Arsip Agenda -> Agenda

Agenda

Tanggal : 2016-05-14 | Waktu : 16:34:20
Isra' Mi'raj dan Bedah Buku Dibawah Naungan AL Qur'an Oleh Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag

Medan, 11 Mei 2016. FEBI UIN SU menyelenggarakan Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Bedah Buku Dibawah Naungan AL Qur’an oleh Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag.  Hadir bersama Wakil Dekan I (Dr.Muhammad Yafiz, M.Ag) , Wakil Dekan II (Dr. Chuzaimah Batubara, M.Ag) dan Wakil Dekan III (Dr. M.Ridwan, M.Ag), Ketua Panitia (Ahmad Riyansyah Parinduri, S.E.I ) ,Para Ketua Prodi , dan Para Dosen , Mahasiswa dan Undangan peserta Lainnya. Kegiatan ini sangat menginsipirasi bagi yang mengikutinya. Banyaknya para peserta yang hadir sehingga tidak dapat menampung peserta untuk berada didalam gedung Pusbinsa. Hadir sekitar 200 orang lebih pada acara tersebut. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan diskusi tanya jawab, dll. Kegiatan ini merupakan kegiatan Seminar Motivasi terdahsyat 2016 yang mampu membuat para peserta agar mengetahui isi dari buku karangan Dr. H. Azhari Akmal Tarigan dan 3 kekuatan Pilar dalam sholat dalam rangka Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H.

 Alquran sebagai kitab suci umat Islam memiliki arti yang penting dan mendalam bagi umatnya. Alquran tidak hanya sebatas berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat Islam tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi manusia secara keseluruhan. Hidup dalam naungan Alquran berarti kita selalu berinteraksi dengan Alquran dalam setiap saat dan kesempatan. Hidup dan kehidupan kita berpedoman pada Alquran dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam menghidupi diri. Kita tidak hanya sekadar mudah melapazkan kalimatnya namun jauh dari itu berusaha memahami dan mengamalkan ajaran Alquran dalam segala aspek kehidupan. Alquran kita jadikan sebagai petunjuk hidup dalam meraih keselamatan dunia dan akhirat.

Berkaitan dengan hikmah dan nikmat hidup di bawah naungan Alquran, beliau mengemukakan. “ Inilah lingkungan Alquran yang mungkin manusia bisa hidup di dalamnya, merasakan kenikmatan hidup di dalamnya, karena dengan lingkungan demikianlah Alquran turun, sebagaimana dalam lingkungan begitu pula Alquran diamalkan. Bagi siapa yang tidak mau menjalani kehidupan seperti itu, maka dirinya akan jauh dan terkucil dari hidayah Alquran, walaupun mereka tenggelam dalam mempelajarinya, membacanya dan menelaah ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya.

Untuk dapat merasakan hidup di bawah naungan Alquran, maka kita harus berinteraksi selalu dengan Alquran. Bagaimana caranya?

Pertama, berinteraksi dengan selalu membaca Alquran. Membaca Alquran merupakan bentuk awal interaksi seseorang dengan Alquran. Dengan membaca Alquran kita akan dapat menemukan berbagai informasi penting yang berguna dalam kehidupan nyata. Sungguh membaca Alquran akan membuka jalinan komunikasi antara kita sebagai hamba dengan Allah sebagai Khalik yang telah menurunkan Alquran sebagai petunjuk pada jalan kebenaran. Agar membaca Alquran lebih bermakna maka kita harus dapat merasakan Alquran itu turun untuk diri kita sebagaimana para sahabat merasakan hal yang sama. Orang yang tertib dan kontinyu membaca Alquran akan memberi bekas yang mendalam pada jiwa dan menjadikannya terang benderang.

Kedua, berinteraksi dengan memahami Alquran. Kita tidak cukup hanya sekadar merutinkan membaca Alquran atau menyenandungkannya dengan suara yang merdu dengan irama yang menyentuh. Akan tetapi kita juga harus mampu untuk memahami ajaran yang terkandung di dalamnya. Menggali dan menelaah mutiara hikmah yang tiada tara dalam menuntun hidup untuk mengapai bahagia. Dalam memahami hikmah Alquran kita tentu perlu memiliki panduan yang jelas dan bimbingan yang intensif dari para ulama yang paham dengan ilmu tersebut. Dengan membaca berbagai karya ulama tafsir dan menghadiri majelis ta’lim maka diharapkan kepahaman kita terhadap Alquran semakin baik dan sempurna.

