JAKARTA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di kancah nasional. Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) FEBI UIN Sumatera Utara secara resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Nasional untuk predikat “GI BEI Teraktif Kategori Efektivitas Edukasi”.
Pengumuman dan penganugerahan penghargaan bergengsi ini diselenggarakan di Gedung BEI Jakarta pada hari Kamis, 5 November 2026, yang bertepatan dengan rangkaian acara perhelatan akbar pasar modal tahunan, Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2026. Bukti pencapaian gemilang tersebut tertuang nyata pada layar penganugerahan (seperti yang didokumentasikan pada fail 1000793477.png), di mana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara menempati posisi puncak dan berhak atas medali emas di kategorinya.
Hadir secara langsung ke Jakarta untuk mewakili kampus dan menerima penghargaan ini adalah Dosen Pembina GI BEI UIN Sumatera Utara, Ibu Purnama Ramadani Silalahi, yang didampingi oleh Presiden Direktur GI BEI UIN Sumatera Utara periode 2025/2026, Ardhi Sahjaya.
Prosesi penyerahan apresiasi berlangsung dengan meriah di panggung utama acara CMSE 2026 (merujuk pada dokumentasi 1000793467.jpg). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur Pengembangan BEI, Bapak Iding Pardi. Berdasarkan dokumentasi panggung, perwakilan UIN Sumatera Utara menerima piala penghargaan beserta simbolis hadiah pembinaan.
Keberhasilan luar biasa ini merupakan bentuk pengakuan dari otoritas bursa atas dedikasi dan konsistensi seluruh tim pengurus GI BEI UIN Sumatera Utara dalam merancang serta menjalankan program edukasi pasar modal. Pendekatan dan kurikulum sosialisasi investasi yang dijalankan dinilai sangat efektif (terbukti dari gelar efektivitas edukasi yang diraih) dalam mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi para mahasiswa dan investor pemula di lingkungan akademis.
Dengan diraihnya penghargaan tingkat nasional ini, diharapkan GI BEI FEBI UIN Sumatera Utara terus menjadi motor penggerak literasi keuangan syariah dan konvensional, serta terus mencetak generasi investor muda yang cerdas, kritis, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pasar modal di Indonesia.
262 peserta dari 63 perguruan tinggi berkumpul di Medan. Kongres melahirkan AFEBI Research Institute, meluncurkan sembilan Policy Brief strategis, serta memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, dan dunia usaha untuk menjawab tantangan ekonomi nasional.
Medan, 07 November 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres XIV Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) Tahun 2026. Berlangsung pada 4–7 November 2026 di LePolonia Hotel & Convention Medan, kegiatan ini mempertemukan para pimpinan fakultas, akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku dunia usaha, serta mitra pendidikan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.
Mengangkat tema “Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan”, kongres ini tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi. Lebih dari itu, pertemuan nasional tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring keilmuan, dan merumuskan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan ekonomi Indonesia.
Lebih dari 260 peserta dari 63 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Sejumlah agenda penting mewarnai penyelenggaraan kongres, mulai dari forum kebijakan ekonomi, peluncuran lembaga riset, penerbitan rekomendasi kebijakan, pembahasan adopsi kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan akreditasi internasional.
Di antara berbagai agenda tersebut, terdapat satu pesan besar yang mengemuka: perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi penghasil pengetahuan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Medan Menjadi Ruang Pertemuan Gagasan Ekonomi Nasional
Penyelenggaraan Kongres XIV AFEBI di Medan menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara. Kepercayaan yang diberikan kepada fakultas ini sebagai tuan rumah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan ekonomi dan bisnis dalam satu forum berskala nasional.
Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan luasnya ruang kolaborasi yang dapat dibangun melalui AFEBI. Para peserta tidak hanya berasal dari kalangan dekan dan wakil dekan, tetapi juga melibatkan ketua departemen, pimpinan program studi jenjang sarjana hingga doktoral, pengelola penjaminan mutu, dosen, peneliti, serta perwakilan pemerintah dan dunia usaha.
Tema yang diangkat juga memiliki relevansi kuat dengan tantangan pembangunan saat ini. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur melalui angka-angka makro, tetapi perlu dilihat dari sejauh mana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengoptimalkan potensi setiap daerah.
Dalam konteks tersebut, rekonstruksi kebijakan ekonomi menjadi penting agar pembangunan nasional tidak berjalan dengan pendekatan yang seragam. Setiap wilayah memiliki karakteristik, sumber daya, keunggulan, dan persoalan yang membutuhkan pendekatan kebijakan yang tepat.
Karena itu, kongres diarahkan untuk memperkuat sinergi antara:
Pemerintah, dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pembangunan.
Perguruan tinggi, melalui penelitian, kajian ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dunia usaha dan industri, sebagai penggerak aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai bagian penting dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor UIN Sumatera Utara: Perguruan Tinggi Harus Menghadirkan Solusi Nyata
Kongres XIV AFEBI secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam sambutannya, Rektor menyoroti perubahan struktur ekonomi dunia, percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta tuntutan pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan. Berbagai perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui pendekatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, fakultas ekonomi dan bisnis memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik. Perguruan tinggi juga harus menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian, dan solusi konkret bagi berbagai persoalan ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan. Hasil penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi perlu dikembangkan menjadi rekomendasi, inovasi, dan kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.
Rektor juga mengapresiasi peluncuran AFEBI Research Institute sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Bagi UIN Sumatera Utara, penyelenggaraan kongres ini juga menjadi ruang untuk menegaskan peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan ekonomi. Keunggulan keilmuan, nilai-nilai keislaman, inovasi, dan tanggung jawab sosial perlu berjalan beriringan dalam menjawab tantangan pembangunan.
AFEBI Research Institute Diluncurkan, Riset Akademik Didorong Lebih Berdampak
Salah satu agenda paling penting dalam Kongres XIV AFEBI adalah peluncuran AFEBI Research Institute, sebuah lembaga yang diarahkan untuk memperkuat peran riset dan kajian kebijakan di lingkungan AFEBI.
Lembaga ini dipimpin oleh Prof. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah konsolidasi potensi akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi anggota AFEBI dalam menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Melalui lembaga ini, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan demikian, hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri tidak hanya terbangun melalui forum pertemuan, tetapi juga melalui kerja sama riset yang berkelanjutan.
Peluncuran AFEBI Research Institute sekaligus menjadi penanda perluasan orientasi organisasi. Jika selama ini penguatan mutu pendidikan fakultas ekonomi dan bisnis menjadi perhatian utama, kini AFEBI juga mendorong kontribusi yang lebih luas terhadap persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Inilah salah satu arah penting yang ingin dibangun: menjadikan kekuatan akademik sebagai sumber gagasan sekaligus bagian dari solusi pembangunan.
Sembilan Policy Brief dan Outlook Ekonomi 2027 Jadi Kontribusi Strategis
Peluncuran AFEBI Research Institute turut ditandai dengan penerbitan buku seri pertama AFEBI Policy Brief yang memuat sembilan topik strategis.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam publikasi tersebut meliputi:
Hilirisasi industri.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pengembangan industri halal.
Manajemen kebencanaan.
Topik-topik tersebut memperlihatkan luasnya cakupan persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perumusan kebijakan ekonomi. Mulai dari penguatan struktur industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, hingga kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Selain AFEBI Policy Brief, AFEBI juga meluncurkan Indonesia Economic and Business Outlook 2027 untuk pertama kalinya. Publikasi ini diarahkan menjadi bahan pemetaan proyeksi dan optimisme perkembangan ekonomi serta bisnis Indonesia ke depan.
Kehadiran kedua publikasi tersebut memberikan dimensi yang lebih konkret bagi penyelenggaraan kongres. Forum akademik tidak hanya menghasilkan pertukaran pandangan, tetapi juga menghadirkan produk pemikiran yang dapat menjadi bahan diskusi dan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan.
Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi Bertemu dalam Satu Forum
Kongres XIV AFEBI juga menghadirkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Dari unsur pemerintah pusat, hadir Henra Saragih, S.H., M.H., M.Kn., Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, yang mewakili Menteri Koperasi, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya turut hadir, di antaranya:
Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Pipin Moh. Saeful Arifin, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia.
Firsal Ferial Mutyara, Ketua Kadin Sumatera Utara.
Prof. Dr. Ina Primiana, Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA.
Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI.
Prof. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., Ketua AFEBI Research Institute.
Liyan Chen dan Hana Zainoldin dari AACSB International.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi yang lebih terbuka dan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemangku kebijakan, institusi pendidikan, dan sektor usaha.
Bagi perguruan tinggi, ruang pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa agenda pendidikan dan penelitian tetap terhubung dengan kebutuhan dunia kerja, industri, serta perkembangan ekonomi di tingkat nasional maupun regional.
