FEBI UIN Sumatera Utara Perkuat Career Center Berstandar Unggul melalui Kolaborasi Industri: Menyiapkan Lulusan Adaptif, Profesional, dan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Medan, 31 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas lulusan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi strategis. Salah satunya dengan menyelenggarakan Workshop Career Center bertajuk “Kolaborasi Industri: Mengupas Standar Layanan Pusat Karier Unggulan”, sebagai ikhtiar memperkuat peran Career Center dalam menjembatani mahasiswa dan alumni menuju dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperkuat ekosistem pengembangan karier yang tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga membangun budaya profesionalisme, peningkatan kompetensi, jejaring industri, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.

Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag., yang hadir mewakili Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan Career Center merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, karakter, serta kesiapan memasuki dunia profesional.

Menyampaikan pesan Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dr. Marliyah menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak berhenti pada saat mahasiswa diwisuda, tetapi ketika para alumninya mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, dunia usaha, dunia industri, maupun sektor pemerintahan. Career Center harus menjadi ruang strategis yang menghubungkan potensi mahasiswa dengan peluang masa depan. Di sinilah kolaborasi dengan industri menjadi kunci, sehingga lulusan FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, memimpin perubahan, dan menjadi solusi bagi berbagai tantangan bangsa.”

Beliau menambahkan bahwa sinergi antara kampus dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global.

Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengelolaan pusat karier di perguruan tinggi, yaitu Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., Ketua Career Development & Alumni Centre (CDAC) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom.Manager Tracer Study, Hubungan Kealumnian dan Pengembangan Karir Universitas Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Career Center modern harus bertransformasi menjadi pusat pengembangan talenta yang mampu mengintegrasikan layanan karier, penguatan kompetensi, jejaring alumni, hingga kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Career Center bukan lagi sekadar tempat menyampaikan informasi lowongan pekerjaan. Ia harus menjadi pusat pembinaan talenta, ruang pengembangan kompetensi, sekaligus ekosistem yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai peluang karier. Perguruan tinggi yang unggul adalah perguruan tinggi yang mampu mengantarkan lulusannya menemukan masa depan terbaiknya.”

Sementara itu, Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya data dan evaluasi berkelanjutan melalui tracer study sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan tinggi.

“Tracer study bukan hanya mengukur di mana alumni bekerja, tetapi menjadi cermin bagi perguruan tinggi untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta efektivitas layanan pengembangan karier. Semakin baik kita memahami perjalanan alumni, semakin tepat pula strategi yang dapat disusun untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang terus berubah.”

Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif mengenai strategi membangun Career Center yang profesional, penguatan layanan bimbingan karier, pengembangan soft skills, optimalisasi jejaring alumni, penyelenggaraan tracer study, hingga membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Antusiasme peserta mencerminkan besarnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya transformasi layanan karier sebagai bagian integral dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik yang dibagikan dalam forum ini menjadi bekal berharga dalam menyusun strategi pengembangan Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang lebih inovatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga siap berkarya, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Semoga langkah ini menjadi awal lahirnya Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak luas; menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi mahasiswa dengan peluang masa depan, mempertemukan kompetensi dengan kebutuhan industri, serta melahirkan generasi lulusan yang tidak hanya sukses membangun karier, tetapi juga menghadirkan manfaat, inovasi, dan keberkahan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Studia Economica Raih Akreditasi SINTA 4: Tonggak Baru Keunggulan Publikasi Ilmiah FEBI UIN Sumatera Utara di Tingkat Nasional

Medan, 29 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali hadir dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jurnal ilmiah Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam, yang dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, berhasil meningkatkan peringkat akreditasinya dari SINTA 5 menjadi SINTA 4 berdasarkan hasil re-akreditasi jurnal ilmiah nasional.

Pencapaian ini bukan sekadar kenaikan angka dalam sistem akreditasi, melainkan menjadi bukti nyata bahwa budaya akademik, kualitas penelitian, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara terus mengalami kemajuan yang signifikan. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas posisi FEBI sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong lahirnya publikasi ilmiah berkualitas dan berdaya saing nasional.

Keberhasilan Studia Economica juga menjadi bagian dari capaian besar UIN Sumatera Utara melalui Rumah Jurnal yang berhasil mengantarkan lima jurnal meraih predikat SINTA 4, baik melalui akreditasi baru maupun peningkatan peringkat. Capaian kolektif ini menjadi cerminan bahwa semangat kolaborasi, profesionalisme, dan budaya mutu telah tumbuh kuat di lingkungan universitas.

Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, peningkatan akreditasi Studia Economica memiliki makna yang sangat strategis. Sebagai jurnal yang berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi Islam, Studia Economica telah menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, hingga praktisi dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang inovatif dan relevan terhadap perkembangan ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa tata kelola jurnal telah berjalan semakin profesional, mulai dari proses editorial, sistem penelaahan ilmiah (peer review), kualitas artikel, hingga konsistensi penerbitan yang memenuhi standar akreditasi nasional.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. Menurut beliau, peningkatan kualitas jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari transformasi perguruan tinggi menuju universitas riset yang unggul dan berdaya saing.

“Jurnal ilmiah adalah wajah intelektual sebuah perguruan tinggi. Ketika kualitas jurnal terus meningkat, sesungguhnya yang sedang tumbuh adalah tradisi berpikir ilmiah, budaya meneliti, dan semangat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UIN Sumatera Utara untuk terus melahirkan publikasi yang berkualitas, bereputasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.”

Senada dengan hal tersebut, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa peningkatan akreditasi Studia Economica merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim pengelola jurnal, dosen, reviewer, editor, penulis, serta dukungan penuh institusi dalam membangun ekosistem akademik yang sehat.

“Kami meyakini bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar memenuhi indikator kinerja, tetapi merupakan bentuk pengabdian intelektual kepada masyarakat. Setiap artikel yang diterbitkan adalah gagasan yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Kenaikan peringkat Studia Economica menjadi SINTA 4 adalah amanah untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga integritas akademik, dan menghadirkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat luas bagi bangsa dan dunia.”

Beliau juga berharap pencapaian ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih tinggi.

“Prestasi ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan budaya mutu yang terus dibangun, insya Allah Studia Economica akan terus berkembang hingga mampu menembus peringkat akreditasi yang lebih tinggi serta menjadi salah satu jurnal ekonomi syariah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.”

Keberhasilan ini menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika FEBI UIN Sumatera Utara untuk semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperkuat jejaring penelitian, dan memperluas kontribusi keilmuan bagi pembangunan bangsa.

Lebih dari sekadar sebuah capaian administratif, peningkatan akreditasi Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam merupakan simbol tumbuhnya budaya akademik yang unggul, budaya riset yang berkelanjutan, dan komitmen bersama dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan, solutif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan pengelola jurnal di lingkungan UIN Sumatera Utara untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjaga marwah akademik melalui publikasi ilmiah yang berkualitas. Dari kampus, lahir gagasan. Dari penelitian, tumbuh solusi. Dan dari karya ilmiah, tercipta kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara Borong Prestasi di Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026: Bukti Nyata Lahirnya Generasi Ekonomi Syariah Berdaya Saing dan Menginspirasi

Medan, 14 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ukhuwah Islamiyah Ekonomi (UIE) UIN Sumatera Utara berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) FoSSEI Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya unggul dalam proses akademik di ruang kuliah, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta semangat kolaborasi di tingkat regional. Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi UIN Sumatera Utara sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan generasi ekonomi syariah yang kompetitif, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat.

Dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara tersebut, delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara berhasil membawa pulang berbagai penghargaan membanggakan, yaitu:

🏆 Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam

  • Hendestri Br. Sembiring (Program Studi Manajemen)
  • Pathul Arjaq (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)

🏆 Juara III Lomba Business Plan

  • Witri Sintia Amanda (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Salwa Azzahra (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Najla Mardiyah Lubis (Program Studi Akuntansi Syariah)

🏆 Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah

  • Asri Amaliyah (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Dina Ariyanti (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Amri Perwira Siregar (Program Studi Ekonomi Islam)

🏆 Juara II Lomba Video Kreatif

  • Tessa Fadilla (Program Studi Manajemen)
  • Siti Fahirah Sihotang (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Nur Eliza Siregar (Program Studi Perbankan Syariah)

🌟 Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

  • Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)

Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui budaya belajar, diskusi ilmiah, latihan yang berkesinambungan, serta semangat kolaborasi yang kuat di lingkungan KSEI UIE UIN Sumatera Utara. Di balik setiap piala yang diraih, terdapat kerja keras, ketekunan, doa, dan komitmen seluruh delegasi untuk membawa nama baik almamater ke tingkat yang lebih tinggi.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian luar biasa yang diraih para mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk bersaing, berkolaborasi, dan menjadi inspirasi di tingkat regional maupun nasional. Kami percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari proses pembentukan karakter, integritas, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Teruslah berkarya, karena setiap prestasi hari ini adalah pijakan menuju pengabdian yang lebih besar di masa depan.”

