Medan, 16 Juli 2025 — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) secara resmi mengumumkan jadwal pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026.
Berdasarkan informasi dari Humas UIN Sumatera Utara, periode pembayaran telah dibuka dan berlangsung mulai tanggal: 📅 15 Juli 2025 hingga 15 Agustus 2025
Mahasiswa dapat melakukan pembayaran melalui beberapa bank mitra yang telah ditentukan, yaitu: ✅ Bank Rakyat Indonesia (BRI) ✅ Bank Syariah Indonesia (BSI) ✅ Bank Sumut ✅ Bank Mandiri
Kehadiran informasi ini menjadi penting agar seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara dapat memastikan status akademiknya tetap aktif dan tidak terkendala dalam proses perkuliahan semester ganjil mendatang.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UIN Sumatera Utara menyampaikan:
“Kami mengimbau seluruh mahasiswa untuk tidak menunda pembayaran dan segera menyelesaikan administrasi akademik sebelum tenggat waktu. Pembayaran yang tepat waktu akan memudahkan proses registrasi dan pengambilan KRS.”
Mahasiswa juga diwajibkan membaca pengumuman resmi secara menyeluruh untuk memahami ketentuan teknis dan tata cara pembayaran. Pengumuman resmi tersebut telah tersedia dan dapat diakses melalui laman web resmi: 🌐 www.uinsu.ac.id
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan, silakan ikuti kanal resmi UIN Sumatera Utara di: 📱 Instagram: @uinsu_official 📘 Facebook: UINSU Official 🌐 Website: www.uinsu.ac.id
🎓 Ayo Mahasiswa UIN Sumatera Utara! Bayar UKT & SPP tepat waktu, pastikan langkah akademikmu berjalan lancar. Jangan lupa baca pengumuman lengkapnya ya, supaya tidak ada yang terlewat!
Medan, 15 Juli 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara melalui Komunitas Pecinta Ilmu Pengetahuan dan Intelektual (Kopi Pahit) telah menyelenggarakan kegiatan Markobar-19 (Ngopi Bareng ke-19) sebagai bagian dari agenda Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis Memorial Lecture. Kegiatan yang berlangsung di Coffee Shop Koperasi UIN Sumatera Utara ini mengusung tema “Dari Normativitas ke Empiris”, sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran dan jejak intelektual almarhum Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan dan akademisi dari berbagai fakultas, yang tidak hanya menyampaikan refleksi atas warisan pemikiran Prof. Fadhil, namun juga memberikan gagasan tentang masa depan keilmuan Islam yang lebih relevan dengan realitas.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keilmuan yang diwariskan Prof. Fadhil adalah fondasi moral dan intelektual yang harus terus dirawat. “Keilmuan bukan hanya sekadar akumulasi konsep dan teori, tetapi daya hidup yang menggerakkan kesadaran umat untuk menjadi lebih manusiawi, adil, dan penuh kasih dalam menjalani kehidupan,” ungkap beliau dengan penuh penghormatan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., menyoroti pentingnya keberanian dalam dunia akademik untuk berpindah dari ranah normatif menuju empiris. “Ilmu tidak boleh hanya berhenti pada naskah dan dalil; ia harus menyapa realitas, menjawab problem masyarakat, dan menumbuhkan daya kritis yang membebaskan,” tegasnya dalam pemaparan.
Sebagai penggagas Komunitas Kopi Pahit, Dr. Usiono, M.A., menjelaskan bahwa forum Markobar bukan hanya ruang diskusi, melainkan ruang peradaban. “Melalui diskusi ringan namun mendalam, kita sedang merawat tradisi berpikir yang diajarkan Prof. Fadhil—bahwa ilmu adalah cahaya yang tak pernah memaksa, tapi selalu menginspirasi,” ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sumatera Utara, Dr. Syafruddin Syam, M.Ag., menyampaikan bahwa arah pemikiran keislaman hari ini perlu lebih membumi agar hukum Islam tidak kehilangan daya aplikatifnya. “Hukum Islam bukan hanya norma yang tertulis di kitab, tetapi harus menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat dengan mempertimbangkan konteks dan dinamika yang ada,” jelas beliau.
