Kolaborasi Hebat dan Bermakna: FEBI UIN Sumatera Utara Bersama Mitra Strategis Dorong Pensertifikasian Halal Dapur MBG

Binjai & Medan, 1 Oktober 2025 – Awal Oktober 2025 ditandai dengan sebuah langkah bersejarah yang penuh makna. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara bersama berbagai mitra strategis menggelar kolaborasi pensertifikasian halal dapur MBG yang tersebar di lima dapur Kota Binjai dan satu dapur di Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa halal-thayyib bukan sekadar jargon, tetapi sebuah komitmen bersama untuk membangun ekosistem kuliner yang higienis, profesional, dan penuh keberkahan.

Pemilik MBG, M. Ardian, yang juga pengusaha muda HIPMI, menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif ini. “Sertifikasi halal bukan hanya syarat usaha, tapi juga bentuk tanggung jawab kepada Allah dan konsumen. MBG ingin memastikan setiap sajian yang keluar dari dapur kami menjadi makanan yang halal, higienis, dan penuh keberkahan,” ujarnya penuh keyakinan.

Dari ranah akademik, Dr. Sugianto, M.A. selaku perwakilan Halal Center UIN Sumatera Utara menegaskan, “Halal bukan sekadar label, tetapi nilai yang menyatukan spiritualitas dan profesionalitas. Dengan sertifikasi ini, kita sedang menghidupkan budaya halal-thayyib dalam kehidupan sehari-hari.”

Senada dengan itu, dukungan penuh juga datang dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara. Dr. Kaswinata, M.SP. menuturkan, “Industri halal adalah pintu masa depan ekonomi umat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah langkah kecil, namun Insya Allah menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi syariah di Sumatera Utara.” Sementara Dr. Yusron, M.Si. menambahkan, “Halal itu gaya hidup, bukan sekadar aturan. Mari jadikan sertifikasi halal sebagai standar hidup, agar setiap aktivitas ekonomi kita penuh keberkahan.”

Dari Hadesya, Dr. Olivia mengingatkan bahwa, “Halal-thayyib adalah harmoni antara kesehatan, kebersihan, dan keberkahan. Inovasi dapur halal bukan hanya soal rasa, tetapi tentang nilai yang melekat pada setiap sajian.” Sedangkan Dr. Hendra Ibrahim menekankan sisi spiritualnya: “Ketika dapur kita bersih dan halal, maka makanan yang sampai di meja konsumen pun menjadi doa kebaikan. Itulah esensi halal-thayyib yang sesungguhnya.”

Keterlibatan FEBI UIN Sumatera Utara semakin memperkuat nilai akademik kegiatan ini. Prof. Dr. Andri Soemitra, M.A., Ketua Prodi S3 Ekonomi Syariah, menyampaikan pesan mendalam: “Sertifikasi halal bukan akhir, tetapi awal peradaban baru. Dari dapur sederhana, kita sedang menulis sejarah besar tentang peradaban ekonomi Islam yang berakar kuat di masyarakat.” Dr. Yusrizal, M.Si. turut menambahkan, “Mahasiswa doktoral kami belajar bahwa ekonomi syariah itu harus nyata. Inilah implementasi langsung: menjadikan halal-thayyib sebagai solusi ekonomi sekaligus amal jariyah.”

Dari Program Magister, Dr. Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, M.E.I. menegaskan pentingnya integrasi ilmu dan praktik. “Ekonomi syariah tanpa praktik halal hanyalah teori. Sertifikasi halal adalah wujud nyata integrasi ilmu, iman, dan amal di dunia usaha,” tuturnya. Sementara Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. menggarisbawahi aspek akuntabilitas: “Transparansi dan akuntabilitas bisnis halal adalah kunci kepercayaan. Sertifikasi halal harus kita jaga dengan sistem yang profesional dan bertanggung jawab.”

Tak kalah penting, semangat masyarakat lokal juga turut hadir melalui Sugi Hartati, Penggerak Kampung Tahu Binjai, yang menuturkan, “Dari kampung kecil seperti Binjai, kita bisa memberi dampak besar. Dengan halal-thayyib, bukan hanya produk yang naik kelas, tapi juga martabat masyarakat kita.”

Kegiatan kolaboratif ini ditutup dengan suasana optimis, penuh doa, dan keyakinan bersama. Seluruh pihak sepakat bahwa pensertifikasian halal dapur MBG bukan hanya tentang standar industri, tetapi tentang melahirkan gerakan peradaban baru. Dari dapur sederhana di Binjai dan Medan, sebuah harapan besar lahir—bahwa kuliner halal-thayyib akan menjadi wajah baru ekonomi syariah Indonesia, yang berdaya saing, bermartabat, dan diberkahi Allah SWT.

Studium Generale S1 Akuntansi Syariah: Mahasiswa FEBI Disulut Semangat Jadi Akuntan Kelas Dunia!

Tuntungan, 30 September 2025 – Aula FEBI UIN Sumatera Utara Kampus IV Tuntungan mendadak penuh energi pagi ini. Bukan sekadar kuliah biasa, melainkan Studium Generale yang membawa mahasiswa S1 Akuntansi Syariah terbang jauh ke masa depan, menatap peluang dan tantangan karir di era globalisasi.

