FEBI UIN Sumatera Utara Gelar Konferensi Internasional: Dari Medan untuk Dunia, Menghadirkan Perspektif Ekonomi Syariah di Tengah Konflik Iran–AS–Israel

Medan, 14 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat keilmuan global dengan menggelar konferensi internasional bertajuk:

“The Impact of the Iran–US–Israel Conflict on Investment and Global Economic Growth, Viewed from a Sharia Economic Perspective.”

Diselenggarakan pada 14–15 Mei 2026 di Aula FEBI Kampus IV UIN Sumatera Utara Tuntungan, konferensi ini bukan sekadar forum akademik biasa. Ia menjadi ruang refleksi global, ruang pertemuan gagasan lintas negara, dan panggung dialog peradaban tentang bagaimana konflik geopolitik memengaruhi investasi, stabilitas pasar, dan pertumbuhan ekonomi dunia — serta bagaimana ekonomi syariah menawarkan jalan keluarnya.

Di tengah ketegangan global yang berdampak pada pasar keuangan internasional, rantai pasok, hingga stabilitas investasi, FEBI UIN Sumatera Utara menghadirkan perspektif yang berbeda: bahwa ekonomi tidak boleh dilepaskan dari nilai, dan pertumbuhan tidak boleh berdiri tanpa keadilan.


Forum Global, Gagasan Global

Konferensi ini menghadirkan tokoh-tokoh internasional yang memiliki reputasi akademik dan pengalaman global.

Dari Qatar, Muhammad Mahmoud Al Jamal, Associate Professor di Universitas Hamad bin Khalifa, menyampaikan pandangan yang menggugah:

Ketika konflik terjadi, pasar bereaksi dengan ketakutan. Namun ekonomi syariah mengajarkan bahwa stabilitas tidak dibangun di atas spekulasi, melainkan pada aset riil dan keadilan distribusi. Dunia tidak membutuhkan lebih banyak ketakutan — dunia membutuhkan sistem yang beretika.

Dari Yordania, Prof. Dr. Abdel Nasser Abu Al Bassal, akademisi sekaligus tokoh waqf internasional, memberikan pernyataan yang mengubah cara pandang peserta:

Kita terlalu lama membangun ekonomi dengan logika kekuatan. Sudah saatnya membangun ekonomi dengan logika tanggung jawab. Dunia Islam memiliki mandat moral untuk menawarkan model ekonomi yang adil, bukan sekadar kompetitif.

Dari Palestina, Anas Zahira Al Misri, Ph.D., menekankan makna ketahanan dalam konteks konflik nyata:

Kami hidup di wilayah yang merasakan langsung dampak konflik. Yang kami pelajari adalah: ekonomi yang kuat bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi tentang solidaritas sosial. Tanpa keadilan, pertumbuhan hanyalah angka tanpa makna.

Sementara itu, Ahed Ahmed Kamel Abu Al Ata, Presiden Foundation for Friendship and Studies of Civilizations, menyampaikan refleksi peradaban:

Konflik menguji kemanusiaan kita. Ilmu pengetahuan seharusnya menjadi jembatan, bukan alat legitimasi kekuasaan. Ketika ekonomi dibangun dengan nilai, ia mampu menyembuhkan luka-luka peradaban.

Dari Malaysia, Dr. Nur Farhah Binti Mahadi, Associate Professor IIUM Gombak Campus, menyampaikan perspektif strategis:

Investasi global hari ini sangat sensitif terhadap ketidakpastian geopolitik. Namun ekonomi syariah menawarkan stabilitas berbasis transparansi, risk sharing, dan etika. Inilah masa depan sistem keuangan global yang lebih berkelanjutan.


Pesan Visioner dari Dekan FEBI UIN Sumatera Utara

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa konferensi ini adalah bentuk tanggung jawab akademik dan moral.

Konflik geopolitik tidak hanya mengguncang batas negara, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi dunia. Jika ekonomi dibangun hanya untuk keuntungan, maka ia akan rapuh. Namun jika ia dibangun atas keadilan dan kemaslahatan, maka ia akan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.

Beliau melanjutkan dengan pesan yang sangat reflektif:

FEBI UIN Sumatera Utara ingin menghadirkan ekonomi yang bukan sekadar cerdas, tetapi juga beradab. Dunia tidak kekurangan ahli keuangan. Dunia kekurangan keberanian moral dalam membuat kebijakan. Di sinilah ekonomi syariah menemukan relevansinya.

Pesan tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir, karena menggeser paradigma dari sekadar analisis konflik menuju solusi berbasis nilai.


Perspektif Strategis dari Ketua Magister Ekonomi Syariah

Ketua Program Magister Ekonomi Syariah UIN Sumatera Utara, Maryam Batubara, M.A., Ph.D., memberikan analisis mendalam yang membuka cakrawala baru.

Konflik Iran–AS–Israel menunjukkan betapa rentannya sistem ekonomi global terhadap ketidakpastian politik. Namun kita harus bertanya: apakah sistem ekonomi kita cukup berakar pada nilai sehingga mampu bertahan?

