Prodi S1 Manajemen FEBI Jadi Primadona SNBP 2026 di Lingkungan UIN Sumatera Utara, Masuk Dua Besar Paling Diminati!

Prodi S1 Manajemen FEBI Masuk Top 2 Prodi Terfavorit Pilihan SNBP 2026 di Lingkungan UIN Sumatera Utara!

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Program Studi S1 Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara berhasil menempati posisi Top 2 Program Studi Terfavorit pada Jalur SNBP Tahun 2026 khusus bagi pendaftar yang memilih UIN Sumatera Utara.

Capaian ini menunjukkan bahwa di antara seluruh program studi yang tersedia di UIN Sumatera Utara, Prodi S1 Manajemen menjadi salah satu pilihan paling diminati calon mahasiswa. Tingginya animo tersebut menjadi indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas akademik, prospek lulusan, serta reputasi FEBI dalam mencetak generasi profesional di bidang manajemen berbasis nilai-nilai keislaman.

Data dari Tim Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN Sumatera Utara Medan memperlihatkan bahwa Prodi Manajemen konsisten menjadi magnet bagi calon mahasiswa. Hal ini tidak terlepas dari penguatan kurikulum adaptif, integrasi keilmuan manajemen modern dengan ekonomi syariah, serta dukungan dosen-dosen kompeten yang aktif dalam riset, pengabdian, dan kolaborasi industri.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap Prodi Manajemen merupakan cerminan transformasi akademik yang terus dilakukan universitas.

Kepercayaan para calon mahasiswa yang memilih UIN Sumatera Utara adalah amanah besar. Ketika Prodi Manajemen menjadi salah satu yang paling diminati, itu menandakan bahwa masyarakat melihat keseriusan kita dalam membangun kualitas. Tugas kita adalah menjawab kepercayaan itu dengan layanan pendidikan terbaik dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. menegaskan bahwa posisi Top 2 ini bukan sekadar capaian statistik, melainkan refleksi arah dan visi keilmuan yang jelas.

Prodi Manajemen FEBI hadir bukan hanya untuk menghasilkan lulusan, tetapi untuk membentuk pemimpin dan entrepreneur berintegritas. Tingginya minat ini adalah bukti bahwa generasi muda melihat manajemen berbasis nilai sebagai kebutuhan zaman. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas,” tegasnya.

Prestasi ini menjadi energi baru bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk terus memperluas jejaring kerja sama, memperkuat kurikulum berbasis industri, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan dinamika ekonomi global.

Top 2 Prodi Terfavorit di lingkungan UIN Sumatera Utara pada jalur SNBP 2026 bukan hanya tentang angka peminat—tetapi tentang harapan besar generasi muda yang menitipkan masa depan mereka pada Prodi Manajemen FEBI. Sebuah amanah yang akan dijaga dengan komitmen, kualitas, dan integritas.

Mengejar Utopia di UIN Sumatera Utara: Menyemai Kompetensi, Meneguhkan Nilai

Mengejar Utopia di UIN Sumatera Utara
Oleh Imam El Islamy dan Malkan Yahya Abdillah

Tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, pendidikan juga menekankan pada pembentukan cara berpikir dan sikap. Dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, pendekatan semacam ini menghadirkan diferensiasi tersendiri. Ketika banyak institusi menitikberatkan pada aspek teknis dan profesional, UIN Sumatera Utara menempatkan keseimbangan antara kompetensi dan nilai sebagai bagian integral dari proses belajar. Lulusan tidak hanya membawa pengetahuan sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki landasan etika serta pemahaman keagamaan yang menyertainya.

Di sisi lain, perkembangan fasilitas turut memperlihatkan arah transformasi kampus. Kehadiran Kampus IV Tuntungan menjadi salah satu wujud perubahan tersebut. Dengan kawasan yang luas, bangunan modern, serta lingkungan yang relatif asri, kampus ini menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman dan kondusif.