Sementara itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara pembinaan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan semangat mahasiswa untuk terus mengembangkan diri.

“Kami meyakini bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari ketekunan, kejujuran, disiplin, dan keberanian untuk terus bertumbuh. KSEI UIE telah membuktikan bahwa mahasiswa FEBI mampu menjadi duta intelektual ekonomi syariah yang membawa nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme dalam setiap kompetisi. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta mengabdikan ilmu bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.”

Beliau juga berharap agar budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara, sehingga semakin banyak mahasiswa yang mampu mengharumkan nama fakultas dan universitas di berbagai ajang ilmiah, nasional maupun internasional.

Keberhasilan delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 menjadi simbol bahwa semangat belajar, keberanian berkompetisi, dan kolaborasi yang kuat akan selalu melahirkan prestasi yang membanggakan. Lebih dari sekadar memenangkan perlombaan, para mahasiswa telah menunjukkan bahwa generasi muda ekonomi syariah mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif berkarya, serta berani tampil di berbagai forum ilmiah. Dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, mahasiswa tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban ekonomi syariah yang maju, inklusif, dan berkeadilan.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Delegasi KSEI UIE FEBI UINSU Raih Lima Prestasi Bergengsi pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

Lhokseumawe – Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universal Islamic Economics (UIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh. Dalam kompetisi tingkat regional tersebut, delegasi FEBI UINSU berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai cabang perlombaan.

Temilreg FoSSEI Sumbagut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kapasitas akademik, kepemimpinan, riset, inovasi, serta memperkuat jaringan antarmahasiswa ekonomi Islam.

Pada penyelenggaraan Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026, delegasi KSEI UIE FEBI UINSU berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih sejumlah prestasi, yaitu:

Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam

  • Dela Sriyani
  • Hendestri Br. Sembiring
  • Pathul Arjak

Juara III Lomba Business Plan

  • Witri Shintia Amanda
  • Najla Mardhiyah Lubis
  • Salwa Azzahra

Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah

  • Asri Amaliyah
  • Dina Ariyanti
  • Amri Perwira Siregar

Juara II Lomba Video Kreatif

  • Nur Eliza Siregar
  • Tessa Fadilla
  • Siti Fahirah Sihotang

Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

  • Dela Sriyani

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan, kerja keras, disiplin, serta semangat kolaborasi para mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi. Prestasi yang diraih juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan fakultas, dosen pembimbing, alumni, serta seluruh civitas akademika FEBI UINSU yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi.

Capaian ini semakin memperkuat posisi FEBI UINSU sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam riset, inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui organisasi kemahasiswaan seperti KSEI UIE UINSU, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, penyusunan karya ilmiah, hingga penyelesaian persoalan ekonomi syariah secara komprehensif.

Prestasi yang diraih pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FEBI UINSU untuk terus meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti kompetisi ilmiah, serta membawa nama baik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

FEBI UINSU berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Mahasiswi Perbankan Syariah FEBI UINSU Raih Juara Harapan II Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah 2026

Medan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Mahasiswi Perbankan Syariah, Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit, berhasil meraih Juara Harapan II pada ajang Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Kompetisi Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah merupakan salah satu program edukasi Bank Indonesia yang bertujuan membentuk generasi muda sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah. Melalui program ini, peserta didorong untuk memahami fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan negara, serta pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional.

Keberhasilan yang diraih Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UINSU memiliki kompetensi, dedikasi, serta semangat untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan yang berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan di masyarakat.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU, yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat regional maupun nasional. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan edukasi publik, serta berperan aktif dalam mendukung program-program strategis di bidang ekonomi dan keuangan.

Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEBI UINSU menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang.

“Prestasi yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, semangat belajar, serta komitmen yang tinggi. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih besar sekaligus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik Program Studi Perbankan Syariah, FEBI UINSU, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,” ujarnya.