AI dan Akreditasi Internasional: Menyiapkan Fakultas Ekonomi Menghadapi Perubahan
Selain membahas kebijakan ekonomi nasional, Kongres XIV AFEBI memberikan perhatian terhadap transformasi pendidikan tinggi melalui dua agenda penting, yaitu adopsi kecerdasan buatan dan penguatan akreditasi internasional.
Pada Academic Enrichment Forum: Leading AI Adoption(Sesi Paralel 2), pembahasan diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran dan penelitian.
Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Gancar Candra Premananto dari FEB Universitas Airlangga yang membahas inovasi proses pembelajaran melalui adopsi AI. Sementara itu, Prof. Sunu Widianto, S.E., M.Sc., Ph.D. dari FEB Universitas Padjadjaran membahas pemanfaatan AI dalam penelitian, termasuk keterampilan dan aspek etika yang perlu diperhatikan.
Pembahasan ini relevan dengan perubahan cara belajar, bekerja, dan mengembangkan pengetahuan. Pemanfaatan AI membuka peluang bagi peningkatan efisiensi dan inovasi, tetapi tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, serta tanggung jawab etis.
Pada saat yang sama, International Accreditation Forum: LAMEMBA & AACSB International Accreditation(Sesi Paralel 3) menjadi ruang penguatan pemahaman mengenai standar mutu pendidikan ekonomi dan bisnis di tingkat internasional.
Forum tersebut menghadirkan perwakilan AACSB International, Liyan Chen dan Hana Zainoldin, serta Ahmad Zaki, S.E., M.Acc., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada yang membahas kerangka pengembangan sekolah bisnis berkelanjutan.
Keterlibatan LAMEMBA dan AACSB International memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi anggota AFEBI untuk memperluas wawasan mengenai penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, serta kesiapan menghadapi standar pendidikan bisnis global.
Indonesia Economic and Business Outlook 2027 Dibahas Bersama Para Pakar
Penguatan kolaborasi akademik, pemerintah, dan dunia usaha juga terlihat dalam Academic Business and Government Collaboration Forum(Sesi Paralel 1) yang mengangkat tema Indonesia Economic and Business Outlook 2027.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, yaitu:
Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., Dekan FEB Universitas Airlangga.
Andriansyah, S.Si., M.Fin., Ph.D., Direktur Strategi Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi, Kementerian Keuangan.
Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., Guru Besar FEBI UIN Sumatera Utara.
Prof. Dr. Ina Primiana, Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA.
Diskusi ini menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik dan kebijakan dalam membaca arah perekonomian Indonesia. Tantangan produktivitas, pertumbuhan ekonomi, daya saing, serta keberlanjutan pembangunan membutuhkan kajian yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan dengan dinamika kebijakan dan kebutuhan dunia usaha.
Keterlibatan akademisi UIN Sumatera Utara dalam forum tersebut sekaligus memperlihatkan partisipasi aktif kampus dalam percakapan keilmuan mengenai masa depan ekonomi dan bisnis Indonesia.
AFEBI Memperluas Peran: Dari Penguatan Pendidikan Menuju Dampak bagi Masyarakat
Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., menegaskan pentingnya memperluas orientasi organisasi agar tidak hanya berfokus pada penguatan internal pendidikan ekonomi dan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.
Sejak berdiri pada 2013, AFEBI telah menjadi ruang konsolidasi fakultas ekonomi dan bisnis dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan kelembagaan, serta penguatan jejaring akademik.
Namun, dinamika ekonomi yang terus berubah menuntut peran organisasi untuk bergerak lebih jauh. Perguruan tinggi dan fakultas ekonomi perlu mengambil bagian dalam menjawab persoalan nyata, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Indonesia, dengan keragaman potensi dan tantangan di setiap daerah, dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium bagi pengembangan gagasan ekonomi yang kontekstual.
Arah tersebut mempertegas pentingnya gerakan AFEBI yang tidak berhenti pada peningkatan kualitas institusi, tetapi juga mendorong kontribusi keilmuan bagi masyarakat. Penguatan riset, penyusunan rekomendasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Catatan Sejarah Baru, Kongres AFEBI untuk Pertama Kalinya Digelar di Lingkungan PTKIN
Penyelenggaraan Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 di UIN Sumatera Utara memiliki makna tersendiri bagi perjalanan organisasi. Kongres kali ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya agenda nasional AFEBI tersebut diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pada penyelenggaraan kongres-kongres sebelumnya, kegiatan ini belum pernah dilaksanakan di lingkungan PTKIN.
Kepercayaan yang diberikan kepada FEBI UIN Sumatera Utara sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana Kongres XIV AFEBI menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas dan kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa PTKIN memiliki ruang, kapasitas, dan potensi yang semakin kuat untuk mengambil peran strategis dalam forum akademik nasional.
Lebih dari sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan, UIN Sumatera Utara melalui FEBI turut menghadirkan perspektif pendidikan ekonomi dan bisnis yang berpijak pada integrasi keilmuan, nilai-nilai keislaman, serta tanggung jawab sosial. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya diskursus ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Penyelenggaraan perdana di lingkungan PTKIN ini juga membuka peluang semakin luasnya keterlibatan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membangun jejaring akademik, memperkuat kolaborasi penelitian, meningkatkan mutu kelembagaan, serta menghasilkan pemikiran strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, Kongres XIV AFEBI tidak hanya meninggalkan catatan tentang keberhasilan penyelenggaraan sebuah agenda nasional di Kota Medan, tetapi juga menandai terbukanya babak baru keterlibatan PTKIN dalam perjalanan AFEBI. Sebuah kebanggaan bagi UIN Sumatera Utara, sekaligus momentum penting bagi FEBI untuk terus memperkuat kontribusi dan daya saingnya di tingkat nasional.
Gala Dinner Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pererat Silaturahmi dan Buka Ruang Kolaborasi Strategis
Setelah menjalani rangkaian pembukaan dan forum akademik sepanjang Kamis, 5 November 2026, peserta Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 melanjutkan kegiatan dengan agenda Gala Dinner bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jamuan makan malam tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kongres, sekaligus bentuk sambutan dan penghormatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis, akademisi, serta delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Kota Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Ia menyampaikan pesan Gubernur sekaligus mengajak AFEBI untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu menghasilkan nilai tambah, membuka kesempatan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, dipandang sebagai mitra strategis pemerintah. Kapasitas akademik, penelitian, dan keahlian para dosen serta peneliti dapat berkontribusi dalam memetakan potensi ekonomi daerah, mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan, hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian dan data.
Timur Tumanggor juga berharap kebersamaan dalam jamuan makan malam tersebut dapat mempererat hubungan antarpimpinan perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara AFEBI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru dari kongres, tetapi juga kesan positif mengenai keramahan masyarakat, kekayaan budaya, dan potensi ekonomi Sumatera Utara.
Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas sambutan serta jamuan yang diberikan kepada seluruh peserta Kongres XIV AFEBI. Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dan penguatan hubungan dengan perguruan tinggi merupakan langkah positif dalam membangun sinergi bagi kemajuan daerah.
Gala Dinner tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T.; Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA), Prof. Dr. Ina Primiana; Ketua AFEBI Research Institute, Prof. Irfan Syauqi Beik; serta para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Lebih dari sekadar jamuan makan malam, pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan diplomasi kelembagaan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan komunitas akademik dalam suasana yang lebih akrab. Interaksi antarpimpinan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi kerja sama yang lebih konkret, baik dalam bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, penguatan UMKM, maupun penyusunan strategi pembangunan ekonomi regional.
Melalui agenda ini, Kongres XIV AFEBI tidak hanya memperkuat hubungan antarfakultas ekonomi dan bisnis di tingkat nasional, tetapi juga memperluas jembatan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sambutan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan, sementara potensi daerah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemikiran strategis agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Cultural Study ke Danau Toba, Mengenal Warisan Budaya Batak dan Potensi Ekonomi Sumatera Utara
Rangkaian Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 tidak hanya diisi dengan agenda organisasi dan forum akademik. Para peserta juga diajak mengikuti kegiatan Cultural Study ke kawasan Danau Toba pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi delegasi dari berbagai perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, dan warisan budaya Sumatera Utara.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, peserta diajak menyaksikan keindahan panorama Danau Toba sekaligus mengenal lebih jauh kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Batak Toba. Sejumlah destinasi yang menjadi bagian dari perjalanan ini, di antaranya kawasan Huta Siallagan di Pulau Samosir dan Batu Gantung di kawasan Danau Toba.