Prof. Dr. Mustafa Kamal Rokan, M.H., selaku Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum menekankan pentingnya penguatan metodologi keilmuan. “Pendekatan empiris tidak berarti meninggalkan nilai, melainkan menguatkan relevansi nilai itu sendiri dalam ruang-ruang kehidupan nyata. Inilah yang membuat ilmu Islam tetap segar dan solutif,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. M. Syukri Albani Nasution, M.A., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, menyoroti pentingnya sinergi antara nilai spiritual dan data dalam pengembangan ilmu. “Ekonomi Islam akan menemukan kekuatannya ketika dikembangkan bukan hanya sebagai idealisme normatif, tetapi juga sebagai solusi empiris yang hadir di tengah persoalan umat dan kebijakan publik,” tutur beliau.
Melengkapi jajaran narasumber, Dr. Irwansyah, M.Ag., dari Fakultas Ilmu Sosial menyampaikan bahwa pergeseran dari pendekatan normatif ke empiris merupakan keniscayaan dalam kajian sosial keagamaan. “Ilmu sosial Islam harus mampu membaca manusia bukan sebagai objek semata, tetapi sebagai subjek dinamis yang mengalami perubahan, konflik, harapan, dan pencarian makna,” paparnya.
Kegiatan ini berjalan dalam suasana akademik yang hangat dan inklusif, mempertemukan beragam perspektif lintas fakultas dengan satu semangat: meneruskan api keilmuan yang telah dinyalakan oleh Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis. Markobar-19 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah keilmuan Islam yang tidak hanya normatif dan ideal, tetapi juga responsif dan kontekstual terhadap tantangan zaman.
Medan, 15 Juli 2025 — Kabar menggembirakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Salah satu mahasiswinya, Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit, sukses meraih Juara Harapan 2 dalam ajang bergengsi Duta Muda Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara.
Ajang ini bukan sekadar ajang pencarian duta, tapi juga wadah strategis bagi generasi muda untuk memahami, mencintai, dan memaknai pentingnya rupiah dalam kehidupan berbangsa. Cici berhasil menunjukkan performa terbaiknya dalam serangkaian seleksi, mulai dari penguasaan isu-isu ekonomi dan kebanksentralan, hingga keterampilan komunikasi dan advokasi publik.
Dalam wawancaranya, Cici membagikan kebahagiaan dan rasa syukurnya:
“Jujur, saya sempat tak menyangka bisa sampai titik ini. Dari awal ikut hanya ingin belajar dan menambah pengalaman, tapi ternyata bisa pulang bawa gelar Harapan 2. Rasanya campur aduk antara syukur, senang, dan bangga. Terima kasih untuk FEBI UIN Sumatera Utara, dosen-dosen, teman-teman, dan keluarga yang selalu support. Ini bukan akhir, tapi justru awal untuk terus bergerak dan berkarya,” ujar Cici dengan mata berbinar.
Prestasi ini pun mendapat sambutan hangat dari pimpinan fakultas. Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., turut menyampaikan rasa bangga dan harapan besarnya.
“Cici sudah menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI bukan hanya kuat secara akademik, tapi juga aktif berperan di ruang publik. Ini bukti bahwa FEBI UIN Sumatera Utara mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.”
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Marliyah, M.Ag., menyampaikan pesan penuh semangat.
“Saya ikut senang dan bangga. Ini bukan sekadar prestasi, tapi juga sinyal bahwa mahasiswa kita punya daya saing, punya keberanian, dan punya suara. Kami akan terus dukung agar semakin banyak mahasiswa yang tampil dan bersinar.”
Prestasi Cici tak hanya menjadi pencapaian pribadi, tapi juga menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya.
“Kita ini anak muda, dan suara kita bisa didengar. Saya harap teman-teman jangan ragu keluar dari zona nyaman. Jangan takut salah, yang penting berani mulai. Karena di luar sana, ada banyak peluang, tinggal kita mau ambil atau tidak,” ujar Cici menutup dengan senyum percaya diri.
