Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-12-18 | Waktu : 16:57:24
SEMINAR NASIONAL PEMIMPIN ENTREPRENEURSHIP DAN LOYALITAS ORGANISASI SERTA OPEN REKRUTMEN OLEH DEMA FEBI UIN SU

MEDAN  (FEBI UIN SU)

Dewan Eksekutif  Mahasiswa ( DEMA) FEBI UIN Sumatera Utara  menyelenggarakan Seminar Nasional Pemimpin Entrepreneurship dan Loyalitas Organisasi Serta Open Rekrutmen oleh DEMA FEBI UIN SU dengan Pemateri 1. Sunarji Harahap , M. M (Dosen, Penulis Mendunia, dan Pengamat Ekonomi Milenial) dan Pemateri 2. Ahmad Riyansyah Parinduri, ME (Dosen, Entrepreneurship dan Motivator), 7 Desember 2019.

Kegiatan ini dimulai kata sambutan dari ketua panitia Zaindudin Saleh Lubis, dilanjutkan kata sambutan sekaligus dari membuka Seminar Nasional Pemimpin Entrepreneurship dan Loyalitas Organisasi oleh Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra, MA.

Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra , MA menyampaikan seminar  ini sangat penting bagi anda semua untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman nantinya, apalagi ditambah dengan dua pemateri yang diundang merupakan orang yang luar biasa, dan menginspirasi bagi mahasiswa saat ini, kalau kalian mau sukses kalian harus dapat mencontoh semangat berprestasi dari kedua pemateri ini, diantaranya pemateri 1 Bapak Sunarji Harahap ini yang baru aja pulang dari Jakarta untuk menerima penghargaan juara 1 tingkat nasional lomba jurnalistik yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Keuangan Syariah, dan juga penulis kolumnis opini waspada dan berbagai media online  yang aktif terus menebar berbagi kebaikan. Perlunya sinergi dalam berorganisasi seperti sunarji.  Sedangkan pemateri kedua Bapak Ahmad Riyansyah Parinduri merupakan seorang Dosen  PNS di STAIN MADINA, / UIN SU dan motivator hebat, nama riyan ini , kalau diulang ulang menjadi sama dengan nama saya , artinya riyan ini kedepan akan bisa menjadi Dekan dimasa depan , ujar Dr. Andri Soemitra.

 

 

Dr. Andri Soemitra, MA sebagai Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU juga Dosen yang mengajar di pasca sarjana UMSU ini menambahkan bahwa di era digitalisasi ini kita dapat merasakan Perkembangan teknologi saat ini memang sudah sangat pesat. Teknologi yang ada dan berkembang di zaman millennial sekarang ini sudah sangat diluar daripada sesuatu yang biasa kita dapati. Melalui teknologi yang tersedia saat ini kita mendapat beberapa manfaat, misalnya saja kita dapat pergi ke suatu tempat yang kita ingin kan tanpa harus menggunakan kendaraan sendiri karena malas terkena kemacetan.

Di era perkembangan teknologi sampai sejauh ini, segala sesuatu yang ingin kita akses tempat tertentu dapat ditempuh dengan waktu yang sangat cepat serta kendaraan yang memadai. Setiap orang pasti membutuhkan transportasi untuk mengakses tempat tertentu, Maka dari itu muncul beberapa pengembangan teknologi dalam transportasi, seperti yang kita tau ada Uber,Grab,GoJek,dll. Transportasi menjadi sesuatu yang sangat penting di era seperti ini, dengan munculnya hal tersebut dapat menciptakan berbagai lapangan pekerjaan yang besar. Oleh karena itu para mahasiswa harus mampu memanfaatkan dan menangkap peluang bisnis di era digitalisasi saat ini dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang memiliki skill yang mampu menjawab tantangan era revolusi industry 4,0 , ujar Dr. Andri Soemitra.

Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra menambahkan para mahasiswa yang ikut dalam open rekrutmen ini adalah orang terpilih, dengan bergabung nantinya akan menjadi nilai tambah bagi semuanya dari berbagai pengalaman berorganisasi yang dijalani merupakan suatu sangat berguna dan berharga dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan berguna bagi masa depan kalian semua.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan kata sambutan ooleh Ketua DEMA FEBI Muhammad Rajab Ardiansyah. Muhammad Rajab Ardiansyah menyampaikan bahwa bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan dan membangkitkan semangat para kader organisasi solid pada saat periode selesai nantinya. Narasumber yang hadir merupakan menjadi  inspirasi bagi bagi kita semua, diharapkan  para peserta diharapkan mampu berperan aktif dan loyal dari organisasi , ujar Rajab Ardiansyah

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan pemateri 1 oleh Bapak Sunarji Harahap, MM menyampaikan bahwa kepemimpinan adalah sikap, tindakan , ide , kebiasaan dan karakter yang bersifat personal untuk mengarahkan ke arah yang lebih baik,  sedangkan entrepreneurship berarti wirausaha dimana seseorang yang memiliki sifat – sifat keberanian , keutamaan , keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada potensi diri. Pemimpin Entrepreneurship adalah seseorang yang harus memiliki kecerdasan  IQ , EQ, dan SQ yang mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengarahkan, dan mengembangkan   orang – orang , anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi serta tentunya aktif dalam mencari perubahan dengan memanfaat peluang yang ada saat ini.

Sunarji Harahap yang juga dikenal sebagai penulis mendunia menambahkan bahwa banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia merupakan hambatan yang besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain itu, lapangan kerja yang tersedia masih minim. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran sarjana atau lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,17 juta orang. Hal tersebut menekankan bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi tidak bisa lagi sekedar mengandalkan ijazah untuk mencari pekerjaan, namun dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang dimiliki, agar dapat mencari lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanamkan jiwa wirausaha pada mahasiswa sejak dini. Modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalankan suatu proses atau usaha. Dalam kegiatan wirausaha, tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat tapi lebih dari itu kompetensi, keterampilan serta pengetahuan dalam mengelola suatu usaha juga sangat penting, sehingga kedua hal tersebut harus seimbang, Ujar Sunarji Harahap

 

Pengamat Ekonomi Milenial Sunarji Harahap menambahkan bahwa dikalangan mahasiswa minat untuk bergelut di bidang wirausaha boleh dikata masih sangat minim, sehingga masih berpikir bahwa kuliah hanya untuk menjadi karyawan atau pegawai. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa kurang berminat untuk berwirausaha yaitu tidak ada modal untuk memulai usaha, atau tidak pernah dibekali dengan pengetahuan seputar wirausaha. Padahal sebenarnya gelar sarjana tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Pola pikir mahasiswa yang demikian perlu dibenahi agar dapat lebih memahami seberapa besar peranan wirausaha dalam kehidupan sehari-hari. Peran pendidikan khususnya pada perguruan tinggi sangat penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga terbatasnya lapangan pekerjaan tidak lagi menjadi masalah besar karena mahasiswa sudah mampu menjalankan usaha sendiri. Untuk lebih meningkatkan kemampuan mahasiswa, pemerintah sudah memberi wadah bagi mahasiswa yang mau belajar.

Penulis Bersertifkat Nasional BNSP Sunarji  Harahap menambahkan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan berwirausaha seperti meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan agar tercipta kader pengusaha muda yang berpotensi, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sehingga membantu pemerintah dalam mengurangi masalah pengangguran di Indonesia. Hal ini boleh jadi membawa perubahan bagi Indonesia kearah yang lebih baik , karena sejatinya perbaikan nasib negeri itu harus berdasar pada kemauan, keuletan dan kerja keras.

Dosen FEBI UIN SU Sunarji Harahap menjelaskan bahwa wirausahawan /entrepreneur), merupakan orang yang berkecimpung atau melakukan suatu kegiatan wirausaha yang memiliki ciri-ciri pandai atau berbakat dalam mengenali suatu produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi dalam pengadaan produk baru, memasarkan produk tersebut, hingga mengatur permodalan operasi yang dijalankan. Sebagai sosok yang imajinatif, yang ditandai dengan memiliki kemampuan dalam menetapkan sasaran, hingga bisa mencapai sasaran-sasaran tersebut. Wirausahawan juga mempunyai kesadaran yang begitu tinggi dalam menemukan suatu peluang dan membuat keputusan semaksimal mungkin.

