Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai acara Silaturrahim Moment dan Sambut Pisah Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Rudy Brando Hutabarat. Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan ruang refleksi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi daerah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara hadir secara eksklusif dalam undangan kehormatan tersebut, mempertegas eratnya sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam membangun Sumatera Utara yang lebih kuat dan berdaya saing. Turut hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi dan Bapak Didit Widiana, yang selama ini menjadi pilar penting dalam mendukung kepemimpinan dan arah kebijakan strategis Bank Indonesia di wilayah ini.
🌟 Rudy Brando Hutabarat: Kepemimpinan yang Menenangkan dan Visioner
Dalam sambutannya yang penuh keteduhan, Rudy Brando Hutabarat menyampaikan pesan reflektif tentang makna kepemimpinan dan pengabdian.
“Jabatan adalah amanah yang datang dan pergi. Tetapi nilai dan kontribusi yang kita tinggalkan akan tetap tinggal dalam ingatan dan dampak nyata bagi masyarakat.”
Beliau menekankan bahwa stabilitas ekonomi bukan semata hasil kebijakan teknis, tetapi buah dari kolaborasi lintas sektor.
“Bank Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Dunia akademik, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah mitra strategis. Ketika kita duduk bersama dengan niat membangun, maka ekonomi akan tumbuh dengan fondasi yang lebih kokoh.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang merangkul, bukan mendominasi; tentang melayani, bukan dilayani.
🤝 Iman Gunadi: Konsistensi dan Keteguhan dalam Mengawal Stabilitas
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi, menyampaikan refleksi tentang pentingnya konsistensi dalam menjalankan tugas negara.
“Tantangan ekonomi selalu berubah, tetapi komitmen kita tidak boleh berubah. Stabilitas adalah hasil dari kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berintegritas.”
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi.
“Kampus adalah ruang lahirnya gagasan. Ketika gagasan bertemu kebijakan, di situlah lahir solusi yang berkelanjutan.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa dunia akademik memiliki peran vital dalam mendukung kebijakan ekonomi yang berbasis riset dan analisis mendalam.
🚀 Didit Widiana: Adaptif, Inovatif, dan Berorientasi Masa Depan
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara lainnya, Bapak Didit Widiana, menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi dinamika global.
“Kita hidup di era yang bergerak cepat. Ketahanan ekonomi daerah sangat ditentukan oleh kemampuan kita beradaptasi dan berinovasi.”
Beliau menambahkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Sinergi dengan perguruan tinggi bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan esok.”
Pandangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan ekonomi memerlukan keberanian untuk berpikir jauh ke depan.
🎓 Dekan FEBI: Menyatukan Ilmu dan Kebijakan
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kepemimpinan Rudy Brando Hutabarat selama bertugas di Sumatera Utara.
Beliau menyampaikan:
“Kami menyaksikan bagaimana kepemimpinan yang tenang dan visioner mampu menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang kolaborasi. Bagi kami di dunia akademik, ini adalah teladan bahwa ilmu dan kebijakan harus berjalan beriringan.”
Beliau juga menegaskan komitmen FEBI untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Bank Indonesia.
“FEBI siap menjadi mitra intelektual yang menghadirkan kajian dan pemikiran konstruktif demi mendukung kebijakan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.”
🌿 Silaturrahim yang Menguatkan Sinergi
Acara sambut pisah ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar peralihan jabatan. Ia menjadi ruang mempererat silaturrahim, memperkuat kolaborasi, dan memperteguh komitmen bersama membangun Sumatera Utara.
Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, sinergi antara otoritas moneter dan institusi pendidikan menjadi kunci lahirnya kebijakan yang tidak hanya stabil, tetapi juga inklusif dan berorientasi masa depan.
Momen ini menegaskan satu hal penting: kepemimpinan yang berintegritas akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. Dan kolaborasi yang dibangun dengan niat tulus akan melahirkan keberkahan yang meluas bagi masyarakat.
Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.



