Mengapa Investasi Syariah dan Dana Pensiun Penting bagi Gen Z? Studium Generale Perbankan Syariah FEBI UIN Sumatera Utara Buka Rahasianya!

Medan, 25 September 2025 – Aula Pascasarjana lantai 4 Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara dipenuhi semangat dan antusiasme mahasiswa. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Program Studi Perbankan Syariah menggelar kegiatan Stadium Generale bertema “Seminar Investasi dan Dana Pensiun untuk Generasi Muda di Era Society 5.0”.

Kegiatan ini menghadirkan para tokoh akademisi dan praktisi perbankan syariah, membuktikan komitmen FEBI dalam menyiapkan generasi muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam merencanakan masa depan finansial sesuai prinsip Islam.


Wakil Dekan II FEBI: “No Riba, Go Syariah!”

Dalam sambutan utamanya, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, menyampaikan pesan inspiratif yang disambut hangat para peserta.

“Generasi muda tidak boleh hanya fokus pada hari ini. Investasi dan dana pensiun bukan sekadar urusan masa depan, tapi bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan hidup. Dengan syariah, kita bukan hanya merencanakan kesejahteraan, tapi juga menjaga diri dari praktik ribawi. Ingat slogan kita hari ini: No Riba, Go Syariah!”


Praktisi Muamalat: Dana Pensiun adalah Bekal, Bukan Beban

Hadir sebagai narasumber, Kadar Budiman, M.M., Regional CEO Sumatera PT Bank Muamalat Indonesia Tbk., menegaskan pentingnya kesadaran generasi muda untuk memahami instrumen investasi syariah sejak dini.

“Dana pensiun jangan dianggap sebagai beban. Justru ia adalah bekal untuk menatap masa depan dengan tenang. Mulailah dari sekarang, sekecil apa pun langkahnya, karena waktu adalah modal terbesar anak muda.”


Ketua Prodi Perbankan Syariah: Generasi Cerdas, Generasi Berkah

Dr. Tuti Anggraini, M.A., Ketua Program Studi Perbankan Syariah, mengingatkan mahasiswa bahwa kecerdasan finansial harus sejalan dengan spiritualitas.

“Mahasiswa Perbankan Syariah FEBI harus jadi role model. Kalian tidak boleh hanya paham teori, tapi harus bisa mengamalkan investasi halal yang bermanfaat bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Itulah generasi cerdas, generasi berkah.”


Sekretaris Prodi Perbankan Syariah: Era Society 5.0 Butuh Inovator

Budi Harianto, M.A., Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah, menambahkan bahwa era Society 5.0 menuntut mahasiswa lebih kreatif dan inovatif.

“Society 5.0 bukan lagi soal teknologi semata, tapi bagaimana kita menggunakan teknologi untuk membawa maslahat. Mahasiswa syariah harus berani menghadirkan produk keuangan syariah yang relevan dengan generasi digital.”


Atmosfer Penuh Energi dan Optimisme

Acara ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun optimisme baru di kalangan mahasiswa. Sesi tanya jawab berlangsung hangat dengan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar investasi halal, perencanaan dana pensiun, hingga peluang inovasi perbankan syariah di era digital.

Kehadiran para narasumber dan pimpinan FEBI menjadikan studium generale ini bukan sekadar seminar, tetapi momentum strategis untuk melahirkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan: berani berinvestasi, berani berprestasi, tanpa riba, sepenuhnya syariah.


✨ Dari Aula Pascasarjana UIN Sumatera Utara, gema pesan bergema: “No Riba, Go Syariah!” — sebuah seruan untuk generasi muda Muslim agar berani menatap masa depan dengan optimisme, keberkahan, dan integritas.

Stadium General Program Magister FEBI UIN Sumatera Utara: Menyalakan Semangat Keilmuan, Menyatukan Misi Peradaban!

Medan, 24 September 2025 – Suasana penuh energi dan harapan terasa di lantai 4 Aula Pascasarjana UIN Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sukses menggelar Stadium General untuk Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Magister Akuntansi Syariah, dan Magister Perbankan Syariah.

Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa pascasarjana untuk menyambut awal semester baru, sekaligus membangun semangat intelektual dan spiritual agar lebih siap menghadapi tantangan global dengan landasan nilai-nilai Islam.


Wakil Dekan III FEBI: Ilmu Adalah Obor Peradaban

Dalam sambutannya, Ibu Dr. Marliyah, M.Ag., Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, menyampaikan pesan mendalam:

“Ilmu yang kita pelajari tidak boleh hanya menjadi koleksi dalam buku, tetapi harus menjelma menjadi obor yang menerangi masyarakat. Generasi pascasarjana FEBI harus menjadi pionir dalam membangun ekonomi syariah yang adil, etis, dan penuh keberkahan. Ingatlah, menjadi mahasiswa S2 dan S3 bukan sekadar status, tetapi amanah besar untuk menjadi pemimpin peradaban.”

Pesan ini menggugah para mahasiswa agar tidak berhenti pada capaian akademik, melainkan bergerak membawa perubahan nyata.


