PBAK FEBI UIN Sumatera Utara Sambut 796 Mahasiswa Baru: Menyalakan Langkah Pertama Menuju Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global

Medan, 02 September 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara menyambut 796 mahasiswa baru Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2026/2027 melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Momentum ini menjadi gerbang awal bagi ratusan generasi muda untuk memasuki lingkungan akademik sekaligus memulai perjalanan panjang dalam menemukan potensi, membangun karakter, mengasah kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

PBAK FEBI UIN Sumatera Utara tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan pengenalan kampus. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk menanamkan pemahaman kepada mahasiswa baru bahwa perjalanan perguruan tinggi merupakan fase penting dalam membentuk cara berpikir, sikap, karakter, dan kesiapan mereka menghadapi dunia yang terus berubah.

Sebanyak 796 mahasiswa baru tersebut tersebar pada empat Program Studi Sarjana FEBI UIN Sumatera Utara, yakni 284 mahasiswa Program Studi Manajemen, 163 mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, 188 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, dan 161 mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah.

Ratusan mahasiswa tersebut datang dengan latar belakang, cerita, dan cita-cita yang berbeda. Namun, mulai hari ini mereka memiliki satu rumah akademik yang sama: FEBI UIN Sumatera Utara.

Dekan FEBI: Datang untuk Belajar, Tumbuh untuk Memberi Manfaat

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut kehadiran mahasiswa baru sebagai sebuah amanah sekaligus harapan besar bagi masa depan fakultas.

Menurutnya, menjadi mahasiswa bukan sekadar proses untuk memperoleh gelar akademik, melainkan perjalanan panjang untuk membentuk manusia yang memiliki ilmu, karakter, kompetensi, dan kebermanfaatan.

“Selamat datang di FEBI UIN Sumatera Utara. Hari ini bukan sekadar hari pertama kalian menjadi mahasiswa, tetapi merupakan awal dari perjalanan untuk menemukan potensi terbaik dalam diri kalian. Jadikan kampus sebagai tempat untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.”

Prof. Syukri mengajak mahasiswa baru untuk berani memiliki cita-cita besar sekaligus bersedia menjalani proses panjang untuk mencapainya.

“Jangan datang ke kampus hanya dengan keinginan untuk lulus. Datanglah dengan tekad untuk menjadi lebih baik, berprestasi, memiliki kompetensi, dan meninggalkan jejak kebaikan. Karena keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya ketika ia mendapatkan ijazah, tetapi ketika ilmu yang diperolehnya mampu memberi manfaat bagi orang lain.”

Pesan tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan 796 mahasiswa baru FEBI. Sebab, dunia membutuhkan bukan hanya orang-orang yang berilmu, tetapi juga manusia yang mampu menggunakan ilmunya untuk menyelesaikan persoalan dan menghadirkan kemaslahatan.

Wakil Dekan I: Jadikan Ilmu sebagai Bekal untuk Menaklukkan Masa Depan

Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. menekankan bahwa kehidupan akademik harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun tradisi berpikir, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan intelektual.

Mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya menjadi peserta dalam proses pembelajaran, tetapi menjadi pribadi yang aktif bertanya, berani berdiskusi, kritis terhadap persoalan, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan apa yang disampaikan di ruang kelas. Kampus adalah tempat untuk memperluas cara berpikir. Bacalah lebih banyak, bertanyalah lebih banyak, berdiskusilah lebih banyak, dan jangan takut memiliki gagasan yang besar.”

Menurutnya, tantangan mahasiswa hari ini jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Perubahan teknologi, perkembangan ekonomi, transformasi industri, dan kompetisi global menuntut mahasiswa memiliki kemampuan untuk terus belajar.

“Ilmu yang kalian pelajari hari ini mungkin akan terus berkembang dan berubah. Karena itu, bekal terpenting yang harus kalian bangun adalah kemauan untuk terus belajar. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya siap menghadapi ujian di kampus, tetapi juga siap menghadapi ujian kehidupan.”

Dengan semangat tersebut, PBAK diharapkan menjadi titik awal lahirnya budaya akademik yang kuat di kalangan mahasiswa baru FEBI.

Wakil Dekan II: Bangun Kompetensi, Integritas, dan Kesiapan Profesional

Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. memberikan penekanan pada pentingnya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Menurutnya, mahasiswa FEBI tidak boleh hanya mengandalkan ijazah. Mereka harus membangun kemampuan sejak dini melalui pengalaman organisasi, kompetisi, pelatihan, sertifikasi, kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri.

“Ijazah akan menjadi bukti bahwa kalian pernah menempuh pendidikan, tetapi kompetensi dan integritaslah yang akan menentukan bagaimana kalian dipercaya di dunia profesional. Karena itu, bangunlah keduanya sejak hari pertama menjadi mahasiswa.”

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam satu malam.

“Jangan menunggu semester akhir untuk mulai memikirkan masa depan. Bangun kompetensi sejak sekarang. Kenali potensi diri, temukan bidang yang kalian cintai, dan terus latih kemampuan tersebut. Setiap pengalaman yang kalian kumpulkan hari ini adalah investasi untuk masa depan.”

Pesan tersebut semakin relevan dengan hadirnya narasumber dari dunia industri dalam PBAK, Amelia Besty Gaeity, Pemimpin Cabang Pegadaian Krakatau, yang memberikan perspektif profesional kepada mahasiswa mengenai dinamika dunia kerja dan industri.

Kehadiran praktisi menjadi jembatan penting agar mahasiswa memahami bahwa kompetensi yang dibangun di perguruan tinggi pada akhirnya harus mampu diterjemahkan menjadi kinerja dan kontribusi nyata.

Wakil Dekan III: Jangan Hanya Menjadi Mahasiswa, Jadilah Bagian dari Perubahan

Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag. mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kehidupan kampus sebagai ruang seluas-luasnya untuk bertumbuh, membangun jejaring, berorganisasi, berprestasi, sekaligus mengembangkan kepedulian sosial.

Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk membentuk dirinya sebelum benar-benar memasuki kehidupan profesional.

“Gunakan masa mahasiswa sebaik-baiknya. Jangan hanya hadir di kelas dan kemudian pulang. Bangun pengalaman, berorganisasi, ikuti kompetisi, berjejaring, berkarya, dan temukan sebanyak mungkin pengalaman yang membuat kalian bertumbuh.”

Ia juga menanamkan keberanian kepada mahasiswa agar tidak takut mencoba sesuatu yang baru.

“Kalian tidak harus langsung menjadi hebat. Tetapi kalian harus berani memulai. Jangan takut gagal ketika mencoba, karena kegagalan yang kalian hadapi hari ini dapat menjadi guru yang membentuk keberhasilan kalian di masa depan.”

Lebih jauh, mahasiswa FEBI diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang dan pemberi manfaat.

“Jadilah generasi yang ketika lulus tidak hanya bertanya, ‘Di mana saya akan bekerja?’, tetapi juga mampu bertanya, ‘Apa yang bisa saya ciptakan dan manfaat apa yang bisa saya berikan?’”

Dunia Industri Hadir, Membuka Wawasan Profesional Mahasiswa

Semakin bermaknanya PBAK FEBI UIN Sumatera Utara turut diperkuat dengan hadirnya narasumber dari dunia industri, Amelia Besty Gaeity, Pemimpin Cabang Pegadaian Krakatau.

Kehadiran praktisi industri tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk melihat dunia kerja dan dunia profesional dari perspektif yang lebih dekat dengan realitas. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan akademik, tetapi juga diajak memahami bahwa ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah pada akhirnya harus mampu diterjemahkan menjadi kompetensi dan kontribusi nyata.

Dalam konteks tersebut, dunia industri menjadi salah satu ruang pembelajaran yang penting. Perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan fondasi keilmuan, sementara pengalaman dan dinamika industri memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam kehidupan profesional.

Pesan penting yang dapat dibawa mahasiswa dari perjumpaan ini adalah bahwa karier tidak dibangun secara instan. Karier tumbuh dari proses panjang: belajar, berlatih, berani mencoba, membangun karakter, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kompetensi.

796 Mahasiswa, 796 Harapan, 796 Masa Depan

Kehadiran 796 mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara sesungguhnya menghadirkan angka yang jauh lebih besar daripada sekadar jumlah peserta PBAK.

Di balik angka tersebut terdapat 796 harapan keluarga, 796 cita-cita, 796 perjalanan kehidupan, dan 796 peluang untuk melahirkan prestasi baru.

Ada yang kelak menjadi manajer.
Ada yang menjadi akuntan.
Ada yang menjadi banker.
Ada yang menjadi ekonom.
Ada yang menjadi entrepreneur.
Ada yang menjadi akademisi.
Ada pula yang mungkin menjadi pemimpin yang hari ini belum pernah mereka bayangkan.

FEBI ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menemukan jalan terbaiknya.

Karena itu, PBAK menjadi titik awal untuk menanamkan satu kesadaran: masa depan tidak datang begitu saja. Masa depan harus dipersiapkan, diperjuangkan, dan dibangun sejak hari ini.

Dari PBAK Menuju Perjalanan Besar

PBAK FEBI UIN Sumatera Utara akhirnya bukan hanya tentang memperkenalkan gedung, program studi, dosen, organisasi, maupun berbagai fasilitas akademik.

PBAK adalah tentang memperkenalkan sebuah perjalanan.

Perjalanan dari ketidaktahuan menuju pengetahuan.
Dari keraguan menuju keberanian.
Dari potensi menuju prestasi.
Dari mahasiswa baru menuju insan yang siap memberikan kontribusi.

Kepada seluruh mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara Tahun Akademik 2026/2027, selamat datang di rumah akademik yang baru.

Jangan takut bermimpi besar. Jangan lelah belajar. Jangan berhenti mencoba. Jangan kehilangan integritas. Dan jangan pernah lupa bahwa ilmu yang kalian peroleh pada akhirnya harus menemukan jalannya untuk memberi manfaat.

Hari ini kalian mungkin baru mengenakan identitas sebagai mahasiswa.

Namun suatu hari nanti, semoga nama kalian menjadi bagian dari cerita besar FEBI UIN Sumatera Utara—sebagai akademisi, profesional, pengusaha, pemimpin, inovator, dan insan yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat.

Karena perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.

Dan bagi 796 mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara, langkah itu dimulai hari ini.

Selamat datang, generasi baru FEBI UIN Sumatera Utara.

Belajar dengan ilmu.
Bertumbuh dengan karakter.
Berprestasi dengan integritas.
Berkarya untuk negeri.
Dan melangkah menuju masa depan dengan membawa keberkahan.

FEBI UIN Sumatera Utara — Berkah Luar Biasa.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

For Global Impact: FEBI UIN Sumatera Utara dan Universiti Utara Malaysia Bersinergi Membangun Masa Depan Pendidikan Berdaya Saing Internasional

Medan, 21 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan langkah nyata menuju internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertemuan dan kolaborasi akademik bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangkaian kegiatan “Sharing Session FEBI UIN Sumatera Utara Medan × UUM” dan International Visiting Student Program yang berlangsung di Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara, 21 Agustus 2026.

Pertemuan internasional ini menjadi momentum istimewa bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperluas jejaring akademik, mempertemukan perspektif lintas negara, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sivitas akademika Indonesia dan Malaysia. Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa batas geografis tidak boleh menjadi batas bagi pertukaran ilmu, gagasan, pengalaman, dan semangat membangun generasi masa depan.

Mengusung semangat “FEBI UIN Sumatera Utara Medan for Global Impact”, rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan suasana akademik yang hangat, dialogis, dan penuh semangat kolaborasi. Sharing Session menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola akademik, serta berbagai peluang kerja sama internasional.

