Menguatkan Langkah, Menyatukan Asa: FEBI UIN Sumatera Utara Lantik Pengurus SEMAF, DEMAF, dan HMJ Periode 2026–2027

Medan, 06 Januari 2026 – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti prosesi Pelantikan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas (SEMAF), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMAF), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara periode 2026–2027. Momentum ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan sebuah titik awal lahirnya para pemimpin muda yang kelak akan membawa perubahan, menyalakan gagasan, dan memperluas manfaat bagi banyak orang.

Di wajah-wajah para pengurus yang baru dilantik, tampak semangat yang sulit disembunyikan—campuran antara bangga, tanggung jawab, dan tekad untuk memberikan yang terbaik. Hari itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati selalu dimulai dari keberanian menerima amanah.

Tongkat estafet organisasi kini berada di tangan M. Royhan Safdan Muzakki, yang resmi dilantik sebagai Ketua Umum SEMA FEBI UIN Sumatera Utara. Dalam ungkapannya yang meneduhkan, Royhan menegaskan bahwa SEMA harus menjadi rumah bagi aspirasi mahasiswa sekaligus penjaga nilai-nilai akademik dan integritas.

“Amanah ini bukan tentang siapa yang berdiri paling depan, tetapi tentang bagaimana kita berjalan bersama. Saya percaya, ketika kita saling menguatkan, tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk dicapai.”

Sementara itu, Danu Wijaya, Ketua Umum DEMA FEBI UIN Sumatera Utara yang baru, menyampaikan pesan penuh energi dan optimisme. Baginya, organisasi mahasiswa adalah ruang belajar paling nyata untuk bertumbuh.

“Hari ini kita tidak hanya dilantik, tetapi juga dipanggil untuk melayani. Kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan keberanian mengambil tanggung jawab dan menghadirkan dampak. Mari kita jadikan setiap langkah sebagai kontribusi.”

Nuansa emosional semakin terasa saat Ketua Umum Demisioner DEMA FEBI UIN Sumatera Utara 2024/2025, Alfia Rahman Manik, menyampaikan sambutan perpisahan yang menyentuh hati. Dengan suara yang sarat ketulusan, ia menitipkan harapan besar kepada para penerusnya.

“Organisasi ini telah mengajarkan saya bahwa lelah akan terasa ringan ketika dijalani bersama. Rawatlah kebersamaan, karena dari sanalah kekuatan lahir. Jangan takut pada tantangan—sebab di situlah pemimpin ditempa.”

Sambutan Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menjadi puncak refleksi dalam acara tersebut. Pesan beliau terasa kuat, namun sekaligus hangat—menggugah kesadaran bahwa mahasiswa hari ini adalah arsitek masa depan.

“Jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Dunia tidak sedang menunggu orang biasa, melainkan mereka yang siap bekerja dengan hati dan memberi manfaat tanpa henti.”

Walau tidak seluruhnya disampaikan secara langsung di podium, pesan dari para Wakil Dekan FEBI UIN Sumatera Utara turut menghadirkan keteduhan tersendiri—seakan menjadi kompas bagi perjalanan kepemimpinan yang baru dimulai.

Wakil Dekan I FEBI, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag. mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi organisasi dan keunggulan akademik.

“Aktivis yang hebat adalah mereka yang mampu tetap unggul di ruang kelas sekaligus berdampak di luar kelas. Jangan pernah memilih salah satunya—lakukan keduanya dengan sepenuh hati.”

Wakil Dekan II FEBI, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. menekankan bahwa amanah harus dijaga dengan integritas.

“Kepercayaan adalah kehormatan. Sekali diberikan, ia harus dijaga dengan kerja nyata, transparansi, dan tanggung jawab. Biarlah jabatan ini menjadi ladang pengabdian.”

Wakil Dekan III FEBI, Dr. Marliyah, M.Ag. menghadirkan pesan yang begitu syahdu tentang makna kepemimpinan.

“Pemimpin sejati bukan yang ingin dilihat paling bersinar, tetapi yang mampu menyalakan cahaya bagi orang lain. Jika kehadiranmu membuat banyak orang bertumbuh, maka di situlah keberhasilan kepemimpinan.”

Sepanjang acara, terasa jelas bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda formal—melainkan momentum batin yang menegaskan bahwa setiap generasi memiliki perannya dalam menulis sejarah. Tepuk tangan yang bergema bukan hanya bentuk ucapan selamat, tetapi juga doa agar langkah-langkah baru ini selalu diarahkan pada kebaikan.

Hari itu, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang lahirnya karakter, keberanian, dan kepemimpinan. Dari ruangan itulah, masa depan perlahan sedang disiapkan.

Semoga amanah yang kini dipikul menjadi bahan bakar untuk berkarya lebih luas, berinovasi tanpa takut, serta menghadirkan perubahan yang nyata. Karena sejatinya, perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah berani—dan langkah itu telah dimulai hari ini.

Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.