Dengan tema “Masa Depan Akuntansi Syariah: Peluang dan Tantangan Karir di Era Globalisasi”, acara ini menghadirkan sosok-sosok hebat: Dr. Marliyah, M.Ag. (Wakil Dekan III FEBI), Dr. Hj. Yenni Samri Juliati Nasution, M.A. (Ketua Prodi Akuntansi Syariah), Prof. Dr. Widia Astuty, SE., M.Si., QIA., CPA. (Pengurus DPP ADAI), dan Laylan Syafina, M.Si. (Sekretaris Prodi Akuntansi Syariah).


🎤 Pesan Inspiratif Para Narasumber

💡 Dr. Marliyah membuka dengan gaya khasnya yang selalu bikin mahasiswa terdiam lalu manggut-manggut.
“Anak-anak FEBI, jangan pernah takut bersaing! Dunia global itu luas, tapi ingat… siapa yang berani beradaptasi, dia yang akan jadi juara. Akuntansi Syariah bukan sekadar hitung angka, tapi juga soal integritas, kepercayaan, dan keberanian untuk berbeda. Ingat, kalian bukan hanya calon akuntan, tapi calon penentu arah ekonomi umat!”

Dr. Yenni Samri Juliati menambahkan dengan penuh semangat:
“Jangan stuck di zona nyaman. Globalisasi itu bukan penghalang, tapi peluang. Kalau kamu punya skill, attitude yang baik, dan mau terus belajar, trust me, dunia kerja akan cari kamu. Jangan ragu untuk jadi generasi yang membawa akuntansi syariah ke level dunia!”

🌍 Prof. Widia Astuty memberi suntikan motivasi tajam:
“Akuntansi syariah itu bukan alternatif, tapi the future of accounting. Perusahaan global butuh sistem keuangan yang adil, transparan, dan halal. Siapapun dari kalian bisa jadi konsultan internasional atau auditor kelas dunia. Syaratnya? Jangan malas upgrade skill! Jangan nunggu peluang datang, tapi ciptakan peluangmu sendiri.”

🌱 Laylan Syafina berbicara dengan nada dekat ala kakak ke adik-adiknya:
“Teman-teman, jangan mikir akuntansi syariah itu kuno atau ribet. Justru ini yang bikin kita beda! Kalian bisa kerja di bank syariah, perusahaan global, bahkan bikin start-up sendiri. Pokoknya, jangan pernah minder. Ingat: syariah itu keren, dan kalian harus jadi role model Gen Z yang berkelas!”


🎙️ Suara dari Mahasiswa

Salah satu mahasiswa mengungkapkan rasa terinspirasinya:
“Awalnya aku mikir akuntansi syariah itu cuma buat kerja di bank, ternyata luas banget! Dari auditor, konsultan, sampai entrepreneur juga bisa. Dengar langsung dari para profesor bikin aku makin yakin bahwa kita, mahasiswa FEBI, bisa banget jadi generasi yang ngubah wajah akuntansi dunia. Serius, hari ini rasanya kayak dapet booster semangat baru!”


Acara ini tidak hanya menambah wawasan, tapi juga menghidupkan api semangat mahasiswa untuk menatap masa depan tanpa ragu. FEBI UIN Sumatera Utara kembali membuktikan bahwa kampus bukan sekadar tempat kuliah, tapi kawah candradimuka yang melahirkan generasi berani, kreatif, dan berkelas dunia.

Dan ketika acara ditutup, gema semangat itu masih terasa: Akuntansi Syariah bukan sekadar pilihan, tapi masa depan.


✍️ Ditulis oleh: Fachrul Riza, M.K.M.

Kolaborasi untuk Kontribusi: Bea Cukai, Kampus, dan Gen Z FEBI Kupas Tuntas Risiko Global di Studium Generale S1 Asuransi Syariah!

Medan, 30 September 2025 — Aula Pascasarjana Lantai 4 Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara siang itu terasa berbeda. Ratusan mahasiswa Prodi Asuransi Syariah memadati ruangan dengan semangat membara. Tema yang diangkat bukan tema biasa, melainkan “Manajemen Risiko Kepabeanan dan Peluang Pengembangan Asuransi Syariah di Sektor Ekspor-Impor” — topik yang langsung nyambung dengan dunia nyata dan masa depan global generasi muda.

Empat sosok penting hadir sebagai inspirasi hari itu: Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. (Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara), Dr. Elfi Haris, S.H., M.Hum. (Kepala Administrator KEK Sei Mangkei, Ditjen Bea dan Cukai Sumut), Dr. Tri Inda Fadhila Rahma, S.E.I., M.E.I. (Ketua Prodi Asuransi Syariah), dan Dr. Aqwa Nasir Daulay, S.E.I., M.Si. (Sekretaris Prodi Asuransi Syariah).


🎤 Pesan Inspiratif nan Gen Z Banget dari Para Tokoh

Dr. Fauzi Arif membuka dengan pesan yang langsung mengena di hati mahasiswa.
👉 “Kalian ini generasi Z yang hidup di era global. Jangan hanya jadi penonton. Risiko itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk dikelola. Kalau kalian bisa menguasai manajemen risiko, khususnya di sektor ekspor-impor, kalian bukan hanya menjaga perusahaan tetap aman, tapi juga bisa jadi motor perubahan ekonomi syariah dunia. Ingat, asuransi syariah itu bukan sekadar bisnis, tapi ibadah!”