Sementara itu, International Visiting Student Program memberikan warna yang lebih luas terhadap upaya internasionalisasi FEBI UIN Sumatera Utara. Kehadiran mahasiswa dan akademisi dalam lingkungan akademik yang berbeda membuka kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, pendekatan pembelajaran, serta perspektif keilmuan yang lebih beragam.

Dari Medan dan Malaysia, Menyatukan Gagasan untuk Dampak Global

Pertemuan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM membawa pesan penting bahwa perguruan tinggi pada era global tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Kampus harus mampu menjadi ruang perjumpaan berbagai gagasan, laboratorium inovasi, sekaligus jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi internasional menjadi salah satu jalan strategis untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami dunia dari buku dan ruang kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik internasional.

Dari sinilah semangat global impact menemukan maknanya. Global impact bukan sekadar tentang seberapa jauh sebuah institusi dikenal di luar negeri, tetapi tentang seberapa besar ilmu, penelitian, inovasi, dan sumber daya manusia yang dihasilkan kampus mampu memberikan manfaat melampaui batas institusi dan negara.

Rektor: Internasionalisasi Harus Melahirkan Manfaat, Bukan Sekadar Seremonial

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi atas terbangunnya ruang kolaborasi antara FEBI UIN Sumatera Utara dan Universiti Utara Malaysia.

Dalam semangat penguatan internasionalisasi perguruan tinggi, Rektor menekankan bahwa kerja sama internasional harus diarahkan pada terciptanya manfaat akademik yang nyata dan berkelanjutan.

“Kolaborasi internasional bukan sekadar tentang mempertemukan dua institusi, tetapi tentang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan. Kita ingin mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki wawasan yang luas, mampu memahami perbedaan, dan memiliki kepercayaan diri untuk berdialog dengan dunia.”

Menurutnya, perjumpaan dengan institusi internasional harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi yang mampu mengambil peran dalam lingkungan global.

“Dunia yang semakin terbuka membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap kerja sama internasional harus kita arahkan agar memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat.”

Dekan FEBI: Membuka Jendela Dunia dari Kampus

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut hangat pertemuan bersama UUM sebagai bagian dari perjalanan FEBI dalam memperkuat posisi sebagai fakultas yang terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan global.

Menurutnya, internasionalisasi bukanlah sekadar label, melainkan proses membangun budaya akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen belajar dari dunia sekaligus menghadirkan kontribusi dari Indonesia untuk dunia.

“Ketika kita membuka pintu kolaborasi dengan institusi internasional, sesungguhnya kita sedang membuka jendela bagi mahasiswa untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara dan bahwa setiap perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan untuk saling belajar.”

Prof. Syukri juga menegaskan bahwa FEBI ingin menjadikan kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas kelembagaan.

“Kita tidak ingin internasionalisasi berhenti pada pertemuan. Kita ingin dari setiap perjumpaan lahir program, dari setiap dialog lahir gagasan, dan dari setiap gagasan lahir karya yang memberikan dampak. Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.”

Wakil Dekan I: Menguatkan Akademik Melalui Pertukaran Perspektif

Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. menempatkan kolaborasi dengan UUM sebagai kesempatan strategis untuk memperluas cakrawala akademik sivitas fakultas.

Pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan diharapkan mampu memperkaya pendekatan pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya inovasi akademik.

“Pertukaran akademik membuat kita menyadari bahwa setiap institusi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat dipelajari. Karena itu, kolaborasi dengan UUM harus menjadi ruang untuk saling menguatkan dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan.”

Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari kerja sama tersebut.

“Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk melihat dunia secara lebih luas. Ketika mereka bertemu dengan mahasiswa dari negara lain, mereka bukan hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga belajar tentang komunikasi, toleransi, budaya, dan cara melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.”

Wakil Dekan II: Kolaborasi Harus Diperkuat dengan Tata Kelola yang Berkelanjutan

Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. menegaskan pentingnya membangun fondasi kerja sama yang kuat agar kolaborasi internasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, hubungan antar-institusi harus diarahkan pada program yang memiliki kesinambungan dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama yang baik bukan hanya tentang bertemu hari ini, tetapi tentang bagaimana pertemuan hari ini menjadi awal dari kerja-kerja bersama di masa depan. Kita harus membangun kolaborasi yang terencana, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.”

Ia berharap kerja sama dengan UUM dapat berkembang ke berbagai bidang, termasuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program mahasiswa internasional.

Wakil Dekan III: Mahasiswa Harus Menjadi Wajah Internasionalisasi FEBI

Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag. menekankan bahwa mahasiswa merupakan aktor utama dalam keberhasilan internasionalisasi kampus.

Menurutnya, program seperti International Visiting Student Program harus dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun keberanian, jejaring, dan pengalaman global.

“Mahasiswa hari ini adalah warga dunia. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan keberanian untuk berinteraksi, berdialog, dan berkolaborasi dengan siapa pun. Jangan sampai mahasiswa kita hanya menjadi penonton ketika dunia bergerak begitu cepat.”

Ia juga mengajak mahasiswa FEBI untuk menjadikan setiap kesempatan internasional sebagai proses pembentukan diri.

“Datanglah untuk belajar, pulanglah membawa pengalaman, lalu ubahlah pengalaman itu menjadi kontribusi. Itulah makna internasionalisasi yang sesungguhnya.”

Kepala Tata Usaha FEBI: Kolaborasi Besar Memerlukan Dukungan Ekosistem

Kepala Tata Usaha FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Bambang Lesmono, M.E., turut memberikan perhatian terhadap pentingnya dukungan kelembagaan dalam memastikan program-program internasional dapat terlaksana secara efektif.

Menurutnya, internasionalisasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur fakultas, bukan hanya unsur akademik.

“Di balik setiap kegiatan akademik yang berhasil, terdapat ekosistem kerja yang saling mendukung. Internasionalisasi membutuhkan kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra. Ketika seluruh unsur bergerak dalam satu visi, maka program yang sederhana sekalipun dapat berkembang menjadi sesuatu yang berdampak besar.”

