Arsip Agenda -> Agenda

Agenda

Tanggal : 2016-09-08 | Waktu : 13:06:14
Dr.M.Ridwan, M.Ag memberikan Piagam Penghargaan Kepada Gunawan Benjamin, M.Si sebagai Narasumber pada Kegiatan Studium Generale Mahasiswa Baru 2016

Medan, 07 September 2016. FEBI UIN SU menyelengarakan Studium Generale di Aula UIN SU. Hadir sebagai pemateri Gunawan Benjamin, M.Si yang merupakan salah satu Pengamat ekonomi Sumatra Utara dengan tema  Current  Issues On Indonesian  Economics, Tantangan dan Prospek Bagi Mahasiswa. Kegiatan  dibuka Oleh Plt. Dekan FEBI UIN SU (Dr.Hj. Chuzaimah Batubara, M.Ag). Hadir juga Wakil Dekan I (Dr. H. Muhammad Yafiz, MA), Wakil Dekan III ( Dr. M. Ridwan, M.Ag) yang sekaligus memberikan Piagam Penghargaan kepada Pemateri.  Tampak juga para Ketua / Sekretaris Jurusan, dan para Staff  FEBI UIN SU serta para mahasiswa baru yang  memadati Aula UIN SU.

Bapak Gunawan Benjamin  menyampaikan  terkait tema diatas dimana  isu isu ekonomi saat ini  pelaku pasar kembali pesimis terkait kebijakan pengampunan pajak oleh DPR. Gunawan menilai kondisi tersebut akan menghilangkan potensi adanya dana masuk ke pasar keuangan domestik. Gunawan menambahkan muncul keraguan bahwa program pembangunan pemerintah akan tersendat dengan kemungkinan dibatalkannya kebijakan tersebut. Menurutnya, sejumlah asumsi pesimis pelaku pasar akan menyesuaikan ekspektasi kinerja harga saham emiten maupun IHSG secara keseluruhan. Adapun IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,79% di level 4.876,79. Meskipun IHSG terpuruk akan tetapi kinerja mata uang rupiah masih menunjukan tren penguatan. Adapun rupiah menguat di level Rp13.260 per dolar AS atau naik sebesar 39 poin dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya. Perlambatan pertumbuhan produksi industri manufaktur dan kinerja ekspor Sumatra Utara pada tahun ini memukul pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2015 hanya 4,78% year on year. Secara nominal, PDRB Sumut pada kuartal I/2015 atas dasar harga berlaku mencapai Rp138,01 triliun, sementara berdasarkan harga konstan mencapai Rp108,22 triliun.maka pertumbuhan ekonomi Sumut terus menurun. "Selama 3 tahun terakhir terus menurun, seperti pada 2013 6,59%, kemudian pada 2014 5,24%, sekarang hanya tumbuh 4,78%. Perlu kerja keras sekali untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumut.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Sumut pada awal tahun ini masih ditopang pertumbuhan berbagai lapangan usaha. Pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 12,25% atau Rp1,42 triliun dari Rp1,32 triliun. Selanjutnya, ada pertumbuhan sektor pengadaan air 9,7% dan penyediaan akomodasi dan makan minum 9,21%.

Adapun, struktur perekonomian Sumut masih didominasi tiga sektor yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan 23,26% atau Rp28,02 triliun, industri pengolahan 19,37% atau Rp19,97 triliun, dan perdagangan besar eceran serta reparasi mobil sepeda motor 17,58% atau Rp19,38 triliun.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,91%, diikuti oleh kosumsi pemerintah yang tumbuh 4,28%, dan pembentukan modal tetap domestik bruto 3,23%

Kendati begitu, pengamat ekonomi UIN Sumut Gunawan Benjamin mengatakan perekonomian Sumut masih memiliki harapan dengan derasnya arus investasi khususnya infrastruktur kelistrikan.

Jika realisasi pembangunan infrastruktur dan ketersediaan energi di Sumut dapat diakses dalam waktu dekat, Gunawan berharap Pemprov Sumut dapat memacu realisasi berbagai investasi tersebut."Selain itu Sumut memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dioptimalkan.