Arsip Agenda -> Agenda

Agenda

Tanggal : 2016-07-29 | Waktu : 19:55:47
WORKSHOP KURIKULUM PRODI MAGISTER (S2 ) PERBANKAN SYARIAH

Medan, 23 Juli 2016. FEBI UIN SU Menyelenggarakan Workshop Kurikulum Program Studi Magister (S2) Perbankan Syariah. Hadir Para Narasumber 1. Dr. Ade Sofyan Mulazid (Wakil Dekan II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) , 2. Dr. Muhammad Zain ( Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama) mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Islam , Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag Dekan FEBI UIN SU, Dr. H. Muhammad Yafiz, MA (Wakil Dekan I), Dr. Chuzaimah Batubara, M.Ag ( Wakil Dekan II) , Dr. M. Ridwan (Wakil Dekan III ), Dr. Iskandar Budiman ( Dekan FEBI Langsa ) ,Para Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Redaktur Harian FEBI NEWS /Pengelola Web FEBI (Sunarji Harahap, M.M.) dan Para Dosen, dan Staff FEBI UIN SU.

Kata Sambutan disampaikan oleh Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag Dekan FEBI UIN SU yang juga Sekjen dari AFEBIS menyampaikan Sejalan dengan pesatnya perkembangan Industri perbankan syariah yang sedang  gencar  mendominasi dalam system perekonomian Indonesia dan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam penerapan kompetensi Ilmu Ekonomi Syariah khususnya Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN SU menjadi pilihan utama  untuk dapat menunjukkan eksistensinya dengan membuka Program Studi Magister (S2) Perbankan Syariah . Workshop kurikulum ini, silabus dan materi pengajaran yang berbasis kompetensi sesuai dengan rumusan KKNI, agar materi ilmu-ilmu   syariah yang diajarkan dapat mengikuti perkembangan  dunia perbankan saat ini.  sentuhan kasus-kasus Islamic finance yang dibutuhkan oleh industri, akan menjadikan  lulusannya sesuai kualifikasi kompetensi yang diharapkan.

Narasumber I (Dr. Ade Sofyan Mulazid) menyampaikan bahwa Ada beberapa Standar Minimal yang harus dilengkapi dalam mempersiap pembukaan Program Magister :

  1. Minimal Dosen bergelar Doktor yang relevan dengan Prodi S2 yang dimajukan dan minimal memahami literature bahasa asing
  2. Terdapat 2 Ruang kerja Dosen dengan luas 100 m dan Ruang Guru Besar 8 Meja Kerja, 8 unit computer dan 1 uni pesawat telephon
  3. Ruang Kuliah Mahasiswa yang tersedia 28 ruang kuliah, 2 ruang Lab Komputer , 3 Ruang Theater, 1 Ruang Auditorium, dan Setiap ruang perkuliahan minimal dapat menampung 20 orang
  4. Tersedianya Ruang Perpustakaan dan Lab
  5. Tersedianya Jaringan WIFI yang kuat
  6. Ketersediaan Tenaga Kependidikan yang berbasis IT minimal 9 orang
  7. Adanya filosofi Keilmuan Prodi yang diajukan
  8. Kualifikasi calon mahasiswa yang diterima berupa adanya ujian kompetensi pada saat ujian masuk seperti Tes Potensi Akademik, Tes kemampuan bahasa inggris TOEFL dan Tes Kemampuan bahasa Arab (TOAFL).

Selanjutnya paparan dari Narasumber II Dr. Dr. Muhammad Zain ( Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama) menyampaikan bahwa Bapak Bangsa Singapura di dalam bukunya yang berjudul "One Man's View of the World" pernah mengatakan bahwa jika Indonesia ingin maju ada tiga hal yang harus dibenahi. Pertama, membenahi kemacetan politik, kedua menghilangkan praktik korupsi, dan Ketiga membangun infrastruktur yang baik untuk menunjang perekonomian.

Untuk mengatasi kemacetan politik, Ia menilai perlu adanya kaji ulang terhadap UUD 1945 yang saat ini sudah empat kali diamandemen. Ia menilai karakter bangsa Indonesia lebih terlihat dengan menjalankan UUD 1945 tanpa amandemen, hal ini karena founding fathers kita telah menentukan arah masa depan bangsa. Amandemen yang dilakukan terhadap UUD 1945 seakan-seakan menghilangkan roh dan semangat berbangsa dan bernegara dengan menghilangkan nilai-nilai substantif yang dikandungnya.

korupsi di era reformasi adalah era yang mencetak koruptor terbanyak dalam sejarah negeri ini. Korupsi berjalan begitu masif, berjamaah dan bahkan sampai tingkat satuan kuasa terkecil. Kendati mengatakan bahwa orde baru juga terdapat korupsi, namun ia menilai bila dibandingkan dengan zaman sekarang hal itu tidak ada apa-apanya.

"Korupsi juga sama, dulu di zaman Pak Harto korupsi ada tapi tidak masif. Sekarang, bukan hanya jamaah tapi sudah ke tingkat bawah, sudah jadi budaya korupsi ini. Kita perlu melakukan review terhadap (amandemen) UUD.

Beliau juga menyampaikan hal yang menarik dari pertemuan Asosiasi Pengembangan Ekonomi Syariah  Indonesia yang dilaksanakan di Rektorat Universitas Brawijaya, Malang yang dihadiri Oleh staf ahli Kemenristek Dikti, Perwakilan direktur Bank Syariah, Pimpinan PTKI , Rektor IAIN Banten, Prof Fauzul Iman, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Makasar, Prof Hj. Masrurah dan para Dekan dan Pengelola Asiosiasi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah.

Dari hasil pertemuan tersebut , ada beberapa poin penting yang dapat diambil :

  1. Ada 2 Tantangan kita saat ini adalah 1. Pemilikan umat Islam terhadap Wealth, Kekayaan. Adanya kesejahteraan yang rendah, dimana terdapat rata rata umat islam atau negara yang mendeklarasikan diri sebagai negara Islam yang miskin. 2. Apakah kita sepakat memakai nomenklatur Islamic Finance atau Islamic Economy, sebab yang menyuara saat sekarang ini adalah Islamic radicalisme yang cukup mengganggu.
  2. Isu – isu krusial Ekonomi Syariah atau Perbankan Syariah antara lain : 1. Sisi market share. Pangsa pasar masih sangat kecil, masih 4,9 persen per mei 2015 dibanding bank bank konvensional, 2. Persoalan Sumber Daya Manusia, dimana SDM dibank bank Syariah masih mayoritas dari latar belakang SDM yang konvensional. 3. Regulasi ekonomi syariah dan  turunannya masih sangat sedikit dan belum maksimalnya sinkronisasi kebijakan antar lembaga pemerintah.4. Masih kurangnya sosialisasi system ekonomi syariah
  3. Peluang Ekonomi syariah diantaranya Indonesia adalah Muslim Terbesar, Market share saat ini bisa menjadi lompatan jauh dengan adanya deregulasi perbankan Syariah, Banyak berkembangnya Lembaga Lembaga Keuangan Syariah seperti BMT, dll, Adanya MEA menjadi momen penting bagi Indonesia dalam memainkan peran dalam memajukan ekonomi Syariah.