Ia berharap hubungan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM dapat terus berkembang melalui program-program yang lebih konkret.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari semakin banyak pintu kerja sama yang terbuka. Kita ingin membangun hubungan yang bukan hanya baik secara kelembagaan, tetapi juga dekat secara akademik dan memberikan manfaat bagi generasi muda.”

UUM: Kolaborasi adalah Jembatan untuk Saling Belajar

Dari pihak Universiti Utara Malaysia, Dr. Syazwani binti Mahsal Khan menyampaikan apresiasi atas sambutan dan ruang kolaborasi yang dibangun bersama FEBI UIN Sumatera Utara.

Menurutnya, hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena keduanya memiliki kedekatan budaya sekaligus kekayaan pengalaman akademik yang dapat saling melengkapi.

“Universities should not only be places where knowledge is transferred, but also places where people, cultures and ideas meet. Through collaboration, we learn from each other, understand each other better and create opportunities that may not be possible when we work alone.”

Ia memandang program pertukaran mahasiswa dan sharing session sebagai langkah penting dalam membangun generasi muda yang memiliki perspektif global.

“When students meet across borders, they do not only exchange academic knowledge. They exchange experiences, values, cultures and dreams. That experience can shape them into more confident and open-minded global citizens.”

Dr. Syazwani berharap hubungan antara UUM dan FEBI UIN Sumatera Utara tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.

“We hope this is not just a visit, but the beginning of a meaningful and sustainable partnership. Let us continue to build bridges, create opportunities and generate impact together.”

Ketika Pertemuan Menjadi Jembatan, dan Kolaborasi Menjadi Gerakan

Rangkaian Sharing Session dan International Visiting Student Program FEBI UIN Sumatera Utara bersama UUM pada akhirnya menghadirkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar agenda akademik.

Ia menjadi perjumpaan dua lingkungan akademik yang sama-sama percaya bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia, membuka cakrawala, dan menciptakan masa depan.

Ada ilmu yang dipertukarkan. Ada pengalaman yang dibagikan. Ada budaya yang dikenalkan. Ada jejaring yang dibangun. Dan yang paling penting, ada semangat untuk tumbuh bersama.

Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, langkah ini merupakan bagian dari perjalanan menuju fakultas yang semakin terbuka, adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya jangkau internasional. Sementara bagi mahasiswa, perjumpaan ini adalah kesempatan untuk memahami bahwa dunia yang akan mereka masuki setelah lulus jauh lebih luas daripada ruang kelas dan batas geografis.

Dari Medan menuju Malaysia. Dari ruang akademik menuju jejaring global. Dari pertemuan menuju kolaborasi. Dan dari kolaborasi menuju dampak.

Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.

Semoga pertemuan dengan Universiti Utara Malaysia menjadi awal dari semakin banyak kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai inovasi akademik lainnya.

Semoga setiap langkah internasionalisasi yang dibangun hari ini menjadi investasi ilmu bagi generasi masa depan—generasi yang tidak kehilangan akar nilai dan identitasnya, tetapi pada saat yang sama mampu berdiri percaya diri di tengah masyarakat global.

Karena kampus yang besar bukan hanya kampus yang memiliki gedung dan reputasi, melainkan kampus yang mampu membuka pintu bagi dunia, menyambut perbedaan dengan pikiran terbuka, dan mengubah kolaborasi menjadi manfaat nyata bagi kemanusiaan.

FEBI UIN Sumatera Utara terus melangkah. Bukan sekadar untuk dikenal dunia, tetapi untuk memberikan dampak kepada dunia.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Mahasiswa Prodi Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara Ukir Prestasi di KEYS Malaysia 2026, Raih Medali Emas dan Perunggu

Medan, 20 Agustus 2026 – Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil mengharumkan nama UIN Sumatera Utara di kancah internasional melalui ajang Kuala Lumpur Entrepreneur Youth Summit (KEYS) Malaysia 2026.

Dalam kompetisi tersebut, dua mahasiswa perwakilan Program Studi Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara berhasil menunjukkan kualitas, kreativitas, keberanian, dan kemampuan intelektual yang membanggakan melalui Presentasi Essay. Prestasi yang berhasil diraih adalah Medali Emas oleh Bunga Amirah dan Medali Perunggu oleh Muhammad Aidil Fitri.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara tidak hanya memiliki kapasitas akademik di ruang kelas, tetapi juga mampu membawa gagasan, kreativitas, dan semangat inovasi ke panggung kompetisi internasional. Di tengah persaingan yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang, keberhasilan tersebut menjadi representasi bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global.

Lebih dari sekadar medali, keberhasilan Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri memiliki makna yang jauh lebih besar. Prestasi tersebut merupakan buah dari keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam mempersiapkan diri, kemampuan mengolah gagasan, serta ketekunan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Dekan FEBI: Prestasi Mahasiswa adalah Wajah Keunggulan Kampus

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian yang diraih mahasiswa Program Studi Manajemen tersebut.

Menurutnya, prestasi mahasiswa di tingkat internasional merupakan bagian penting dari ikhtiar FEBI dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan daya saing global.

“Setiap medali yang diraih mahasiswa bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga membawa nama besar almamater. Ketika mahasiswa berani tampil di panggung internasional, sesungguhnya mereka sedang menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus dapat diubah menjadi gagasan, keberanian, dan karya yang memiliki nilai di tengah masyarakat global.”

Prof. Syukri juga berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian personal.

“Jadikan prestasi ini bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Medali boleh menjadi kebanggaan hari ini, tetapi kontribusi, integritas, dan kebermanfaatan harus menjadi warisan yang terus dibawa hingga masa depan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara yang berani bermimpi besar, berani tampil, dan berani membawa nama Indonesia ke panggung dunia.”