Beliau menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi paradigma.

Ekonomi syariah berbicara tentang maqashid — tentang menjaga harta, menjaga kehidupan, menjaga martabat manusia. Jika kebijakan investasi global berlandaskan maqashid, maka pertumbuhan akan menjadi inklusif dan berkelanjutan, bukan eksploitatif.

Lebih jauh, ia mengajak generasi akademisi muda:

Inilah momentum bagi intelektual Muslim untuk tidak hanya menjadi pengamat global, tetapi perancang masa depan. Dari ruang-ruang akademik seperti ini, kita dapat melahirkan model kebijakan yang mengubah arah sejarah ekonomi dunia.


Delapan Isu Strategis yang Dibahas

Konferensi ini membedah delapan subtema penting, mulai dari investasi infrastruktur asing, proteksionisme perdagangan, kebebasan investasi sumber daya, keseimbangan perdagangan internasional, globalisasi ekonomi Islam, strategi manajemen pariwisata, sukuk internasional, hingga peran global negara-negara Muslim dalam membangun stabilitas ekonomi dunia.

Diskusi berlangsung dinamis, reflektif, dan penuh kedalaman intelektual. Para peserta tidak hanya mendengar, tetapi terlibat aktif dalam dialog lintas perspektif.


Dari Medan untuk Dunia

Dengan biaya yang inklusif dan fasilitas publikasi prosiding internasional, konferensi ini membuka ruang partisipasi luas bagi akademisi dan mahasiswa. Namun lebih dari itu, konferensi ini menjadi simbol.

Simbol bahwa dari Medan, gagasan besar dapat lahir untuk dunia.
Simbol bahwa ekonomi tidak boleh dilepaskan dari moralitas.
Simbol bahwa di tengah konflik, ilmu pengetahuan tetap menjadi jalan menuju perdamaian.

FEBI UIN Sumatera Utara menunjukkan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat pendidikan, tetapi pusat perubahan peradaban.

Di tengah kompleksitas geopolitik global, suara berbasis nilai menjadi semakin penting. Dan melalui konferensi ini, UIN Sumatera Utara menegaskan: ekonomi syariah bukan hanya kajian akademik — ia adalah tawaran solusi untuk dunia yang lebih adil, stabil, dan bermartabat.

Saksikan Selengkapnya: Live Streaming on YouTube


Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Menguatkan Budaya Kerja Humanis dan Berkah: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Jadi Narasumber di BREATH Session 32 PT PELINDO Indonesia

Medan, 13 Mei 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., diundang secara resmi sebagai narasumber dalam kegiatan BREATH Session Series 32 yang diselenggarakan oleh PT PELINDO Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan budaya kerja dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PT PELINDO Indonesia, yang secara konsisten menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif untuk menanamkan nilai etos kerja, integritas, serta membangun model kerja sama yang humanis, harmonis, dan penuh keberkahan.

Berdasarkan undangan resmi bernomor IND/BDKP/2/2026, kegiatan ini dilaksanakan dalam format BREATH Session Series 32. Forum ini menjadi ruang refleksi dan transformasi nilai bagi seluruh insan PELINDO.

Menguatkan Etos Kerja yang Humanis dan Berkah

Dalam sesi yang berlangsung penuh antusiasme tersebut, Prof. Syukri Albani menyampaikan materi yang tidak hanya menyentuh aspek profesionalisme kerja, tetapi juga membumikan nilai-nilai spiritualitas dalam dunia korporasi.

Beliau menegaskan bahwa kerja bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari ibadah dan pengabdian.

Etos kerja yang kuat bukan hanya lahir dari target dan tekanan, tetapi dari kesadaran makna. Ketika seseorang bekerja dengan niat yang lurus, profesionalitas yang tinggi, dan akhlak yang mulia, maka di situlah keberkahan hadir. Perusahaan akan tumbuh bukan hanya secara angka, tetapi juga secara nilai.

Dalam penyampaiannya yang khas—tegas, hangat, dan membumi—Prof. Syukri mengajak seluruh peserta untuk menjadikan tempat kerja sebagai ruang kolaborasi yang saling menguatkan.

Model kerja sama yang humanis dan harmonis bukan retorika. Ia harus dibangun dengan empati, komunikasi yang sehat, dan kepemimpinan yang adil. Karena perusahaan besar tidak hanya ditopang oleh sistem, tetapi oleh hati yang saling percaya.

Sinergi Kampus dan Industri: Ilmu Bertemu Praktik

Kehadiran Dekan FEBI UIN Sumatera Utara dalam forum nasional ini menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi tidak berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah. Ilmu harus hadir menjawab kebutuhan nyata dunia industri.

BREATH Session sendiri dirancang sebagai sarana peningkatan kualitas insan perusahaan melalui pendekatan reflektif dan inspiratif. Dalam konteks inilah, nilai-nilai ekonomi syariah dan kepemimpinan berbasis moral yang dibawa oleh Prof. Syukri menjadi sangat relevan.