Dr. Elfi Haris tampil dengan gaya santai tapi penuh energi.
👉 “Banyak anak muda masih takut dengan istilah ‘kepabeanan’. Padahal, justru di situlah peluang besar! Ekspor-impor itu pintu global. Kalau kalian paham aturan mainnya, tahu cara mengelola risiko, dan bisa berkolaborasi lewat asuransi syariah, kalian bisa jadi game changer! Jangan tunggu orang lain duluan, kalian yang harus mulai dulu!”

Dr. Tri Inda Fadhila Rahma mengajak mahasiswa untuk percaya diri melangkah.
👉 “Asuransi syariah itu bukan hal kuno. Justru ini masa depan! Bayangkan, kalian bisa jadi bagian dari sistem keuangan yang halal, adil, dan membantu melindungi bisnis orang lain. Keren banget, kan? Jadi jangan ragu, ayo asah skill dari sekarang. Dunia sedang menunggu karya kalian.”

Sementara itu, Dr. Aqwa Nasir Daulay memberi semangat ala mentor yang dekat dengan mahasiswa.
👉 “Anak-anak muda FEBI, jangan minder sama anak ekonomi lain. Kalian punya nilai lebih: syariah. Itu bukan beban, tapi identitas yang bikin kalian berbeda! Ekspor-impor butuh orang-orang yang ngerti risiko, ngerti sistem halal, dan ngerti integritas. Dan itu semua ada di diri kalian. Jadi, siaplah untuk take off ke level global!”


🎓 Suara Mahasiswa: “Kami Jadi Paham, Ini Peluang Masa Depan Kami!”

Salah satu mahasiswa menyampaikan kesan yang bikin suasana tambah hangat:
👉 “Jujur awalnya saya kira topik ini rumit. Tapi cara para narasumber ngejelasin bikin gampang banget dipahami. Ternyata asuransi syariah bisa relevan banget sama dunia ekspor-impor. Saya jadi semangat, karena ternyata ini peluang besar buat kita yang mau jadi pelaku bisnis global. Gak sabar untuk eksplor lebih jauh!”


🌍 Penutup: Dari FEBI untuk Dunia

Studium Generale ini bukan hanya sekadar kuliah umum, tetapi momentum untuk membuka mata generasi muda. Mahasiswa FEBI, khususnya Prodi Asuransi Syariah, kini semakin sadar bahwa dunia global menunggu mereka. Dengan bekal ilmu, nilai syariah, dan semangat Gen Z yang kreatif, mereka siap menjadi bagian dari perubahan besar.

Acara pun ditutup dengan sorakan penuh semangat:
👉 “No Riba, Go Syariah!”
Yang menggema dari aula hingga lorong kampus, menandai lahirnya optimisme baru: bahwa generasi muda FEBI UIN Sumatera Utara siap menguasai risiko dan menaklukkan peluang global.


📌 Ditulis oleh Fachrul Riza, M.K.M.

Studium Generale Prodi Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara: Kupas Tuntas Kepabeanan & Peluang Bisnis Ekspor-Impor Bagi Generasi Muda

Medan, 30 September 2025 – Aula Pascasarjana Lantai 4 Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara hari ini dipenuhi antusiasme ratusan mahasiswa. Mereka hadir mengikuti Stadium Generale Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan tema “Manajemen Kepabeanan dan Peluang Bisnis Ekspor-Impor bagi Generasi Muda”.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara-pembicara luar biasa: Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. (Dekan FEBI UIN Sumatera Utara), Dr. Elfi Haris, SH., M.Hum. (Kepala Administrator KEK Sei Mangkei, Ditjen Bea dan Cukai Sumut), serta dukungan penuh dari Dr. Nurbaiti, M.Kom. (Ketua Prodi Manajemen) dan Dr. Atika, M.A. (Sekretaris Prodi Manajemen).

Suasana berlangsung hidup, penuh energi muda, dan dibalut dialog interaktif yang membuat mahasiswa merasa bukan sekadar peserta, tetapi bagian langsung dari percakapan masa depan dunia bisnis global.


🔑 Pesan Inspiratif dari Para Narasumber dan Pimpinan

Prof. Syukri Albani membuka dengan gaya khasnya yang membumi. Beliau menekankan bahwa bisnis ekspor-impor bukan lagi hal yang jauh dari generasi muda.
👉 “Anak-anak FEBI jangan cuma jago teori di kelas. Dunia sekarang itu borderless. Kalau kalian kreatif, produk lokal bisa tembus pasar global lewat ekspor. Jangan takut mulai kecil, karena yang besar itu selalu berawal dari langkah kecil. Ingat, mindset global harus ditanam sejak hari ini,” ujarnya, disambut tepuk tangan riuh mahasiswa.