Melalui prestasi ini, FEBI UINSU kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan Indonesia. Keberhasilan mahasiswa dalam ajang Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah 2026 diharapkan semakin memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor literasi keuangan dan duta kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa

FEBI UINSU Apresiasi Capaian UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Medan – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan UINSU meraih peringkat 1001–1500 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya reputasi UINSU di tingkat internasional sekaligus mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdasarkan hasil pemeringkatan yang diumumkan oleh Times Higher Education, UINSU juga berhasil menempati peringkat ke-56 nasional serta berada di peringkat ke-3 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan hasil pemeringkatan tahun sebelumnya.

Menanggapi prestasi tersebut, Prof. Syukri Albani menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kerja keras seluruh sivitas akademika UINSU yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing universitas.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat atas capaian luar biasa yang diraih UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi ini merupakan hasil dari kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang unggul serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan menuju universitas yang semakin bereputasi di tingkat internasional,” ujar Prof. Syukri Albani.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar peningkatan peringkat, tetapi juga menjadi indikator bahwa berbagai program strategis yang dijalankan UINSU telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh fakultas di lingkungan UINSU diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas institusi.

Prof. Syukri Albani juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pemeringkatan, termasuk Dr. Muhammad Irwan Padli Nasution, S.T., M.M., M.Kom., yang merupakan Ketua World University Rankings (WUR) UINSU Medan dan juga dosen Program Studi Manajemen FEBI UINSU Medan, yang turut berkontribusi dalam penguatan pemeringkatan universitas.

“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk dosen-dosen FEBI yang ikut berperan aktif dalam mendukung peningkatan reputasi universitas. Kami merasa bangga karena salah satu dosen terbaik FEBI turut mengambil bagian dalam proses yang menghasilkan prestasi membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berprestasi,” tambahnya.

Sebagai salah satu fakultas terbesar di UINSU, FEBI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis universitas melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, publikasi ilmiah, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap peningkatan reputasi UINSU pada berbagai pemeringkatan dunia.

Keberhasilan UINSU menembus kelompok peringkat 1001–1500 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperkuat budaya mutu, inovasi, dan kolaborasi. Dengan semangat kebersamaan, UINSU optimistis mampu terus meningkatkan daya saing global serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan bangsa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Membentuk Pemimpin Industri Keuangan Syariah Masa Depan: Studium Generale Perbankan Syariah FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Tokoh Nasional dan Dialog Inspiratif

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada kebutuhan zaman melalui penyelenggaraan Studium Generale Program Studi Perbankan Syariah yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Aula Lantai 4 Pascasarjana Kampus I UIN Sumatera Utara, Jalan IAIN, Gaharu, Medan Timur.

Mengusung semangat penguatan wawasan akademik dan profesionalisme di bidang keuangan syariah, kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Turut memberikan sambutan dan penguatan akademik Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A.

Lebih dari sekadar kuliah umum, Studium Generale ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan pemikiran strategis, pengalaman praktis, serta semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu membawa ekonomi dan perbankan syariah Indonesia menuju panggung global.

Suasana kegiatan berlangsung sangat hidup dan interaktif. Sejak awal acara, antusiasme mahasiswa memenuhi ruangan dengan semangat berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, menyampaikan gagasan, hingga berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan industri perbankan syariah di era digital, transformasi ekonomi nasional, perkembangan keuangan halal dunia, serta peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Berbagai pertanyaan yang muncul tidak hanya mencerminkan rasa ingin tahu mahasiswa, tetapi juga menunjukkan lahirnya generasi intelektual yang memiliki keberanian berpikir, kemampuan menganalisis persoalan, dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ekonomi syariah. Dialog yang berlangsung hangat tersebut menjadi bukti bahwa ruang akademik sejatinya bukan hanya tempat mentransfer ilmu, melainkan juga tempat menumbuhkan cara berpikir visioner, kritis, dan solutif.

Dalam paparannya, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun karakter kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

“Masa depan ekonomi syariah tidak ditentukan oleh besarnya aset atau teknologi semata, melainkan oleh kualitas manusianya. Jadilah generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Dunia tidak membutuhkan lulusan biasa, tetapi pemimpin yang mampu mengubah peradaban dengan nilai, kompetensi, dan akhlak.”

Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah harus memiliki keberanian untuk menjadi inovator, bukan sekadar mengikuti perubahan.