Forum ini tidak hanya menjadi sesi berbagi ilmu, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif bahwa profesionalisme dan spiritualitas bukan dua kutub yang berlawanan, melainkan dua kekuatan yang saling melengkapi.

Kebanggaan bagi FEBI dan UIN Sumatera Utara

Partisipasi Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. sebagai narasumber dalam BREATH Session 32 PT PELINDO Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar FEBI dan UIN Sumatera Utara.

Ini menunjukkan bahwa kepakaran dan kepemimpinan akademik yang tumbuh di lingkungan UIN Sumatera Utara mendapat pengakuan dan kepercayaan di tingkat nasional, bahkan dalam forum strategis korporasi BUMN.

Lebih dari sekadar undangan menjadi pembicara, kegiatan ini adalah simbol sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri—antara ilmu dan praktik, antara nilai dan kinerja.

Dari ruang kampus di Medan, pesan tentang etos kerja, harmoni, dan keberkahan kini menggema hingga ruang-ruang strategis korporasi nasional. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar. Sebuah kontribusi nyata bagi peradaban kerja yang lebih bermakna.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Mengejar Utopia di UIN Sumatera Utara: Menyemai Kompetensi, Meneguhkan Nilai

Mengejar Utopia di UIN Sumatera Utara
Oleh Imam El Islamy dan Malkan Yahya Abdillah

Tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, pendidikan juga menekankan pada pembentukan cara berpikir dan sikap. Dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, pendekatan semacam ini menghadirkan diferensiasi tersendiri. Ketika banyak institusi menitikberatkan pada aspek teknis dan profesional, UIN Sumatera Utara menempatkan keseimbangan antara kompetensi dan nilai sebagai bagian integral dari proses belajar. Lulusan tidak hanya membawa pengetahuan sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki landasan etika serta pemahaman keagamaan yang menyertainya.

Di sisi lain, perkembangan fasilitas turut memperlihatkan arah transformasi kampus. Kehadiran Kampus IV Tuntungan menjadi salah satu wujud perubahan tersebut. Dengan kawasan yang luas, bangunan modern, serta lingkungan yang relatif asri, kampus ini menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman dan kondusif.

Modernisasi ini berjalan beriringan dengan karakter dasar UIN Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi keagamaan. Perpaduan antara fasilitas yang terus berkembang dan nilai yang tetap dipertahankan menjadi ciri khas yang tidak selalu ditemukan di setiap institusi pendidikan tinggi.

Selain aktivitas akademik, sistem pembelajaran di UIN Sumatera Utara juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan di luar kelas. Program pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan, hingga kegiatan akademik lainnya menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman belajar yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan teori, tetapi juga dengan realitas sosial yang menuntut kemampuan adaptasi, komunikasi, serta pemahaman yang lebih kontekstual. Hal ini memperkuat posisi pendidikan sebagai proses yang tidak berhenti pada ruang kelas semata.

Dalam jangka panjang, nilai sebuah pendidikan sering kali tidak hanya diukur dari hasil yang terlihat secara langsung. Ada aspek-aspek yang berkembang secara bertahap, seperti cara berpikir yang matang, kedewasaan dalam mengambil keputusan, hingga kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi.

Di sinilah pendekatan yang diterapkan di UIN Sumatera Utara menemukan relevansinya. Integrasi antara ilmu dan nilai membentuk proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan diri secara menyeluruh.

Apa yang kemudian dianggap sebagai keberuntungan tidak selalu hadir dalam bentuk yang instan. Dalam konteks ini, keberuntungan dapat dipahami sebagai hasil dari proses yang berjalan secara konsisten melalui lingkungan belajar, sistem pendidikan, dan nilai yang menyertainya.

UIN Sumatera Utara, dengan pendekatan tersebut, menawarkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berfokus pada apa yang dipelajari, tetapi juga pada bagaimana ilmu itu dijalani dan dimaknai.

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Tampil di TV Nasional: Prof. Syukri Albani Hadirkan Dakwah Teduh Khas Medan di Program Damai Indonesiaku tvOne!

Medan, 25 Januari 2026 — Kebanggaan besar kembali dirasakan oleh keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dekan FEBI, dipercaya berulang kali hadir sebagai penceramah dalam program dakwah nasional Damai Indonesiaku yang disiarkan TVOne. Tidak hanya sekali, tetapi dalam berbagai episode dengan tema berbeda—menandakan kuatnya kepercayaan publik terhadap kapasitas keilmuan dan kedalaman spiritual beliau.