 

Di sinilah letak kecerdasan dari seorang wirausahawan. Mereka berani, mampu untuk menjadi bagian dari bisnis mereka sendiri dengan segala pikiran kreatif dan inovatif, mampu melihat begitu terbukanya peluang yang ada di lingkup sekitarnya atau masyarakat, hingga membuat sebuah bisnis baru yang sebelumnya mungkin belum ada, ujar Sunarji Harahap

 

Sunarji Harahap mengelaborasi untuk menjadi seorang wirausahawan haruslah tangguh. Mengapa demikian? Karena, wirausahawan memang benar seperti seorang manajer, namun tugas dan tanggung jawabnya, melebihi dari semua karyawan yang dipekerjakan. Atau mungkin, wirausahawan harus rela ikut ambil bagian dan putar otak apabila terjadi suatu penurunan jumlah konsumen dan lain sebagainya. Sosok yang rela menjadi wirausahawan adalah sosok yang pandai dan berani, bermental JUARA. Mereka benar-benar dididik untuk menjadi orang yang sukses, walau jalan yang ditempuh berlika-liku dan tak singkat, ujar Sunarji Harahap 

 

Sunarji Harahap yang juga Penulis Aktif Opini Harian Waspada Menambahkan  bahwa terdapat 12 karakteristik Seorang Entrepreneurship yang harus dijadikan contoh, panutan dan pendirian (komitmen), agar menjadi pribadi yang mampu mengelola usaha/bisnisnya dengan baik dan lancar, sebagaimana mestinya

 

1.      Memiliki Sense Of Economy ( Memiliki Sistem Nilai Ekonomi dan Naluri Bisnis ) Dengan cara dapat memahami barang dan jasa yang berharga, cost benefit, dan cost efektivitas

2.      Memiliki Semangat Penjelajah ( Adventuring ).

Dengan cara memiliki kemauan yang kuat untuk menemukan sesuatu yang baru, tidak senang dengan status quo, senang menghadapi tantangan, tidak mengenal istilah kapok, menggunakan kegagalan sebagai batu loncatan untuk berhasil

3.      Ambisius

Yaitu Memiliki kemauan kuat untuk maju dan tidak mudah menyerah

4.      Menciptakan Peluang

Dengan  cara tidak menunggu kesempatan , tetapi menciptakan , dan melihat dibalik tantangan selalu ada peluang

5.      Berani Mengambil Resiko

Salah satu hal terpenting dalam memulai berbuat sesuatu yang baru ialah berani dalam mengambil resiko dalam melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

 

Inovasi atau pembaharuan tak akan pernah muncul, apabila kita hanya terpaku saja terhadap hal-hal yang sudah dilakukan oleh orang lain dan tak memiliki keberanian dalam melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

 

Perlu kita ketahui lagi, wirausahawan merupakan orang yang menggemari atau lebih suka terhadap usaha-usaha yang jauh lebih menantang dalam mencapai suatu kesuksesan atau kegagalan, dibandingkan dengan usaha yang kurang menantang.

 

Wirausahawan menghindari situasi resiko yang lebih rendah, karena memang tak ada tantangan dan lebih menjauhi resiko tinggi, karena ingin berhasil, terlebih secara instan. Untuk situasi yang terjadi semacam ini, akan ada sebanyak 2 alternatif yang bisa dipilih :

  • Alternatif yang berani menanggung resiko
  • Alternatif yang bersifat konservatif (kecenderungan lebih memilih untuk bertahan)

Oleh karena itu seorang entrepreneur juga harus dapat memahami Calculated Risk, dan antisipatif

 