Muhammad Rifky Santoso: Sinergi Ilmu dan Kebijakan

Sebagai narasumber, Bapak Muhammad Rifky Santoso, Pelaksana Kepala Balai Diklat Keuangan Medan, menegaskan bahwa ilmu akademik harus bersinergi dengan praktik kebijakan keuangan negara.

“Negara membutuhkan ahli keuangan syariah yang bukan hanya pandai berteori, tetapi juga mampu menembus ruang kebijakan dan mengambil peran strategis. Mahasiswa pascasarjana FEBI punya peluang besar untuk itu. Jadilah agen perubahan!”


Pesan dari Ketua Program Studi

1. Ketua Program Magister Ekonomi Syariah
Ibu Maryam Batubara, Ph.D. menyampaikan bahwa ekonomi syariah adalah jawaban atas krisis global yang sarat ketidakadilan.

“Ekonomi syariah tidak hanya tentang angka, tapi tentang keberkahan. Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah harus berani menjadi pemikir yang kritis, tetapi tetap rendah hati, sehingga mampu menghadirkan solusi ekonomi yang berpihak pada umat.”

2. Ketua Program Magister Akuntansi Syariah
Ibu Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA., menekankan pentingnya integritas dan transparansi.

“Akuntansi syariah adalah bahasa kejujuran. Para mahasiswa harus memahami bahwa setiap angka yang kita catat bukan hanya tanggung jawab dunia, tetapi juga tanggung jawab akhirat. Jadikan ilmu ini sebagai jalan untuk menjaga keadilan dan amanah.”

3. Ketua Program Magister Perbankan Syariah
Bapak Dr. Sugianto, M.A., menyampaikan bahwa perbankan syariah adalah tulang punggung sistem ekonomi syariah.

“Kalian, mahasiswa Magister Perbankan Syariah, adalah calon arsitek keuangan Islam di masa depan. Jangan hanya puas menjadi pengguna sistem, tetapi ciptakan inovasi yang mampu membawa perbankan syariah ke level global.”


Mahasiswa Pascasarjana: Merasa Ditantang dan Terinspirasi

Seorang mahasiswa Magister Akuntansi Syariah menyampaikan kesannya:

“Hari ini saya tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga tantangan. Saya merasa ditempa untuk berpikir lebih luas dan bergerak lebih nyata. Semoga kami bisa menjadi generasi yang membawa cahaya dari kampus ini ke masyarakat.”


Tradisi Keilmuan yang Membawa Harapan

Stadium General ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi tradisi akademik yang mempertegas identitas FEBI UIN Sumatera Utara sebagai pusat lahirnya generasi pemikir, inovator, dan pemimpin berakhlak.

Dari Aula Pascasarjana, semangat itu mengalir deras: bahwa ilmu adalah amanah, integritas adalah kunci, dan kolaborasi adalah jalan membangun ekonomi syariah yang rahmatan lil ‘alamin.

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Jadi Narasumber Inspiratif pada Penguatan HAM Komunitas se-Sumatera Utara

Sibolangit, 23–24 September 2025 – Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, ketika banyak peserta dari berbagai komunitas di wilayah Sumatera Utara mengikuti kegiatan Penguatan HAM bagi Komunitas yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Wilayah Kerja Kepulauan Riau.

Acara ini digelar dalam rangka penyebarluasan informasi hukum dan HAM serta menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap norma-norma HAM di kalangan masyarakat.


Dekan FEBI Sebagai Narasumber: HAM Bukan Hanya Hak, Tapi Juga Tanggung Jawab

Salah satu momen penting dari kegiatan ini adalah kehadiran Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Hak Asasi Manusia tidak boleh dipahami hanya sebatas “hak individu”, tetapi juga harus dilihat sebagai tanggung jawab sosial.

“HAM adalah cahaya yang Allah anugerahkan kepada manusia. Ia bukan sekadar hak untuk dituntut, tapi juga kewajiban untuk dijaga. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mampu menyeimbangkan hak dirinya dengan hak orang lain, serta menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ruh kebersamaan,” tegasnya.


Sesi Interaktif: Peserta Antusias Berdialog

Yang membuat kegiatan ini semakin hidup adalah sesi interaktif antara narasumber dengan peserta. Mahasiswa, aktivis komunitas, hingga tokoh masyarakat yang hadir antusias menyampaikan pertanyaan dan pengalaman nyata seputar isu-isu HAM di Sumatera Utara.

Salah satu peserta menanyakan bagaimana menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan etika bermedia sosial di era digital. Prof. Syukri Albani menjawab dengan penuh ketegasan namun menyejukkan:

“Kebebasan berekspresi adalah hak, tetapi harus dilakukan dengan bijak. Dunia digital adalah ruang publik. Jika kita bisa berhati-hati berbicara di depan orang banyak, maka kita juga harus berhati-hati menulis di media sosial. Ingat, jejak digital adalah cermin kepribadian dan akan menjadi pertanggungjawaban moral kita.”

Sesi ini berlangsung hangat, penuh dialog terbuka, dan melahirkan banyak refleksi praktis bagi peserta.