Ketiga, berinteraksi dengan mengamalkan Alquran. Tidaklah cukup bagi kita memiliki ilmu dan hikmah tentang Alquran saja. Namun mengamalkan ajaran Alquran sangat penting dalam merasakan hidup indah dan nikmat dalam naungan Alquran. Orang yang mampu menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam segala aspek kehidupannya maka dirinya akan tertuntun dan terarahkan dalam menapaki kehidupan yang penuh dengan tantangan. Makanya, perlu tekad yang kuat dan semangat yang membaja dalam mengaplikasi ajaran-ajaran Alquran dalam setiap sisi kehidupan kita. Orang yang hidup sesuai dengan Alquran maka akan memudahkan langkahnya menuju surga dan selamat dari marabahaya neraka yang apinya sangat membara.

Keempat, berinteraksi dengan mendakwahkan atau mengajarkan ajaran Alquran. Islam sebagai agama komunal, tidak hanya mementingkan keselamatan pribadi. Tetapi jauh dari itu di samping dirinya selamat, dia juga berusaha menyelamatkan orang lain. Di samping dirinya shaleh, dia bertanggung jawab juga menyolehkan orang lain. Makanya di sinilah peran kita untuk mendakwahkan dan menyampaikan ajaran Alquran pada umat agar mereka bisa tercerahkan dan terselamatkan dari tipu daya dunia. Dengan mendakwahkan Alquran maka diharapkan masyarakat akan hidup di bawah naungan Alquran.

Ada beberapa Fakta sejarah setelah Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW- yang menarik untuk dianalisis, pertama, Nabi Muhammad SAW hijrah bersama sahabatnya menuju Madinah. Perjalanan menuju Makkah dan Madinah pada masa itu, disaat jalan tol dan kenderaan bermesin belum ada sama sekali dan bukan hal yang mudah. Nabi juga harus melewati padang pasir yang tandus. Menaklukkan bebatuan , bukit , gunung dan bertarung dengan hempasan badai untuk bisa sampai ke Madinah. Kedua, Nabi harus memimpin perang perang besar melawan kafir Quraisy berserta sekutunya, sebut saja perang Badar, perang Uhud, perang Khandaq, dll. Dan diperkirakan sampai angkatan 55 tahun lebih Nabi Muhammad SAW terus memimpin perang dan mengalahkan kafir Quraisy. Ketiga, Nabi Muhammad SAW juga sebagai pemimpin negara yang sangat plural. Ada Yahudi, Nasrani, Muhajirin dan Anshar. Dan semua kelompok tersebut mampu diatasi Beliau. Beliau mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar, serta mengajak Yahudi dan Nasrani dalam satu perjanjian yang strategis yaitu perjanjian Madinah. Penting dicatat , peristiwa agung itu terjadi disaat usia Nabi tidak lagi Muda. Setidaknya umur Nabi telah berusia 50 tahun . sebagaimana diketahui , Nabi wafat pada usianya 63 tahun. Pertambahan usia tidak membuat aktivitas Nabi menyurut, Bahkan sampai akhir hayatnya Nabi tetap energik, progresif, dinamis , sehat dan kuat. . Jadi Apa sesungguhnya rahasia dibalik kesehatan dan kekuatan Nabi ? disaat usia Nabi dapat dikatakan tidak lagi muda tapi Beliau berhasil dan Sukses memerankan dirinya sebagai kepala negara. Nabi tetap Sehat, kuat dan gagah. Tidak ditemukan informasi bahwa Nabi pernah sakit dan terkapar ditempat tidur. Setidaknya sampai akhir hayatnya. DR. Azhari Akmal Tarigan menyampaikan selain bersumber makanan (kurma), dan Minuman (madu, Air Zam Zam) tentunya ada sumber kekuatan lain yang terdapat pada Nabi Muhammad SAW, yaitu bersumber dari ibadah khusus Sholat Sholat yang dilakukan Rasulullah SAW. Shalat hakikatnya adalah menyerap energi Allah SWT. Bukankah Allah SWT itu sumber daya dan kekuatan. Ada tiga pilar kekuatan Sholat yaitu pertama Shalat sebagai kekuatan kekuatan diri (pribadi), kedua , Sholat sebagai kekuatan sosial, ketiga, Sholat sebagai kekuatan peradaban.

Didalam membangun peradaban ini tidak bisa secara individual tetapi harus merekat dan menyeluruh potensi umat. Masjid masjid adalah salah satu penopang dari lahir nya potensi umat , dengan sejatinya lahir gagasan gagasan besar untuk membuat kehidupan manusia lebih bermartabat dan beradab. Salah satunya ada beberapa masjid yang telah merumuskan hal hal besar dan penting dilakukan dalam rangka membangun umat, sebut saja masjid yang telah mengembangkan ekonomi syariah walaupun masih sebatas mendirikan BMT dan Koperasi Lainnya.