6.      Kreatif

Arti dari kata ‘kreatif’ sendiri adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. kreatifitas sangatlah dibutuhkan dan jangan sampai hambatan menjadi permasalahan yang membuat ide kreatif kita tidak berkembang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreatifitas wirausaha merupakan kemampuan seseorang untuk menuangkan ide dan gagasan melalui berfikir kreatif menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Kreatifitas ini dapat dituangkan Dengan cara Berfikir Lateral , peka dan dedicated

 

7.      Berjiwa Pemimpin

Kepemimpinan merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh seorang pemimpin, diantaranya seperti :

1.       Mempunyai visi dan misi yang jelas

  1. Mempunyai integritas dan kejujuran yang tinggi
  2. Handal berkomunikasi dengan baik
  3. Mampu menjadi teladan bagi orang lain atau karyawannya
  4. Memiliki sikap yang rendah hati
  5. Mau mendengar
  6. Mampu memberikan motivasi kepada orang lain untuk melakukan tugasnya
  7. Bersikap/berlaku dengan adil

 

 

Seorang wirausahawan harus bisa mempunyai sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan.

 

Dirinya harus selalu bisa menampilkan produk dan jasa-jasa yang lebih baru, serta berbeda, sehingga dirinya bisa menjadi pelopor yang baik dalam proses edukasi ataupun pemasaran, serta selalu memanfaatkan perbedaan, sebagai salah satu bentuk yang mampu menambah nilai.

8.     Percaya Diri

Percaya diri menjadi salah satu paduan sikap dan keyakinan dari seseorang, dalam menghadapi suatu tugas atau pekerjaan, yang mana memiliki sifat internal, begitu relatif, bahkan dinamis, serta banyak ditentukan oleh kemampuan. Kemampuan apa? Kemampuan dalam memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Rasa percaya diri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, tentu akan sangat mempengaruhi suatu gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, semangat bekerja, ketekunan, hingga kegairahan dalam terus-menerus berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis itu sendiri ialah dalam memahami diri sendiri.  Maka dari itu, wirausaha yang sukses merupakan wirausaha yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

9.     Berorientasi pada Tugas dan Hasil

Seseorang yang selalu mengumatamakan tugas dan hasil, merupakan sosok yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan, serta kerja keras. Di dalam suatu kewirausahaan, peluang hanya akan didapat atau diperoleh jika orang tersebut memiliki inisiatif. Perilaku inisiatif yang muncul seperti inilah, yang biasanya didapatkan berdasar dari pengalaman dan pengembangannya, yang didapat dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, cepat tanggap, bergairah, dan memiliki rasa semangat berprestasi.

10.  Berorientasi Masa Depan

Masa depan memang mempunyai berbagai macam peluang dan tantangan yang begitu berbeda dengan yang terjadi di saat ini. Seorang dengan kewirausahaan, berani dalam melihat peluang dan tantangan, tidak hanya saat ini, emalinkan juga yang ada di masa depan. Sementara itu, salah satu indikator atau tanda seseorang mempunyai jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan ialah mampu dalam membuat usaha bisnisnya sendiri, menjadi seorang wirausahawan. Wirausaha dalam bidang teknologi transportasi dan logistik, bisa menjadikan wirausahawan yang mampu menghasilkan produk, wirausahawan penjual produk atau wirausaha yang mampu memberikan jasa perbaikan produk teknologi transportasi dan logistik.  Keberhasilan wiausahawan ialah saat usaha yang dilakukan, mampu memberikan keuntungan atau laba, bisa mempekerjakan banyak orang, mampu memberikan manfaat untuk lingkungan yang di sekitarnya, serta mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negaranya.

11. Mempunyai Kemampuan Manajerial

Seorang wirausahawan harus bisa memiliki kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasikan, memvisualisasikan, mengelola sumber daya, mengontrol usaha, hingga mengintegrasikan operasi perusahaannya. Semua itu menjadi salah satu bentuk dari kemampua manajerial yang memang wajib dimiliki oleh seorang wirausahawan. Tanpa adanya kemampuan manajerial, bukan suatu keberhasilan yang akan didapat, melainkan kegagalan usaha, yang nantinya akan menggerogoti secara perlahan menuju kebangkrutan.