Dengan semangat #BanggaFEBI, capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara siap hadir dan berkontribusi nyata bagi bangsa—dengan ilmu, gagasan, dan semangat muda yang menyala.
Medan, 11 Juli 2025 — Di tengah derasnya arus perbedaan yang kian mencuat di ruang publik, sebuah pesan damai menggema kuat dari Kampus UIN Sumatera Utara. Dalam program spesial Mutiara Islam yang disiarkan langsung oleh Tribun Medan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., hadir dengan tausiyah yang menggugah kesadaran kolektif bertajuk “Maqashid Kerukunan: Kalau Bisa Sama, Kenapa Harus Berbeda?”
Mengangkat tema yang relevan dan kontemporer, Prof. Syukri Albani membahas nilai-nilai luhur Islam dalam menjaga kerukunan, seraya menekankan pentingnya melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan pemicu perpecahan. Dalam pandangan beliau, maqashid (tujuan-tujuan) syariah sejatinya mengarah pada kemaslahatan dan harmoni, bukan pada konflik dan dominasi.
“Kerukunan bukan soal menyeragamkan, tapi soal menyatukan hati dalam kebaikan bersama. Kalau bisa saling memahami, kenapa memilih saling menyakiti?” ungkap beliau dengan penuh kehangatan.
Acara yang diselenggarakan pada Jumat, 11 Juli 2025 pukul 12.30 WIB ini, dapat disaksikan kembali melalui siaran ulang di kanal YouTube Tribun Medan dan Facebook Tribun Medan.
Melalui pesan damainya, Prof. Syukri mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk kembali kepada akar nilai Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin—agama yang menebar kedamaian, keadilan, dan kasih sayang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengingat spiritual, tetapi juga manifestasi nyata bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kerukunan dalam keberagaman. Sebuah pelita yang menuntun di tengah gelapnya polarisasi zaman.
Medan, 8 Juli 2025 — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menjadi tuan rumah dalam acara Silaturrahim Delegasi Peserta Kunjungan ke Tiongkok bertema “Delegation of Muslim Scholars and Community Leaders from North Sumatera for Indonesia-China Collaboration and Friendship”. Kegiatan ini digelar di Aula Kampus IV UIN SU Durin Jangak Tuntungan, sebagai tindak lanjut dari lawatan delegasi ke tiga kota besar di Tiongkok: Zheng Zhou, Wulumuqi, dan Beijing pada 29 Mei – 5 Juni 2025.
Acara ini menjadi momen reflektif sekaligus penguatan kerja sama internasional yang berakar pada semangat ukhuwah, dialog antarbangsa, dan pertukaran keilmuan lintas budaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
Pimpinan dan civitas akademika UIN Sumatera Utara
Rektor Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan
Wakil Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB)
Pimpinan Pondok Pesantren Aitul Mustaghfirin
Tokoh-tokoh masyarakat dan ormas Islam
Serta tamu kehormatan: Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia di Medan
🌏 Pesan-Pesan Inspiratif dari Para Tokoh
💬 Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag. – Rektor UIN Sumatera Utara
“Kunjungan ini adalah wujud nyata Islam sebagai rahmat bagi semesta. Kita datang bukan hanya untuk membangun relasi, tetapi untuk memperkuat simpul keilmuan dan memperluas jangkauan persaudaraan kemanusiaan lintas batas.”
💬 Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. – Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara
“Silaturrahim ini mencerminkan wajah Islam yang cerdas, inklusif, dan pro-dialog. Ini adalah langkah penting membangun hubungan antarnegara melalui diplomasi intelektual.”
💬 Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia di Medan
“Kami sangat menghargai kedatangan delegasi Muslim dari Sumatera Utara ke Tiongkok. Kunjungan ini mempererat hubungan harmonis antara rakyat Tiongkok dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan budaya. Kami berharap kerja sama ini berlanjut dalam bentuk program konkret di masa depan.”
💬 Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. – Dekan FEBI UIN Sumatera Utara
“Kolaborasi antarbangsa bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi pertukaran nilai. UIN Sumatera Utara siap mengambil peran lebih besar dalam diplomasi keilmuan demi membangun ekonomi Islam yang berlandaskan nilai-nilai universal dan spiritual.”