Dr. Elfi Haris memberikan perspektif praktis tentang kepabeanan. Dengan bahasa yang ringan, ia menjelaskan bahwa regulasi ekspor-impor bukanlah penghalang, melainkan pintu menuju peluang besar.
👉 “Bea Cukai itu bukan momok, kawan. Justru kita ada untuk bantu kalian agar produk-produk kreatif bisa legal dan sampai ke luar negeri. Jadi, kalau punya ide bisnis, jangan tunda. Dunia ekspor-impor itu arena kalian untuk unjuk gigi,” katanya penuh semangat.

Dr. Nurbaiti, M.Kom. menambahkan semangat keibuan sekaligus motivasi karier.
👉 “Kalian, generasi Z, itu luar biasa. Jangan cuma puas jadi pengguna barang impor, tapi pikirkan bagaimana caranya jadi eksportir. Prodi Manajemen siap mendampingi kalian. Ingat, FEBI bukan hanya kampus, tapi rumah yang menyiapkan kalian jadi pemain global,” pesannya dengan penuh energi.

Sementara itu, Dr. Atika, M.A. mendorong mahasiswa agar berani keluar dari zona nyaman.
👉 “Jangan biarkan ide kalian cuma berhenti di catatan kuliah. Kalau punya passion di bisnis, ayo eksekusi! Dunia ekspor-impor butuh energi muda seperti kalian. Jangan takut gagal, karena gagal itu cuma guru yang menyamar,” ucapnya yang membuat suasana semakin hangat.


🎤 Suara Mahasiswa: Belajar dengan Cara yang Relevan

Mahasiswa juga merasa kegiatan ini relevan dengan kehidupan mereka. Seorang peserta menyampaikan kesannya:
👉 “Biasanya kalau dengar ekspor-impor terasa berat. Tapi tadi Prof, Bu Nurbaiti, Bu Atika, dan Pak Elfi menjelaskannya dengan bahasa kita, bahasa Gen Z. Jadi lebih semangat. Saya jadi kepikiran, kenapa nggak mulai bisnis kecil-kecilan dari sekarang dan coba main di pasar global?”


Penutup: Energi Baru bagi Generasi FEBI

Acara ditutup dengan optimisme besar. Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara kini semakin yakin bahwa mereka punya peluang nyata menjadi entrepreneur global yang mengharumkan nama bangsa. Dengan semangat “Berkah Luar Biasa”, Stadium Generale ini bukan hanya sekadar kuliah umum, tapi juga suntikan energi, inspirasi, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh.


📌 Ditulis oleh Fachrul Riza, M.K.M.

Laptop Menyala, Semangat Membara: SQUAD FEBI UIN Sumatera Utara Gaspol Kerjakan WUR!

Medan, 29 September 2025 – Ada suasana berbeda di ruang kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Bukan sekadar rapat biasa, melainkan misi besar: menggenjot data World University Ranking (WUR) agar UIN Sumatera Utara makin bersinar di panggung global.

Layar laptop menyala, jari-jari sibuk mengetik, sesekali terdengar tawa kecil yang mencairkan suasana. Inilah wajah asli SQUAD FEBI: serius bekerja, tapi tetap harmonis, penuh semangat kebersamaan.

Pesan Inspiratif Para Pimpinan FEBI

Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A. (Dekan FEBI)
“WUR bukan sekadar angka atau ranking, tapi cermin kualitas kita. Mari bekerja dengan hati yang ikhlas, karena setiap data yang kita input insyaAllah menjadi amal jariyah untuk kejayaan UIN Sumatera Utara. Ingat, kerja keras itu penting, tapi kerja ikhlas jauh lebih dahsyat.”

Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. (Wakil Dekan I Bidang Akademik)
“Mengurus data WUR itu ibarat skripsi berjilid-jilid—kadang bikin pusing, tapi hasilnya manis. Kuncinya satu: jangan menyerah. Kita harus terus update, upgrade, dan upload! Dan yang penting, semua dikerjakan bersama-sama, karena kerja tim itu lebih kuat dari kerja individu.”

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. (Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan)
“Kalau bicara WUR, jangan hanya ingat ranking, tapi juga ingat funding! Hehe… Data yang rapi, laporan yang akurat, dan transparansi adalah modal kita untuk menunjukkan bahwa FEBI bisa bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.”

Dr. Marliyah, M.Ag. (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama)
“Saya selalu percaya, anak muda Gen Z FEBI itu penuh energi. Mari jadikan WUR ini bukan beban, tapi kesempatan emas untuk menunjukkan karya mahasiswa, prestasi dosen, dan kolaborasi kita semua. Ingat, kerja WUR itu kayak hidup: kalau dijalani dengan bahagia, hasilnya akan luar biasa.”


Di balik kesibukan itu, ada harmoni yang terasa: bekerja sungguh-sungguh, diselingi canda sehat, lalu kembali fokus. Itulah gaya FEBI: serius tapi tidak kaku, kompak tapi tetap profesional.

FEBI UIN Sumatera Utara pun optimis: kerja keras SQUAD hari ini akan menjadi pijakan untuk menempatkan kampus tercinta ini sebagai pusat keilmuan ekonomi syariah yang tidak hanya unggul di tanah air, tetapi juga dikenal di kancah internasional.

Entrepreneur Muslim di Era Global: Prodi S1 Ekonomi Islam FEBI UIN Sumatera Utara Sukses Gelar Studium Generale yang Bikin Semangat Gen Z!

