Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-11 | Waktu : 04:16:16
Seminar Nasional "Indonesia, Pembangunan dan Kesejahteraan: Pengalaman Scandinavian Welfare State"

Medan (UIN SU)

UIN SU menyelenggarakan event Seminar Nasional "Indonesia, Pembangunan dan Kesejahteraan: Pengalaman Scandinavian Welfare State” oleh Narasumber Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu, SE., M. Si (Guru Besar IPB) dengan sebagai pelaksana kegiatan dari FEBI yang dilaksanakan di Aula Pusbinsa 09/11/2018.  Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan rektorat UIN SU, dalam hal ini dibuka secara resmi dengan Kata Sambutan Rektor UIN SU yang diwakili oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Amroeni Drajat

Prof. Dr. Amroeni Drajat menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Visi UIN SU dengan jargon  JUARA, tentunya harus kenal dengan orang orang besar, Tokoh Besar seperti Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu dengan segudang ilmu dan pengalamannya, sosok Prof. Bomer pernah menjadi menteri pada masa Presiden Gusdur, dan duta besar Lithuania, pernah menjadi Anggota MPR RI.

Wakil Rektor III menambahkan kegiatan ini diharapkan menjadi modal ilmu dan pengalaman buat kita semua agar mampu di implementasikan nantinya untuk menjadi kesuksesan yang besar.Kegiatan ini ditandai dengan pemberian cenderamata oleh Wakil Rektor III kepada narasumber , dan Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu memberikan karya buku terbaiknya kepada Wakil Rektor III dan kepada Pimpinan FEBI.

 

Hadir Wakil Dekan I FEBI Dr. H. Muhammad Yafiz  dan Wakil Dekan II Dr. Hj. Chuzaimah Batubara , M.Ag mewakili Pimpinan FEBI UIN SU. Kegiatan ini langsung dimoderatori Wakil Dekan I Dr. H. Muhammad Yafiz, M.Ag. Dalam penyampaiannya Dr. H. Muhammad Yafiz menyampaikan bahwa Prof. Bomer Pasaribu sosok yang luarr biasa, rekam jejak Guru Besar IPB ini tentunya sudah mendunia, beliau yang lahir di Batang Toru Tapanuli Selatan , Sumatera Utara telah menjadi tokoh besar di indonesia dan dunia, seorang Prof. Bomer yang lahir pada tahun 1942 sebelum kemerdekaan yang belum ada listrik dan fasilitas lainnya, sekarang sudah berkeliling dunia.

Dr. H. Muhammad Yafiz, menambahkan kita semua berharap dari UIN SU akan lahir bomer bomer yang baru dan lebih dahsyat lagi yang akan membawa almamater UIN SU untuk Lebih JUARA. Kegiatan ini dihadiri oleh para Dosen dan mahasiswa FEBI.

Prof, Dr. Bomer Pasaribu menyampaikan mengenai human capital 4,0 trust & Competitive Based Era Revolusi Industri 4,0 & Exponental Growth Pembangunan negara kesejahteraan pancasila 2045  menuju pendekatan indeks kebahagiaan Gross National Happiness (GNH), Saat ini kebahagiaan menjadi tujuan dari kita yang berkewarganegaraan , dan tentunya pemerintah dalam sistem negara itu harus mampu mewujudkan kebahagiaan tersebut. Berdasarkan data tahun 2016 rangking top 10 happiest dimana negara negara eropa menempati posisi puncak termasuk  denmark menjadi urutan 1, Switzerland di urutan 2, Iceland diposisi ke 3..dst, sedangkan posisi Indonesia jauh tertinggal di urutan ke 76 (2013), 74 (2015), 79(2016), 81(2017), 96 (2018).  Urutan dari middle (2016) menjadi lower middle (2018) diakibatkan Dystopia, Distrust and High Corruption.

Prof. Dr. Bomer Pasaribu menambahkan Berdasarkan Islamic Indices 2015 bahwa Scandinavian Countries 1-7 tertinggi dimana dari rangking 1-38 tidak ada satupun negara muslim, sedangkan Indonesia diurutan ke 88. Apa yang terjadi dengan Indonesia sebagai negara terbanyak muslim didunia Bro, ujar Prof. Bomer

Prof. Dr. Bomer Pasaribu yang menyampaikan bahwa tokoh ekonomi yang modern saat ini yang jadi panutan adalah bukan Adam Smith atau David Ricardo tetapi jauh dari sebelumnya yaitu Ibnu Khaldun mampu memberikan jawaban jawaban atas berbagai masalah ekonomi dunia modern.

Prof. Bomer Pasaribu menambahkan ada 3 program of Human Resources 4,0 yaitu 1. Sustanable education and Trainning , 2. Innovation, Research and Development, 3. Techno Socio Entrepreneurship.

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang sangat antusias , ruangan aula penuh sampai diluar . sangat menambah wawasan para peserta yang hadir , yang dengan serius menyimak dan mengikuti kegiatan seminar nasional dari pemaparan narasumber, ujar sahril salah satu peserta. Diakhir kegiatan diadakan diskusi dan sesi foto bersama dengan narasumber. (snj)