Pada tema “Kiat Islam Melawan Malas,” Prof. Syukri mengajak umat untuk memahami bahwa kemalasan bukan sekadar persoalan kebiasaan, melainkan tantangan iman yang harus dilawan dengan disiplin, doa, dan kesungguhan. Dengan gaya khasnya yang lugas dan membumi, beliau menegaskan bahwa seorang Muslim harus produktif dan memberi manfaat, sebab keberkahan sering hadir melalui kesungguhan usaha. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Kiat Islam Melawan Malas

Berlanjut pada tema “Adab Rukun Bertetangga,” beliau menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial. Dalam ceramahnya, Prof. Syukri mengingatkan bahwa kekuatan umat tidak hanya dibangun di masjid, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Senyum, sapa, dan saling membantu, hal-hal sederhana adalah wujud nyata dari akhlak Islam yang sering kali terlupakan. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Adab Rukun Bertetangga

Sementara itu, pada kajian “Riya Penyakit Hati, Harus Kita Hindari,” beliau mengajak jamaah untuk menata niat dan memperhalus keikhlasan. Menurutnya, amal yang besar dapat kehilangan makna ketika dikerjakan demi pujian manusia. Pesan yang disampaikan terasa mendalam: keikhlasan adalah rahasia kekuatan seorang hamba, dan hanya hati yang bersih yang mampu menghadirkan ketenangan sejati. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Riya Penyakit Hati, Harus Kita Hindari

Tidak kalah menyentuh, dalam tema “Banyak Berzikir agar Pahala Mengalir,” Prof. Syukri menghadirkan tausiyah yang meneduhkan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan zikir di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Dengan logat Medan yang hangat dan bersahabat, beliau menyampaikan bahwa zikir bukan sekadar lantunan, tetapi jalan pulang bagi hati yang lelah. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Banyak Berzikir agar Pahala Mengalir

Pada episode spesial Ramadan 1447 H bertajuk “Ramadan Hampir Habis, Seharusnya Kita Menangis”, Prof. Syukri kembali tampil dalam program Damai Indonesiaku yang disiarkan langsung dari Masjid Al Furqon, Kota Baru, Bekasi, pada Jumat, 20 Maret 2026. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Ramadan Hampir Habis, Seharusnya Kita Menangis

Dalam kajian tersebut, beliau mengajak umat melakukan muhasabah mendalam di penghujung Ramadan. Bukan sekadar merayakan kemenangan, tetapi merenungi sejauh mana bulan suci telah mengubah hati, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadan, menurutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang melatih jiwa agar lebih peka, lebih lembut, dan lebih bertakwa.

Dengan pendekatan reflektif dan penuh keteduhan, beliau mengingatkan bahwa air mata di akhir Ramadan bukan tanda kelemahan, melainkan pertanda cinta kepada ibadah dan kerinduan terhadap keberkahan yang mungkin belum tentu dapat ditemui kembali di tahun berikutnya. Pesan ini menggugah pemirsa untuk tidak menyia-nyiakan detik-detik terakhir bulan suci.

Kelima tema tersebut memperlihatkan keluasan perspektif dakwah Prof. Syukri, mulai dari pembinaan pribadi, hubungan sosial, hingga kesehatan spiritual. Gaya penyampaiannya yang khas, tegas namun penuh kehangatan, menjadikan pesan-pesan yang berat terasa ringan dan mudah diterima oleh pemirsa dari berbagai latar belakang.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Menurutnya, kehadiran Prof. Syukri di panggung nasional adalah cerminan kualitas akademisi UIN Sumatera Utara yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami bangga, karena dari kampus ini lahir sosok yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga mampu menebarkan kesejukan bagi Indonesia,” ungkapnya.

Bagi FEBI, momentum ini bukan hanya prestasi personal, melainkan kebanggaan institusional. Ini adalah bukti bahwa peran akademisi melampaui ruang kelas, menjangkau mimbar umat, menguatkan nilai-nilai moral, dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta.

Kehadiran Prof. Syukri Albani di layar TV nasional seakan menjadi pesan kuat bagi seluruh sivitas akademika: bermimpilah besar, berkontribusilah luas, dan jadilah cahaya di mana pun berada. Dari Medan untuk Indonesia, dakwah yang teduh kini bergema lebih jauh—menginspirasi, menenangkan, dan membanggakan.

Ditulis oleh: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Ramadhan Insight Forum 1447 H: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Serukan Kepemimpinan Berintegritas dan Berempati

Medan, 07 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menguatkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis keilmuan dan spiritualitas. Hal ini tercermin dari kehadiran Dekan FEBI dalam forum nasional bergengsi bertajuk Ramadhan Insight Forum: Menata Hati, Menguatkan Empati, Memimpin dengan Nurani yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (IKAFEB USU), Sabtu (7/3), di Al-Amjad Convention Hall, Medan.

Kehadiran Dekan FEBI, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi representasi kuat bahwa FEBI UIN Sumatera Utara hadir aktif dalam ruang-ruang strategis lintas institusi untuk membangun peradaban kepemimpinan yang lebih berintegritas, empatik, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.


Ruang Dialog Kepemimpinan yang Mencerahkan

Kegiatan ini menjadi panggung intelektual yang mempertemukan para pemimpin, akademisi, praktisi, serta pelaku usaha dalam satu ruang dialog yang sarat makna. Seminar diawali dengan suasana khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional M. Daud Sitorus, dilanjutkan doa oleh Dr. Kaswinata, S.E., Ak., CA., MSP, serta rangkaian sambutan dari para tokoh penting.