Penguatan HAM sebagai Bekal Masa Depan

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (23–24 September 2025) ini tidak hanya berisi ceramah formal, tetapi juga diskusi kelompok, studi kasus, dan penyusunan rekomendasi bersama. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga strategi praktis untuk menerapkan nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari, baik di komunitas maupun di dunia kerja.


Penutup: Dari Sibolangit, Pesan Kemanusiaan Bergema

Penguatan HAM bagi Komunitas se-Sumatera Utara ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam meneguhkan budaya menghargai hak asasi manusia. Kehadiran Dekan FEBI UIN Sumatera Utara menambah warna intelektual dan spiritual, menjadikan forum ini bukan hanya wacana, melainkan inspirasi untuk bertindak.

Masya Allah, dari Sibolangit, gema pesan kemanusiaan bergema: bahwa HAM adalah amanah, tanggung jawab, dan jalan menuju masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat. 🌟

UIN Sumatera Utara Tegaskan: Kampus Harus Bersih dari Pungli!

Medan, 24 September 2025 – UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan kampus yang bersih, transparan, dan bebas pungutan liar (pungli). Hal ini ditegaskan melalui Surat Edaran Rektor Nomor 018 Tahun 2025 tentang Larangan Pungutan Biaya Kegiatan Akademik Selain Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dalam penyelesaian Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi di lingkungan UIN Sumatera Utara.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa sejak terbitnya regulasi resmi Kementerian Agama dan Keputusan Rektor tentang tarif akademik, tidak ada lagi biaya tambahan selain UKT dan SPP yang boleh dipungut. Artinya, mahasiswa S1 hanya membayar UKT, sementara mahasiswa S2, S3, dan mahasiswa asing program S1 hanya dikenakan SPP sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Rektor Nomor 332 Tahun 2022.

Dalam surat edaran ini dijelaskan dengan gamblang:

  • Dilarang ada pungutan apa pun di luar UKT untuk mahasiswa S1 selama kuliah hingga penyelesaian Tugas Akhir.
  • Mahasiswa S2, S3, dan mahasiswa asing program S1 hanya dikenakan SPP sesuai ketentuan resmi, tanpa tambahan biaya untuk tesis atau disertasi.
  • Dosen dan tenaga kependidikan dilarang keras meminta barang, fasilitas, maupun pungutan apa pun, baik langsung maupun tidak langsung.
  • Mahasiswa atau keluarganya yang mengalami permintaan pungutan tanpa hak diminta segera melapor ke pimpinan unit atau Dewan Kehormatan dan Etik UIN Sumatera Utara.

Langkah tegas ini diambil agar seluruh civitas akademika terlindungi dari praktik tidak sehat dan setiap proses akademik berjalan murni sesuai aturan. Selain itu, surat edaran ini juga menegaskan bahwa pelanggaran oleh pemberi maupun penerima pungutan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, para Dekan dan Direktur Pascasarjana diminta menyebarluaskan edaran ini melalui berbagai media pengumuman, baik dalam bentuk flyer, papan informasi, maupun kanal digital fakultas. Dengan adanya kebijakan ini, UIN Sumatera Utara berharap suasana akademik menjadi lebih sehat, adil, dan transparan.

🎉FEBI UIN Sumatera Utara Optimalkan Layanan HELP DESK: Solusi Cepat, Dekat, dan Bersahabat!🚀

Ada kabar keren buat kamu, Civitas Akademika FEBI UIN Sumatera Utara! ✨
Sekarang, semua urusan informasi, saran, maupun pengaduan bisa kamu lakukan dengan lebih mudah lewat layanan terbaru: HELP DESK FEBI UIN Sumatera Utara.

👉 Gak perlu bingung lagi kalau mau tanya-tanya soal pelayanan di FEBI.
👉 Gak perlu ribet datang jauh-jauh ke kampus hanya untuk urusan kecil.
👉 Cukup chat WhatsApp ke nomor: +62 813-7673-3960 (chat only, no call) pada jam kerja, Senin–Jumat (08.00 – 17.00 WIB).


🎓 Pesan Inspiratif dari Dekan FEBI UIN Sumatera Utara

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara menegaskan bahwa hadirnya HELP DESK adalah bentuk nyata komitmen fakultas untuk dekat dengan mahasiswanya:

“Kami ingin FEBI menjadi ruang yang ramah, responsif, dan selalu hadir bagi mahasiswa. HELP DESK ini bukan sekadar layanan, tapi jembatan aspirasi agar setiap suara didengar, setiap saran dihargai, dan setiap kendala bisa segera kita carikan solusi. Bersama-sama, mari kita bangun FEBI yang unggul, profesional, dan penuh keberkahan.” 🌟


Kenapa Harus Manfaatin HELP DESK?

🔥 Cepat → gak perlu antri panjang, cukup kirim pesan.
🔥 Praktis → bisa diakses di mana saja, kapan saja selama jam layanan.
🔥 Dekat → layanan ini didesain biar mahasiswa merasa didampingi, bukan diabaikan.


📍 FEBI UIN Sumatera Utara
Jl. IAIN No. 1, Gaharu, Medan Timur, Kota Medan.