“Jika hari ini kalian hanya belajar untuk lulus, maka masa depan akan dikuasai orang lain. Tetapi jika hari ini kalian belajar untuk menciptakan perubahan, maka kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin ekonomi syariah Indonesia dan dunia.”

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual.

“Universitas tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia yang mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan harus melahirkan kebermanfaatan. Itulah hakikat pendidikan Islam yang sesungguhnya.”

Beliau berharap setiap mahasiswa mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama.

“Jangan pernah berhenti belajar, karena masa depan selalu berpihak kepada mereka yang terus bertumbuh. Jadilah generasi yang membawa cahaya ilmu, menghadirkan solusi, dan menginspirasi lingkungan di mana pun berada.”

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa transformasi ekonomi syariah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Mahasiswa FEBI tidak boleh puas hanya menjadi pencari pekerjaan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pencipta solusi, penggerak ekonomi, peneliti, inovator, dan pemimpin yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ekonomi syariah bukan sekadar disiplin ilmu, tetapi jalan membangun peradaban yang adil, berkeadaban, dan bermartabat.”

Beliau juga menekankan bahwa setiap ruang belajar merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Setiap ilmu yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk menyelesaikan persoalan umat di masa depan. Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena perubahan besar selalu lahir dari ruang-ruang ilmu yang dipenuhi semangat, kejujuran, dan ketekunan.”

Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A., menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan bagian dari strategi penguatan mutu akademik sekaligus jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan dinamika industri yang terus berkembang.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu membaca arah perubahan dunia. Perbankan syariah berkembang sangat cepat, sehingga lulusan harus memiliki kompetensi global, kemampuan adaptasi, literasi digital, serta karakter kepemimpinan yang kuat.”

Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan setiap kesempatan belajar sebagai momentum membangun masa depan.

“Setiap pertanyaan yang kalian ajukan hari ini adalah awal dari lahirnya gagasan besar di masa depan. Jangan pernah takut berpikir kritis, karena dari keberanian bertanya akan lahir inovasi yang mampu mengubah dunia.”

Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki semangat belajar yang tinggi serta kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi industri keuangan syariah. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, inklusi keuangan syariah, penguatan literasi halal, hingga peluang karier dan kepemimpinan di sektor ekonomi Islam.

Melalui Studium Generale ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Kehadiran tokoh nasional dalam ruang akademik menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “Berkah Luar Biasa”, Studium Generale Perbankan Syariah menjadi lebih dari sekadar forum ilmiah. Ia menjadi ruang lahirnya inspirasi, tumbuhnya optimisme, dan menguatnya tekad bersama untuk melahirkan generasi pemimpin ekonomi syariah yang berintegritas, inovatif, berdaya saing global, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Persiapkan Generasi Profesional Perbankan Syariah: FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Pembekalan Magang Bersama Praktisi Industri Nasional

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembekalan Magang Mahasiswa yang mengusung tema “Unlock Your Career: Rahasia Lolos Magang dan Meniti Karier di Bank Syariah & Pasar Modal”, yang akan diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara Medan.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa FEBI untuk memperoleh bekal nyata sebelum memasuki dunia kerja. Tidak hanya memberikan pemahaman akademik, pembekalan ini dirancang secara interaktif dengan menghadirkan praktisi industri yang telah berpengalaman di sektor perbankan syariah dan pasar modal, sehingga mahasiswa dapat memahami kebutuhan dunia kerja secara langsung dari para pelakunya.

Melalui forum ini, peserta akan memperoleh wawasan mengenai strategi lolos seleksi magang, membangun personal branding yang profesional, menyusun Curriculum Vitae (CV) yang kompetitif, menghadapi proses wawancara, hingga memahami peluang karier di industri keuangan syariah yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Andi Oky, CFP., WQP, selaku Islamic Ecosystem Business Solutions Deputy BSI Kantor Wilayah Medan, serta Andika Sujarwadi, Kepala Cabang PT BRI Danareksa Sekuritas Medan. Keduanya akan berbagi pengalaman, strategi, serta berbagai praktik terbaik yang dibutuhkan mahasiswa untuk memasuki dunia profesional dengan penuh percaya diri.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui kompetensi, integritas, dan karakter.

“Ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pribadi yang mampu menciptakan nilai, membawa perubahan, serta memberikan solusi bagi bangsa. Pembekalan seperti ini adalah investasi masa depan yang akan membuka banyak pintu kesempatan.”