Rektor: Kampus Harus Melahirkan Generasi yang Berani Menembus Batas

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari wajah UIN Sumatera Utara sebagai institusi pendidikan yang terus mendorong mahasiswa untuk berkembang melampaui batas-batas ruang kelas.

“Prestasi mahasiswa di tingkat internasional adalah kabar baik bagi kampus dan sekaligus kabar baik bagi masa depan bangsa. Dunia hari ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkompetisi, kemampuan berkolaborasi, serta keyakinan bahwa gagasan mereka mampu memberikan perubahan.”

Rektor juga berharap pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Jangan pernah merasa bahwa panggung dunia terlalu jauh bagi mahasiswa Indonesia. Selama ada ilmu, kerja keras, doa, dan keberanian untuk mencoba, selalu ada jalan untuk membawa nama UIN Sumatera Utara semakin dikenal dan dihormati. Teruslah berprestasi, tetapi jangan lupa bahwa prestasi terbaik adalah ketika ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.”

Bunga Amirah: Medali Emas adalah Amanah untuk Terus Belajar

Peraih Medali Emas Presentasi Essay, Bunga Amirah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk membawa nama Program Studi Manajemen dan UIN Sumatera Utara dalam ajang KEYS Malaysia 2026.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan dan hasil yang diberikan Allah SWT. Medali ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap proses, latihan, rasa gugup, dan kerja keras memiliki arti. Saya belajar bahwa ketika kita berani membawa gagasan dan memberikan yang terbaik, kita bisa menemukan kemampuan dalam diri yang sebelumnya mungkin belum kita sadari.”

Bunga berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak takut mencoba.

“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman mahasiswa untuk terus berani mengikuti kompetisi. Jangan takut kalah sebelum mencoba. Karena terkadang, kemenangan terbesar bukan hanya ketika mendapatkan medali, tetapi ketika kita berani keluar dari zona nyaman dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.”

Muhammad Aidil Fitri: Perunggu yang Menjadi Langkah Menuju Prestasi Lebih Besar

Sementara itu, Muhammad Aidil Fitri, peraih Medali Perunggu Presentasi Essay, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti KEYS Malaysia 2026 memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian, persiapan, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Bagi saya, medali perunggu bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah proses pembelajaran. Bertemu dengan peserta lain, menyampaikan gagasan, menerima tantangan, dan berkompetisi di lingkungan internasional membuat saya semakin memahami bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan.”

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Saya ingin menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan mencoba kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga ke depan saya dapat memberikan prestasi yang lebih baik dan kembali membawa nama UIN Sumatera Utara dalam kompetisi yang lebih luas.”

Dari Medan untuk Dunia

Prestasi Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri di KEYS Malaysia 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang FEBI UIN Sumatera Utara dalam membangun mahasiswa yang unggul, berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing global.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tentang memperoleh gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu membentuk keberanian untuk mengambil peran, menyampaikan gagasan, menciptakan solusi, dan menghadirkan kontribusi.

Dua medali yang dibawa pulang dari Malaysia menjadi simbol bahwa dari ruang-ruang akademik di UIN Sumatera Utara, gagasan mahasiswa dapat melangkah jauh hingga panggung internasional.

Semoga capaian ini menjadi awal dari semakin banyak prestasi berikutnya. Semoga Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri terus bertumbuh, tidak berhenti pada pencapaian hari ini, dan mampu menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Sebab pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri di podium, tetapi tentang seberapa besar ia mampu membawa nama baik almamater, menginspirasi sesama, dan menggunakan ilmunya untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.

Selamat dan sukses kepada Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri. Teruslah melangkah, teruslah berkarya, dan teruslah membawa nama UIN Sumatera Utara menuju panggung-panggung prestasi dunia.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

FEBI UIN Sumatera Utara Perkuat Career Center Berstandar Unggul melalui Kolaborasi Industri: Menyiapkan Lulusan Adaptif, Profesional, dan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Medan, 31 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas lulusan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi strategis. Salah satunya dengan menyelenggarakan Workshop Career Center bertajuk “Kolaborasi Industri: Mengupas Standar Layanan Pusat Karier Unggulan”, sebagai ikhtiar memperkuat peran Career Center dalam menjembatani mahasiswa dan alumni menuju dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperkuat ekosistem pengembangan karier yang tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga membangun budaya profesionalisme, peningkatan kompetensi, jejaring industri, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.

Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag., yang hadir mewakili Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan Career Center merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, karakter, serta kesiapan memasuki dunia profesional.

Menyampaikan pesan Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dr. Marliyah menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak berhenti pada saat mahasiswa diwisuda, tetapi ketika para alumninya mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, dunia usaha, dunia industri, maupun sektor pemerintahan. Career Center harus menjadi ruang strategis yang menghubungkan potensi mahasiswa dengan peluang masa depan. Di sinilah kolaborasi dengan industri menjadi kunci, sehingga lulusan FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, memimpin perubahan, dan menjadi solusi bagi berbagai tantangan bangsa.”

Beliau menambahkan bahwa sinergi antara kampus dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global.

Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengelolaan pusat karier di perguruan tinggi, yaitu Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., Ketua Career Development & Alumni Centre (CDAC) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom.Manager Tracer Study, Hubungan Kealumnian dan Pengembangan Karir Universitas Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Career Center modern harus bertransformasi menjadi pusat pengembangan talenta yang mampu mengintegrasikan layanan karier, penguatan kompetensi, jejaring alumni, hingga kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Career Center bukan lagi sekadar tempat menyampaikan informasi lowongan pekerjaan. Ia harus menjadi pusat pembinaan talenta, ruang pengembangan kompetensi, sekaligus ekosistem yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai peluang karier. Perguruan tinggi yang unggul adalah perguruan tinggi yang mampu mengantarkan lulusannya menemukan masa depan terbaiknya.”

Sementara itu, Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya data dan evaluasi berkelanjutan melalui tracer study sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan tinggi.