12.  Target yang Realistis

Realistis memiliki arti cara berpikir yang penuh dengan segala bentuk perhitungan dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada atau kemampuan yang dimiliki oleh wirausahawan atau pegawainya. Dengan pemikiran realistis, maka ide atau gagasan yang diajukan bukan hanya menjadi angan-angan atau mimpi belaka. Dengan target realistis juga tak terlalu membebankan dan memberatkan diri. Misal saja ingin omzet Rp 500 juta di bulan ini. Memang benar, penjualannya laris. Tapi, dengan target yang tak realistis semacam itu, walau laris sekalipun, justru malah membebankan diri sendiri dan menyakiti diri sendiri.

 

Sunarji Harahap selaku penulis juara 1 jurnalistik tingkat nasional menambahkan lagi mengenai Penting nya Loyalitas dalam Organisasi , dimana Loyalitas berasal dari kata dasar “loyal” yang berarti setia atau patuh, loyalitas berarti mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan. Dalam konteks profesi atau dalam suatu organisasi, loyalitas lebih dekat pada Kesetiaan, karena memang kata Kestiaan lebih tepat kalau dipadupadankan dengan kata profesi atau dalam ruang linkup organisasi. Jadi makna yang terkandung dalam “Loyalitas” adalah kesetiaan pengabdian pada profesi, penuh tanggung jawab dan siap berkorban demi pengabdian pada profesi.  Sunarji Harahap menambahkan sedangkan implementasi  bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Adanya pelaksanaan, aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Arti loyalitas dan implementasinya dalam suatu organisasi. Organisasi merupakan tempat kita berkumpul dan teroganisisir oleh seorang pemimpin atau ketua. Loyalitas dan implementasinya dalam suatu organisasi sangat diperlukan demi keberlangsungan organisasi tersebut. Setia pada sesuatu dengan rasa cinta, sehingga dengan rasa loyalitas yang tinggi sesorang merasa tidak perlu untuk mendapatkan imbalan dalam melakukan sesuatu untuk orang lain/ perusahaan tempat dia meletakan loyalitasnya. Meskipun sulit mencari orang yang memiliki rasa loyalitas pada suatu organisasi di zaman sekarang, ujar Sunarji Harahap.

Sedangkan Pemateri II oleh Bapak Ahmad Riyansyah Parinduri, ME menyampaikan bahwa mulai saat ini seluruh mahasiswa FEBI membuat komitmen agar menjadi wirausaha , jangan adalagi mahasiswa yang tidak memiliki usaha.

Ahmad Riyansyah Parinduri  yang juga sebagai motivator menambahkan bahwa sebagian besar mahasiswa saat ini harus sudah mulai sadar betapa pentingnya wirausaha sebagai salah satu upaya menghadapi era revolusi industri 4,0. Namun tak sedikit pula mahasiswa yang masih memandang sebelah mata terhadap pilihan yang sebenarnya memungkinkan terciptanya lapangan kerja baru ini.  Wirausaha saat ini menjadi sangat penting mengingat angka pengangguran di Indonesia terus meningkat. Sehingga, wirausaha sebenarnya dapat menjadi salah satu alternatif.Ujar Ahmad Riyansyah Parinduri

 

 

Ahmad Riyansyah Parinduri yang juga sebagai Dosen STAIN MADINA / UIN SU menambahkan lagi bahwa zaman yang semakin berkembang saat ini, menuntut untuk lebih tanggap dalam beradaptasi dengan masyarakat sosial. Perkembangan ilmu teknologi, sosial bahkan ekonomi sangat menentukan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, kewirausahaan mempunyai peran yang sangat penting. Dengan berwirausaha mampu menemukan inovasi dan gagasan baru dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.

Kegiatan ini diadakan sesi tanya jawab, dan foto bersama serta dihadiri para peserta sebanyak 130 orang, ketua HMI FEBI UIN SU, Ketua SEMA FEBI, dan para pengurus DEMA FEBI. (snj)