Modernisasi ini berjalan beriringan dengan karakter dasar UIN Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi keagamaan. Perpaduan antara fasilitas yang terus berkembang dan nilai yang tetap dipertahankan menjadi ciri khas yang tidak selalu ditemukan di setiap institusi pendidikan tinggi.

Selain aktivitas akademik, sistem pembelajaran di UIN Sumatera Utara juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan di luar kelas. Program pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan, hingga kegiatan akademik lainnya menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman belajar yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan teori, tetapi juga dengan realitas sosial yang menuntut kemampuan adaptasi, komunikasi, serta pemahaman yang lebih kontekstual. Hal ini memperkuat posisi pendidikan sebagai proses yang tidak berhenti pada ruang kelas semata.

Dalam jangka panjang, nilai sebuah pendidikan sering kali tidak hanya diukur dari hasil yang terlihat secara langsung. Ada aspek-aspek yang berkembang secara bertahap, seperti cara berpikir yang matang, kedewasaan dalam mengambil keputusan, hingga kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi.

Di sinilah pendekatan yang diterapkan di UIN Sumatera Utara menemukan relevansinya. Integrasi antara ilmu dan nilai membentuk proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan diri secara menyeluruh.

Apa yang kemudian dianggap sebagai keberuntungan tidak selalu hadir dalam bentuk yang instan. Dalam konteks ini, keberuntungan dapat dipahami sebagai hasil dari proses yang berjalan secara konsisten melalui lingkungan belajar, sistem pendidikan, dan nilai yang menyertainya.

UIN Sumatera Utara, dengan pendekatan tersebut, menawarkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berfokus pada apa yang dipelajari, tetapi juga pada bagaimana ilmu itu dijalani dan dimaknai.

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Tampil di TV Nasional: Prof. Syukri Albani Hadirkan Dakwah Teduh Khas Medan di Program Damai Indonesiaku tvOne!

Medan, 25 Januari 2026 — Kebanggaan besar kembali dirasakan oleh keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dekan FEBI, dipercaya berulang kali hadir sebagai penceramah dalam program dakwah nasional Damai Indonesiaku yang disiarkan TVOne. Tidak hanya sekali, tetapi dalam berbagai episode dengan tema berbeda—menandakan kuatnya kepercayaan publik terhadap kapasitas keilmuan dan kedalaman spiritual beliau.

Pada tema “Kiat Islam Melawan Malas,” Prof. Syukri mengajak umat untuk memahami bahwa kemalasan bukan sekadar persoalan kebiasaan, melainkan tantangan iman yang harus dilawan dengan disiplin, doa, dan kesungguhan. Dengan gaya khasnya yang lugas dan membumi, beliau menegaskan bahwa seorang Muslim harus produktif dan memberi manfaat, sebab keberkahan sering hadir melalui kesungguhan usaha. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Kiat Islam Melawan Malas

Berlanjut pada tema “Adab Rukun Bertetangga,” beliau menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial. Dalam ceramahnya, Prof. Syukri mengingatkan bahwa kekuatan umat tidak hanya dibangun di masjid, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Senyum, sapa, dan saling membantu, hal-hal sederhana adalah wujud nyata dari akhlak Islam yang sering kali terlupakan. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Adab Rukun Bertetangga

Sementara itu, pada kajian “Riya Penyakit Hati, Harus Kita Hindari,” beliau mengajak jamaah untuk menata niat dan memperhalus keikhlasan. Menurutnya, amal yang besar dapat kehilangan makna ketika dikerjakan demi pujian manusia. Pesan yang disampaikan terasa mendalam: keikhlasan adalah rahasia kekuatan seorang hamba, dan hanya hati yang bersih yang mampu menghadirkan ketenangan sejati. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Riya Penyakit Hati, Harus Kita Hindari