💬 Yuk, jangan ragu untuk menyampaikan pertanyaan, ide, maupun kritik yang membangun. Karena di FEBI, suara kamu itu berharga.

Pengumuman Penting: Perubahan Mekanisme Perkuliahan Semester Ganjil 2025/2026 di FEBI UIN Sumatera Utara

Medan, 16 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara resmi mengumumkan adanya penyesuaian pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Keputusan ini diambil untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan kebijakan akademik universitas.


Apa yang Berubah?

  1. Perkuliahan Senin–Kamis
    • Dilaksanakan dengan sistem blended learning:
      • 70% tatap muka (luring)
      • 30% daring (online)
    • Dosen pengampu diharapkan mampu mengatur ritme pembelajaran agar seimbang dan produktif.
  2. Perkuliahan Jumat & Sabtu
    • 100% daring (online) melalui platform resmi seperti Zoom, Google Meet, atau media lain yang sesuai dengan ketentuan akademik.
  3. Kewajiban Mahasiswa
    • Mahasiswa diwajibkan hadir dan aktif dalam sesi daring maupun luring sesuai jadwal yang telah ditentukan.
    • Disiplin dan tanggung jawab menjadi kunci keberhasilan dalam skema perkuliahan baru ini.

Kenapa Ada Perubahan Ini?

Kebijakan ini selaras dengan:

  • Surat Edaran Rektor UIN Sumatera Utara Nomor 6 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas.
  • Keputusan Rektor Nomor 321 Tahun 2025 tentang Jadwal Kegiatan Akademik Tahun Akademik 2025/2026.

Dengan pola ini, FEBI ingin menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memberikan fleksibilitas yang seimbang antara pembelajaran langsung dan pemanfaatan teknologi digital.


Pesan Dekan FEBI

Dekan FEBI, Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan motivasi khusus bagi mahasiswa dan dosen:

“Perubahan ini bukan sekadar teknis, tapi strategi agar pembelajaran lebih berkualitas. Kita ingin mahasiswa FEBI terbiasa dengan fleksibilitas, disiplin, dan pemanfaatan teknologi. Dunia kerja ke depan menuntut kemampuan adaptif, dan di sinilah kita mulai melatih diri. Jadikan blended learning ini bukan hambatan, tapi peluang untuk tumbuh.”


Kapan Mulai Berlaku?

Kebijakan ini berlaku efektif sejak 16 September 2025 dan wajib dipedomani seluruh dosen, mahasiswa, dan pengelola program studi di FEBI UIN Sumatera Utara.


Penutup

Dengan adanya penyesuaian ini, FEBI UIN Sumatera Utara berharap seluruh civitas akademika dapat melangkah bersama menuju pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Karena di FEBI, belajar bukan hanya soal hadir di kelas, tetapi bagaimana menghidupkan ilmu untuk menjadi cahaya kehidupan. 🌟

FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Guest Lecturer Internasional: Puan Rohana Binti Mat, Akademisi-Praktisi Inspiratif dari Malaysia

Medan, 16 September 2025 – Aula FEBI Kampus I UIN Sumatera Utara dipenuhi semangat dan antusiasme mahasiswa ketika Program Studi S1 Manajemen FEBI menghadirkan Guest Lecturer Internasional yang luar biasa. Narasumber kali ini adalah Puan Rohana Binti Mat, sosok inspiratif dari Malaysia yang mampu menyeimbangkan dua dunia sekaligus: akademisi dan praktisi.

Puan Rohana saat ini menjabat sebagai Ketua Jabatan Perdagangan (Head of Commerce Department) di Politeknik Port Dickson (PoliPD), Malaysia, sekaligus berkiprah aktif di dunia kreatif sebagai Pereka Seksyen Kandungan Program, Perkhidmatan Grafik Rancangan di Jabatan Penyiaran Malaysia (RTM), Wisma TV, Angkasapuri Kota Media, Kuala Lumpur. Kombinasi unik ini menjadikannya role model bagi mahasiswa: akademisi yang berpikir kritis, praktisi yang kreatif, sekaligus perempuan tangguh yang menginspirasi.


Suasana Inspiratif di Aula FEBI

Acara yang berlangsung pada Selasa, 16 September 2025, pukul 08.30 WIB hingga selesai ini tidak hanya menjadi kuliah tamu biasa, tetapi juga forum inspirasi lintas negara. Mahasiswa diajak untuk melihat dunia manajemen dari perspektif global, yang bukan hanya terbatas pada teori kelas, tetapi juga menyentuh praktik nyata di dunia industri, media, dan teknologi.

Puan Rohana dalam kuliahnya menegaskan pentingnya keberanian mahasiswa untuk menyeimbangkan idealisme dan realitas.

“Seorang sarjana sejati bukan hanya mampu membaca buku, tetapi juga membaca zaman. Dunia sekarang menuntut kita berpikir cepat, bekerja kreatif, dan tetap berpegang pada nilai. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bahan bakar menuju keberhasilan,” ujarnya dengan penuh semangat.