Medan, 29 September 2025 – Aula Pascasarjana Lantai 4 Kampus I UIN Sumatera Utara pagi itu dipenuhi semangat yang berbeda. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam FEBI UIN Sumatera Utara hadir dalam Stadium Generale bertajuk “Peluang dan Tantangan Entrepreneur Muslim di Era Ekonomi Global”.

Kegiatan ini menghadirkan empat figur luar biasa: Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A. (Dekan FEBI UIN Sumatera Utara), Harry Irawan, S.T., M.M. (Owner Pasty Fry, Dirt Livio Home, dan Direktur CV. Alfarindo), Dr. Imsar, M.Si. (Ketua Prodi Ekonomi Islam), serta M. Ikhsan Harahap, M.E.I. (Sekretaris Prodi Ekonomi Islam).

Acara berlangsung penuh antusiasme, menghadirkan wawasan segar tentang bagaimana mahasiswa bisa menjadi pengusaha muslim yang tidak hanya cuan, tapi juga membawa keberkahan dan nilai-nilai syariah di tengah derasnya arus ekonomi global.


✨ Pesan Inspiratif dari Para Tokoh

Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A. (Dekan FEBI)
“Menjadi entrepreneur muslim itu bukan hanya soal berbisnis, tapi juga tentang membangun peradaban. Kalian adalah generasi yang bisa menunjukkan bahwa bisnis halal itu mampu bersaing di level dunia. Jangan pernah takut gagal, karena kegagalan hanyalah tiket menuju kesuksesan berikutnya.”

Harry Irawan, S.T., M.M. (Praktisi Bisnis dan Direktur CV. Alfarindo)
“Saya memulai usaha dari bawah, penuh jatuh bangun. Bedanya, saya tidak pernah berhenti mencoba. Ingat, Gen Z punya kelebihan: cepat beradaptasi dan kreatif. Gunakan energi itu untuk melahirkan brand-brand muslim yang mendunia. Bisnis itu soal keberanian: kalau nggak coba, ya nggak akan pernah tahu!”

Dr. Imsar, M.Si. (Ketua Prodi Ekonomi Islam)
“Ekonomi Islam bukan sekadar teori di kelas. Ia hidup lewat karya kalian: produk halal, startup syariah, koperasi digital, atau apapun yang memberi solusi nyata. Jangan puas hanya jadi konsumen, Gen Z FEBI harus berani jadi produsen yang menciptakan tren.”

M. Ikhsan Harahap, M.E.I. (Sekretaris Prodi Ekonomi Islam)
“Kalau anak muda muslim hanya sibuk scrolling medsos, kapan mau jadi inspirasi dunia? Gunakan teknologi itu untuk mencetak peluang, bukan hanya hiburan. Entrepreneur muslim harus cerdas digital, kreatif, dan tetap jaga akhlak. Itulah kekuatan kalian.”


🎓 Pesan dari Mahasiswa (Peserta Studium Generale)

Seorang mahasiswa Ekonomi Islam, menyampaikan kesannya:
“Acara ini membuka mata kami bahwa jadi entrepreneur muslim bukan sekadar pilihan, tapi panggilan zaman. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa FEBI bisa menciptakan bisnis halal yang inovatif, keren, dan bisa go global. Masya Allah, semangat banget rasanya!”


🌟 Penutup

Stadium Generale ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara. Dari forum ini lahir tekad bersama: mencetak generasi entrepreneur muslim yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tapi juga membawa cahaya Islam dalam setiap karya.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan praktisi, FEBI terus berkomitmen melahirkan lulusan yang berani berbisnis, berjiwa pemimpin, dan tetap berpegang pada nilai-nilai syariah.

Menyemai Moderasi Beragama dari Sekolah: Prof. Akmal Tarigan dan Prof. Syukri Albani Ajak Siswa Belajar Kerukunan dengan Cara yang Membumi

Medan, 27 September 2025 – Kerukunan bukan hanya kata indah di buku pelajaran, tapi bekal hidup yang nyata. Itulah suasana yang tergambar ketika Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan menghadirkan penyuluhan moderasi beragama di dua sekolah unggulan: SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Sutomo.

Dua tokoh akademisi UIN Sumatera Utara, yakni Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. (Prof. Akmal Tarigan) dan Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. (Prof. Syukri Albani), hadir secara terpisah. Keduanya menyapa ratusan siswa dengan bahasa yang sederhana, penuh makna, dan langsung menancap di hati.


“Pelajar Hari Ini adalah Pemimpin Masa Depan”

Di SMA Sultan Iskandar Muda, Prof. Akmal Tarigan membuka penyuluhan dengan kalimat yang membuat suasana aula hening seketika.

“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau kalian sejak sekarang sudah paham arti kerukunan, bangsa ini tidak akan gampang goyah,” ujarnya.

Suasana langsung cair. Para siswa mendengarkan penuh perhatian, sebagian mengangguk, sebagian lagi sibuk mencatat. Diskusi pun berlanjut. Siswa bertanya bagaimana caranya menjaga persatuan ketika media sosial sering kali justru jadi pemicu perpecahan.