🤝 Dari Diplomasi ke Aksi Kolaboratif
Acara ini menjadi ruang berbagi pengalaman penuh makna dari para peserta delegasi. Mereka menyampaikan testimoni tentang dialog yang hangat, keterbukaan masyarakat Tiongkok, serta potensi besar kolaborasi riset dan pendidikan ke depan. UIN Sumatera Utara berkomitmen untuk menindaklanjuti kerja sama ini melalui pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan jaringan akademik internasional.
📌 UIN Sumatera Utara terus melangkah sebagai universitas Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menjadi duta harmoni global dan pemimpin dalam transformasi peradaban.
Medan, 4 Juli 2025 — Dalam langkah strategis membangun generasi intelektual Muslim yang unggul, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Magister dan Doktor di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk., Kantor Cabang Medan Balai Kota, Jumat pagi (4/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar akademik FEBI untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan mendorong mahasiswa serta profesional muda agar melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ekonomi, keuangan, dan akuntansi syariah.
🔰 Sinergi Akademik dan Industri
Sosialisasi ini menghadirkan para Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister dan Doktor FEBI, di antaranya:
Dr. Sugianto, M.A., CIRBC. – Ketua Prodi Magister Perbankan Syariah
Dr. M. Lathief Ilhamy Nasution, M.E.I. – Sekretaris Prodi Magister Perbankan Syariah
Maryam Batubara, M.A., Ph.D. – Ketua Prodi Magister Ekonomi Syariah
Dr. Rahmi Syahriza, M.A. – Sekretaris Prodi Magister Ekonomi Syariah
Dr. Nurlaila, S.E., M.Ak., CA., CIBA., CMA. – Ketua Prodi Magister Akuntansi Syariah
Hendra Harmain, S.E., M.Pd. – Sekretaris Prodi Magister Akuntansi Syariah
Prof. Dr. Andri Soemitra, M.A. – Ketua Prodi Doktor Ekonomi Syariah
Dr. Yusrizal, M.Si. – Sekretaris Prodi Doktor Ekonomi Syariah
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dikemas dalam suasana interaktif dan penuh motivasi. Para pemateri menyampaikan secara komprehensif mengenai visi, kurikulum, keunggulan, serta peluang akademik dan karier dari masing-masing program. Tidak hanya menekankan aspek keilmuan dan penelitian, sosialisasi ini juga memperlihatkan bagaimana pendidikan magister dan doktor FEBI diarahkan untuk menghasilkan pemimpin, peneliti, dan praktisi ekonomi Islam yang berintegritas dan berpengaruh secara global.
💬 Pesan Inspiratif dari Dekan FEBI
Dalam momentum tersebut, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Syukri Albani Nasution, MA, menyampaikan pesan yang menggugah:
“Di tengah tantangan zaman yang kompleks, pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis umat. Melalui Program Magister dan Doktor, kita tidak hanya mencetak sarjana, tetapi melahirkan pemikir, pemimpin, dan pembaharu peradaban ekonomi Islam. FEBI hadir untuk memberi ruang bagi cita-cita besar Anda—menjadi ilmuwan yang shalih, cendekia, dan berdampak.”
🎯 Lanjut Kuliah, Perluas Pengaruh
Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa FEBI terus berkomitmen untuk menjadi rumah intelektual yang melahirkan solusi dan inovasi. Pendidikan tidak hanya menjadi jalan menuju karier, tetapi juga wahana menuju kebermaknaan hidup, kontribusi sosial, dan keberkahan intelektual.
Dengan sistem pembelajaran yang modern, jaringan akademik yang kuat, dan atmosfer keislaman yang kental, FEBI UINSU membuka peluang emas bagi para profesional, akademisi muda, dan lulusan sarjana untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi agen perubahan dalam sistem ekonomi Islam global.
📌 Jangan Lewatkan! 📚 Pendaftaran Program Magister & Doktor FEBI UINSU kini dibuka. 💻 Info lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui: www.febi.uinsu.ac.id
🔖 FEBI UINSU: Ilmu yang Berkah, Gelar yang Bermakna, dan Peran yang Berdampak.