Tidak kalah menyentuh, dalam tema “Banyak Berzikir agar Pahala Mengalir,” Prof. Syukri menghadirkan tausiyah yang meneduhkan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan zikir di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Dengan logat Medan yang hangat dan bersahabat, beliau menyampaikan bahwa zikir bukan sekadar lantunan, tetapi jalan pulang bagi hati yang lelah. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Banyak Berzikir agar Pahala Mengalir

Pada episode spesial Ramadan 1447 H bertajuk “Ramadan Hampir Habis, Seharusnya Kita Menangis”, Prof. Syukri kembali tampil dalam program Damai Indonesiaku yang disiarkan langsung dari Masjid Al Furqon, Kota Baru, Bekasi, pada Jumat, 20 Maret 2026. Saksikan selengkapnya di YouTube Damai Indonesiaku: Ramadan Hampir Habis, Seharusnya Kita Menangis

Dalam kajian tersebut, beliau mengajak umat melakukan muhasabah mendalam di penghujung Ramadan. Bukan sekadar merayakan kemenangan, tetapi merenungi sejauh mana bulan suci telah mengubah hati, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadan, menurutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang melatih jiwa agar lebih peka, lebih lembut, dan lebih bertakwa.

Dengan pendekatan reflektif dan penuh keteduhan, beliau mengingatkan bahwa air mata di akhir Ramadan bukan tanda kelemahan, melainkan pertanda cinta kepada ibadah dan kerinduan terhadap keberkahan yang mungkin belum tentu dapat ditemui kembali di tahun berikutnya. Pesan ini menggugah pemirsa untuk tidak menyia-nyiakan detik-detik terakhir bulan suci.

Kelima tema tersebut memperlihatkan keluasan perspektif dakwah Prof. Syukri, mulai dari pembinaan pribadi, hubungan sosial, hingga kesehatan spiritual. Gaya penyampaiannya yang khas, tegas namun penuh kehangatan, menjadikan pesan-pesan yang berat terasa ringan dan mudah diterima oleh pemirsa dari berbagai latar belakang.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Menurutnya, kehadiran Prof. Syukri di panggung nasional adalah cerminan kualitas akademisi UIN Sumatera Utara yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami bangga, karena dari kampus ini lahir sosok yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga mampu menebarkan kesejukan bagi Indonesia,” ungkapnya.

Bagi FEBI, momentum ini bukan hanya prestasi personal, melainkan kebanggaan institusional. Ini adalah bukti bahwa peran akademisi melampaui ruang kelas, menjangkau mimbar umat, menguatkan nilai-nilai moral, dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta.

Kehadiran Prof. Syukri Albani di layar TV nasional seakan menjadi pesan kuat bagi seluruh sivitas akademika: bermimpilah besar, berkontribusilah luas, dan jadilah cahaya di mana pun berada. Dari Medan untuk Indonesia, dakwah yang teduh kini bergema lebih jauh—menginspirasi, menenangkan, dan membanggakan.

Ditulis oleh: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Dedikasi, Integritas, dan Kepemimpinan dalam Bingkai Keilmuan: Jejak Inspiratif Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. Menjadi Guru Besar di Usia 39 Tahun

Medan, 19 Maret 2026 – Sebuah potret inspiratif tentang perjalanan akademik kembali mengemuka dari lingkungan UIN Sumatera Utara. Sosok Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., tampil sebagai representasi nyata dari integrasi antara ketekunan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai.

Perjalanan akademik yang ditampilkan dalam video yang diunggah oleh Kanal YouTube Tribunnews (klik disini) menggambarkan proses panjang yang dilalui dengan konsistensi dan komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan. Tidak hanya menunjukkan capaian personal, tetapi juga mencerminkan bagaimana sebuah proses yang dijalani secara sungguh-sungguh mampu melahirkan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat luas.