Di Huta Siallagan, peserta berkesempatan mengenal salah satu kawasan bersejarah masyarakat Batak Toba yang menyimpan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Kawasan ini menjadi representasi kekayaan warisan budaya yang tidak hanya terlihat melalui bangunan dan peninggalan sejarah, tetapi juga melalui tradisi serta nilai kehidupan masyarakat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, kunjungan ke Batu Gantung memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta untuk mengenal salah satu ikon wisata alam dan cerita rakyat yang lekat dengan masyarakat di kawasan Danau Toba. Keindahan bentang alam yang berpadu dengan kisah budaya setempat memperlihatkan bahwa daya tarik Sumatera Utara tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada kekayaan sejarah dan tradisi yang menyertainya.
Lebih dari sekadar kunjungan wisata, Cultural Study menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi para akademisi untuk melihat hubungan antara kebudayaan, pariwisata, dan pembangunan ekonomi daerah. Kawasan Danau Toba memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri kerajinan, kuliner, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan potensi tersebut tentu membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Pelestarian lingkungan dan warisan budaya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan produk dan kreativitas lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta Kongres XIV AFEBI memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pembangunan ekonomi regional. Pengalaman di Danau Toba memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi suatu daerah tidak hanya bertumpu pada sektor industri dan perdagangan, tetapi juga dapat tumbuh dari kekayaan alam, keunikan budaya, dan potensi masyarakatnya.
Kegiatan Cultural Study sekaligus menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian agenda kongres sebelum seluruh peserta kembali ke daerah dan institusi masing-masing. Dari perjalanan tersebut, tersirat pesan bahwa pengembangan ekonomi yang berkelanjutan harus mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya, merawat lingkungan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
9. Empat Hari Kongres, dari Konsolidasi Organisasi hingga Mengenalkan Sumatera Utara
Rangkaian Kongres XIV AFEBI berlangsung selama empat hari, dengan agenda yang disusun untuk menggabungkan konsolidasi organisasi, forum akademik, penguatan jejaring, dan pengenalan potensi daerah.
Rabu, 4 November 2026 — Konsolidasi dan Penyambutan Peserta
Kegiatan diawali dengan kedatangan peserta, konsultasi bersama perwakilan AACSB International, serta rapat Dewan Pengurus Nasional dan seluruh pengurus AFEBI. Agenda ini menjadi bagian dari persiapan dan konsolidasi organisasi sebelum pelaksanaan kongres.
Kamis, 5 November 2026 — Kongres dan Forum Strategis
Hari utama kongres diisi dengan pembukaan, sambutan pimpinan, pembicara utama, peluncuran AFEBI Research Institute, dan sesi panel. Kegiatan dilanjutkan dengan tiga sesi paralel yang membahas kolaborasi akademisi-pemerintah-dunia usaha, adopsi AI, serta akreditasi internasional.
Pada hari yang sama, dilaksanakan pula agenda sidang organisasi, presentasi tuan rumah untuk Sidang Pleno dan Kongres AFEBI 2027, serta penutupan Kongres XIV AFEBI. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner bersama jajaran Dewan Pengurus Nasional dan dekan anggota AFEBI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Jumat, 6 November 2026 — Cultural Study ke Danau Toba
Sebagai bagian dari pengenalan kekayaan budaya dan potensi wisata Sumatera Utara, peserta mengikuti kegiatan cultural study dengan mengunjungi kawasan Danau Toba, Huta lagan, Batu Gantung, dan Rumah Pengasingan Bung Karno.
Agenda ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, dan budaya Sumatera Utara di luar ruang diskusi akademik.
Sabtu, 7 November 2026 — Kepulangan Peserta
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kepulangan para peserta dari Medan.
FEBI UIN Sumatera Utara dan Tanggung Jawab Menjadi Tuan Rumah
Di balik terselenggaranya kongres berskala nasional ini, FEBI UIN Sumatera Utara memegang peran penting sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana kegiatan.
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Dewan Pengurus Nasional AFEBI kepada FEBI UIN Sumatera Utara untuk menyelenggarakan kongres tahun ini.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi fakultas. Penyelenggaraan kongres tidak hanya menuntut kesiapan teknis dan koordinasi lintas pihak, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang pertemuan yang produktif bagi para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari seluruh Indonesia.
Lebih jauh, kesempatan menjadi tuan rumah memberikan nilai strategis bagi pengembangan institusi. Interaksi dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia usaha, serta mitra internasional membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, manfaat tersebut tidak berhenti ketika rangkaian kongres berakhir. Jejaring yang terbentuk dan gagasan yang dipertukarkan diharapkan menjadi modal untuk memperluas kontribusi fakultas dalam pengembangan ekonomi dan bisnis, termasuk ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Penyelenggaraan ini juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki ruang dan kapasitas untuk mengambil peran dalam percakapan strategis mengenai masa depan ekonomi Indonesia.
Dari Medan, Menguatkan Kolaborasi untuk Indonesia
Kongres XIV AFEBI 2026 meninggalkan pesan penting tentang arah baru kontribusi pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis. Tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara kebutuhan masyarakat terhadap kebijakan yang tepat, inovasi, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan terus meningkat.
Peluncuran AFEBI Research Institute, penerbitan sembilan topik Policy Brief, hadirnya Indonesia Economic and Business Outlook 2027, serta forum kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan tersebut.
Namun, nilai utama dari seluruh agenda itu pada akhirnya terletak pada keberlanjutan tindak lanjutnya. Riset perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi, rekomendasi perlu dipertemukan dengan kebutuhan kebijakan, dan kolaborasi perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, menjadi tuan rumah Kongres XIV AFEBI bukan sekadar keberhasilan menyelenggarakan sebuah agenda nasional. Ini merupakan kesempatan untuk mengambil bagian dalam gerakan akademik yang lebih luas—gerakan yang menempatkan ilmu pengetahuan, inovasi, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial sebagai kekuatan untuk membangun ekonomi Indonesia.
Dari Medan, gagasan-gagasan itu dipertemukan. Dari ruang akademik, kontribusi itu diharapkan dilanjutkan. Dan dari kolaborasi yang dibangun, masa depan ekonomi Indonesia perlu terus diperjuangkan bersama.
Ditulis oleh: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M. FEBI UIN Sumatera Utara
Medan, 28 Oktober 2026 — Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Kabar membahagiakan kembali menyelimuti keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara Medan. Enam dosen FEBI berhasil lulus sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), sebuah pencapaian membanggakan yang menegaskan komitmen sivitas akademika dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Keenam dosen tersebut adalah:
Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A.
Dr. Juliana Nasution, M.E.
Dr. Wahyu Syarvina, M.E.
Dr. Nurul Jannah, M.E.
Dr. Nurul Inayah, M.E.
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian individual, melainkan juga wujud pengembangan kapasitas sumber daya manusia akademik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan. Menjadi asesor merupakan amanah profesional yang membutuhkan kompetensi, integritas, objektivitas, ketelitian, serta komitmen terhadap budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat semangat untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil bagian dalam tanggung jawab yang lebih besar. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan institusi pendidikan tinggi tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan program akademik, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang bersedia terus bertumbuh dan berkontribusi.
Dekan FEBI: Prestasi adalah Amanah untuk Memberikan Manfaat yang Lebih Luas
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan keenam dosen tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan kabar menggembirakan bagi keluarga besar FEBI sekaligus motivasi untuk terus membangun tradisi akademik yang unggul, profesional, dan berintegritas.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada enam dosen FEBI UIN Sumatera Utara yang telah lulus sebagai asesor LAMGAMA. Ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri, sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap keberhasilan ini tidak berhenti sebagai prestasi personal, tetapi berkembang menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.”
Prof. Syukri menegaskan bahwa mutu pendidikan tidak dapat dibangun melalui klaim keunggulan semata. Mutu harus diwujudkan melalui evaluasi yang objektif, budaya akademik yang sehat, tata kelola yang bertanggung jawab, serta kesediaan setiap institusi untuk terus memperbaiki diri.
“Akreditasi bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh pengakuan, melainkan bagian dari ikhtiar memastikan bahwa pendidikan yang kita selenggarakan benar-benar memberikan kualitas dan manfaat. Karena itu, seorang asesor harus mampu menjaga integritas, bersikap objektif, dan menempatkan peningkatan mutu sebagai tujuan utama. Semakin tinggi kompetensi yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberikan manfaat.”
Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat menumbuhkan semangat bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengabdian, dan berani mengambil peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Bagi FEBI, prestasi sejati bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan bagi institusi, masyarakat, dan bangsa. Semoga amanah ini menjadi jalan pengabdian yang membawa keberkahan,” demikian pesan inspiratif yang diharapkan menjadi semangat bersama keluarga besar FEBI UIN Sumatera Utara.
Enam Dosen, Enam Inspirasi Pengabdian
Keberhasilan keenam dosen FEBI ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengembangan kompetensi akademik merupakan proses yang terus berlangsung. Untuk menyertai capaian tersebut, berikut pesan inspiratif yang dapat menjadi representasi nilai, harapan, dan komitmen pengabdian mereka. Kutipan berikut merupakan draf redaksional untuk konfirmasi kepada masing-masing dosen sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung.
1. Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
“Setiap amanah akademik hendaknya kita maknai sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Menjadi asesor bukan hanya tentang kompetensi yang diakui, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga objektivitas, integritas, dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari pengabdian yang membawa keberkahan.”
Pesan ini mengingatkan bahwa pencapaian profesional memperoleh makna tertingginya ketika dijalankan dengan tanggung jawab dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama.
2. Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A.
“Kompetensi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian pribadi. Ilmu dan pengalaman yang kita miliki harus terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan pendidikan tinggi. Semoga amanah sebagai asesor menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan ikut mendorong budaya mutu yang semakin kuat.”
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjadikan keahlian sebagai modal pengabdian, bukan sekadar pengakuan profesional.
3. Dr. Juliana Nasution, M.E.
“Mutu pendidikan dibangun melalui kesungguhan untuk terus belajar, keberanian mengevaluasi diri, dan kesediaan melakukan perbaikan. Menjadi asesor mengingatkan kita bahwa setiap penilaian harus dilandasi objektivitas dan tanggung jawab. Semoga peran ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan yang semakin berkualitas.”
Pesan ini menegaskan bahwa kemajuan membutuhkan keterbukaan terhadap evaluasi dan komitmen untuk terus menyempurnakan kualitas.
4. Dr. Wahyu Syarvina, M.E.
“Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak pernah benar-benar selesai. Setiap kesempatan untuk meningkatkan kompetensi harus diiringi dengan kesediaan berbagi pengetahuan dan memberikan kontribusi. Semoga amanah sebagai asesor menjadi jalan untuk memperluas pengabdian serta memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan tinggi.”
Pesan tersebut mengajak sivitas akademika untuk memandang pengembangan kompetensi sebagai perjalanan berkelanjutan yang harus diiringi kontribusi nyata.
5. Dr. Nurul Jannah, M.E.
“Integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan setiap amanah profesional. Kompetensi yang baik harus berjalan bersama kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab. Semoga kepercayaan ini dapat dijalankan sebaik-baiknya serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berintegritas.”
Pesan ini menempatkan integritas sebagai prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme dan tanggung jawab akademik.
6. Dr. Nurul Inayah, M.E.
“Jangan pernah berhenti mengembangkan diri, karena setiap peningkatan kompetensi membuka peluang untuk memberikan manfaat yang lebih besar. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, memperluas pengalaman, dan mengambil bagian dalam penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Mudah-mudahan setiap ikhtiar yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.”
Pesan tersebut menyiratkan bahwa prestasi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab dan kesempatan pengabdian yang lebih luas.
Menguatkan Budaya Mutu, Menghadirkan Dampak Nyata
Kelulusan enam dosen sebagai asesor LAMGAMA diharapkan menjadi modal penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk terus mengembangkan ekosistem akademik yang berorientasi pada mutu. Kompetensi dan pengalaman yang diperoleh para dosen dapat menjadi sumber pembelajaran berharga, baik bagi pengembangan kapasitas pribadi maupun penguatan budaya mutu di lingkungan fakultas.
Namun, penting untuk dipahami bahwa mutu pendidikan tinggi bukanlah tanggung jawab asesor semata. Mutu merupakan kerja bersama yang membutuhkan keterlibatan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan bahwa proses pendidikan berjalan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang nyata.
Karena itu, capaian ini selayaknya menjadi pemantik semangat untuk terus berbenah, memperkuat kolaborasi, serta membangun tradisi akademik yang menjunjung tinggi kualitas dan integritas.
Bagi keenam dosen yang telah lulus sebagai asesor, amanah baru ini membuka ruang pengabdian yang lebih luas. Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, keberhasilan mereka menjadi sumber inspirasi untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sementara bagi dunia pendidikan tinggi keagamaan, pencapaian ini diharapkan turut memperkuat ikhtiar kolektif dalam membangun sistem pendidikan yang semakin berkualitas.
Mabruk: Prestasi yang Disyukuri, Amanah yang Dijalani
Keluarga besar FEBI UIN Sumatera Utara menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., Dr. Juliana Nasution, M.E., Dr. Wahyu Syarvina, M.E., Dr. Nurul Jannah, M.E., dan Dr. Nurul Inayah, M.E. atas kelulusan sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan.
Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari semakin luasnya kontribusi dan pengabdian. Semoga amanah yang dipercayakan dapat dijalankan dengan penuh integritas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Semoga ilmu yang dimiliki menjadi cahaya bagi pengembangan pendidikan, pengalaman yang diperoleh menjadi inspirasi bagi sesama, dan setiap langkah pengabdian menghadirkan kemaslahatan.
Sebab, prestasi yang membanggakan bukan hanya tentang keberhasilan mencapai suatu kedudukan, tetapi juga tentang kesediaan menggunakan kemampuan untuk memperbaiki keadaan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap ikhtiar, menguatkan langkah pengabdian, dan menjadikan pencapaian ini sebagai bagian dari perjalanan FEBI UIN Sumatera Utara untuk terus bertumbuh, berkontribusi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
Mabruk, selamat dan sukses! Semoga amanah menjadi asesor membawa keberkahan, memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya prestasi-prestasi berikutnya.
Medan, 02 September 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara menyambut 796 mahasiswa baru Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2026/2027 melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Momentum ini menjadi gerbang awal bagi ratusan generasi muda untuk memasuki lingkungan akademik sekaligus memulai perjalanan panjang dalam menemukan potensi, membangun karakter, mengasah kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
PBAK FEBI UIN Sumatera Utara tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan pengenalan kampus. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk menanamkan pemahaman kepada mahasiswa baru bahwa perjalanan perguruan tinggi merupakan fase penting dalam membentuk cara berpikir, sikap, karakter, dan kesiapan mereka menghadapi dunia yang terus berubah.
Sebanyak 796 mahasiswa baru tersebut tersebar pada empat Program Studi Sarjana FEBI UIN Sumatera Utara, yakni 284 mahasiswa Program Studi Manajemen, 163 mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, 188 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, dan 161 mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah.
Ratusan mahasiswa tersebut datang dengan latar belakang, cerita, dan cita-cita yang berbeda. Namun, mulai hari ini mereka memiliki satu rumah akademik yang sama: FEBI UIN Sumatera Utara.
Dekan FEBI: Datang untuk Belajar, Tumbuh untuk Memberi Manfaat
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut kehadiran mahasiswa baru sebagai sebuah amanah sekaligus harapan besar bagi masa depan fakultas.
Menurutnya, menjadi mahasiswa bukan sekadar proses untuk memperoleh gelar akademik, melainkan perjalanan panjang untuk membentuk manusia yang memiliki ilmu, karakter, kompetensi, dan kebermanfaatan.
“Selamat datang di FEBI UIN Sumatera Utara. Hari ini bukan sekadar hari pertama kalian menjadi mahasiswa, tetapi merupakan awal dari perjalanan untuk menemukan potensi terbaik dalam diri kalian. Jadikan kampus sebagai tempat untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.”
Prof. Syukri mengajak mahasiswa baru untuk berani memiliki cita-cita besar sekaligus bersedia menjalani proses panjang untuk mencapainya.
“Jangan datang ke kampus hanya dengan keinginan untuk lulus. Datanglah dengan tekad untuk menjadi lebih baik, berprestasi, memiliki kompetensi, dan meninggalkan jejak kebaikan. Karena keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya ketika ia mendapatkan ijazah, tetapi ketika ilmu yang diperolehnya mampu memberi manfaat bagi orang lain.”
Pesan tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan 796 mahasiswa baru FEBI. Sebab, dunia membutuhkan bukan hanya orang-orang yang berilmu, tetapi juga manusia yang mampu menggunakan ilmunya untuk menyelesaikan persoalan dan menghadirkan kemaslahatan.
Wakil Dekan I: Jadikan Ilmu sebagai Bekal untuk Menaklukkan Masa Depan
Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. menekankan bahwa kehidupan akademik harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun tradisi berpikir, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan intelektual.
Mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya menjadi peserta dalam proses pembelajaran, tetapi menjadi pribadi yang aktif bertanya, berani berdiskusi, kritis terhadap persoalan, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan apa yang disampaikan di ruang kelas. Kampus adalah tempat untuk memperluas cara berpikir. Bacalah lebih banyak, bertanyalah lebih banyak, berdiskusilah lebih banyak, dan jangan takut memiliki gagasan yang besar.”
Menurutnya, tantangan mahasiswa hari ini jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Perubahan teknologi, perkembangan ekonomi, transformasi industri, dan kompetisi global menuntut mahasiswa memiliki kemampuan untuk terus belajar.