Ketua Panitia M. Sakha Admaja melaporkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak sosial melalui penyaluran bantuan Ramadan kepada Panti Asuhan Ade Irma Suryani Medan. Hal ini memperkuat bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga aksi nyata.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal IKAFEB USU, Maf’ul Taufiq, S.E., Ak., M.Si., CA, menegaskan komitmen organisasi dalam menjalankan program berbasis efektivitas dan dampak nyata.

Kami memastikan setiap program memiliki nilai kebermanfaatan. Prinsip high impact–low cost & effort menjadi arah agar organisasi tetap produktif dan relevan.


Kontribusi FEBI dalam Wacana Kepemimpinan Berintegritas

Sebagai salah satu narasumber utama, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan materi bertajuk “Pemimpin adalah Kita” yang menggugah kesadaran kolektif tentang hakikat kepemimpinan.

Pemimpin itu bukan hanya jabatan, tetapi tanggung jawab moral setiap individu. Keikhlasan (mukhlasin) adalah fondasi agar kita terhindar dari riya dan narsisme dalam memimpin.

Pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kepemimpinan dalam perspektif Islam bukan sekadar kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga tentang menjaga hati, niat, dan integritas dalam setiap keputusan.


Perspektif Psikologis dan Praktis dalam Kepemimpinan

Seminar ini juga menghadirkan Prof. Raras Sutatminingsih, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, yang membahas fenomena Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalam dunia kerja.

Perilaku narsistik dapat memicu konflik, meningkatkan stres kerja, dan menurunkan produktivitas. Karena itu, organisasi perlu membangun budaya kerja yang sehat dan batas profesional yang jelas.

Sementara itu, Keynote Speaker Agus Dwi Handaya, S.E., Ak., M.B.A., Managing Director Human Capital Danantara Asset Management sekaligus Ketua IKAFEB USU, menutup seminar dengan konsep kepemimpinan 3N: Nata, Nagih, dan Nuntun.

Pemimpin harus mampu menata arah (nata), memastikan target tercapai (nagih), dan membimbing tim berkembang (nuntun). Kepemimpinan adalah kombinasi pengetahuan, karakter, dan ketulusan.


Antusiasme dan Dampak Nyata

Kegiatan ini diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, dan pelaku usaha di Kota Medan. Tingkat kepuasan peserta terhadap pembicara mencapai 98%, menunjukkan kualitas materi yang sangat tinggi dan relevan.

Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, partisipasi dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen dalam membangun jejaring kolaboratif sekaligus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter kepemimpinan bangsa.


Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas kontribusi FEBI dalam forum tersebut.

Kehadiran Dekan FEBI dalam forum ini menunjukkan bahwa UIN Sumatera Utara terus hadir dalam ruang-ruang strategis pembangunan pemikiran. Kepemimpinan yang empatik dan berintegritas adalah kunci masa depan bangsa, dan kampus harus menjadi pusat lahirnya nilai-nilai tersebut.


Penegasan Nilai dari FEBI

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan bahwa momentum Ramadan harus menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan.

Ramadan adalah madrasah kepemimpinan. Di sini kita belajar menahan diri, memperkuat empati, dan memimpin dengan nurani. Itulah nilai yang harus kita bawa ke dunia nyata.


Kehadiran FEBI UIN Sumatera Utara dalam forum ini bukan sekadar partisipasi, melainkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem kepemimpinan yang berakar pada nilai spiritual, intelektual, dan sosial. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menuju peradaban yang lebih bermakna.

Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

FEBI UINSU berkolaborasi dengan RevoU untuk membuka BEASISWA EKSKLUSIF 30%

📣 Udah atau mau lulus kuliah tapi masih bingung mau ke mana arah karier?
Di tengah pesatnya digitalisasi dan AI, punya skill yang relevan itu bukan lagi nilai tambah, tapi kebutuhan.

Kabar super exciting buat Mahasiswa & Alumni FEBI UINSU🎉FEBI UINSU berkolaborasi dengan RevoU untuk membuka BEASISWA EKSKLUSIF 30% bagi kamu yang ingin upgrade skill lewat program intensif berbasis industri💼✨:

🔹 Digital Marketing
🔹 Data Analytics
🔹 Software Engineering

Dan semua programnya dirancang bareng praktisi industri langsung full project-based, dan… YES, udah include AI-integrated syllabus!


🔍 Apa aja yang bakal kamu dapatkan?

✅ Live class interaktif bareng expert industri
✅ Simulasi dari project dan virtual internship
✅ Coaching karier langsung dari mentor + AI reviewer tools
✅ Sertifikat & upgrade CV + LinkedIn kamu biar makin dilirik
✅ Akses komunitas alumni RevoU untuk network baru!


📌 Apply sebelum 31 Maret 2026 di rebrand.ly/revou-febiuinsu
Scholarship ini ekslusif buat mahasiswa/i aktif & fresh graduate FEBI UINSU (maks. 1 tahun lulus).