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dari kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional.

“Kami ingin setiap mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki mental pembelajar, kemampuan adaptasi, etika profesional, dan keberanian untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dunia kerja membutuhkan insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan kemampuan berkolaborasi. Pembekalan magang ini menjadi salah satu jembatan penting menuju masa depan tersebut.”

Sebagai praktisi yang telah lama berkecimpung dalam industri perbankan syariah, Andi Oky, CFP., WQP, mengingatkan bahwa peluang terbaik selalu datang kepada mereka yang terus mempersiapkan diri.

“Kesempatan tidak datang kepada orang yang paling pintar, tetapi kepada mereka yang paling siap. Bangun kompetensi, perluas jaringan, dan jangan pernah berhenti belajar. Industri keuangan syariah membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus integritas.”

Sementara itu, Andika Sujarwadi menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah industri keuangan, sehingga mahasiswa dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar penguasaan teori.

“Dunia investasi dan pasar modal berkembang sangat cepat. Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman, mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan memahami teknologi. Mereka yang mampu belajar lebih cepat akan menjadi pemimpin di masa depan.”

Lebih dari sekadar pembekalan magang, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar FEBI UIN Sumatera Utara dalam membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri. Sinergi antara kampus dan dunia usaha menjadi langkah nyata untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, profesional, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Dengan menghadirkan akademisi, pimpinan universitas, dan praktisi industri dalam satu forum inspiratif, kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa bahwa magang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan gerbang awal untuk membangun karier, memperluas jejaring profesional, serta mengukir prestasi di dunia kerja.

FEBI UIN Sumatera Utara terus berkomitmen menjadi fakultas yang melahirkan sumber daya manusia unggul, berkarakter Islami, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi syariah Indonesia. Dari ruang-ruang pembelajaran hingga dunia industri, FEBI percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan yang membawa keberkahan, inovasi, dan kemajuan bagi umat, bangsa, dan peradaban.


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

LPTQ Sumut dan Satu Irama Qurani; Ikhtiyar Sumut yang Berkah

LPTQ Sumut dan Satu Irama Qurani; Ikhtiyar Sumut yang Berkah

Oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) selama ini sering dipahami sebagai ajang perlombaan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Padahal, lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar besar umat Islam untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Karena itu, penyelenggaraan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” sebagai sebuah cita-cita bersama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.

Al-Qur’an: Warisan Terbesar Rasulullah SAW

Al-Qur’an merupakan warisan terbesar Rasulullah SAW bagi umat manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia memperoleh petunjuk, arah kehidupan, sekaligus sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan. Sejak dahulu hingga hari ini, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan yang menenangkan hati, tetapi juga menjadi sumber hikmah yang menguatkan jiwa, menghidupkan harapan, dan menuntun manusia menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Para ulama dan cendekiawan Muslim menjelaskan bahwa Al-Qur’an dapat didekati melalui berbagai cara. Ada yang menjadikannya sebagai bacaan yang menghadirkan ketenangan spiritual, ada yang memahaminya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada pula yang menjadikannya sebagai objek kajian mendalam untuk menggali ilmu pengetahuan serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Ketiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak pernah terpisah dari realitas kehidupan manusia.

Tantangan Al-Qur’an dan Makna Kedekatan dengan Wahyu

Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang meragukan keautentikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

“Dan jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang masih meragukan kebenaran Al-Qur’an. Oleh karena itu, sikap malas atau enggan untuk dekat dan akrab dengan Al-Qur’an dapat menjadi indikasi lemahnya keyakinan terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Tantangan tersebut justru seharusnya menjadi penguat bagi umat Islam untuk semakin mencintai, mempelajari, dan memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, umat Islam tidak seharusnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang hadir hanya pada waktu-waktu tertentu atau dalam kondisi tertentu saja. Al-Qur’an harus menjadi sahabat kehidupan. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin besar peluang dirinya memperoleh ketenangan, optimisme, kekuatan moral, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Memaknai Tema MTQ ke-40 Sumatera Utara

Dalam konteks itulah tema MTQ ke-40 Sumatera Utara menemukan relevansinya.