“Ilmu yang kalian pelajari hari ini mungkin akan terus berkembang dan berubah. Karena itu, bekal terpenting yang harus kalian bangun adalah kemauan untuk terus belajar. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya siap menghadapi ujian di kampus, tetapi juga siap menghadapi ujian kehidupan.”
Dengan semangat tersebut, PBAK diharapkan menjadi titik awal lahirnya budaya akademik yang kuat di kalangan mahasiswa baru FEBI.
Wakil Dekan II: Bangun Kompetensi, Integritas, dan Kesiapan Profesional
Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. memberikan penekanan pada pentingnya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Menurutnya, mahasiswa FEBI tidak boleh hanya mengandalkan ijazah. Mereka harus membangun kemampuan sejak dini melalui pengalaman organisasi, kompetisi, pelatihan, sertifikasi, kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri.
“Ijazah akan menjadi bukti bahwa kalian pernah menempuh pendidikan, tetapi kompetensi dan integritaslah yang akan menentukan bagaimana kalian dipercaya di dunia profesional. Karena itu, bangunlah keduanya sejak hari pertama menjadi mahasiswa.”
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam satu malam.
“Jangan menunggu semester akhir untuk mulai memikirkan masa depan. Bangun kompetensi sejak sekarang. Kenali potensi diri, temukan bidang yang kalian cintai, dan terus latih kemampuan tersebut. Setiap pengalaman yang kalian kumpulkan hari ini adalah investasi untuk masa depan.”
Pesan tersebut semakin relevan dengan hadirnya narasumber dari dunia industri dalam PBAK, Amelia Besty Gaeity, Pemimpin Cabang Pegadaian Krakatau, yang memberikan perspektif profesional kepada mahasiswa mengenai dinamika dunia kerja dan industri.
Kehadiran praktisi menjadi jembatan penting agar mahasiswa memahami bahwa kompetensi yang dibangun di perguruan tinggi pada akhirnya harus mampu diterjemahkan menjadi kinerja dan kontribusi nyata.
Wakil Dekan III: Jangan Hanya Menjadi Mahasiswa, Jadilah Bagian dari Perubahan
Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag. mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kehidupan kampus sebagai ruang seluas-luasnya untuk bertumbuh, membangun jejaring, berorganisasi, berprestasi, sekaligus mengembangkan kepedulian sosial.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk membentuk dirinya sebelum benar-benar memasuki kehidupan profesional.
“Gunakan masa mahasiswa sebaik-baiknya. Jangan hanya hadir di kelas dan kemudian pulang. Bangun pengalaman, berorganisasi, ikuti kompetisi, berjejaring, berkarya, dan temukan sebanyak mungkin pengalaman yang membuat kalian bertumbuh.”
Ia juga menanamkan keberanian kepada mahasiswa agar tidak takut mencoba sesuatu yang baru.
“Kalian tidak harus langsung menjadi hebat. Tetapi kalian harus berani memulai. Jangan takut gagal ketika mencoba, karena kegagalan yang kalian hadapi hari ini dapat menjadi guru yang membentuk keberhasilan kalian di masa depan.”
Lebih jauh, mahasiswa FEBI diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang dan pemberi manfaat.
“Jadilah generasi yang ketika lulus tidak hanya bertanya, ‘Di mana saya akan bekerja?’, tetapi juga mampu bertanya, ‘Apa yang bisa saya ciptakan dan manfaat apa yang bisa saya berikan?’”
Dunia Industri Hadir, Membuka Wawasan Profesional Mahasiswa
Semakin bermaknanya PBAK FEBI UIN Sumatera Utara turut diperkuat dengan hadirnya narasumber dari dunia industri, Amelia Besty Gaeity, Pemimpin Cabang Pegadaian Krakatau.
Kehadiran praktisi industri tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk melihat dunia kerja dan dunia profesional dari perspektif yang lebih dekat dengan realitas. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan akademik, tetapi juga diajak memahami bahwa ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah pada akhirnya harus mampu diterjemahkan menjadi kompetensi dan kontribusi nyata.
Dalam konteks tersebut, dunia industri menjadi salah satu ruang pembelajaran yang penting. Perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan fondasi keilmuan, sementara pengalaman dan dinamika industri memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam kehidupan profesional.
Pesan penting yang dapat dibawa mahasiswa dari perjumpaan ini adalah bahwa karier tidak dibangun secara instan. Karier tumbuh dari proses panjang: belajar, berlatih, berani mencoba, membangun karakter, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kompetensi.
796 Mahasiswa, 796 Harapan, 796 Masa Depan
Kehadiran 796 mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara sesungguhnya menghadirkan angka yang jauh lebih besar daripada sekadar jumlah peserta PBAK.
Di balik angka tersebut terdapat 796 harapan keluarga, 796 cita-cita, 796 perjalanan kehidupan, dan 796 peluang untuk melahirkan prestasi baru.
Ada yang kelak menjadi manajer. Ada yang menjadi akuntan. Ada yang menjadi banker. Ada yang menjadi ekonom. Ada yang menjadi entrepreneur. Ada yang menjadi akademisi. Ada pula yang mungkin menjadi pemimpin yang hari ini belum pernah mereka bayangkan.
FEBI ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menemukan jalan terbaiknya.
Karena itu, PBAK menjadi titik awal untuk menanamkan satu kesadaran: masa depan tidak datang begitu saja. Masa depan harus dipersiapkan, diperjuangkan, dan dibangun sejak hari ini.
Dari PBAK Menuju Perjalanan Besar
PBAK FEBI UIN Sumatera Utara akhirnya bukan hanya tentang memperkenalkan gedung, program studi, dosen, organisasi, maupun berbagai fasilitas akademik.
PBAK adalah tentang memperkenalkan sebuah perjalanan.
Perjalanan dari ketidaktahuan menuju pengetahuan. Dari keraguan menuju keberanian. Dari potensi menuju prestasi. Dari mahasiswa baru menuju insan yang siap memberikan kontribusi.
Kepada seluruh mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara Tahun Akademik 2026/2027, selamat datang di rumah akademik yang baru.
Jangan takut bermimpi besar. Jangan lelah belajar. Jangan berhenti mencoba. Jangan kehilangan integritas. Dan jangan pernah lupa bahwa ilmu yang kalian peroleh pada akhirnya harus menemukan jalannya untuk memberi manfaat.
Hari ini kalian mungkin baru mengenakan identitas sebagai mahasiswa.
Namun suatu hari nanti, semoga nama kalian menjadi bagian dari cerita besar FEBI UIN Sumatera Utara—sebagai akademisi, profesional, pengusaha, pemimpin, inovator, dan insan yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat.
Karena perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.
Dan bagi 796 mahasiswa baru FEBI UIN Sumatera Utara, langkah itu dimulai hari ini.
Selamat datang, generasi baru FEBI UIN Sumatera Utara.
Belajar dengan ilmu. Bertumbuh dengan karakter. Berprestasi dengan integritas. Berkarya untuk negeri. Dan melangkah menuju masa depan dengan membawa keberkahan.
Medan, 21 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan langkah nyata menuju internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertemuan dan kolaborasi akademik bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangkaian kegiatan “Sharing Session FEBI UIN Sumatera Utara Medan × UUM” dan International Visiting Student Program yang berlangsung di Kampus I Sutomo UIN Sumatera Utara, 21 Agustus 2026.
Pertemuan internasional ini menjadi momentum istimewa bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperluas jejaring akademik, mempertemukan perspektif lintas negara, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sivitas akademika Indonesia dan Malaysia. Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa batas geografis tidak boleh menjadi batas bagi pertukaran ilmu, gagasan, pengalaman, dan semangat membangun generasi masa depan.
Mengusung semangat “FEBI UIN Sumatera Utara Medan for Global Impact”, rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan suasana akademik yang hangat, dialogis, dan penuh semangat kolaborasi. Sharing Session menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola akademik, serta berbagai peluang kerja sama internasional.
Sementara itu, International Visiting Student Program memberikan warna yang lebih luas terhadap upaya internasionalisasi FEBI UIN Sumatera Utara. Kehadiran mahasiswa dan akademisi dalam lingkungan akademik yang berbeda membuka kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, pendekatan pembelajaran, serta perspektif keilmuan yang lebih beragam.
Dari Medan dan Malaysia, Menyatukan Gagasan untuk Dampak Global
Pertemuan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM membawa pesan penting bahwa perguruan tinggi pada era global tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Kampus harus mampu menjadi ruang perjumpaan berbagai gagasan, laboratorium inovasi, sekaligus jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi internasional menjadi salah satu jalan strategis untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami dunia dari buku dan ruang kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik internasional.
Dari sinilah semangat global impact menemukan maknanya. Global impact bukan sekadar tentang seberapa jauh sebuah institusi dikenal di luar negeri, tetapi tentang seberapa besar ilmu, penelitian, inovasi, dan sumber daya manusia yang dihasilkan kampus mampu memberikan manfaat melampaui batas institusi dan negara.