“Tracer study bukan hanya mengukur di mana alumni bekerja, tetapi menjadi cermin bagi perguruan tinggi untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta efektivitas layanan pengembangan karier. Semakin baik kita memahami perjalanan alumni, semakin tepat pula strategi yang dapat disusun untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang terus berubah.”

Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif mengenai strategi membangun Career Center yang profesional, penguatan layanan bimbingan karier, pengembangan soft skills, optimalisasi jejaring alumni, penyelenggaraan tracer study, hingga membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Antusiasme peserta mencerminkan besarnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya transformasi layanan karier sebagai bagian integral dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik yang dibagikan dalam forum ini menjadi bekal berharga dalam menyusun strategi pengembangan Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang lebih inovatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga siap berkarya, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Semoga langkah ini menjadi awal lahirnya Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak luas; menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi mahasiswa dengan peluang masa depan, mempertemukan kompetensi dengan kebutuhan industri, serta melahirkan generasi lulusan yang tidak hanya sukses membangun karier, tetapi juga menghadirkan manfaat, inovasi, dan keberkahan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Studia Economica Raih Akreditasi SINTA 4: Tonggak Baru Keunggulan Publikasi Ilmiah FEBI UIN Sumatera Utara di Tingkat Nasional

Medan, 29 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali hadir dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jurnal ilmiah Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam, yang dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, berhasil meningkatkan peringkat akreditasinya dari SINTA 5 menjadi SINTA 4 berdasarkan hasil re-akreditasi jurnal ilmiah nasional.

Pencapaian ini bukan sekadar kenaikan angka dalam sistem akreditasi, melainkan menjadi bukti nyata bahwa budaya akademik, kualitas penelitian, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara terus mengalami kemajuan yang signifikan. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas posisi FEBI sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong lahirnya publikasi ilmiah berkualitas dan berdaya saing nasional.

Keberhasilan Studia Economica juga menjadi bagian dari capaian besar UIN Sumatera Utara melalui Rumah Jurnal yang berhasil mengantarkan lima jurnal meraih predikat SINTA 4, baik melalui akreditasi baru maupun peningkatan peringkat. Capaian kolektif ini menjadi cerminan bahwa semangat kolaborasi, profesionalisme, dan budaya mutu telah tumbuh kuat di lingkungan universitas.

Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, peningkatan akreditasi Studia Economica memiliki makna yang sangat strategis. Sebagai jurnal yang berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi Islam, Studia Economica telah menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, hingga praktisi dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang inovatif dan relevan terhadap perkembangan ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa tata kelola jurnal telah berjalan semakin profesional, mulai dari proses editorial, sistem penelaahan ilmiah (peer review), kualitas artikel, hingga konsistensi penerbitan yang memenuhi standar akreditasi nasional.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. Menurut beliau, peningkatan kualitas jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari transformasi perguruan tinggi menuju universitas riset yang unggul dan berdaya saing.

“Jurnal ilmiah adalah wajah intelektual sebuah perguruan tinggi. Ketika kualitas jurnal terus meningkat, sesungguhnya yang sedang tumbuh adalah tradisi berpikir ilmiah, budaya meneliti, dan semangat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UIN Sumatera Utara untuk terus melahirkan publikasi yang berkualitas, bereputasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.”

Senada dengan hal tersebut, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa peningkatan akreditasi Studia Economica merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim pengelola jurnal, dosen, reviewer, editor, penulis, serta dukungan penuh institusi dalam membangun ekosistem akademik yang sehat.

“Kami meyakini bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar memenuhi indikator kinerja, tetapi merupakan bentuk pengabdian intelektual kepada masyarakat. Setiap artikel yang diterbitkan adalah gagasan yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Kenaikan peringkat Studia Economica menjadi SINTA 4 adalah amanah untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga integritas akademik, dan menghadirkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat luas bagi bangsa dan dunia.”

Beliau juga berharap pencapaian ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih tinggi.

“Prestasi ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan budaya mutu yang terus dibangun, insya Allah Studia Economica akan terus berkembang hingga mampu menembus peringkat akreditasi yang lebih tinggi serta menjadi salah satu jurnal ekonomi syariah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.”

Keberhasilan ini menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika FEBI UIN Sumatera Utara untuk semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperkuat jejaring penelitian, dan memperluas kontribusi keilmuan bagi pembangunan bangsa.

Lebih dari sekadar sebuah capaian administratif, peningkatan akreditasi Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam merupakan simbol tumbuhnya budaya akademik yang unggul, budaya riset yang berkelanjutan, dan komitmen bersama dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan, solutif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan pengelola jurnal di lingkungan UIN Sumatera Utara untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjaga marwah akademik melalui publikasi ilmiah yang berkualitas. Dari kampus, lahir gagasan. Dari penelitian, tumbuh solusi. Dan dari karya ilmiah, tercipta kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara Borong Prestasi di Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026: Bukti Nyata Lahirnya Generasi Ekonomi Syariah Berdaya Saing dan Menginspirasi

Medan, 14 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ukhuwah Islamiyah Ekonomi (UIE) UIN Sumatera Utara berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) FoSSEI Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya unggul dalam proses akademik di ruang kuliah, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta semangat kolaborasi di tingkat regional. Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi UIN Sumatera Utara sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan generasi ekonomi syariah yang kompetitif, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat.

Dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara tersebut, delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara berhasil membawa pulang berbagai penghargaan membanggakan, yaitu:

🏆 Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam

  • Hendestri Br. Sembiring (Program Studi Manajemen)
  • Pathul Arjaq (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)

🏆 Juara III Lomba Business Plan

  • Witri Sintia Amanda (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Salwa Azzahra (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Najla Mardiyah Lubis (Program Studi Akuntansi Syariah)

🏆 Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah

  • Asri Amaliyah (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Dina Ariyanti (Program Studi Ekonomi Islam)
  • Amri Perwira Siregar (Program Studi Ekonomi Islam)

🏆 Juara II Lomba Video Kreatif

  • Tessa Fadilla (Program Studi Manajemen)
  • Siti Fahirah Sihotang (Program Studi Akuntansi Syariah)
  • Nur Eliza Siregar (Program Studi Perbankan Syariah)

🌟 Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

  • Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)

Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui budaya belajar, diskusi ilmiah, latihan yang berkesinambungan, serta semangat kolaborasi yang kuat di lingkungan KSEI UIE UIN Sumatera Utara. Di balik setiap piala yang diraih, terdapat kerja keras, ketekunan, doa, dan komitmen seluruh delegasi untuk membawa nama baik almamater ke tingkat yang lebih tinggi.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian luar biasa yang diraih para mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk bersaing, berkolaborasi, dan menjadi inspirasi di tingkat regional maupun nasional. Kami percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari proses pembentukan karakter, integritas, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Teruslah berkarya, karena setiap prestasi hari ini adalah pijakan menuju pengabdian yang lebih besar di masa depan.”

Sementara itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara pembinaan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan semangat mahasiswa untuk terus mengembangkan diri.

“Kami meyakini bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari ketekunan, kejujuran, disiplin, dan keberanian untuk terus bertumbuh. KSEI UIE telah membuktikan bahwa mahasiswa FEBI mampu menjadi duta intelektual ekonomi syariah yang membawa nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme dalam setiap kompetisi. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta mengabdikan ilmu bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.”

Beliau juga berharap agar budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara, sehingga semakin banyak mahasiswa yang mampu mengharumkan nama fakultas dan universitas di berbagai ajang ilmiah, nasional maupun internasional.

Keberhasilan delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 menjadi simbol bahwa semangat belajar, keberanian berkompetisi, dan kolaborasi yang kuat akan selalu melahirkan prestasi yang membanggakan. Lebih dari sekadar memenangkan perlombaan, para mahasiswa telah menunjukkan bahwa generasi muda ekonomi syariah mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif berkarya, serta berani tampil di berbagai forum ilmiah. Dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, mahasiswa tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban ekonomi syariah yang maju, inklusif, dan berkeadilan.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Delegasi KSEI UIE FEBI UINSU Raih Lima Prestasi Bergengsi pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

Lhokseumawe – Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universal Islamic Economics (UIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh. Dalam kompetisi tingkat regional tersebut, delegasi FEBI UINSU berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai cabang perlombaan.

Temilreg FoSSEI Sumbagut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kapasitas akademik, kepemimpinan, riset, inovasi, serta memperkuat jaringan antarmahasiswa ekonomi Islam.

Pada penyelenggaraan Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026, delegasi KSEI UIE FEBI UINSU berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih sejumlah prestasi, yaitu:

Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam

  • Dela Sriyani
  • Hendestri Br. Sembiring
  • Pathul Arjak

Juara III Lomba Business Plan

  • Witri Shintia Amanda
  • Najla Mardhiyah Lubis
  • Salwa Azzahra

Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah

  • Asri Amaliyah
  • Dina Ariyanti
  • Amri Perwira Siregar

Juara II Lomba Video Kreatif

  • Nur Eliza Siregar
  • Tessa Fadilla
  • Siti Fahirah Sihotang

Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026

  • Dela Sriyani

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan, kerja keras, disiplin, serta semangat kolaborasi para mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi. Prestasi yang diraih juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan fakultas, dosen pembimbing, alumni, serta seluruh civitas akademika FEBI UINSU yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi.

Capaian ini semakin memperkuat posisi FEBI UINSU sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam riset, inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui organisasi kemahasiswaan seperti KSEI UIE UINSU, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, penyusunan karya ilmiah, hingga penyelesaian persoalan ekonomi syariah secara komprehensif.

Prestasi yang diraih pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FEBI UINSU untuk terus meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti kompetisi ilmiah, serta membawa nama baik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

FEBI UINSU berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Mahasiswi Perbankan Syariah FEBI UINSU Raih Juara Harapan II Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah 2026

Medan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Mahasiswi Perbankan Syariah, Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit, berhasil meraih Juara Harapan II pada ajang Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Kompetisi Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah merupakan salah satu program edukasi Bank Indonesia yang bertujuan membentuk generasi muda sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah. Melalui program ini, peserta didorong untuk memahami fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan negara, serta pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional.

Keberhasilan yang diraih Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UINSU memiliki kompetensi, dedikasi, serta semangat untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan yang berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan di masyarakat.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU, yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat regional maupun nasional. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan edukasi publik, serta berperan aktif dalam mendukung program-program strategis di bidang ekonomi dan keuangan.

Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEBI UINSU menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang.

“Prestasi yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, semangat belajar, serta komitmen yang tinggi. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih besar sekaligus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik Program Studi Perbankan Syariah, FEBI UINSU, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,” ujarnya.

Melalui prestasi ini, FEBI UINSU kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan Indonesia. Keberhasilan mahasiswa dalam ajang Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah 2026 diharapkan semakin memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor literasi keuangan dan duta kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa

FEBI UINSU Apresiasi Capaian UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Medan – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan UINSU meraih peringkat 1001–1500 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya reputasi UINSU di tingkat internasional sekaligus mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdasarkan hasil pemeringkatan yang diumumkan oleh Times Higher Education, UINSU juga berhasil menempati peringkat ke-56 nasional serta berada di peringkat ke-3 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan hasil pemeringkatan tahun sebelumnya.

Menanggapi prestasi tersebut, Prof. Syukri Albani menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kerja keras seluruh sivitas akademika UINSU yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing universitas.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat atas capaian luar biasa yang diraih UINSU dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Prestasi ini merupakan hasil dari kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang unggul serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan menuju universitas yang semakin bereputasi di tingkat internasional,” ujar Prof. Syukri Albani.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar peningkatan peringkat, tetapi juga menjadi indikator bahwa berbagai program strategis yang dijalankan UINSU telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh fakultas di lingkungan UINSU diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas institusi.

