk saling menguatkan dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan.”
Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari kerja sama tersebut.
“Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk melihat dunia secara lebih luas. Ketika mereka bertemu dengan mahasiswa dari negara lain, mereka bukan hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga belajar tentang komunikasi, toleransi, budaya, dan cara melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.”
Wakil Dekan II: Kolaborasi Harus Diperkuat dengan Tata Kelola yang Berkelanjutan
Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. menegaskan pentingnya membangun fondasi kerja sama yang kuat agar kolaborasi internasional dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, hubungan antar-institusi harus diarahkan pada program yang memiliki kesinambungan dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
“Kerja sama yang baik bukan hanya tentang bertemu hari ini, tetapi tentang bagaimana pertemuan hari ini menjadi awal dari kerja-kerja bersama di masa depan. Kita harus membangun kolaborasi yang terencana, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.”
Ia berharap kerja sama dengan UUM dapat berkembang ke berbagai bidang, termasuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program mahasiswa internasional.
Wakil Dekan III: Mahasiswa Harus Menjadi Wajah Internasionalisasi FEBI
Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag. menekankan bahwa mahasiswa merupakan aktor utama dalam keberhasilan internasionalisasi kampus.
Menurutnya, program seperti International Visiting Student Program harus dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun keberanian, jejaring, dan pengalaman global.
“Mahasiswa hari ini adalah warga dunia. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan keberanian untuk berinteraksi, berdialog, dan berkolaborasi dengan siapa pun. Jangan sampai mahasiswa kita hanya menjadi penonton ketika dunia bergerak begitu cepat.”
Ia juga mengajak mahasiswa FEBI untuk menjadikan setiap kesempatan internasional sebagai proses pembentukan diri.
“Datanglah untuk belajar, pulanglah membawa pengalaman, lalu ubahlah pengalaman itu menjadi kontribusi. Itulah makna internasionalisasi yang sesungguhnya.”
Kepala Tata Usaha FEBI: Kolaborasi Besar Memerlukan Dukungan Ekosistem
Kepala Tata Usaha FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Bambang Lesmono, M.E., turut memberikan perhatian terhadap pentingnya dukungan kelembagaan dalam memastikan program-program internasional dapat terlaksana secara efektif.
Menurutnya, internasionalisasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur fakultas, bukan hanya unsur akademik.
“Di balik setiap kegiatan akademik yang berhasil, terdapat ekosistem kerja yang saling mendukung. Internasionalisasi membutuhkan kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra. Ketika seluruh unsur bergerak dalam satu visi, maka program yang sederhana sekalipun dapat berkembang menjadi sesuatu yang berdampak besar.”
Ia berharap hubungan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM dapat terus berkembang melalui program-program yang lebih konkret.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari semakin banyak pintu kerja sama yang terbuka. Kita ingin membangun hubungan yang bukan hanya baik secara kelembagaan, tetapi juga dekat secara akademik dan memberikan manfaat bagi generasi muda.”
UUM: Kolaborasi adalah Jembatan untuk Saling Belajar
Dari pihak Universiti Utara Malaysia, Dr. Syazwani binti Mahsal Khan menyampaikan apresiasi atas sambutan dan ruang kolaborasi yang dibangun bersama FEBI UIN Sumatera Utara.
Menurutnya, hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena keduanya memiliki kedekatan budaya sekaligus kekayaan pengalaman akademik yang dapat saling melengkapi.
“Universities should not only be places where knowledge is transferred, but also places where people, cultures and ideas meet. Through collaboration, we learn from each other, understand each other better and create opportunities that may not be possible when we work alone.”
Ia memandang program pertukaran mahasiswa dan sharing session sebagai langkah penting dalam membangun generasi muda yang memiliki perspektif global.
“When students meet across borders, they do not only exchange academic knowledge. They exchange experiences, values, cultures and dreams. That experience can shape them into more confident and open-minded global citizens.”
Dr. Syazwani berharap hubungan antara UUM dan FEBI UIN Sumatera Utara tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.
“We hope this is not just a visit, but the beginning of a meaningful and sustainable partnership. Let us continue to build bridges, create opportunities and generate impact together.”
Ketika Pertemuan Menjadi Jembatan, dan Kolaborasi Menjadi Gerakan
Rangkaian Sharing Session dan International Visiting Student Program FEBI UIN Sumatera Utara bersama UUM pada akhirnya menghadirkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar agenda akademik.
Ia menjadi perjumpaan dua lingkungan akademik yang sama-sama percaya bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia, membuka cakrawala, dan menciptakan masa depan.
Ada ilmu yang dipertukarkan. Ada pengalaman yang dibagikan. Ada budaya yang dikenalkan. Ada jejaring yang dibangun. Dan yang paling penting, ada semangat untuk tumbuh bersama.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, langkah ini merupakan bagian dari perjalanan menuju fakultas yang semakin terbuka, adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya jangkau internasional. Sementara bagi mahasiswa, perjumpaan ini adalah kesempatan untuk memahami bahwa dunia yang akan mereka masuki setelah lulus jauh lebih luas daripada ruang kelas dan batas geografis.
Dari Medan menuju Malaysia. Dari ruang akademik menuju jejaring global. Dari pertemuan menuju kolaborasi. Dan dari kolaborasi menuju dampak.
Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.
Semoga pertemuan dengan Universiti Utara Malaysia menjadi awal dari semakin banyak kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai inovasi akademik lainnya.
Semoga setiap langkah internasionalisasi yang dibangun hari ini menjadi investasi ilmu bagi generasi masa depan—generasi yang tidak kehilangan akar nilai dan identitasnya, tetapi pada saat yang sama mampu berdiri percaya diri di tengah masyarakat global.
Karena kampus yang besar bukan hanya kampus yang memiliki gedung dan reputasi, melainkan kampus yang mampu membuka pintu bagi dunia, menyambut perbedaan dengan pikiran terbuka, dan mengubah kolaborasi menjadi manfaat nyata bagi kemanusiaan.
FEBI UIN Sumatera Utara terus melangkah. Bukan sekadar untuk dikenal dunia, tetapi untuk memberikan dampak kepada dunia.
Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.




