Frasa “Satu Irama Tilawah” tidak dimaksudkan sebagai penyatuan ragam lagu atau maqamat dalam seni tilawah, melainkan sebagai simbol keselarasan langkah dan kesatuan tujuan masyarakat Sumatera Utara. Sebagaimana lantunan tilawah yang indah lahir dari keteraturan nada dan keharmonisan irama, demikian pula masyarakat Sumatera Utara diharapkan mampu membangun sinergi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sementara itu, frasa “Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” merupakan ajakan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan daerah. Keberkahan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian pembangunan yang bersifat material, tetapi juga dari tumbuhnya rasa saling mengayomi, saling menyayangi, saling mendukung, serta saling berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Inilah wajah Sumatera Utara yang dicita-citakan: masyarakat yang produktif membangun, kuat dalam persaudaraan, dan kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.

MTQ sebagai Gerakan Kebudayaan dan Sosial

Oleh sebab itu, MTQ ke-40 bukan sekadar kompetisi. MTQ adalah gerakan kebudayaan dan gerakan sosial yang bertujuan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah terbaik, tetapi juga dari meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, berkurangnya berbagai penyakit sosial, meningkatnya kualitas pendidikan keagamaan, serta tumbuhnya kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.

Dalam perspektif yang lebih luas, MTQ menjadi sarana untuk memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Ikhtiar LPTQ Sumatera Utara

LPTQ Sumatera Utara di bawah kepemimpinan H. M. Yasir Tanjung sebagai Ketua Harian berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dipahami, diamalkan, serta dijadikan inspirasi dalam membangun sistem kehidupan masyarakat.

Salah satu ikhtiar yang terus didorong adalah program “Satu Desa Satu Guru Mengaji”, sebagai langkah nyata dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat Muslim Sumatera Utara. Program ini menjadi bentuk konkret dari semangat membumikan Al-Qur’an hingga ke tingkat akar rumput.

Momentum Kebangkitan Kesadaran Qurani

MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat tersebut. MTQ ini diharapkan menjadi simbol bangkitnya kesadaran kolektif umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sekaligus sumber inspirasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Melalui MTQ, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan lantunan ayat-ayat suci, tetapi juga mengimplementasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Menuju Sumut Berkah

Mari bersama-sama menyemarakkan, mendukung, dan mendoakan pelaksanaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara. Semoga ikhtiar ini menghadirkan keberkahan dari Allah SWT, memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta mengantarkan Sumatera Utara menjadi daerah yang maju, sejahtera, berkelanjutan, dan senantiasa berada dalam naungan ridha Allah SWT.

Dengan semangat “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah”, MTQ ke-40 diharapkan menjadi penggerak lahirnya masyarakat Qurani yang tidak hanya gemar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, menuju cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Membangun Ekosistem Ilmu yang Berdampak: Peran Strategis UIN Sumatera Utara dalam Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi Nasional oleh Sakinah Finance!

Delegasi UIN Sumatera Utara Teguhkan Komitmen Nasional dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tri Dharma dan Peningkatan Kualitas SDM

Jakarta — Semangat kolaborasi nasional kembali menemukan momentumnya dalam agenda bertajuk Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang diinisiasi oleh Sakinah Finance, dan digelar pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Forum dua hari yang berlangsung dinamis dan penuh gagasan strategis ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah dan madrasah, pelaku industri, serta praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh peserta disatukan oleh satu visi besar: menghadirkan integrasi nyata antara dunia akademik dan kebutuhan industri demi melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berintegritas.

Dalam forum penting ini, UIN Sumatera Utara mengambil peran aktif melalui delegasi resmi yang terdiri dari Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. selaku Ketua Program Studi S2 Akuntansi Syariah FEBI, serta Dr. Maidalena, S.T., M.M., Dosen UIN Sumatera Utara. Kehadiran keduanya menjadi representasi komitmen institusi dalam mengawal transformasi Tri Dharma yang lebih kontekstual dan berdampak luas.

Inisiator Gerakan: Visi Besar dari Sakinah Finance

Di balik terselenggaranya forum strategis ini, terdapat visi besar dari Founder & CEO Sakinah Finance, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. yang menggagas pertemuan ini sebagai ruang konsolidasi nasional antara akademisi dan praktisi.

Dalam penyampaiannya, Prof. Murniati menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi hari ini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan sistemik.

Kita tidak bisa membangun peradaban ekonomi syariah jika kampus berjalan sendiri dan industri bergerak sendiri. Forum ini adalah ikhtiar untuk menyatukan energi, menyelaraskan visi, dan mempercepat lahirnya SDM unggul yang siap menjawab kebutuhan umat.

