Arsip Agenda -> Agenda

Agenda

Tanggal : 2016-06-01 | Waktu : 10:52:27
Kata Sambutan Dekan FEBI UIN SU/SEKJEN AFEBIS Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. dalam pertemuan tahunan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) seluruh Indonesia di Trainning Centre UIN Alauddin, Makassar

Medan, 23 Mei 2016. Assosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS ) sebagai sebuah wadah yang dapat menjadi acuan dalam keselarasan, keseimbangan dan keteraturan institusi penyelenggara pendidikan tinggi di bidang ekonomi syari’ah, akuntansi syari’ah dan manajemen syari’ah,  untuk kesekian kalinya menyelenggara forum kajian ilmiah dengan topik “Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia dalam Era MEA”.

Dalam rangka pertemuan tahunan Forum Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se-Indonesia 23 – 24 Mei 2016 tempat gedung Training Center UIN Alauddin, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah. Forum AFEBIS ini salah satunya  dihadiri oleh UIN Sumatera Utara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan kalijaga Jogjakarta, UIN Sunan Ampel surabaya,UIN Malang, IAIN Gorontalo dan perguruan tinggi Ekonomi lainnya, dalam agenda forum AFEBIS tema: “Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia dalam era MEA” .Pertemuan AFEBIS ini dibuka oleh Sekjen AFEBIS / Dekan FEBI UIN SU  Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag . Hadir juga dari pimpinan FEBI UIN SU Wakil Dekan I Dr. Muhammad Yafiz, MA, Wakil Dekan III Dr. M. Ridwan, MA.

Panitia menghadirkan Narasumber Walikota Makassar Ir.H.Moh.Ramdhan Pamanto sebagai keynotespeaker, Prof Ambo Asse.M.Ag (Dekan FEBI,). Bambang Kiswono(Pimpinan OJK Sulawesi, Maluku, Papua). Prof Dr .H .Muhammad M.Ag (ketua STEI Yogyakarta). Dr Imam Yahya.M.Ag (Ketua AFEBIS), Santi Fatni,S.Kom (sekertaris Corporate Toshiba Indonesia). Fahmi Amirullah,S.Kom (kepala kantor perwakilan PT BEI Makassar).


Tujuan kegiatan adalah mempererat tali silaturrahmi antar fakultas ekonomi dan bisnis Islam se-Indonesia untuk membahas beberapa permasalahan dan isu isu strategis dan penting dibidang ekonomi Syariah di Indonesia, merumuskan strategi pengembangan ekonomi syariah agar semakin tumbuh dan berkembang secara produktif di Negeri kita tercinta Indonesia, karena yang hadir adalah para profesor, doktor ekonomi sebagai pakar dan penggiat ekonomi syariah yang selalu konsisten menggerakkan dan membumikan sistem ekonomi syariah…Ibnu hadjar yusuf, papar sekretaris panitia.

Forum pertemuan ini akan dihadiri kurang lebih seribu peserta, dari mahasiswa, dosen ,pimpinan Perguruan tinggi, pimpinan Bank, penggiat ekonomi usaha kecil menengah.

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 23-24 Mei 2016 di Training Center  UIN Alauddin Makassar. Pertemuan yang dihadiri oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se PTKAIN se indonesia bertujuan untuk memperat tali silaturrahmi antar PTKAIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) di Indonesia serta membahas beberapa permasalahan dan isu penting di bidang ekonomi syariah di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Walikota  Makassar ; Ir, H.  Mohammad Ramdhan Pomanto kemudian dilanjutkan Seminar Nasional tajuk “strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia” dengan narasumber ; Santi Fatni S.Kom (Corporate Secretary of Toshiba Corp Indonesia), Prof. Dr. Muhammad , Indonesia Stock Exchange (IDX) dan Otorotas Jasa Keuangan (OJK).

“Kehadiran MEA sendiri memberikan peluang dan tantangan bagi perekonomian Indonesia, tak terkecuali  AFEBIS yang dalam hal ini sebagai wadah kajian ekonomi dan bisnis Islam,  Untuk itu kita sebagai cendekia-cendekia ekonomi islam harus merumuskan strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia kedepan ”  papar Ir, H.  Mohammad Ramdhan Pomanto dalam pidatonya sebagai keynote speaker.

Terselenggaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Kementerian Agama RI merupakan respon terhadap perkembangan dunia ekonomi Islam di tengah masyarakat Indonesia. Ekonomi Islam tidak saja menjadi wacana tetapi menjadi sebuah keninscayaan yang berkembang di masyarakat ekonomi dengan munculnya berbagai lebaga perekonomian syariah baik berupa Lembaga Perbankan Syariah, modal syariah, bisnis syariah dan berbagai aktifitas masyarakat.

Sebagai Fakultas baru, FEBI harus bersiap untuk mewujudkan harapan masyarakat dan para pengguna lulusan (stake holder). Masyarakat berharap FEBI bisa memproduk sarjana berkarakter yang berbeda dengan FEB/FEBI di luar Kementerian Agama. Begitu juga degan stake holder juga menginginkan lulusan FEBI trampil tidak saja mempunyai skill profesional sekaligus memiliki nilai-nilai amanah dalam praktek menerapkan prinsip prinsip ekonomi syariah.

Untuk mempersiapkan harapan masyarakat yang sedeikian besarnya, maka perlu dipersiapkan berbagai hal diantaranya mempersiapkan kurikulum yang mampu memadukan tuntutan profesi sekaligus tetap mempertaahankan nilai-nilai keagamaan sebagai PTKN. Di samping itu juga diperlukan jejaring dan kerjasama baik internal FEBI maupun kerjasama dengan berbagai institusi penyelenggaran maupun pengguna Ekonomi dan Bisnis.

Disadari bahwa untuk mempersiapakan kurukulum yang baik, penelitian, pengabdian dan pulikasi ilmiah serta jejaring yang luas, maka dibentuklah Fakultas baru di lingkungan IAIN/UIN dengan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam disingkat FEBI di lingkungan Kementerian Agama      RI.

Menurut The Times Higher Education Supplement  (THES), untuk menjadi unggul, setidaknya ada empat indikator penting yang diperhatikan di sebuah perguruan tinggi (universitas), yaitu: 1) kualitas riset, 2) Daya Serap Lulusan ke Dunia Kerja (graduate employability), 3) Daya Pandang Internasional (International Outlook), yang ditentukan oleh jumlah program studi bertaraf internasional dan jumlah mahasiswa internasional, dan 4) Kualitas Pengajaran, yang ditentukan oleh rasio dosen dengan mahasiswa.

Pada tanggal 17 Desember 2013 Peresmian 6 FEBI di lingkungan Kemeneterian Agama RI di d loncing oleh Menteri Agama RI, Bapak Suryadharma Ali. Piagam pendirian FEBI di enam UIN/IAIN ditandatangani langsung oleh Menteri Agama RI tertanggal 14 Desember 2013. Pelaksanaan lounching di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar secara bersamaan enam FEBI.

  1. FEBI Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar
  2. FEBI Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara
  3. FEBI IAIN Walisongo Semarang
  4. FEBI UIN Sunan Kalijogo Yogyakarta
  5. FEBI IAIN Surakarta
  6. FEBI IAIN Raden Fattah Palembang