Dengan tegas namun lembut, Prof. Akmal Tarigan menjawab:
“Rajin ibadah itu penting. Tapi kalau kalian tidak bijak di medsos, gampang terbawa arus kebencian, itu berbahaya. Moderasi itu bukan hanya antaragama, tapi juga soal sikap cerdas menghadapi derasnya informasi.”


Menolong Itu Jangan Ditunda

Di SMA Sutomo, Prof. Syukri Albani menyapa siswa dengan gaya yang akrab, khas, dan penuh contoh nyata. Salah satu ilustrasinya langsung membuat siswa tertawa kecil, lalu hening merenung.

“Di pasar, pembeli dan penjual datang dari latar belakang berbeda. Si pedagang sayur mungkin Muslim, si penjual ikan bisa Kristen, pembelinya beragam. Tapi transaksi tetap jalan karena yang dicari adalah rezeki halal, bukan identitas. Kalau di pasar saja kita bisa rukun, kenapa di luar pasar kita sering ribut soal perbedaan?”

Pesan itu sederhana, tapi menusuk. Para siswa spontan bertepuk tangan, sebagian terlihat terharu. Di tengah ruang kelas, terasa ada kesadaran baru: kerukunan dimulai dari hati yang peduli, bukan dari identitas di KTP.


Suara dari Siswa

Kegiatan ini tidak hanya satu arah. Siswa-siswa berani berbagi pandangan. Seorang siswa SMA Sutomo dengan polos berkata:
“Saya jadi lebih yakin kalau keberagaman itu bukan masalah, tapi kekuatan. Kalau kami bisa rukun di sekolah, berarti kami juga bisa menjaga Indonesia tetap damai.”

Sementara di SMA Sultan Iskandar Muda, siswa lain menambahkan:
“Toleransi itu bukan cuma soal beda agama. Bahkan di kelas, menghargai pendapat teman juga bagian dari kerukunan.”


Sinergi Kampus, Sekolah, dan FKUB

Baik guru maupun kepala sekolah memberi apresiasi besar. Menurut mereka, menghadirkan profesor UIN Sumatera Utara langsung ke sekolah adalah langkah strategis. Para siswa tidak hanya mendapat teori, tapi juga teladan hidup dari akademisi yang peduli masa depan bangsa.

Prof. Akmal Tarigan menegaskan, “UIN Sumatera Utara berkomitmen penuh mendorong moderasi beragama. Tidak hanya di kampus, tapi juga di sekolah-sekolah. Kita ingin menanamkan benih kerukunan sejak dini.”

Senada, Prof. Syukri Albani menambahkan, “Moderasi beragama akan lebih kuat kalau semua pihak bergerak bersama. FKUB punya jaringan luas, kampus punya kekuatan akademis. Kolaborasi ini adalah kunci.”


Dari Medan untuk Indonesia

Penyuluhan ini memberi pelajaran sederhana namun dalam: kerukunan itu tidak bisa ditunggu sampai seseorang dewasa atau beruban. Ia harus ditanam sejak di bangku sekolah, saat pikiran masih jernih dan hati masih tulus menerima perbedaan.

Dari ruang-ruang kelas di Medan, tumbuh keyakinan baru bahwa generasi muda Indonesia bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang dalam sikap toleran. Mereka belajar bahwa menjaga persatuan bukan sekadar jargon, melainkan kebiasaan sehari-hari—mulai dari menyapa teman yang berbeda, menghargai pendapat yang tak sama, hingga saling menolong tanpa melihat identitas.

Dan dari senyum-senyum polos para siswa hari itu, terpancar cahaya optimisme. Cahaya yang memberi tanda bahwa masa depan bangsa ini tidak akan padam, karena di tangan merekalah kerukunan akan terus menyala, menerangi jalan Indonesia yang majemuk.


✍️ Ditulis oleh: Fachrul Riza, M.K.M.

Menyemai Kerukunan dari Sekolah: FKUB dan UIN Sumatera Utara Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Harmoni

Medan, 27 September 2025 – Derasnya arus globalisasi kerap membuat generasi muda bingung menghadapi perbedaan. Namun suasana berbeda terasa di Medan ketika Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan menghadirkan kegiatan penyuluhan tentang kerukunan dan moderasi beragama di sekolah menengah. Dua guru besar dari UIN Sumatera Utara, yakni Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. (Prof. Akmal Tarigan) selaku Wakil Rektor I, serta Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. (Prof. Syukri Albani) yang juga Dekan FEBI, tampil di hadapan siswa SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Sutomo.

Langkah ini menjadi upaya nyata FKUB untuk menanamkan sejak dini pentingnya hidup rukun dalam keberagaman bangsa.


Kerukunan dan Literasi Digital

Di SMA Sultan Iskandar Muda, aula sekolah dipenuhi ratusan siswa yang antusias menyambut Prof. Akmal Tarigan. Dengan gaya khasnya yang tenang namun menyentuh, beliau mengingatkan bahwa kerukunan adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa.

“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau kalian paham arti kerukunan, bangsa ini akan tetap berdiri kokoh,” pesannya.

Tepuk tangan panjang bergema. Forum kemudian berjalan interaktif. Beberapa siswa menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan menjaga persatuan di era media sosial. Prof. Akmal menekankan bahwa literasi digital adalah bagian penting dari moderasi beragama.

