Medan, 07 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menguatkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis keilmuan dan spiritualitas. Hal ini tercermin dari kehadiran Dekan FEBI dalam forum nasional bergengsi bertajuk Ramadhan Insight Forum: Menata Hati, Menguatkan Empati, Memimpin dengan Nurani yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (IKAFEB USU), Sabtu (7/3), di Al-Amjad Convention Hall, Medan.
Kehadiran Dekan FEBI, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi representasi kuat bahwa FEBI UIN Sumatera Utara hadir aktif dalam ruang-ruang strategis lintas institusi untuk membangun peradaban kepemimpinan yang lebih berintegritas, empatik, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ruang Dialog Kepemimpinan yang Mencerahkan
Kegiatan ini menjadi panggung intelektual yang mempertemukan para pemimpin, akademisi, praktisi, serta pelaku usaha dalam satu ruang dialog yang sarat makna. Seminar diawali dengan suasana khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional M. Daud Sitorus, dilanjutkan doa oleh Dr. Kaswinata, S.E., Ak., CA., MSP, serta rangkaian sambutan dari para tokoh penting.
Ketua Panitia M. Sakha Admaja melaporkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak sosial melalui penyaluran bantuan Ramadan kepada Panti Asuhan Ade Irma Suryani Medan. Hal ini memperkuat bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga aksi nyata.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal IKAFEB USU, Maf’ul Taufiq, S.E., Ak., M.Si., CA, menegaskan komitmen organisasi dalam menjalankan program berbasis efektivitas dan dampak nyata.
“Kami memastikan setiap program memiliki nilai kebermanfaatan. Prinsip high impact–low cost & effort menjadi arah agar organisasi tetap produktif dan relevan.”
Kontribusi FEBI dalam Wacana Kepemimpinan Berintegritas
Sebagai salah satu narasumber utama, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan materi bertajuk “Pemimpin adalah Kita” yang menggugah kesadaran kolektif tentang hakikat kepemimpinan.
“Pemimpin itu bukan hanya jabatan, tetapi tanggung jawab moral setiap individu. Keikhlasan (mukhlasin) adalah fondasi agar kita terhindar dari riya dan narsisme dalam memimpin.”
Pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kepemimpinan dalam perspektif Islam bukan sekadar kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga tentang menjaga hati, niat, dan integritas dalam setiap keputusan.
Perspektif Psikologis dan Praktis dalam Kepemimpinan
Seminar ini juga menghadirkan Prof. Raras Sutatminingsih, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, yang membahas fenomena Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalam dunia kerja.
“Perilaku narsistik dapat memicu konflik, meningkatkan stres kerja, dan menurunkan produktivitas. Karena itu, organisasi perlu membangun budaya kerja yang sehat dan batas profesional yang jelas.”
Sementara itu, Keynote Speaker Agus Dwi Handaya, S.E., Ak., M.B.A., Managing Director Human Capital Danantara Asset Management sekaligus Ketua IKAFEB USU, menutup seminar dengan konsep kepemimpinan 3N: Nata, Nagih, dan Nuntun.
“Pemimpin harus mampu menata arah (nata), memastikan target tercapai (nagih), dan membimbing tim berkembang (nuntun). Kepemimpinan adalah kombinasi pengetahuan, karakter, dan ketulusan.”
Antusiasme dan Dampak Nyata
Kegiatan ini diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, dan pelaku usaha di Kota Medan. Tingkat kepuasan peserta terhadap pembicara mencapai 98%, menunjukkan kualitas materi yang sangat tinggi dan relevan.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, partisipasi dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen dalam membangun jejaring kolaboratif sekaligus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter kepemimpinan bangsa.
Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas kontribusi FEBI dalam forum tersebut.
“Kehadiran Dekan FEBI dalam forum ini menunjukkan bahwa UIN Sumatera Utara terus hadir dalam ruang-ruang strategis pembangunan pemikiran. Kepemimpinan yang empatik dan berintegritas adalah kunci masa depan bangsa, dan kampus harus menjadi pusat lahirnya nilai-nilai tersebut.”
Penegasan Nilai dari FEBI
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan bahwa momentum Ramadan harus menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan.
“Ramadan adalah madrasah kepemimpinan. Di sini kita belajar menahan diri, memperkuat empati, dan memimpin dengan nurani. Itulah nilai yang harus kita bawa ke dunia nyata.”
Kehadiran FEBI UIN Sumatera Utara dalam forum ini bukan sekadar partisipasi, melainkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem kepemimpinan yang berakar pada nilai spiritual, intelektual, dan sosial. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menuju peradaban yang lebih bermakna.
Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.



