Melalui perjalanan hidup yang tergambar, terlihat dengan jelas bahwa keberhasilan bukanlah sesuatu yang hadir secara instan. Ia merupakan akumulasi dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan, konsistensi, dan pengorbanan. Berangkat dari latar belakang pendidikan pesantren, Prof. Syukri Albani menapaki setiap fase kehidupan dengan istiqamah, menjadikan setiap tantangan sebagai ruang pembelajaran, dan setiap kesempatan sebagai pijakan untuk terus bertumbuh.


Perjalanan Ilmu yang Penuh Keteguhan

Kisah ini menegaskan bahwa pendidikan pesantren bukanlah batas dalam meraih pencapaian akademik tertinggi, melainkan fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter intelektual dan spiritual. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, kesederhanaan, serta adab yang tertanam sejak awal, menjadi energi utama dalam perjalanan panjang tersebut.

Dengan fondasi tersebut, perjalanan akademik Prof. Syukri Albani berkembang secara progresif hingga mencapai titik penting sebagai Guru Besar di usia yang relatif muda, yakni 39 tahun. Capaian ini tidak hanya mencerminkan kapasitas keilmuan yang tinggi, tetapi juga menunjukkan bahwa ketekunan yang terarah mampu mempercepat pencapaian tanpa mengurangi kualitas.

Lebih dari sekadar pencapaian personal, perjalanan ini menjadi simbol kuat bahwa integrasi antara ilmu agama dan ilmu modern mampu melahirkan sosok akademisi yang utuh—memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kedalaman spiritual, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan nilai.


Makna Kepemimpinan yang Berangkat dari Nilai

Dalam perjalanan tersebut, kepemimpinan tidak hadir sebagai tujuan, melainkan sebagai konsekuensi dari proses panjang yang dijalani dengan integritas. Kepemimpinan yang ditampilkan oleh Prof. Syukri Albani berakar dari nilai-nilai keikhlasan, tanggung jawab moral, dan kesadaran akan amanah.

Ia memaknai ilmu bukan sekadar sebagai instrumen pencapaian, tetapi sebagai tanggung jawab yang harus memberikan manfaat luas. Kepemimpinan pun diposisikan sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar posisi struktural.

Pendekatan ini kemudian menjadi karakter khas dalam kepemimpinannya di FEBI UIN Sumatera Utara—menghadirkan keseimbangan antara ketegasan akademik dan kelembutan nurani, antara capaian institusional dan pembangunan karakter, serta menjadikan kampus sebagai pusat lahirnya peradaban yang berlandaskan nilai.


Inspirasi untuk Generasi Muda

Kisah ini menyampaikan pesan yang sangat kuat bagi generasi muda bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk mencapai puncak prestasi. Latar belakang bukanlah penghalang, melainkan bagian dari proses pembentukan diri.

Yang menjadi pembeda adalah keteguhan dalam menjaga arah, konsistensi dalam proses, serta keberanian untuk terus belajar dan berkembang. Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menjadi kunci utama dalam meraih keberhasilan yang berkelanjutan.

Jangan pernah merasa kecil dengan latar belakang kita. Justru dari situlah kekuatan kita dibentuk. Ilmu itu bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi tentang kesungguhan dan keberkahan,
— Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A.


Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut memberikan refleksi yang memperkuat makna dari perjalanan tersebut.

Perjalanan Prof. Syukri Albani adalah gambaran nyata bahwa kualitas tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia lahir dari kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen yang dijaga secara konsisten. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus melangkah, mengembangkan diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa.


Penutup: Inspirasi yang Melampaui Prestasi

Kisah Prof. Syukri Albani bukan sekadar tentang gelar akademik atau posisi kepemimpinan, melainkan tentang proses pembentukan diri yang utuh. Ia adalah refleksi dari bagaimana ilmu, iman, dan kerja keras dapat bertemu dalam satu titik keberhasilan yang bermakna.

Lebih jauh, kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam menuntut ilmu, ketika dijalani dengan niat yang lurus dan usaha yang sungguh-sungguh, akan membentuk perjalanan besar di masa depan.