Medan, 2 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara secara resmi mengumumkan perubahan jadwal pelaksanaan Semester Antara Tahun 2025. Penyesuaian ini merujuk pada surat dari Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sumatera Utara, dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa Program Sarjana (S1) di lingkungan FEBI.
Semester Antara ini diselenggarakan guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempercepat masa studi, memperbaiki nilai, serta mengulang mata kuliah yang belum tuntas. Program ini terbagi menjadi dua kategori utama:
🔹 1. Semester Antara untuk Mahasiswa Stambuk 2019 – 2024 (Semester II – XII)
Beberapa kegiatan penting dalam pelaksanaan Semester Antara ini antara lain:
Pengaktifan di Portal SIA: 2 Juli 2025
Pendaftaran dan Penyerahan Nama Peserta: 2 – 4 Juli 2025
Generate Tagihan oleh Keuangan: 5 – 7 Juli 2025
Pembayaran oleh Mahasiswa: 9 – 11 Juli 2025
Pembuatan Kelas & Pengisian KRS: 12 – 17 Juli 2025
Perkuliahan Semester Antara: 21 Juli – 29 Agustus 2025
Pengisian Nilai oleh Dosen: 30 – 31 Agustus 2025
🔹 2. Semester Antara Khusus Mahasiswa Semester XIV (Stambuk 2018)
Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan masa studi pada Agustus 2025, dengan jadwal yang serupa namun pelaksanaan kuliahnya dimulai lebih awal:
Perkuliahan Semester Antara: 12 – 30 Juli 2025
Pengisian Nilai oleh Dosen: 30 – 31 Juli 2025
✅ Syarat & Ketentuan Semester Antara
Untuk menjaga mutu dan kesesuaian akademik, beberapa ketentuan berlaku, antara lain:
Maksimal beban studi adalah 9 SKS atau 3 mata kuliah.
Mata kuliah yang diambil adalah:
Mata kuliah ulang atau yang pernah diambil di Semester Genap/Gasal.
Bukan mata kuliah praktik/laboratorium/tugas akhir.
Diperbolehkan untuk mengulang mata kuliah dengan nilai E, D, atau C (dapat ditingkatkan hingga A).
Biaya per SKS:
Rp55.000/SKS untuk semester XII dan XIV.
Rp75.000/SKS untuk semester di bawahnya (X ke bawah).
🎯 Solusi untuk Mahasiswa
Semester Antara ini adalah peluang akademik strategis untuk:
Memperbaiki nilai dan IPK.
Memenuhi prasyarat untuk mata kuliah lanjutan.
Menyelesaikan studi tepat waktu, terutama bagi mahasiswa akhir.
Menyesuaikan beban studi agar lebih ringan di semester reguler mendatang.
💬 Pesan dari Dekan FEBI
“Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan Semester Antara ini dengan sebaik mungkin. Ini bukan sekadar program pengganti, melainkan kesempatan untuk menata ulang strategi studi menuju kelulusan yang berkualitas, efisien, dan penuh keberkahan.” — Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A
📌 Untuk informasi lebih lanjut, mahasiswa diharapkan berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik, operator program studi, atau memantau pengumuman resmi di portal FEBI: www.febi.uinsu.ac.id
FEBI UIN Sumatera Utara — Menuju Pendidikan Ekonomi Islam yang Unggul, Solutif, dan Berdaya Saing Global.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat mutu akademik dan relevansi kurikulum di era global. Pada Selasa, 1 Juli 2025, FEBI sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Online yang melibatkan tiga program studi unggulan: S1 Ekonomi Islam, S2 Ekonomi Syariah, dan S3 Ekonomi Syariah.
Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber nasional yang sangat berkompeten di bidang ekonomi Islam, yakni Prof. Shabri Abdul Madjid, Ph.D., Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala—salah satu akademisi terkemuka di Indonesia yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kurikulum ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan diikuti antusias oleh para dosen, pengelola program studi, serta tim pengembang kurikulum dari seluruh jenjang pendidikan FEBI.
