Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-02-26 | Waktu : 19:27:33
Peresmian Gedung Baru Kantor Regional 5 Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Bagian Utara

Medan, 26 Februari 2018. UINSU Medan diwakili Dekan FEBI menghadiri Peresmian Gedung Baru Kantor Regional 5 Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Bagian Utara. Peresmian gedung baru ini dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK RI Wimboh Santoso SE  MSc  PhD yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja OJK dalam melakukan pengaturan maupun  pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan maupun non perbankan  yang masuk wilayah Sumbagut yakni Provinsi Nanggore Aceh Darusalam (NAD), Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).

Peresmian gedung baru ini turut dihadiri Gubsu, Erry Nuradi, perwakilan Bank Indonesia (BI), Ketua DPRD  Sumut Wagirin Arman, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom, Pangkosek Hanudnas III  Marsma TNI Ir  Tribowo Budi Santoso MM MTR, instansi pemerintah, stakeholder serta para pengusaha.

Wimboh Santoso dalam sambutannya berharap  agar kehadiran gedung baru OJK Regional 5 Sumbagut dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat Sumbagut, terutama Sumut. “Kita harap kehadiran gedung baru OJK Regional 5 Sumbagut dapat membantu kesejahteraan masyarakat di  Sumbagut melalui berbagai program -programnya di sektor jasa keuangan baik perbankan maupun non perbankan,” kata Wimboh.

Terdapat Banyak Program Strategis OJK 2018, diantaranya :
1. Mendorong Penerbitan Obligasi Daerah untuk pembiayaan infrastruktur
2. Mendorong pertumbuhan ekonomi lewat Penyaluran Pembiayaan (KUR berbunga 7%) lewat model kluster UMKM dan komoditas khas daerah (hasil laut, Agriculture i.e. Kopi, sawit, dll, tambang, pariwisata).
3. Pengusaha Mikro disiapkan akses modal lewat Bank Wakaf Mikro dgn imbalan setara 3% per tahun dan program khusus menopang Usaha Mikro. Kerjasama dgn BUMDES + MES + Kampus + dll sebagai Pembina di tingkat Desa. Target pengusaha Mikro mendapatkan pendampingan untuk tumbuh.
4. Edukasi investasi agar masyarakat tidak terkecoh investasi ilegal. Contoh maraknya Peer to Peer Landing dgn bantuan Teknologi Informasi yg menjanjikan keuntungan 21% pertahun juga menjadi perhatian OJK. (snj)