Prof. Syukri Albani juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pemeringkatan, termasuk Dr. Muhammad Irwan Padli Nasution, S.T., M.M., M.Kom., yang merupakan Ketua World University Rankings (WUR) UINSU Medan dan juga dosen Program Studi Manajemen FEBI UINSU Medan, yang turut berkontribusi dalam penguatan pemeringkatan universitas.

“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk dosen-dosen FEBI yang ikut berperan aktif dalam mendukung peningkatan reputasi universitas. Kami merasa bangga karena salah satu dosen terbaik FEBI turut mengambil bagian dalam proses yang menghasilkan prestasi membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berprestasi,” tambahnya.

Sebagai salah satu fakultas terbesar di UINSU, FEBI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis universitas melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, publikasi ilmiah, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap peningkatan reputasi UINSU pada berbagai pemeringkatan dunia.

Keberhasilan UINSU menembus kelompok peringkat 1001–1500 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperkuat budaya mutu, inovasi, dan kolaborasi. Dengan semangat kebersamaan, UINSU optimistis mampu terus meningkatkan daya saing global serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan bangsa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Membentuk Pemimpin Industri Keuangan Syariah Masa Depan: Studium Generale Perbankan Syariah FEBI UIN Sumatera Utara Hadirkan Tokoh Nasional dan Dialog Inspiratif

Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada kebutuhan zaman melalui penyelenggaraan Studium Generale Program Studi Perbankan Syariah yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Aula Lantai 4 Pascasarjana Kampus I UIN Sumatera Utara, Jalan IAIN, Gaharu, Medan Timur.

Mengusung semangat penguatan wawasan akademik dan profesionalisme di bidang keuangan syariah, kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Turut memberikan sambutan dan penguatan akademik Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A.

Lebih dari sekadar kuliah umum, Studium Generale ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan pemikiran strategis, pengalaman praktis, serta semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu membawa ekonomi dan perbankan syariah Indonesia menuju panggung global.

Suasana kegiatan berlangsung sangat hidup dan interaktif. Sejak awal acara, antusiasme mahasiswa memenuhi ruangan dengan semangat berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, menyampaikan gagasan, hingga berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan industri perbankan syariah di era digital, transformasi ekonomi nasional, perkembangan keuangan halal dunia, serta peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Berbagai pertanyaan yang muncul tidak hanya mencerminkan rasa ingin tahu mahasiswa, tetapi juga menunjukkan lahirnya generasi intelektual yang memiliki keberanian berpikir, kemampuan menganalisis persoalan, dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ekonomi syariah. Dialog yang berlangsung hangat tersebut menjadi bukti bahwa ruang akademik sejatinya bukan hanya tempat mentransfer ilmu, melainkan juga tempat menumbuhkan cara berpikir visioner, kritis, dan solutif.

Dalam paparannya, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun karakter kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

“Masa depan ekonomi syariah tidak ditentukan oleh besarnya aset atau teknologi semata, melainkan oleh kualitas manusianya. Jadilah generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Dunia tidak membutuhkan lulusan biasa, tetapi pemimpin yang mampu mengubah peradaban dengan nilai, kompetensi, dan akhlak.”

Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah harus memiliki keberanian untuk menjadi inovator, bukan sekadar mengikuti perubahan.

“Jika hari ini kalian hanya belajar untuk lulus, maka masa depan akan dikuasai orang lain. Tetapi jika hari ini kalian belajar untuk menciptakan perubahan, maka kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin ekonomi syariah Indonesia dan dunia.”

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual.

“Universitas tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia yang mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan harus melahirkan kebermanfaatan. Itulah hakikat pendidikan Islam yang sesungguhnya.”

Beliau berharap setiap mahasiswa mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama.

“Jangan pernah berhenti belajar, karena masa depan selalu berpihak kepada mereka yang terus bertumbuh. Jadilah generasi yang membawa cahaya ilmu, menghadirkan solusi, dan menginspirasi lingkungan di mana pun berada.”

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa transformasi ekonomi syariah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Mahasiswa FEBI tidak boleh puas hanya menjadi pencari pekerjaan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pencipta solusi, penggerak ekonomi, peneliti, inovator, dan pemimpin yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ekonomi syariah bukan sekadar disiplin ilmu, tetapi jalan membangun peradaban yang adil, berkeadaban, dan bermartabat.”

Beliau juga menekankan bahwa setiap ruang belajar merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Setiap ilmu yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk menyelesaikan persoalan umat di masa depan. Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena perubahan besar selalu lahir dari ruang-ruang ilmu yang dipenuhi semangat, kejujuran, dan ketekunan.”

Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A., menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan bagian dari strategi penguatan mutu akademik sekaligus jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan dinamika industri yang terus berkembang.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu membaca arah perubahan dunia. Perbankan syariah berkembang sangat cepat, sehingga lulusan harus memiliki kompetensi global, kemampuan adaptasi, literasi digital, serta karakter kepemimpinan yang kuat.”

Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan setiap kesempatan belajar sebagai momentum membangun masa depan.

“Setiap pertanyaan yang kalian ajukan hari ini adalah awal dari lahirnya gagasan besar di masa depan. Jangan pernah takut berpikir kritis, karena dari keberanian bertanya akan lahir inovasi yang mampu mengubah dunia.”

Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki semangat belajar yang tinggi serta kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi industri keuangan syariah. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, inklusi keuangan syariah, penguatan literasi halal, hingga peluang karier dan kepemimpinan di sektor ekonomi Islam.

Melalui Studium Generale ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Kehadiran tokoh nasional dalam ruang akademik menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “Berkah Luar Biasa”, Studium Generale Perbankan Syariah menjadi lebih dari sekadar forum ilmiah. Ia menjadi ruang lahirnya inspirasi, tumbuhnya optimisme, dan menguatnya tekad bersama untuk melahirkan generasi pemimpin ekonomi syariah yang berintegritas, inovatif, berdaya saing global, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.