Dalam pemaparannya, Prof. Shabri Abdul Madjid menekankan pentingnya kurikulum ekonomi Islam yang kontekstual, integratif, dan transformatif. Ia mendorong agar setiap kurikulum tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akademik nasional dan internasional, tetapi juga menyerap nilai-nilai maqashid syariah, kebutuhan industri halal, serta tantangan zaman digital dan keberlanjutan.
“Kurikulum ekonomi Islam masa kini harus mampu menjawab tantangan lokal dan global. Ia harus berakar pada nilai spiritual dan etika, namun bercabang ke arah solusi-solusi ekonomi kontemporer. Transformasi kurikulum bukan hanya keharusan akademik, tetapi juga jihad intelektual untuk membangun peradaban,” tegas Prof. Shabri dalam sesinya.
Workshop ini menjadi ruang dialog yang dinamis, membahas pembaruan capaian pembelajaran (CPL), struktur kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education), integrasi literasi digital, hingga pelibatan industri dan masyarakat dalam desain kurikulum. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis FEBI dalam mendukung akreditasi unggul dan visi internasionalisasi kampus.
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Syukri Albani Nasution, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan ikhtiar kolektif untuk menjadikan FEBI sebagai pusat rujukan akademik dalam pengembangan kurikulum ekonomi Islam di Indonesia.
“FEBI terus melangkah maju untuk menjadi fakultas yang adaptif dan visioner. Kurikulum adalah jantung dari kualitas pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan FEBI tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memimpin dan memberi perubahan,” ujar Prof. Syukri dengan penuh semangat.
Workshop ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum spiritual yang mengalirkan berkah luar biasa bagi seluruh civitas akademika. Semangat kolaboratif antara pengelola prodi, dosen, dan pakar eksternal menunjukkan bahwa transformasi kurikulum bukanlah kerja individu, melainkan gerakan keilmuan bersama yang digerakkan oleh niat tulus untuk mencerdaskan dan memuliakan umat.
Dengan kegiatan ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali meneguhkan langkahnya sebagai kawah candradimuka bagi para intelektual Muslim, sekaligus motor penggerak ekonomi Islam yang berkeadaban.
Medan, 26 Juni 2025 — Komitmen dalam membentuk generasi intelektual Muslim yang unggul kembali dibuktikan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara melalui kegiatan bertajuk: “Pelatihan Bahasa Arab dengan Tujuan Ahli di Bidang Ekonomi Syariah Sekaligus Menjejaki Kuliah di Timur Tengah.” 📚✨
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bahasa, tetapi juga jembatan menuju dunia akademik internasional, khususnya ke Timur Tengah yang dikenal sebagai pusat peradaban dan literatur Islam klasik serta kontemporer.
Bertempat di Kampus Pascasarjana UIN Sumatera Utara, acara dimulai pukul 09.00 WIB dan menghadirkan dua narasumber berkelas: 🔹 Dr. Dau Iq’watul Karim Ali, Lc., M.A. (Dosen Livia Jakarta) 🔹 Maryam Batubara, M.A., Ph.D. (Kepala Program Magister Ekonomi Syariah UIN Sumatera Utara)
Acara dibuka oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dekan FEBI, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah langkah penting dalam membekali mahasiswa dan akademisi agar siap bersaing di tingkat global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
“Bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, tetapi pintu menuju ilmu, budaya, dan peradaban. Pelatihan ini bukan hanya untuk bisa berbicara, tapi untuk bisa berpikir dalam kerangka syar’i dan ilmiah. Inilah fondasi bagi calon intelektual Muslim yang ingin mengakar di bumi dan menjulang ke langit,” ungkap Prof. Syukri dengan penuh keyakinan.
💬 Pesan Inspiratif dari Narasumber
🗣️ Dr. Dau Iq’watul Karim Ali, Lc., M.A.