Pesan Dekan FEBI: Global Mindset, Local Wisdom

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud nyata internasionalisasi fakultas.

“Guest Lecturer ini adalah bukti bahwa FEBI membuka diri bagi dunia, sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa. Kita ingin mahasiswa FEBI memiliki global mindset, tapi tetap berpijak pada local wisdom. Ilmu yang datang dari luar harus diolah dengan nilai Islam, sehingga melahirkan pemimpin masa depan yang berkelas dunia, tapi tetap rendah hati.”


Pesan Ketua Prodi Manajemen: Jangan Takut Beda, Jadilah Pemimpin

Ketua Prodi S1 Manajemen, Dr. Nurbaiti, M.Kom., menekankan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas cakrawala.

“Kehadiran Puan Rohana adalah inspirasi bahwa manajemen itu tidak kaku. Ada seni, ada kreativitas, ada inovasi. Mahasiswa jangan takut untuk tampil beda, jangan takut untuk berani, karena dunia menunggu pemimpin yang kreatif dan visioner. Dari FEBI, kita bisa melahirkan manajer, wirausahawan, dan pemimpin yang berkarakter.”


Momentum Internasionalisasi FEBI

Kuliah tamu ini menjadi langkah strategis FEBI dalam memperkuat jejaring internasional, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi global. Dengan menghadirkan akademisi-praktisi dari Malaysia, FEBI menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.


Dari Aula FEBI, Semangat Baru Tumbuh

Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif penuh energi. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga bertanya, berpendapat, bahkan berdialog langsung dengan Puan Rohana. Dari sini, muncul keyakinan bahwa masa depan manajemen Islami ada di tangan generasi muda FEBI UIN Sumatera Utara—mahasiswa yang berani, inovatif, dan inspiratif.

Masya Allah, dari Medan hingga Kuala Lumpur, dari FEBI hingga PoliPD dan RTM, cahaya ilmu dan inspirasi terus bersinar, menghubungkan hati dan pikiran demi masa depan yang lebih cerah.

Menyemai Inspirasi Lintas Negara: FEBI UIN Sumatera Utara Perkuat Jaringan Internasional Melalui Kunjungan Puan Rohana Binti Mat dari Malaysia

Medan, 15 September 2025 – Sejarah baru kembali ditorehkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Hari ini, FEBI menerima kunjungan akademik istimewa dari negeri jiran Malaysia, yakni Puan Rohana binti Mat, seorang tokoh akademisi sekaligus praktisi kreatif yang telah menorehkan kiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Kedatangan beliau disambut penuh kehormatan oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., beserta jajaran pimpinan fakultas: para Wakil Dekan, Ketua Program Studi S1 Manajemen, dan Sekretaris Prodi S1 Manajemen. Penyambutan berlangsung hangat di lingkungan kampus FEBI, dengan penuh keakraban sekaligus nuansa akademik yang berkelas.


📌 Siapakah Puan Rohana binti Mat?

Puan Rohana adalah sosok yang menyeimbangkan peran sebagai akademisi dan praktisi. Beliau menjabat sebagai Ketua Jabatan Perdagangan (Head of Commerce Department) di Politeknik Port Dickson (PoliPD), Malaysia, sekaligus berkiprah sebagai Pereka dalam Seksyen Kandungan Program, Perkhidmatan Grafik Rancangan di Jabatan Penyiaran Malaysia (RTM), Wisma TV, Angkasapuri Kota Media, Kuala Lumpur.

Kiprahnya tidak berhenti di situ. Beliau juga memimpin delegasi akademik ke Songkhla, Thailand, memperluas jejaring keilmuan lintas negara, dan kini menapakkan jejak akademiknya di Kota Medan. Kehadiran beliau di FEBI UIN Sumatera Utara menjadi simbol keterhubungan ilmu, budaya, dan ukhuwah antarbangsa.


🤝 Sambutan Hangat dari FEBI

Dalam sambutannya, Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi:

“Hari ini FEBI UIN Sumatera Utara menyaksikan peristiwa yang berharga. Kedatangan Puan Rohana bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga langkah awal dari jalinan keilmuan internasional. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara. Kami berharap, dari pertemuan ini akan lahir kolaborasi akademik yang menguntungkan kedua belah pihak—baik dalam bentuk kuliah bersama, riset kolaboratif, maupun pertukaran gagasan yang memperkuat peran perguruan tinggi Islam di tingkat global.”

Beliau menambahkan:
“Mahasiswa FEBI harus belajar bahwa dunia akademik saat ini bergerak lintas batas. Dengan kehadiran tamu internasional seperti Puan Rohana, cakrawala berpikir kalian semakin luas, dan mimpi kalian semakin dekat untuk diwujudkan.”


🌟 Pesan Inspiratif Puan Rohana (dalam Bahasa Malaysia)

Meski belum sempat berinteraksi langsung dengan mahasiswa, Puan Rohana menyampaikan kesan mendalam dan pesan inspiratif dalam suasana penyambutan resmi:

*“Saya amat berbesar hati kerana diberi peluang untuk hadir di FEBI UIN Sumatera Utara. Sambutan yang begitu mesra daripada pimpinan dan para pensyarah benar-benar menyentuh hati saya.