Ikuti jejak alumni RevoU yang udah ngerasain hasilnya!👇

  • Chendy Dea Andriany
    • Dulu: Surveyor di Lembaga Survei Statistika
    • Setelah RevoU: Regional Financial Economic Analyst di Bank Indonesia
  • Kristi Kartika
    • Dulu: Sales Supervisor di PT Cover Super Indonesia Global
    • Setelah RevoU: Digital Ads Specialist di Krona Agency

Buat kamu yang serius cari jalan karier baru dan pengen punya skill yang dibutuhkan industri digital hari ini dan masa depan, this is your moment! Silakan di-share ke teman-teman FEBI UINSU lainnya ya! ✨

Beasiswa Bank Muamalat kepada Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara: Sinergi Strategis Membangun Generasi Unggul

Momentum penyerahan beasiswa dari Bank Muamalat Indonesia kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri keuangan syariah.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda institusional, tetapi representasi nyata dari kolaborasi strategis yang berorientasi pada kualitas, prestasi, dan keberlanjutan. Beasiswa tersebut menjadi simbol kepercayaan industri kepada mahasiswa FEBI sebagai calon pemimpin ekonomi syariah masa depan—yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.


🎓 Komitmen Kepemimpinan Fakultas

🔹 Dekan FEBI

Dekan FEBI menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas mahasiswa FEBI sekaligus amanah untuk terus meningkatkan standar akademik dan profesionalisme.

“Beasiswa ini adalah investasi jangka panjang bagi peradaban ekonomi syariah. Mahasiswa FEBI harus membuktikan bahwa mereka layak dipercaya, tidak hanya dengan IPK yang tinggi, tetapi juga dengan etos kerja, integritas, dan kontribusi nyata.”

Beliau juga menekankan bahwa kemitraan dengan Bank Muamalat merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.


🔹 Wakil Dekan I – Bidang Akademik dan Kelembagaan

Dr. Isnaini Harahap, M.Ag

Dalam kapasitasnya sebagai pengampu bidang akademik dan kelembagaan, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan mutu akademik FEBI yang terus meningkat.

“Prestasi akademik harus menjadi budaya, bukan sekadar target sesaat. Beasiswa ini adalah bukti bahwa kualitas kita diakui oleh industri. Tantangannya adalah menjaga konsistensi dan terus melampaui standar.”

Beliau mendorong mahasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai pemicu produktivitas ilmiah dan inovasi.


🔹 Wakil Dekan II – Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A menekankan pentingnya tata kelola yang profesional dan transparan dalam mendukung keberhasilan mahasiswa.

“Penguatan akademik harus ditopang oleh sistem yang kokoh. Beasiswa ini menjadi bagian dari perencanaan strategis kita dalam memastikan mahasiswa memiliki dukungan yang memadai untuk berkembang secara optimal.”

Beliau menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya yang efektif akan melahirkan output yang unggul dan berdaya saing tinggi.


🔹 Wakil Dekan III – Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Dr. Marliyah, M.Ag

Sebagai Wakil Dekan III, Dr. Marliyah, M.Ag menyoroti pentingnya karakter dan kepemimpinan mahasiswa dalam merespons peluang ini.

“Mahasiswa penerima beasiswa hari ini adalah representasi kualitas FEBI. Jadikan ini sebagai energi untuk memperluas kontribusi—baik dalam organisasi, riset, maupun pengabdian masyarakat.”

Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Bank Muamalat akan terus diperluas dalam bentuk program pengembangan kompetensi dan jejaring profesional.


🤝 Pesan Strategis dari Bank Muamalat

Perwakilan Bank Muamalat Indonesia menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini adalah bagian dari komitmen institusi dalam membangun sumber daya manusia unggul di sektor keuangan syariah.

“Kami melihat FEBI UIN Sumatera Utara sebagai mitra strategis dalam mencetak talenta masa depan. Beasiswa ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus harapan agar mahasiswa mampu tampil sebagai profesional yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.”


🚀 Sinergi untuk Masa Depan

Penyerahan beasiswa ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang relevan, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.

FEBI UIN Sumatera Utara dan Bank Muamalat Indonesia telah menunjukkan bahwa sinergi yang dibangun atas dasar visi yang sama akan melahirkan dampak yang besar. Bukan hanya bagi mahasiswa penerima, tetapi juga bagi masa depan ekonomi syariah Indonesia.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Menghormati Dedikasi, Menyambut Transformasi: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Hadiri Momen Silaturrahim dengan Bank Indonesia

Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai acara Silaturrahim Moment dan Sambut Pisah Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Rudy Brando Hutabarat. Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan ruang refleksi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi daerah.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara hadir secara eksklusif dalam undangan kehormatan tersebut, mempertegas eratnya sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam membangun Sumatera Utara yang lebih kuat dan berdaya saing. Turut hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi dan Bapak Didit Widiana, yang selama ini menjadi pilar penting dalam mendukung kepemimpinan dan arah kebijakan strategis Bank Indonesia di wilayah ini.


🌟 Rudy Brando Hutabarat: Kepemimpinan yang Menenangkan dan Visioner

Dalam sambutannya yang penuh keteduhan, Rudy Brando Hutabarat menyampaikan pesan reflektif tentang makna kepemimpinan dan pengabdian.

