Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-04-06 | Waktu : 23:01:22
Round Table Discussion Digital Ekonomi BI (Lanjutan)

Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra didampingi Kajur Jurusan PS Sugianto, MA pada Round Table Discussion Digital Ekonomi BI, Semarang 4-5 April 2018 : Tantangan dan Peluang dari Regulasi , Ekonomi , Sosial, dan Budaya serta Teknologi

Terdapat beberapa point penting diantaranya
# Sambutan Pak Agusman (BI):
1. Prinsip prudent oleh BI sebagai mandat konstitusi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
2. Prinsip perlindungan konsumen perlu diperkuat.
3. Virtual currency masih belum diakui oleh BI sebagai alat tukar.

# Moderator Eko (Infobank):
1. Perubahan teknologi
2. Perubahan perilaku konsumen
3. Perubahan landscape usaha: manual vs digital.
*Transaksi di perbankan sudah mulai digital transaksi.
*Bitcoin masih kurang jelas identitasnya apakah alat tukar atau alat investasi. *Sudah ada 102 jenis uang virtual saat ini di dunia.

#Ida Nurliyanti (BI):
* Evolusi dalam sistem pembayaran di era ekonomi digital. Pembayaran dgn kartu debit - - > uang elektronik - -> uang virtual? - -> Seiring dgn penetrasi teknologi Internet dan smartphone - -> Barcode, QR, RFID, NFC, Tekfin - - > Perlu respon Otoritas BI.
* Indonesia: Hanya 36% yg punya akun di bank, 64% belum punya layanan perbankan - - > ini pasar potensial bagi Tekfin.
* Fakta bahwa hanya 6-7% produk Indonesia yg dijual di Lapak Online E commerce.
* Tantangan Ekonomi Digital: 1)keamanan atas risiko cyber security (kasus skimming); 2. Daya saing domestik; 3. Tendensi integrasi bisnis; 4. Fragmentasi industri;
* Respon BI: 1. Pengaturan Sistem Pembayaran: PBI PTP (2016), GPN (2017), Tekfin (2018); 2. Ketentuan Payment Gateway (Penyelenggara Pemrosesan Transaksi Pembayaran) - -> Menggunakan Central Bank Money.
* Beri keamanan - kenyamanan - perlindungan konsumen.

Prof. Insukrindro (UGM):
* Uang mesti berfungsi media transmisi barang dan jasa.
* Evolusi uang: Uang barang (barter) tidak ada bank - - > Uang bisa tunai/non tunai - - > hadir bank sentral secara alami atas dasar Trust - - > Hadir bank sentral atas dasar Regulasi.
* Sistem Pasar Keuangan: sistem pasar dan uang - - > pemerintah/kelembagaaan/nilai - - > Lembaga perantara ==> Infrastruktur dan Lingkungan.
* Transaksi Virtual Currency tidak ada yang mengatur. Hanya berdasarkan kejujuran dan Kepercayaan sebagai invicible hand.
* keuntungan dan risiko uang virtual ada.
* Uang digital Bank Indonesia akan tetap dikaitkan dengan uang flat.

Prof. Chandra Fajri Ananda: Perkembangan Ekonomi Digital
* Peran BI: menjaga nilai uang, harga barang/jasa, sistem pembayaran dan perlindungan konsumen - - > menjaga kesejahteraan masyarakat.
*Pemerintah menargetkan 2020 Indonesia menjadi Pusat Ekonomi Digital di Asia Tenggara.
* Financial Teknologi masih didominasi Singapura.
* Perlu kerja ekstra untuk meningkatkan Fintech di Indonesia karena masyarakat Indonesia sudah bergeser ke era ekonomi digital. (snj)