Beliau juga menekankan bahwa Tri Dharma harus bergerak dari konsep menuju implementasi nyata.

Penelitian harus menyentuh persoalan riil. Pengabdian harus memperkuat tata kelola ekonomi masyarakat. Dan pendidikan harus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan zaman.

Gagasan tersebut menjadi roh utama dari keseluruhan kegiatan—bahwa kolaborasi bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan gerakan bersama membangun ekosistem ilmu yang berdampak.


Membangun Ekosistem Kolaboratif yang Terukur

Berbeda dari sekadar pertemuan seremonial, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perumusan langkah taktis untuk menyinergikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan dinamika industri modern.

Diskusi panel, pemaparan pakar ekonomi syariah, serta sesi penyusunan program bersama menghasilkan kerangka kerja kolaboratif yang lebih terukur. Integrasi antara kampus, industri keuangan syariah, dan lembaga pendidikan dasar-menengah diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara teori dan praktik, sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Workshop ini menegaskan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak boleh lagi berjalan secara parsial. Ia harus bertransformasi menjadi ekosistem inklusif yang menghadirkan solusi nyata bagi umat.


Pesan Rektor: Ilmu Harus Berdampak, Bukan Sekadar Diajarkan

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, dalam pesan strategisnya menyampaikan bahwa momentum nasional seperti ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi Islam siap menjadi pusat transformasi.

Beliau menegaskan:

Kita tidak ingin ilmu hanya berhenti di ruang kuliah dan jurnal akademik. Ilmu harus menjelma menjadi solusi. Kerja sama seperti ini adalah jembatan agar Tri Dharma benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat.

Rektor juga menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus berbasis integrasi antara kompetensi profesional dan kekuatan moral-spiritual.

Keunggulan akademik tanpa integritas akan rapuh. Maka tugas kita adalah melahirkan generasi yang kompeten sekaligus berakhlak, profesional sekaligus berprinsip.


Dekan FEBI: Transformasi Kurikulum dan Riset Kolaboratif

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. menyampaikan bahwa forum ini menjadi titik akselerasi bagi penguatan kurikulum berbasis industri dan riset terapan yang solutif.

Beliau menyatakan:

Kita harus menyusun peta jalan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan nyata. Kolaborasi dengan sektor industri dan lembaga pendidikan adalah keniscayaan agar lulusan kita tidak hanya siap kerja, tetapi siap menciptakan perubahan.

Menurutnya, penandatanganan kesepakatan bersama ini membuka peluang pengembangan program magang strategis, penelitian kolaboratif, sertifikasi profesional, serta pengabdian masyarakat berbasis penguatan ekonomi syariah daerah.


Suara Delegasi: Komitmen Akademik yang Konkret

Sebagai Ketua Prodi S2 Akuntansi Syariah, Dr. Nurlaila, S.E., M.A., CMA., CAPF., CIBA., CERA. menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana riset akademik harus dirancang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan riset kolaboratif yang langsung menyentuh tata kelola keuangan syariah di tingkat daerah. Ini bukan hanya tentang kerja sama di atas kertas, tetapi tentang implementasi nyata yang terukur.

Sementara itu, Dr. Maidalena, S.T., M.M. menegaskan pentingnya membangun kesinambungan antara pendidikan tinggi dan sekolah/madrasah dalam literasi keuangan syariah.

Edukasi keuangan tidak bisa dimulai ketika seseorang sudah dewasa. Ia harus ditanamkan sejak dini. Kolaborasi ini memungkinkan kita merancang program literasi yang sistematis dan berkelanjutan.

Keduanya sepakat bahwa hasil forum ini harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi umat.


Menuju SDM Unggul Berbasis Nilai

Penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi simbol komitmen nasional dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Integrasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga pendidikan dasar-menengah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara nilai.

Kehadiran UIN Sumatera Utara melalui delegasi akademiknya menegaskan bahwa kampus ini siap berdiri di garda depan transformasi pendidikan tinggi Islam.

Dari sini, lahir komitmen.
Dari kolaborasi, tumbuh harapan.
Dari sinergi, terbangun masa depan.

UIN Sumatera Utara hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai penggerak—membawa visi, integritas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi syariah Indonesia.


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.