Arsip Agenda -> Agenda

Agenda

Tanggal : 2016-06-29 | Waktu : 16:28:41
Diskusi Ramadhan " Current Issues Islamic Economics' dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar FEBI UIN SU

Medan, 25 Juni 2016.FEBI UIN SU Menyelenggarakan Kegiatan Diskusi Ramadhan, tema 'Current Issues Islamic Economics, dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar FEBI UIN SU dengan Pemateri Dr. Euis Amalia, MA ( UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ). Hadir Para Pimpinan FEBI, Dekan FEBI UIN SU Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, Dr. Muhammad Yafiz ( Wakil Dekan I ) , Dr. Chuzaimah Batubara, MA (Wakil Dekan II) , Dr. M. Ridwan, MA (Wakil Dekan III ) , Para Ketua Prodi, dan Dosen serta para staff FEBI UIN SU.

Dr. Euis Amalia, MA menyampaikan tema yang dibahas mengenai "Current Issues on Islamic Economics", Isu terkini terkait Ekonomi Islam. Tentunya, tema ini sangat menarik mengingat kajian dan praktik ekonomi Islam adalah trend yang sedang digandrungi dunia. Harapannya, dunia bisa menjadi lebih baik dimulai dengan perbaikan sistem dan praktik ekonomi.

posisi berbagai perguruan tinggi dunia termasuk para scholars-nya dalam aktifitas upload artikel di jurnal ilmiah internasional. Ternyata, artikel dari Indonesia sangat minim. Indonesia masih "kalah" dibandingkan Malaysia dalam men-submit artikel di jurnal yang terindeks Scopus, sebuah indeks bergengsi yang didambakan para ilmuawan seluruh dunia. Euis menggunakan 4 kata kunci dlam risetnya yaitu "Ekonomi Islam", "Perbankan Islam", "Lembaga Keuangan Islam" dan "Islamic Microfinance". Para penulis yang sering "nonggol" ya itu-itu saja. Katakanlah Masudul Alam Choudry, Rodney Wilson, Timur Kuran, dan akademisi dari Malaysia.

Sangat menarik, sekaligus prihatin juga sih. Soalnya, ada kecendrungan penurunan jumlah artikel-artikel internasional bernuansa Ekonomi Islam terutama dari Indonesia. Apa masalah? Kemungkinan besar terletak pada minat menulis jurnal internasional yang belum membudaya.

BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA BESAR FEBI UIN SU

Acara ini dilanjutkan dengan dengan Ceramah dari Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag ( Dekan FEBI UIN SU) yang juga sangat energik dengan menyampaikan Issues Ramadhan yang menjelang 10 malam terakhir terdapat Malam Lailatul Qadar ini tema menarik.
Momentum malam ini lebih baik dari seribu. Saya menghitung di Excell, 1000/12, maka kita mendapatkan angka 83 tahun. Andaikan kita memiliki umur efektif 60 tahun maka kita mendapatkan kebaikan selama 83x 60 tahun atau 4980 tahun. Cukup lah untuk menambah durasi masa tinggal kita di surga, ditambah dengan amal jariyah dan rahmat Allah tentunya. Itupun, kalau setiap tahun kita mendapatkannya :)

Rasulullah bersiap-siap menyambut malam ini dengan memperbanyak ibadahnya di akhir-akhir Ramadhan. Terbayang gak banyaknya ibadah Rasul?. Dalam kondisi normal saja, beliau beribadah sampai bengkak kakinya. Istighfarnya tak pernah berhenti. Bagaimana pula ketika menyambut Lailatul Qadar ini. Silahkan saja dihitung.

Lailatul Qadar (Arab: لیلة القدر‎) adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Ayat al-Qur’an yang pertama dipercayai diturunkan pada malam ini. Malam ini disebut di dalam al-Qur’an dalam surah Al-Qadr, dan diceritakan lebih baik daripada seribu bulan.

Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa hadis, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Malah ada sebahagian ulama yang menganggap ia berlaku pada malam genap seperti malam 24 Ramadan. Walau bagaimanapun, antara hikmah malam ini dirahsiakan agar umat Islam rajin beribadah di sepanjang malam khususnya di sepuluh malam yang terakhir. Sebahagian Muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri agar berjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sambil beribadah sepanjang malam.

10 akhir Ramadhan adalah merupakan di antara malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Malam-malam ini adalah merupakan malam yang ditunggu oleh seluruh orang mukmin. Bulan Ramadhan, Al Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan yang rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam Al Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar”.

Lailatulqadar mempunyai kelebihan yang begitu besar, satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang lain.Rasulullah SAW bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya. Nabi Muhammad SAW. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah.”

Karena mulianya Lailatulqadar, Rasulullah SAW menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat itu dengan berbagai jenis amalan dan ibadah yang diterangkan di antaranya hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a.

Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan Sholat dan berbagai jenis ibadah yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah SWT niscaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.

Rasulullah SAW sendiri menjadi contoh yang baik yang menghayati malam lailatulqadar terutama 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan dengan beriktikaf di Masjid mengerjakan berbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia.

Malam-malam yang ganjil yang tersebut ialah malam 21, 23, 25, 27 & 29 dari bulan Ramadhan. Dalam pada itu terdapat juga beberapa hadis yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar itu pernah ditemui dalam zaman Rasulullah SAW pada malam 21 Ramadhan. Pernah juga ditemui pada malam 23 Ramadhan.

Terdapat juga hadis yang mengatakan bahawa baginda Rasulullah SAW menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya mengenai masa Lailatulqadar supaya ianya bersedia dan menghayatinya. Baginda menjelaskan malam Lailatulqadar itu adalah malam 27 Ramadhan. Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa malam Lailatulqadar itu berpindah dari satu tahun ke satu tahun yang lain di dalam lingkungan 10 malam yang akhir dari bulan Ramadhan.

Yang pastinya bahwa masa berlakunya malam Lailatulqadar itu tetap dirahasiakan oleh Allah SWT. supaya setiap umat Islam menghayati 10 malam yang akhir daripada Ramadhan dengan amal ibadah.