Rektor: Internasionalisasi Harus Melahirkan Manfaat, Bukan Sekadar Seremonial
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi atas terbangunnya ruang kolaborasi antara FEBI UIN Sumatera Utara dan Universiti Utara Malaysia.
Dalam semangat penguatan internasionalisasi perguruan tinggi, Rektor menekankan bahwa kerja sama internasional harus diarahkan pada terciptanya manfaat akademik yang nyata dan berkelanjutan.
“Kolaborasi internasional bukan sekadar tentang mempertemukan dua institusi, tetapi tentang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan. Kita ingin mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki wawasan yang luas, mampu memahami perbedaan, dan memiliki kepercayaan diri untuk berdialog dengan dunia.”
Menurutnya, perjumpaan dengan institusi internasional harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi yang mampu mengambil peran dalam lingkungan global.
“Dunia yang semakin terbuka membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap kerja sama internasional harus kita arahkan agar memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat.”
Dekan FEBI: Membuka Jendela Dunia dari Kampus
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyambut hangat pertemuan bersama UUM sebagai bagian dari perjalanan FEBI dalam memperkuat posisi sebagai fakultas yang terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan global.
Menurutnya, internasionalisasi bukanlah sekadar label, melainkan proses membangun budaya akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen belajar dari dunia sekaligus menghadirkan kontribusi dari Indonesia untuk dunia.
“Ketika kita membuka pintu kolaborasi dengan institusi internasional, sesungguhnya kita sedang membuka jendela bagi mahasiswa untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara dan bahwa setiap perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan untuk saling belajar.”
Prof. Syukri juga menegaskan bahwa FEBI ingin menjadikan kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas kelembagaan.
“Kita tidak ingin internasionalisasi berhenti pada pertemuan. Kita ingin dari setiap perjumpaan lahir program, dari setiap dialog lahir gagasan, dan dari setiap gagasan lahir karya yang memberikan dampak. Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.”
Wakil Dekan I: Menguatkan Akademik Melalui Pertukaran Perspektif
Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. menempatkan kolaborasi dengan UUM sebagai kesempatan strategis untuk memperluas cakrawala akademik sivitas fakultas.
Pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan diharapkan mampu memperkaya pendekatan pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya inovasi akademik.
“Pertukaran akademik membuat kita menyadari bahwa setiap institusi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat dipelajari. Karena itu, kolaborasi dengan UUM harus menjadi ruang untuk saling menguatkan dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan.”
Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari kerja sama tersebut.
“Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk melihat dunia secara lebih luas. Ketika mereka bertemu dengan mahasiswa dari negara lain, mereka bukan hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga belajar tentang komunikasi, toleransi, budaya, dan cara melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.”
Wakil Dekan II: Kolaborasi Harus Diperkuat dengan Tata Kelola yang Berkelanjutan
Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. menegaskan pentingnya membangun fondasi kerja sama yang kuat agar kolaborasi internasional dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, hubungan antar-institusi harus diarahkan pada program yang memiliki kesinambungan dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
“Kerja sama yang baik bukan hanya tentang bertemu hari ini, tetapi tentang bagaimana pertemuan hari ini menjadi awal dari kerja-kerja bersama di masa depan. Kita harus membangun kolaborasi yang terencana, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.”
Ia berharap kerja sama dengan UUM dapat berkembang ke berbagai bidang, termasuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program mahasiswa internasional.
Wakil Dekan III: Mahasiswa Harus Menjadi Wajah Internasionalisasi FEBI
Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag. menekankan bahwa mahasiswa merupakan aktor utama dalam keberhasilan internasionalisasi kampus.
Menurutnya, program seperti International Visiting Student Program harus dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun keberanian, jejaring, dan pengalaman global.
“Mahasiswa hari ini adalah warga dunia. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan keberanian untuk berinteraksi, berdialog, dan berkolaborasi dengan siapa pun. Jangan sampai mahasiswa kita hanya menjadi penonton ketika dunia bergerak begitu cepat.”
Ia juga mengajak mahasiswa FEBI untuk menjadikan setiap kesempatan internasional sebagai proses pembentukan diri.
“Datanglah untuk belajar, pulanglah membawa pengalaman, lalu ubahlah pengalaman itu menjadi kontribusi. Itulah makna internasionalisasi yang sesungguhnya.”
Kepala Tata Usaha FEBI: Kolaborasi Besar Memerlukan Dukungan Ekosistem
Kepala Tata Usaha FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Bambang Lesmono, M.E., turut memberikan perhatian terhadap pentingnya dukungan kelembagaan dalam memastikan program-program internasional dapat terlaksana secara efektif.
Menurutnya, internasionalisasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur fakultas, bukan hanya unsur akademik.
“Di balik setiap kegiatan akademik yang berhasil, terdapat ekosistem kerja yang saling mendukung. Internasionalisasi membutuhkan kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra. Ketika seluruh unsur bergerak dalam satu visi, maka program yang sederhana sekalipun dapat berkembang menjadi sesuatu yang berdampak besar.”
Ia berharap hubungan FEBI UIN Sumatera Utara dan UUM dapat terus berkembang melalui program-program yang lebih konkret.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari semakin banyak pintu kerja sama yang terbuka. Kita ingin membangun hubungan yang bukan hanya baik secara kelembagaan, tetapi juga dekat secara akademik dan memberikan manfaat bagi generasi muda.”
UUM: Kolaborasi adalah Jembatan untuk Saling Belajar
Dari pihak Universiti Utara Malaysia, Dr. Syazwani binti Mahsal Khan menyampaikan apresiasi atas sambutan dan ruang kolaborasi yang dibangun bersama FEBI UIN Sumatera Utara.
Menurutnya, hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena keduanya memiliki kedekatan budaya sekaligus kekayaan pengalaman akademik yang dapat saling melengkapi.
“Universities should not only be places where knowledge is transferred, but also places where people, cultures and ideas meet. Through collaboration, we learn from each other, understand each other better and create opportunities that may not be possible when we work alone.”
Ia memandang program pertukaran mahasiswa dan sharing session sebagai langkah penting dalam membangun generasi muda yang memiliki perspektif global.
“When students meet across borders, they do not only exchange academic knowledge. They exchange experiences, values, cultures and dreams. That experience can shape them into more confident and open-minded global citizens.”
Dr. Syazwani berharap hubungan antara UUM dan FEBI UIN Sumatera Utara tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.
“We hope this is not just a visit, but the beginning of a meaningful and sustainable partnership. Let us continue to build bridges, create opportunities and generate impact together.”
Ketika Pertemuan Menjadi Jembatan, dan Kolaborasi Menjadi Gerakan
Rangkaian Sharing Session dan International Visiting Student Program FEBI UIN Sumatera Utara bersama UUM pada akhirnya menghadirkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar agenda akademik.
Ia menjadi perjumpaan dua lingkungan akademik yang sama-sama percaya bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia, membuka cakrawala, dan menciptakan masa depan.
Ada ilmu yang dipertukarkan. Ada pengalaman yang dibagikan. Ada budaya yang dikenalkan. Ada jejaring yang dibangun. Dan yang paling penting, ada semangat untuk tumbuh bersama.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, langkah ini merupakan bagian dari perjalanan menuju fakultas yang semakin terbuka, adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya jangkau internasional. Sementara bagi mahasiswa, perjumpaan ini adalah kesempatan untuk memahami bahwa dunia yang akan mereka masuki setelah lulus jauh lebih luas daripada ruang kelas dan batas geografis.
Dari Medan menuju Malaysia. Dari ruang akademik menuju jejaring global. Dari pertemuan menuju kolaborasi. Dan dari kolaborasi menuju dampak.
Inilah semangat FEBI UIN Sumatera Utara for Global Impact.
Semoga pertemuan dengan Universiti Utara Malaysia menjadi awal dari semakin banyak kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai inovasi akademik lainnya.
Semoga setiap langkah internasionalisasi yang dibangun hari ini menjadi investasi ilmu bagi generasi masa depan—generasi yang tidak kehilangan akar nilai dan identitasnya, tetapi pada saat yang sama mampu berdiri percaya diri di tengah masyarakat global.
Karena kampus yang besar bukan hanya kampus yang memiliki gedung dan reputasi, melainkan kampus yang mampu membuka pintu bagi dunia, menyambut perbedaan dengan pikiran terbuka, dan mengubah kolaborasi menjadi manfaat nyata bagi kemanusiaan.
FEBI UIN Sumatera Utara terus melangkah. Bukan sekadar untuk dikenal dunia, tetapi untuk memberikan dampak kepada dunia.