“Jabatan adalah amanah yang datang dan pergi. Tetapi nilai dan kontribusi yang kita tinggalkan akan tetap tinggal dalam ingatan dan dampak nyata bagi masyarakat.”

Beliau menekankan bahwa stabilitas ekonomi bukan semata hasil kebijakan teknis, tetapi buah dari kolaborasi lintas sektor.

“Bank Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Dunia akademik, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah mitra strategis. Ketika kita duduk bersama dengan niat membangun, maka ekonomi akan tumbuh dengan fondasi yang lebih kokoh.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang merangkul, bukan mendominasi; tentang melayani, bukan dilayani.


🤝 Iman Gunadi: Konsistensi dan Keteguhan dalam Mengawal Stabilitas

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi, menyampaikan refleksi tentang pentingnya konsistensi dalam menjalankan tugas negara.

“Tantangan ekonomi selalu berubah, tetapi komitmen kita tidak boleh berubah. Stabilitas adalah hasil dari kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berintegritas.”

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi.

“Kampus adalah ruang lahirnya gagasan. Ketika gagasan bertemu kebijakan, di situlah lahir solusi yang berkelanjutan.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa dunia akademik memiliki peran vital dalam mendukung kebijakan ekonomi yang berbasis riset dan analisis mendalam.


🚀 Didit Widiana: Adaptif, Inovatif, dan Berorientasi Masa Depan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara lainnya, Bapak Didit Widiana, menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi dinamika global.

“Kita hidup di era yang bergerak cepat. Ketahanan ekonomi daerah sangat ditentukan oleh kemampuan kita beradaptasi dan berinovasi.”

Beliau menambahkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi dengan perguruan tinggi bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan esok.”

Pandangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan ekonomi memerlukan keberanian untuk berpikir jauh ke depan.


🎓 Dekan FEBI: Menyatukan Ilmu dan Kebijakan

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kepemimpinan Rudy Brando Hutabarat selama bertugas di Sumatera Utara.

Beliau menyampaikan:

“Kami menyaksikan bagaimana kepemimpinan yang tenang dan visioner mampu menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang kolaborasi. Bagi kami di dunia akademik, ini adalah teladan bahwa ilmu dan kebijakan harus berjalan beriringan.”

Beliau juga menegaskan komitmen FEBI untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Bank Indonesia.

“FEBI siap menjadi mitra intelektual yang menghadirkan kajian dan pemikiran konstruktif demi mendukung kebijakan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.”


🌿 Silaturrahim yang Menguatkan Sinergi

Acara sambut pisah ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar peralihan jabatan. Ia menjadi ruang mempererat silaturrahim, memperkuat kolaborasi, dan memperteguh komitmen bersama membangun Sumatera Utara.

Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, sinergi antara otoritas moneter dan institusi pendidikan menjadi kunci lahirnya kebijakan yang tidak hanya stabil, tetapi juga inklusif dan berorientasi masa depan.

Momen ini menegaskan satu hal penting: kepemimpinan yang berintegritas akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. Dan kolaborasi yang dibangun dengan niat tulus akan melahirkan keberkahan yang meluas bagi masyarakat.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Merajut Kemitraan Visioner: Silaturrahim Strategis FEBI UIN Sumatera Utara ke PT Alliance Consumer Product Indonesia, Perkuat Jejaring dan Ekosistem Industri!

Medan, 25 Februari 2026 – Semangat kolaborasi dan penguatan jejaring strategis kembali diwujudkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara melalui kunjungan silaturrahim ke PT Alliance Consumer Product Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah progresif dalam membangun hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan institusional, tetapi juga forum diskusi strategis mengenai peluang kerja sama di bidang magang, riset terapan, pengembangan kewirausahaan, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri modern. Atmosfer dialog yang terbuka dan konstruktif memperlihatkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan.


🎓 Komitmen FEBI dalam Menjembatani Ilmu dan Praktik

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan lulusan tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja.

“Kampus tidak boleh berjalan sendiri. Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang dipelajari mahasiswa memiliki relevansi langsung dengan praktik industri. Silaturrahim ini adalah jembatan antara gagasan akademik dan realitas bisnis.”

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi seperti ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.

“Kami percaya, ketika akademisi dan pelaku industri duduk bersama, maka lahirlah inovasi, efisiensi, dan solusi yang berdampak luas bagi masyarakat.”

Pesan tersebut menegaskan komitmen FEBI untuk terus membuka ruang sinergi yang produktif dan strategis.


🤝 Perspektif Industri: Kolaborasi untuk Masa Depan

Perwakilan dari PT Alliance Consumer Product Indonesia menyambut baik kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya kemitraan dengan institusi pendidikan.

“Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Kami melihat potensi besar dari mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara.”

Beliau juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang berdampak nyata.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi adalah investasi jangka panjang. Dari sinilah lahir generasi profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.”