“Tidak cukup hanya rajin beribadah, kalian juga harus bijak bermedia sosial. Jangan gampang hanyut dalam arus kebencian atau berita bohong. Moderasi itu bukan sekadar hubungan antaragama, tapi juga sikap cerdas menghadapi informasi,” tegasnya.


Kerukunan Itu Soal Hati

Sementara itu, suasana tak kalah hangat terlihat di SMA Sutomo bersama Prof. Syukri Albani. Dengan gaya yang membumi, beliau mengajak siswa memahami makna toleransi lewat contoh sederhana.

“Kalau ada orang jatuh di depanmu dan kau yakin dia butuh pertolongan, apa yang kau lakukan? Pertama, kau tanya KTP-nya, dia orang mana dan agamanya apa? Atau kedua, langsung kau tolong? Kadang-kadang karena beda tempat tinggal atau agama, jadi tak mau menolong. Padahal, kalau kau mampu, ya tolonglah. Kerukunan itu jangan dipersulit, cukup mulai dari hati yang mau peduli,” ungkapnya.

Pesan itu membuat suasana hening sejenak, lalu disambut dengan anggukan dan senyum dari para siswa. Mereka merasa pesan tersebut begitu nyata dengan kehidupan sehari-hari.


Apresiasi Sekolah dan Siswa

Kepala sekolah SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Sutomo sama-sama mengapresiasi inisiatif FKUB Kota Medan. “Kami berterima kasih karena anak-anak mendapat teladan langsung dari para profesor. Ini bukan hanya teori, tapi pelajaran hidup tentang arti kebersamaan,” ungkap mereka.

Seorang siswa SMA Sutomo bahkan berujar polos, “Saya jadi lebih yakin kalau keberagaman itu bukan masalah, tapi kekuatan. Kalau kami bisa rukun di sekolah, berarti kami juga bisa jaga Indonesia tetap rukun.”


Sinergi untuk Masa Depan

FKUB Kota Medan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud tanggung jawab menjaga harmoni di kota yang plural. Generasi muda dianggap sebagai kunci untuk membangun masa depan damai, sehingga menghadirkan akademisi UIN Sumatera Utara adalah langkah strategis.

Prof. Akmal Tarigan menegaskan, “Kami di UIN Sumatera Utara punya komitmen kuat mendorong moderasi beragama, bukan hanya di kampus tapi juga di sekolah-sekolah. Kolaborasi dengan FKUB adalah ruang yang baik menanamkan benih-benih kerukunan sejak dini.”

Senada, Prof. Syukri Albani menambahkan, “Moderasi beragama akan lebih efektif kalau melibatkan semua pihak. FKUB punya jaringan, kampus punya ilmu. Kalau kita jalan bersama, kerukunan itu akan jadi kekuatan besar bangsa.”


Kegiatan penyuluhan di SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Sutomo bukanlah acara seremonial belaka, melainkan langkah strategis menyiapkan generasi muda yang moderat, cerdas, dan peduli. Dari wajah-wajah penuh semangat itu, terselip optimisme bahwa Indonesia akan tetap kokoh berdiri di atas kerukunan.


✍️ Ditulis oleh: Fachrul Riza, M.K.M.

NVivo, Disertasi, Cahaya Ilmu: Program Doktoral Ekonomi Syariah FEBI UIN Sumatera Utara Sukses Gelar Studium Generale Penuh Mutu, Makna, dan Inspirasi!

Medan, 27 September 2025 — Aula Pascasarjana Lantai 4 Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara kembali bergema dengan semangat akademik luar biasa. Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sukses menggelar Studium Generale bertema “Pemanfaatan NVivo Sebagai Alat Analisis Kualitatif Disertasi Bermutu”.

Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa doktoral untuk meningkatkan kualitas riset mereka, khususnya dalam menghadirkan karya disertasi yang bukan hanya ilmiah, tetapi juga bermakna, relevan, dan berkontribusi bagi peradaban.

Pesan Wakil Dekan I FEBI: “Ilmu Harus Menjadi Cahaya Peradaban”

Dalam sambutannya, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, menyampaikan pesan yang penuh makna:

“Ilmu tidak boleh berhenti di lembaran kertas disertasi. Ia harus menjelma menjadi cahaya yang menuntun masyarakat. Mahasiswa S3 Ekonomi Syariah bukan hanya sedang menulis disertasi, tetapi sedang menulis sejarah—sejarah tentang bagaimana Islam membawa solusi di tengah dunia yang penuh tantangan. Gunakan NVivo bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai sarana untuk menghadirkan riset yang hidup, menyentuh, dan memberi arah.”

Materi Narasumber: NVivo sebagai Sahabat Peneliti

Narasumber utama, Dr. Hastuti Olivia, SE., M.Ak., menyampaikan materi dengan gaya yang aplikatif dan inspiratif. Beliau menegaskan pentingnya teknologi analisis kualitatif dalam memperkuat ketajaman riset:

“NVivo bukan sekadar software, ia adalah sahabat peneliti. Dengan NVivo, data yang begitu kompleks bisa disusun rapi, dianalisis mendalam, dan menghasilkan kesimpulan yang kaya makna. Disertasi doktoral yang baik bukanlah yang tebal, tetapi yang tepat, tajam, dan memberi dampak.”