Saya percaya, ilmu itu tiada sempadan. Pertemuan seperti ini bukan sahaja memperkukuh hubungan antara dua institusi, tetapi juga membuka jalan untuk kita berkongsi pengalaman dan membina jalinan akademik yang lebih erat.

Insya-Allah, saya berharap ini bukanlah pertemuan yang terakhir. Akan ada lebih banyak ruang untuk kita bekerjasama—dalam bidang pengurusan, perdagangan, mahupun kreativiti—yang akhirnya memberi manfaat kepada mahasiswa, masyarakat, dan dunia Islam seluruhnya.”*


🚀 Makna Strategis Kunjungan

Kehadiran Puan Rohana menjadi bukti nyata bahwa FEBI UIN Sumatera Utara semakin memperluas langkahnya di kancah internasional. Meskipun belum berinteraksi langsung dengan mahasiswa, penyambutan ini adalah pondasi awal kolaborasi akademik.

Bagi dosen, ini adalah peluang memperluas jejaring keilmuan lintas negara. Bagi mahasiswa, meski belum berjumpa langsung, mereka akan merasakan dampak dari hubungan ini di masa mendatang—mulai dari kuliah bersama, seminar, hingga kemungkinan pertukaran akademik.


🌱 Penutup: FEBI dan Jalan Menuju Globalisasi Ilmu

FEBI UIN Sumatera Utara meneguhkan komitmennya sebagai rumah ilmu yang terbuka, progresif, dan berdaya saing. Kunjungan Puan Rohana binti Mat bukan hanya catatan dalam agenda fakultas, tetapi sebuah langkah awal menuju masa depan akademik yang lebih besar.

🌟 Selamat datang dan terima kasih, Puan Rohana. Kehadiran Anda menjadi cahaya inspirasi bagi FEBI untuk terus melangkah, menjembatani ilmu, budaya, dan ukhuwah antarbangsa.

FEBI UIN Sumatera Utara Gelar Workshop Review Kurikulum Asuransi Syariah: Cetak Generasi Tangguh, Kompeten, dan Visioner

Medan, 11 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara terus berbenah untuk memastikan kurikulumnya selaras dengan kebutuhan zaman. Melalui Workshop Review Kurikulum Program Studi S1 Asuransi Syariah, FEBI mengambil langkah strategis untuk menghadirkan kurikulum yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, dan berorientasi pada keberkahan.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Sjaeful Safarudin, S.Si., AMAI, F.I.S., ANZIIF (Assoc) CIP, ICPIF, ICMQ, IARi, LSE, CRMO, pakar sekaligus praktisi senior dalam industri asuransi syariah. Dengan pengalaman panjangnya, beliau memberikan arahan dan strategi agar mahasiswa Asuransi Syariah mampu tampil sebagai generasi unggul di dunia kerja maupun kewirausahaan.


Strategi dari Pemateri: Dari Kompetensi Teknis hingga Karakter Islami

Dalam pemaparannya, Sjaeful Safarudin menekankan bahwa kurikulum harus menjawab kebutuhan nyata industri sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk masa depan yang serba digital.

“Ada tiga hal yang harus menjadi fokus dalam membangun kurikulum Asuransi Syariah. Pertama, penguatan kompetensi teknis dengan mengintegrasikan praktik langsung melalui magang, simulasi industri, dan studi kasus nyata. Kedua, penguasaan digital skill, karena industri asuransi kini bertransformasi ke arah insurtech (insurance technology). Dan ketiga, pembentukan karakter Islami yang menjadikan mahasiswa bukan hanya pekerja profesional, tetapi juga insan berintegritas, jujur, dan amanah. Inilah keunggulan kompetitif lulusan syariah,” tegasnya.

Lebih jauh, beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif, sesuai dengan tuntutan era 5.0. Strategi ini, menurut beliau, akan menjadikan lulusan Asuransi Syariah FEBI bukan sekadar pencari kerja, melainkan pencipta solusi dan pemimpin perubahan.


Pesan Dekan FEBI: Kurikulum Sebagai Jalan Mencetak Generasi Visioner

Dekan FEBI, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., mengapresiasi strategi yang disampaikan narasumber.

“FEBI ingin mencetak mahasiswa yang tidak hanya siap kerja, tetapi siap memimpin. Kurikulum adalah jalan untuk membangun generasi visioner, yang menguasai ilmu, teknologi, dan akhlak. Kita ingin lulusan FEBI menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut. Generasi yang mampu memberi warna dalam pembangunan ekonomi syariah di Indonesia dan dunia,” ujarnya penuh semangat.


Ketua Prodi Asuransi Syariah: Kurikulum sebagai Wadah Sinergi

Ketua Prodi Asuransi Syariah, Dr. Tri Inda Fadhila Rahma, S.E.I., M.E.I., menambahkan bahwa kurikulum akan diarahkan untuk lebih banyak menghadirkan sinergi antara teori dan praktik.