🌟 Membangun Ekosistem Kolaboratif

Kunjungan silaturrahim ini menjadi simbol keseriusan FEBI dalam memperluas jejaring kemitraan strategis dengan sektor industri. Lebih dari sekadar agenda formal, kegiatan ini mencerminkan visi bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar, tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan profesionalisme.

Dengan terbangunnya komunikasi yang kuat antara FEBI UIN Sumatera Utara dan PT Alliance Consumer Product Indonesia, diharapkan akan lahir berbagai program kolaboratif yang mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, memperluas peluang karier, serta mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Silaturrahim ini menjadi bukti bahwa ketika dunia akademik dan industri bersatu dalam visi yang sama, maka masa depan akan dibangun dengan fondasi yang lebih kokoh, terarah, dan penuh optimisme.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Ramadhan 1447 H Bersama FEBI UIN Sumatera Utara: Berbagi, Berdakwah, dan Menginspirasi

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah momentum penyucian diri, penguatan empati, dan perluasan makna pengabdian. Di bulan suci 1447 H, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai fakultas yang tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Melalui berbagai program kolaboratif dan kegiatan berbagi, FEBI menghadirkan Ramadhan yang sarat nilai, sarat makna, dan sarat keberkahan.

Bertempat di lingkungan UIN Sumatera Utara, rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini mengusung semangat “Berkah Luar Biasa” — sebuah tema yang mencerminkan tekad untuk menjadikan setiap aktivitas sebagai ladang amal dan kontribusi nyata bagi umat.


🌙 FEBI UIN Sumatera Utara Berbagi dan Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan berbagi menjadi denyut utama Ramadhan FEBI tahun ini. Melalui program sosial dan pengabdian kepada masyarakat, sivitas akademika FEBI turun langsung menghadirkan manfaat yang konkret. Bantuan sosial, dukungan moral, dan kebersamaan dibangun dalam suasana ukhuwah yang hangat.

Semangat ta’awun (saling menolong) menjadi ruh dari setiap kegiatan. Bagi FEBI, Ramadhan adalah momentum untuk memperluas dampak keilmuan menjadi aksi nyata. Nilai ekonomi syariah tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


📺 Kolaborasi Media: Dakwah yang Menyapa Lebih Luas

Tidak hanya bergerak di ranah sosial, FEBI juga memperluas kontribusinya melalui kolaborasi media lokal dan nasional.

Dalam Program Ramadhan bersama Kompas TV Medan bertajuk “Menjaga Hati”, para akademisi FEBI menghadirkan pesan-pesan reflektif yang mengajak masyarakat untuk memperkuat spiritualitas di tengah dinamika kehidupan modern.

Kolaborasi juga terjalin bersama DAAI TV Medan melalui program “Harmony Ramadhan”. Dalam program ini, pesan toleransi, kedamaian, dan nilai kemanusiaan disampaikan dengan pendekatan yang sejuk dan inklusif.

Sementara itu, bersama Tribun Medan dalam program “Mutiara Islam”, FEBI menghadirkan narasi keislaman yang mencerahkan, memperkaya wawasan masyarakat tentang nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kehadiran FEBI di berbagai platform media menunjukkan bahwa dakwah akademik harus mampu menjangkau ruang yang lebih luas, melintasi batas kampus, dan berbicara langsung kepada masyarakat.


🎙 Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap gerakan Ramadhan FEBI.

Beliau menyatakan:

“Ramadhan adalah bulan transformasi. Kampus tidak boleh hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat keteladanan. Saya bangga melihat FEBI hadir di tengah masyarakat, menebarkan nilai, bukan hanya menyampaikan teori.”

Beliau menambahkan:

“Jika ilmu tidak melahirkan kepedulian, maka ia kehilangan ruhnya. Apa yang dilakukan FEBI hari ini adalah bukti bahwa akademik dan pengabdian bisa berjalan beriringan, membawa manfaat yang nyata bagi umat.”


🎙 Pesan Inspiratif Dekan FEBI

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. turut menyampaikan refleksi mendalam tentang makna Ramadhan tahun ini.

Beliau menegaskan:

“Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah personal, tetapi juga memperluas dampak sosial. Kami ingin setiap dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan merasakan bahwa keberadaan FEBI harus memberi arti bagi masyarakat.”

Beliau juga menambahkan:

“Berkah luar biasa itu lahir dari keikhlasan dan kebersamaan. Ketika kita bergerak bersama untuk umat, maka di situlah nilai sejati dari pendidikan Islam menemukan maknanya.”


🌟 Ramadhan sebagai Ruang Transformasi

Rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H ini menjadi cerminan bahwa FEBI tidak hanya tumbuh sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat nilai dan peradaban. Dari ruang kelas ke layar televisi, dari kampus ke masyarakat, dari teori ke aksi — semuanya menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan keberkahan yang meluas.

Ramadhan tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa ilmu yang diajarkan harus menjelma menjadi cahaya. Dan FEBI, dengan segala ikhtiarnya, terus berupaya menjadi bagian dari cahaya itu — menerangi, menguatkan, dan memberi makna bagi Sumatera Utara dan Indonesia.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.