“Bahasa Arab bukan sekadar alat bicara, tapi napas dari ilmu yang hidup. Jika engkau ingin menjadi ahli ekonomi syariah yang berwibawa, maka kuasailah bahasa wahyu dengan hati dan akal yang bersih. Sebab ilmu-ilmu langit tidak bisa disentuh dengan bahasa bumi yang kabur. Jadilah insan yang bukan hanya mengerti angka, tetapi memahami hikmah di balik setiap hukum Allah.”
🗣️ Maryam Batubara, M.A., Ph.D.
“Belajar bahasa Arab adalah investasi ilmiah jangka panjang. Bukan hanya untuk berkuliah di Timur Tengah, tapi untuk membaca dunia dengan perspektif yang lebih dalam dan luas. Siapa yang ingin menulis sejarah besar, harus terlebih dulu mampu membaca kitab agung. Maka mulai hari ini, belajarlah, karena bahasa adalah kunci pintu peradaban.”
Dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen yang hadir, kegiatan ini menjadi sinyal bahwa UIN Sumatera Utara tengah menyiapkan generasi emas ekonomi syariah—yang tidak hanya andal di ruang kelas, tetapi juga siap melanjutkan studi dan membawa misi keilmuan Islam hingga ke kancah internasional.
🌍 Dari Medan menuju Timur Tengah, dari huruf-huruf Arab lahirlah masa depan yang tercerahkan. UIN Sumatera Utara siap mengantarkanmu ke sana.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) – UIN Sumatera Utara Medan
Medan, 25 Juni 2025 — Dalam upaya memberikan proses perkuliahan yang nyaman, terstruktur, dan mendukung perkembangan akademik secara bertahap, FEBI UIN Sumatera Utara secara resmi membagi lokasi perkuliahan mahasiswa berdasarkan jenjang dan tahapan semester. Ini menjadi bentuk komitmen kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal di setiap fase pendidikan.
Berikut informasi penting terkait lokasi perkuliahan di FEBI UIN Sumatera Utara:
🎓 Strata 1 (S1)
1️⃣ Semester 1 & 2 📍 Perkuliahan dilaksanakan di Kampus IV Tuntungan, UIN Sumatera Utara Medan. Kampus ini memberikan suasana akademik yang tenang, asri, dan sangat cocok untuk mahasiswa baru membangun fondasi keilmuan dan karakter.
2️⃣ Semester 3 hingga Semester Akhir 📍 Perkuliahan dilaksanakan di Kampus I Sutomo, pusat utama kegiatan akademik UIN Sumatera Utara. Mahasiswa akan terlibat lebih aktif dalam komunitas ilmiah, organisasi kampus, serta pembelajaran yang lebih dinamis dan kolaboratif.
🎓 Magister (S2) & Doktor (S3)
📍 Seluruh kegiatan perkuliahan jenjang Magister dan Doktor dilaksanakan secara penuh di Kampus I Sutomo, dengan fasilitas kelas pascasarjana yang nyaman, dosen profesional, serta dukungan akademik riset dan publikasi yang kuat.
🧪 Kegiatan Praktikum, Sidang, dan Tugas Akhir
4️⃣ Untuk kegiatan khusus seperti:
Praktikum
Sidang Munaqasyah
Kolokium / Tesis / Disertasi
Kegiatan akademik lainnya
📍 Akan disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan masing-masing program studi, baik di Kampus IV Tuntungan maupun Kampus I Sutomo.
🟢 FEBI UIN Sumatera Utara: Berkuliah Luar Biasa!
Dengan pengelolaan lokasi yang adaptif dan visioner ini, FEBI memastikan mahasiswa bisa tumbuh dalam atmosfer pendidikan yang progresif, inklusif, dan penuh nilai-nilai Islam. Setiap kampus memiliki keunggulan tersendiri — dari suasana teduh Tuntungan untuk membentuk dasar karakter akademik, hingga pusat aktivitas ilmiah di Sutomo yang membuka jalan prestasi nasional dan global.
🎓 “Setiap langkah kuliahmu bukan hanya menuju gelar, tapi menuju perubahan diri dan masyarakat. Mari maknai setiap ruang belajar sebagai tempat menanam amal jariyah ilmu yang tak akan pernah berhenti.”