Medan, 20 Agustus 2026 – Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil mengharumkan nama UIN Sumatera Utara di kancah internasional melalui ajang Kuala Lumpur Entrepreneur Youth Summit (KEYS) Malaysia 2026.
Dalam kompetisi tersebut, dua mahasiswa perwakilan Program Studi Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara berhasil menunjukkan kualitas, kreativitas, keberanian, dan kemampuan intelektual yang membanggakan melalui Presentasi Essay. Prestasi yang berhasil diraih adalah Medali Emas oleh Bunga Amirah dan Medali Perunggu oleh Muhammad Aidil Fitri.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara tidak hanya memiliki kapasitas akademik di ruang kelas, tetapi juga mampu membawa gagasan, kreativitas, dan semangat inovasi ke panggung kompetisi internasional. Di tengah persaingan yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang, keberhasilan tersebut menjadi representasi bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global.
Lebih dari sekadar medali, keberhasilan Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri memiliki makna yang jauh lebih besar. Prestasi tersebut merupakan buah dari keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam mempersiapkan diri, kemampuan mengolah gagasan, serta ketekunan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.
Dekan FEBI: Prestasi Mahasiswa adalah Wajah Keunggulan Kampus
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian yang diraih mahasiswa Program Studi Manajemen tersebut.
Menurutnya, prestasi mahasiswa di tingkat internasional merupakan bagian penting dari ikhtiar FEBI dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan daya saing global.
“Setiap medali yang diraih mahasiswa bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga membawa nama besar almamater. Ketika mahasiswa berani tampil di panggung internasional, sesungguhnya mereka sedang menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus dapat diubah menjadi gagasan, keberanian, dan karya yang memiliki nilai di tengah masyarakat global.”
Prof. Syukri juga berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian personal.
“Jadikan prestasi ini bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Medali boleh menjadi kebanggaan hari ini, tetapi kontribusi, integritas, dan kebermanfaatan harus menjadi warisan yang terus dibawa hingga masa depan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara yang berani bermimpi besar, berani tampil, dan berani membawa nama Indonesia ke panggung dunia.”
Rektor: Kampus Harus Melahirkan Generasi yang Berani Menembus Batas
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari wajah UIN Sumatera Utara sebagai institusi pendidikan yang terus mendorong mahasiswa untuk berkembang melampaui batas-batas ruang kelas.
“Prestasi mahasiswa di tingkat internasional adalah kabar baik bagi kampus dan sekaligus kabar baik bagi masa depan bangsa. Dunia hari ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkompetisi, kemampuan berkolaborasi, serta keyakinan bahwa gagasan mereka mampu memberikan perubahan.”
Rektor juga berharap pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
“Jangan pernah merasa bahwa panggung dunia terlalu jauh bagi mahasiswa Indonesia. Selama ada ilmu, kerja keras, doa, dan keberanian untuk mencoba, selalu ada jalan untuk membawa nama UIN Sumatera Utara semakin dikenal dan dihormati. Teruslah berprestasi, tetapi jangan lupa bahwa prestasi terbaik adalah ketika ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.”
Bunga Amirah: Medali Emas adalah Amanah untuk Terus Belajar
Peraih Medali Emas Presentasi Essay, Bunga Amirah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk membawa nama Program Studi Manajemen dan UIN Sumatera Utara dalam ajang KEYS Malaysia 2026.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan dan hasil yang diberikan Allah SWT. Medali ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap proses, latihan, rasa gugup, dan kerja keras memiliki arti. Saya belajar bahwa ketika kita berani membawa gagasan dan memberikan yang terbaik, kita bisa menemukan kemampuan dalam diri yang sebelumnya mungkin belum kita sadari.”
Bunga berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak takut mencoba.
“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman mahasiswa untuk terus berani mengikuti kompetisi. Jangan takut kalah sebelum mencoba. Karena terkadang, kemenangan terbesar bukan hanya ketika mendapatkan medali, tetapi ketika kita berani keluar dari zona nyaman dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.”
Muhammad Aidil Fitri: Perunggu yang Menjadi Langkah Menuju Prestasi Lebih Besar
Sementara itu, Muhammad Aidil Fitri, peraih Medali Perunggu Presentasi Essay, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti KEYS Malaysia 2026 memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian, persiapan, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Bagi saya, medali perunggu bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah proses pembelajaran. Bertemu dengan peserta lain, menyampaikan gagasan, menerima tantangan, dan berkompetisi di lingkungan internasional membuat saya semakin memahami bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan.”
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Saya ingin menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan mencoba kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga ke depan saya dapat memberikan prestasi yang lebih baik dan kembali membawa nama UIN Sumatera Utara dalam kompetisi yang lebih luas.”
Dari Medan untuk Dunia
Prestasi Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri di KEYS Malaysia 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang FEBI UIN Sumatera Utara dalam membangun mahasiswa yang unggul, berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tentang memperoleh gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu membentuk keberanian untuk mengambil peran, menyampaikan gagasan, menciptakan solusi, dan menghadirkan kontribusi.
Dua medali yang dibawa pulang dari Malaysia menjadi simbol bahwa dari ruang-ruang akademik di UIN Sumatera Utara, gagasan mahasiswa dapat melangkah jauh hingga panggung internasional.
Semoga capaian ini menjadi awal dari semakin banyak prestasi berikutnya. Semoga Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri terus bertumbuh, tidak berhenti pada pencapaian hari ini, dan mampu menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Sebab pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri di podium, tetapi tentang seberapa besar ia mampu membawa nama baik almamater, menginspirasi sesama, dan menggunakan ilmunya untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.
Selamat dan sukses kepada Bunga Amirah dan Muhammad Aidil Fitri. Teruslah melangkah, teruslah berkarya, dan teruslah membawa nama UIN Sumatera Utara menuju panggung-panggung prestasi dunia.
Medan, 31 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas lulusan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi strategis. Salah satunya dengan menyelenggarakan Workshop Career Center bertajuk “Kolaborasi Industri: Mengupas Standar Layanan Pusat Karier Unggulan”, sebagai ikhtiar memperkuat peran Career Center dalam menjembatani mahasiswa dan alumni menuju dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk memperkuat ekosistem pengembangan karier yang tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga membangun budaya profesionalisme, peningkatan kompetensi, jejaring industri, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.
Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag., yang hadir mewakili Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan Career Center merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, karakter, serta kesiapan memasuki dunia profesional.
Menyampaikan pesan Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dr. Marliyah menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak berhenti pada saat mahasiswa diwisuda, tetapi ketika para alumninya mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, dunia usaha, dunia industri, maupun sektor pemerintahan. Career Center harus menjadi ruang strategis yang menghubungkan potensi mahasiswa dengan peluang masa depan. Di sinilah kolaborasi dengan industri menjadi kunci, sehingga lulusan FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, memimpin perubahan, dan menjadi solusi bagi berbagai tantangan bangsa.”
Beliau menambahkan bahwa sinergi antara kampus dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengelolaan pusat karier di perguruan tinggi, yaitu Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., Ketua Career Development & Alumni Centre (CDAC) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom., Manager Tracer Study, Hubungan Kealumnian dan Pengembangan Karir Universitas Sumatera Utara.
Dalam paparannya, Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Career Center modern harus bertransformasi menjadi pusat pengembangan talenta yang mampu mengintegrasikan layanan karier, penguatan kompetensi, jejaring alumni, hingga kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Career Center bukan lagi sekadar tempat menyampaikan informasi lowongan pekerjaan. Ia harus menjadi pusat pembinaan talenta, ruang pengembangan kompetensi, sekaligus ekosistem yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai peluang karier. Perguruan tinggi yang unggul adalah perguruan tinggi yang mampu mengantarkan lulusannya menemukan masa depan terbaiknya.”
Sementara itu, Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya data dan evaluasi berkelanjutan melalui tracer study sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan tinggi.
“Tracer study bukan hanya mengukur di mana alumni bekerja, tetapi menjadi cermin bagi perguruan tinggi untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta efektivitas layanan pengembangan karier. Semakin baik kita memahami perjalanan alumni, semakin tepat pula strategi yang dapat disusun untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang terus berubah.”
Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif mengenai strategi membangun Career Center yang profesional, penguatan layanan bimbingan karier, pengembangan soft skills, optimalisasi jejaring alumni, penyelenggaraan tracer study, hingga membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Antusiasme peserta mencerminkan besarnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya transformasi layanan karier sebagai bagian integral dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik yang dibagikan dalam forum ini menjadi bekal berharga dalam menyusun strategi pengembangan Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang lebih inovatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga siap berkarya, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Semoga langkah ini menjadi awal lahirnya Career Center FEBI UIN Sumatera Utara yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak luas; menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi mahasiswa dengan peluang masa depan, mempertemukan kompetensi dengan kebutuhan industri, serta melahirkan generasi lulusan yang tidak hanya sukses membangun karier, tetapi juga menghadirkan manfaat, inovasi, dan keberkahan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Medan, 29 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali hadir dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jurnal ilmiah Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam, yang dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara, berhasil meningkatkan peringkat akreditasinya dari SINTA 5 menjadi SINTA 4 berdasarkan hasil re-akreditasi jurnal ilmiah nasional.