Pesan Ketua Program Doktor Ekonomi Syariah: “Disertasi adalah Amal Jariyah”

Sementara itu, Prof. Dr. Andi Sosemira, M.A., Ketua Program Studi Doktor Ekonomi Syariah, menekankan dimensi spiritual dari sebuah karya ilmiah:

“Disertasi bukan hanya syarat akademik, tetapi juga amal jariyah. Setiap ide, setiap analisis, dan setiap solusi yang kita hasilkan adalah sedekah ilmu yang akan terus mengalir pahalanya. Maka, mari kita tulis disertasi dengan hati, bukan sekadar dengan tangan.”

Suara Peserta: Semangat yang Menggugah

Salah satu mahasiswa S3 yang hadir menyampaikan kesan mendalamnya:

“Studium Generale ini membuka mata saya, bahwa riset bukan hanya soal menyelesaikan studi, tetapi soal memberi manfaat nyata. Saya merasa lebih percaya diri untuk menulis disertasi yang bermanfaat bagi umat, dengan NVivo sebagai alat bantu yang sangat powerful.”


Momentum Studium Generale ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang perjumpaan spiritual antara ilmu, iman, dan amal. Setiap paparan narasumber, setiap catatan mahasiswa, hingga setiap diskusi yang tercipta menghadirkan kesadaran baru bahwa riset doktoral bukanlah beban semata, melainkan jalan pengabdian. Di ruang aula itu, para peserta merasakan atmosfer keilmuan yang menyala—bahwa ilmu syariah bukan hanya untuk dikaji, tetapi untuk diamalkan, agar kelak menjadi cahaya penuntun bagi bangsa dan umat.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini mempertegas identitas FEBI UIN Sumatera Utara sebagai rumah ilmu yang melahirkan generasi intelektual berkarakter. NVivo hanyalah alat, tetapi semangat dan niat suci para mahasiswa doktoral adalah ruh sejati yang akan menjadikan setiap disertasi bernilai ibadah. Dengan bekal akademik yang kuat, integritas yang terjaga, dan visi yang mendunia, para mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya-karya monumental yang menjawab tantangan zaman sekaligus mengharumkan nama kampus di kancah internasional.

Acara ini ditutup dengan penuh kehangatan, diiringi semangat “S3 Ekonomi Syariah: Unggul Mendunia”. Harapannya, lahir doktor-doktor baru dari UIN Sumatera Utara yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga menjadi mercusuar keilmuan ekonomi syariah di dunia internasional.

Sinergi Inspiratif FEBI UIN Sumatera Utara dan Bank Muamalat: Tebar Berkah Pendidikan Lewat Beasiswa untuk Mahasiswa!

Medan, 25 September 2025 – Suasana Aula FEBI UIN Sumatera Utara dipenuhi rasa haru dan bahagia ketika Bank Muamalat secara simbolis menyerahkan Beasiswa Pendidikan Muamalat Tahun 2025 kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Penyerahan ini menjadi bukti nyata kepedulian perbankan syariah terhadap masa depan generasi muda muslim, khususnya di bidang pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, perwakilan Bank Muamalat menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul yang berakhlak mulia, profesional, dan siap bersaing di era global.

“Kami percaya, pendidikan adalah pintu menuju perubahan. Dengan mendukung mahasiswa FEBI, kami ikut menanam benih kebaikan untuk masa depan bangsa dan peradaban Islam,” ungkap perwakilan Bank Muamalat dengan penuh semangat.

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi Bank Muamalat.

“Beasiswa ini bukan hanya meringankan beban mahasiswa, tetapi juga memotivasi mereka agar terus berprestasi dan berkontribusi nyata bagi umat. Kami berharap, langkah mulia ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk ikut serta dalam menguatkan pendidikan bangsa,” tegasnya.

Pesan Wakil Dekan FEBI:

  • Wakil Dekan I, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., menekankan pentingnya sinergi antara ilmu dan amal. “Mahasiswa yang menerima beasiswa ini harus melihatnya bukan sekadar rezeki, tetapi juga amanah. Jadikan ilmu sebagai cahaya, dan amal sebagai bukti nyata dari cahaya itu.”
  • Wakil Dekan II, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., menambahkan dimensi pengelolaan keuangan yang bijak. “Gunakanlah beasiswa ini dengan penuh tanggung jawab. Belajarlah mengelola setiap rupiah bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk masa depan. Inilah saat terbaik untuk menanamkan literasi keuangan syariah sejak dini.”
  • Wakil Dekan III, Dr. Marliyah, M.Ag., memberi pesan motivasi yang menyentuh hati mahasiswa. “Banyak anak bangsa di luar sana yang ingin berada di posisi kalian hari ini. Syukuri nikmat ini dengan prestasi, dedikasi, dan kontribusi. Jadilah mahasiswa FEBI yang berani bermimpi besar, tapi juga rendah hati dalam melangkah.”

Momentum penyerahan beasiswa ini bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga simbol kolaborasi indah antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan syariah. Kehadiran Bank Muamalat menegaskan bahwa keberkahan bukan hanya hadir dalam transaksi finansial, tetapi juga dalam kontribusi nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.