“Kami ingin mahasiswa Asuransi Syariah FEBI tidak hanya fasih di kelas, tetapi juga piawai di lapangan. Kurikulum harus memfasilitasi mahasiswa untuk belajar langsung dari industri, berkolaborasi dengan praktisi, dan mengasah keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan nyata,” jelasnya.


Sekretaris Prodi: Kurikulum sebagai Peta Jalan

Sekretaris Prodi, Dr. Aqwa Naser Daulay, S.E.I., M.Si., menekankan bahwa kurikulum adalah peta jalan yang menentukan masa depan mahasiswa.

“Setiap mata kuliah harus dirancang untuk menuntun mahasiswa menuju profesionalisme. Kita ingin mereka punya arah yang jelas: apakah akan menjadi praktisi, peneliti, atau wirausaha di bidang asuransi syariah. Dengan kurikulum yang tepat, jalan itu akan semakin terang,” katanya optimis.


Momentum Menuju Masa Depan

Workshop ini berjalan penuh semangat, reflektif, dan kaya gagasan. Diskusi tentang digitalisasi industri, integrasi soft skills, hingga penguatan spiritualitas mahasiswa menjadi warna penting yang memperkaya arah pengembangan kurikulum.

FEBI UIN Sumatera Utara optimis, hasil workshop ini akan melahirkan kurikulum unggul yang mampu melahirkan lulusan adaptif, tangguh, dan inspiratif. Dari sini, FEBI terus meneguhkan dirinya sebagai pusat lahirnya generasi insan kamil—profesional muda yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memimpin dengan akhlak dan keberkahan.

FEBI UIN Sumatera Utara Gelar Orientasi Akademik Magister & Doktor: Ikhtiar Melahirkan Generasi Ilmuwan Berkah dan Visioner

Medan, 10 September 2025 – Aula Pascasarjana UIN Sumatera Utara dipenuhi suasana bahagia dan semangat keilmuan. Mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) disambut hangat dalam acara Orientasi Akademik Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.

Program studi yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas Doktor Ekonomi Syariah, Magister Ekonomi Syariah, Magister Perbankan Syariah, dan Magister Akuntansi Syariah. Kehadiran mereka adalah bukti nyata bahwa FEBI terus menjadi rujukan utama dalam membangun pusat keilmuan dan laboratorium ide peradaban Islam di bidang ekonomi dan bisnis.


Pesan Inspiratif dari Pimpinan Fakultas

Dekan FEBI: Menjadi Pelita yang Menerangi Umat

Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menekankan bahwa studi magister dan doktoral bukan sekadar kelanjutan akademik, tetapi sebuah amanah peradaban.

“Jenjang pascasarjana adalah puncak perjuangan intelektual. Di sinilah kalian tidak hanya belajar, tetapi juga mencipta. Jadilah pelita yang menyinari kegelapan zaman, pelita yang bukan hanya bercahaya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk umat. Ilmu yang kalian gali harus menghadirkan manfaat dan maslahat, bukan sekadar menambah daftar gelar. Ingatlah, setiap tesis dan disertasi adalah bagian dari amal jariyah, yang kelak akan berbicara di hadapan Allah.”


Wakil Dekan I: Integritas Ilmiah adalah Jalan Kemuliaan

Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., mengingatkan bahwa kualitas seorang akademisi bukan hanya diukur dari banyaknya tulisan, melainkan dari kejujuran ilmiah.

“Integritas ilmiah adalah jalan kemuliaan. Jangan sekali-kali kalian tergoda untuk menulis hanya demi angka kredit atau sekadar mengejar publikasi, tetapi tulislah karena ingin memberi solusi. Plagiarisme adalah racun, sementara kejujuran adalah cahaya. Jika riset kalian lahir dari niat yang tulus, hasilnya akan mengubah kehidupan, bukan sekadar menambah tumpukan literatur.”


Wakil Dekan II: Disiplin dan Manajemen Waktu adalah Kunci Sukses

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., menekankan pentingnya kedisiplinan.

“Menempuh studi pascasarjana bukan hal ringan. Ada tanggung jawab keluarga, ada pekerjaan, ada kesibukan organisasi, dan di tengah semua itu, kalian harus tetap menjaga komitmen akademik. Disiplin adalah kunci utama. Atur waktu kalian dengan bijak. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa progres. Siapa yang disiplin, ia akan sampai pada puncak; siapa yang lengah, ia akan tertinggal. Disiplin adalah ibadah.”


Wakil Dekan III: Ilmu Harus Terkait dengan Pengabdian

Dr. Marliyah, M.Ag., memberikan penekanan pada aspek sosial.

“Ilmu yang kalian pelajari harus menyentuh kehidupan masyarakat. Jangan biarkan ilmu hanya berhenti di rak perpustakaan. Jadilah mahasiswa pascasarjana yang menghadirkan ilmu sebagai solusi nyata: mengentaskan kemiskinan, memperkuat ekonomi umat, memperbaiki praktik keuangan syariah. Ingatlah, masyarakat menunggu kiprah kalian. Seorang ilmuwan sejati bukan hanya bicara di ruang seminar, tetapi juga bergerak di lapangan.”