Pencapaian ini bukan sekadar kenaikan angka dalam sistem akreditasi, melainkan menjadi bukti nyata bahwa budaya akademik, kualitas penelitian, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara terus mengalami kemajuan yang signifikan. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas posisi FEBI sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong lahirnya publikasi ilmiah berkualitas dan berdaya saing nasional.
Keberhasilan Studia Economica juga menjadi bagian dari capaian besar UIN Sumatera Utara melalui Rumah Jurnal yang berhasil mengantarkan lima jurnal meraih predikat SINTA 4, baik melalui akreditasi baru maupun peningkatan peringkat. Capaian kolektif ini menjadi cerminan bahwa semangat kolaborasi, profesionalisme, dan budaya mutu telah tumbuh kuat di lingkungan universitas.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, peningkatan akreditasi Studia Economica memiliki makna yang sangat strategis. Sebagai jurnal yang berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi Islam, Studia Economica telah menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, hingga praktisi dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang inovatif dan relevan terhadap perkembangan ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.
Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa tata kelola jurnal telah berjalan semakin profesional, mulai dari proses editorial, sistem penelaahan ilmiah (peer review), kualitas artikel, hingga konsistensi penerbitan yang memenuhi standar akreditasi nasional.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. Menurut beliau, peningkatan kualitas jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari transformasi perguruan tinggi menuju universitas riset yang unggul dan berdaya saing.
“Jurnal ilmiah adalah wajah intelektual sebuah perguruan tinggi. Ketika kualitas jurnal terus meningkat, sesungguhnya yang sedang tumbuh adalah tradisi berpikir ilmiah, budaya meneliti, dan semangat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UIN Sumatera Utara untuk terus melahirkan publikasi yang berkualitas, bereputasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.”
Senada dengan hal tersebut, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa peningkatan akreditasi Studia Economica merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim pengelola jurnal, dosen, reviewer, editor, penulis, serta dukungan penuh institusi dalam membangun ekosistem akademik yang sehat.
“Kami meyakini bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar memenuhi indikator kinerja, tetapi merupakan bentuk pengabdian intelektual kepada masyarakat. Setiap artikel yang diterbitkan adalah gagasan yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Kenaikan peringkat Studia Economica menjadi SINTA 4 adalah amanah untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga integritas akademik, dan menghadirkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat luas bagi bangsa dan dunia.”
Beliau juga berharap pencapaian ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih tinggi.
“Prestasi ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan budaya mutu yang terus dibangun, insya Allah Studia Economica akan terus berkembang hingga mampu menembus peringkat akreditasi yang lebih tinggi serta menjadi salah satu jurnal ekonomi syariah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.”
Keberhasilan ini menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika FEBI UIN Sumatera Utara untuk semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperkuat jejaring penelitian, dan memperluas kontribusi keilmuan bagi pembangunan bangsa.
Lebih dari sekadar sebuah capaian administratif, peningkatan akreditasi Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam merupakan simbol tumbuhnya budaya akademik yang unggul, budaya riset yang berkelanjutan, dan komitmen bersama dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan, solutif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan pengelola jurnal di lingkungan UIN Sumatera Utara untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjaga marwah akademik melalui publikasi ilmiah yang berkualitas. Dari kampus, lahir gagasan. Dari penelitian, tumbuh solusi. Dan dari karya ilmiah, tercipta kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.
Medan, 14 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ukhuwah Islamiyah Ekonomi (UIE) UIN Sumatera Utara berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) FoSSEI Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara tidak hanya unggul dalam proses akademik di ruang kuliah, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta semangat kolaborasi di tingkat regional. Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi UIN Sumatera Utara sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan generasi ekonomi syariah yang kompetitif, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
Dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara tersebut, delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara berhasil membawa pulang berbagai penghargaan membanggakan, yaitu:
🏆 Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam
Hendestri Br. Sembiring (Program Studi Manajemen)
Pathul Arjaq (Program Studi Ekonomi Islam)
Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)
🏆 Juara III Lomba Business Plan
Witri Sintia Amanda (Program Studi Akuntansi Syariah)
Salwa Azzahra (Program Studi Akuntansi Syariah)
Najla Mardiyah Lubis (Program Studi Akuntansi Syariah)
🏆 Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah
Asri Amaliyah (Program Studi Ekonomi Islam)
Dina Ariyanti (Program Studi Ekonomi Islam)
Amri Perwira Siregar (Program Studi Ekonomi Islam)
🏆 Juara II Lomba Video Kreatif
Tessa Fadilla (Program Studi Manajemen)
Siti Fahirah Sihotang (Program Studi Akuntansi Syariah)
Nur Eliza Siregar (Program Studi Perbankan Syariah)
🌟 Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026
Dela Sriyani (Program Studi Akuntansi Syariah)
Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui budaya belajar, diskusi ilmiah, latihan yang berkesinambungan, serta semangat kolaborasi yang kuat di lingkungan KSEI UIE UIN Sumatera Utara. Di balik setiap piala yang diraih, terdapat kerja keras, ketekunan, doa, dan komitmen seluruh delegasi untuk membawa nama baik almamater ke tingkat yang lebih tinggi.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian luar biasa yang diraih para mahasiswa.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk bersaing, berkolaborasi, dan menjadi inspirasi di tingkat regional maupun nasional. Kami percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari proses pembentukan karakter, integritas, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Teruslah berkarya, karena setiap prestasi hari ini adalah pijakan menuju pengabdian yang lebih besar di masa depan.”
Sementara itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara pembinaan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan semangat mahasiswa untuk terus mengembangkan diri.
“Kami meyakini bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari ketekunan, kejujuran, disiplin, dan keberanian untuk terus bertumbuh. KSEI UIE telah membuktikan bahwa mahasiswa FEBI mampu menjadi duta intelektual ekonomi syariah yang membawa nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme dalam setiap kompetisi. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta mengabdikan ilmu bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.”
Beliau juga berharap agar budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara, sehingga semakin banyak mahasiswa yang mampu mengharumkan nama fakultas dan universitas di berbagai ajang ilmiah, nasional maupun internasional.
Keberhasilan delegasi KSEI UIE UIN Sumatera Utara pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 menjadi simbol bahwa semangat belajar, keberanian berkompetisi, dan kolaborasi yang kuat akan selalu melahirkan prestasi yang membanggakan. Lebih dari sekadar memenangkan perlombaan, para mahasiswa telah menunjukkan bahwa generasi muda ekonomi syariah mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif berkarya, serta berani tampil di berbagai forum ilmiah. Dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, mahasiswa tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban ekonomi syariah yang maju, inklusif, dan berkeadilan.
Lhokseumawe – Delegasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universal Islamic Economics (UIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagut 2026 yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh. Dalam kompetisi tingkat regional tersebut, delegasi FEBI UINSU berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai cabang perlombaan.
Temilreg FoSSEI Sumbagut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kapasitas akademik, kepemimpinan, riset, inovasi, serta memperkuat jaringan antarmahasiswa ekonomi Islam.
Pada penyelenggaraan Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026, delegasi KSEI UIE FEBI UINSU berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih sejumlah prestasi, yaitu:
Juara II Lomba Debat Ekonomi Islam
Dela Sriyani
Hendestri Br. Sembiring
Pathul Arjak
Juara III Lomba Business Plan
Witri Shintia Amanda
Najla Mardhiyah Lubis
Salwa Azzahra
Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah
Asri Amaliyah
Dina Ariyanti
Amri Perwira Siregar
Juara II Lomba Video Kreatif
Nur Eliza Siregar
Tessa Fadilla
Siti Fahirah Sihotang
Best Speaker Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026
Dela Sriyani
Keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan, kerja keras, disiplin, serta semangat kolaborasi para mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi. Prestasi yang diraih juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan fakultas, dosen pembimbing, alumni, serta seluruh civitas akademika FEBI UINSU yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi.
Capaian ini semakin memperkuat posisi FEBI UINSU sebagai salah satu fakultas yang konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam riset, inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui organisasi kemahasiswaan seperti KSEI UIE UINSU, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, penyusunan karya ilmiah, hingga penyelesaian persoalan ekonomi syariah secara komprehensif.
Prestasi yang diraih pada Temilreg FoSSEI Sumbagut 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FEBI UINSU untuk terus meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti kompetisi ilmiah, serta membawa nama baik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
FEBI UINSU berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.