Kabag TU: Administrasi yang Melayani dengan Ikhlas

Dr. Bambang Lesmono, S.E., M.E., meyakinkan mahasiswa bahwa dukungan penuh tersedia di fakultas.

“Kami di bagian administrasi adalah sahabat kalian, bukan sekadar birokrat. Jangan sungkan meminta bantuan, jangan ragu untuk bertanya. Kami hadir untuk melayani dengan ikhlas. Semoga administrasi yang lancar membantu kalian fokus pada tujuan utama: menuntut ilmu dengan sepenuh hati.”


Pesan Ketua dan Sekretaris Prodi

  • Prof. Dr. Andri Soemitra, M.A. (Ketua Program Doktoral Ekonomi Syariah): “Program doktor adalah medan perjuangan tertinggi dalam dunia akademik. Di sini kalian akan diuji, bukan hanya kemampuan menulis, tetapi juga kesabaran, konsistensi, dan keberanian berpikir besar. Jadilah peneliti yang melahirkan teori-teori baru, tapi juga dekat dengan realitas masyarakat. Sebuah disertasi sejatinya adalah jawaban atas problem umat.”
  • Dr. Yusrizal, S.E., M.Si. (Sekretaris Program Doktoral Ekonomi Syariah): “Doktor Ekonomi Syariah adalah kawah candradimuka. Kuatkan literasi riset, jalin jejaring internasional, dan jadikan disertasi kalian sebagai batu loncatan peradaban. Semoga kita bersama-sama menjadikan program ini mercusuar ilmu.”
  • Dr. Sugianto, M.A. (Ketua Prodi Magister Perbankan Syariah): “Perbankan syariah sedang menghadapi tantangan global. Kalian yang belajar di sini harus tampil sebagai SDM unggul yang menguasai teori sekaligus praktik. Jangan hanya paham akad, tetapi juga harus mampu merumuskan inovasi layanan keuangan syariah yang ramah dan adaptif terhadap perkembangan digital.”
  • Dr. Muhammad Lathief Ilhamy Nasution, M.E.I (Sekretaris Prodi Magister Perbankan Syariah): “Etika adalah jantung perbankan syariah. Ketika kalian kelak menjadi praktisi atau akademisi, ingatlah bahwa setiap akad adalah amanah umat. Transparansi dan kejujuran adalah modal terbesar kalian.”
  • Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. (Ketua Prodi Magister Akuntansi Syariah): “Akuntansi syariah bukan hanya laporan angka, melainkan bahasa kepercayaan. Jadilah mahasiswa yang mampu mengawal akuntabilitas, menghadirkan transparansi, dan menjadikan laporan keuangan sebagai instrumen ibadah, bukan sekadar dokumen.”
  • Hendra Harmain, M.Pd. (Sekretaris Prodi Magister Akuntansi Syariah): “Setiap angka punya cerita, dan setiap data punya amanah. Di sinilah letak perbedaan akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional. Mari kita jaga agar penelitian kalian tetap berpijak pada nilai-nilai syariah.”
  • Maryam Batubara, Ph.D. (Ketua Prodi Magister Ekonomi Syariah): “Ekonomi syariah butuh pemikir-pemikir besar yang berani keluar dari zona nyaman. Jangan puas hanya dengan membaca buku. Tugas kalian adalah melahirkan gagasan segar yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus berpijak pada al-Qur’an dan Sunnah.”
  • Dr. Rahmi Syahriza, M.A. (Sekretaris Prodi Magister Ekonomi Syariah): “Kesuksesan di pascasarjana lahir dari konsistensi. Jangan pernah menunda, jangan pernah merasa cukup. Setiap hari adalah kesempatan untuk maju selangkah lebih dekat dengan cita-cita.”

Suara Mahasiswa: Harapan dan Tekad

  • Perwakilan Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah: “Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari FEBI UIN Sumatera Utara. Harapan saya, kuliah di sini bukan hanya melahirkan gelar magister, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir saya agar mampu menghadirkan solusi ekonomi syariah yang menyentuh kehidupan masyarakat kecil, khususnya UMKM.”
  • Perwakilan Mahasiswa Doktor Ekonomi Syariah: “Bagi saya, menempuh program doktor di FEBI adalah bentuk jihad intelektual. Di sinilah saya ingin belajar lebih dalam, meneliti dengan serius, dan menghadirkan gagasan besar untuk kebangkitan ekonomi syariah Indonesia. Saya yakin, dengan bimbingan dosen-dosen luar biasa, perjalanan ini akan menjadi jalan amal sekaligus ladang keberkahan.”

Penutup: Cahaya Baru dari FEBI UIN Sumatera Utara

Orientasi ini bukan sekadar agenda pengenalan akademik, tetapi sebuah momentum yang mengikat tekad bersama: menuntut ilmu dengan niat lillahi ta‘ala, menjaga integritas, dan menjadikan setiap riset sebagai cahaya bagi peradaban.

Masya Allah, dari FEBI UIN Sumatera Utara terpancar harapan besar: lahirnya ilmuwan, peneliti, praktisi, dan pemimpin masa depan ekonomi syariah yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.