Sebuah kisah yang tidak hanya layak untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungkan—bahwa dari kesederhanaan lahir keteguhan, dari proses lahir pencapaian, dan dari keikhlasan lahir keberkahan yang melampaui batas-batas prestasi itu sendiri.


Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Memupuk Nikmat Persatuan Berbangsa: Ikhtiar Merawat Harmoni dalam Keberagaman

Memupuk Nikmat Persatuan Berbangsa
Oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. – Dekan FEBI UIN Sumatera Utara

Di antara sekian banyak nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala anugerahkan kepada manusia, terdapat beberapa nikmat yang sangat agung dan sering kali luput dari kesadaran kita. Salah satu nikmat terbesar tersebut adalah nikmat hidayah Islam. Melalui hidayah inilah hati manusia diteguhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meniti jalan yang benar, serta hidup dalam naungan nilai-nilai keimanan.

Selain itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga menganugerahkan nikmat berupa persatuan dan kebersamaan di antara sesama umat manusia, khususnya umat Islam. Dengan persatuan itulah kita dapat hidup berdampingan, saling menjaga, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, persatuan menjadi fondasi penting bagi terciptanya ketenteraman, rasa aman, serta keharmonisan sosial.

Kita patut bersyukur karena hingga hari ini Allah subhanahu wa ta’ala masih menganugerahkan kepada kita kehidupan yang relatif damai dalam bingkai kebangsaan. Kita dapat berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat, bekerja di lingkungan yang kondusif, serta membangun keluarga dalam suasana yang tenteram. Bahkan bagi mereka yang tengah menghadapi berbagai persoalan hidup, masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama saudara-saudara seiman, menunaikan ibadah, dan memperkuat ukhuwah di masjid yang mulia ini.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika dahulu kamu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. Dan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
(QS. Ali ‘Imran: 103)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa persatuan adalah nikmat yang sangat besar. Ia bukan sekadar kondisi sosial, melainkan karunia langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menyatukan hati-hati manusia. Karena itu, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan.

Ayat ini menegaskan betapa pentingnya menjaga persatuan. Allah subhanahu wa ta’ala secara tegas memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh pada tali agama-Nya dan tidak terpecah belah. Persatuan bukan sekadar pilihan, melainkan perintah langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala yang harus dijaga dan dirawat sepanjang waktu.

Jika ayat tersebut kita kontekstualisasikan dengan kehidupan masyarakat saat ini, pesan yang terkandung di dalamnya menjadi sangat relevan. Umat Islam diperintahkan untuk tetap menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan maupun kepentingan. Persatuan harus dipelihara dengan penuh kesadaran bahwa ukhuwah adalah kekuatan besar yang dimiliki oleh umat.

Di tengah berbagai ujian kehidupan modern—mulai dari persoalan kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga tantangan di bidang pendidikan dan keadilan—persatuan menjadi semakin penting. Tidak jarang pula muncul upaya dari segelintir pihak yang mencoba memecah belah umat melalui berbagai cara, seperti provokasi, adu domba, maupun penyebaran kebencian.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, umat Islam dituntut untuk memiliki kedewasaan sikap. Kita tidak perlu mudah terpancing oleh berbagai provokasi yang dapat merusak ukhuwah. Prinsip yang harus kita pegang adalah berlapang dada terhadap perbedaan serta bersatu dalam hal-hal yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Sebagai bentuk ikhtiar dalam menjaga ukhuwah dan memperkuat persatuan, Buya Yunahar Ilyas dalam bukunya Kuliah Akhlak menjelaskan empat pilar penting yang dapat menjadi fondasi dalam membangun persaudaraan.

Pilar pertama adalah ta’aruf, yaitu upaya untuk saling mengenal satu sama lain. Ta’aruf tidak hanya sebatas mengenal nama atau identitas lahiriah seseorang, tetapi juga memahami latar belakang kehidupannya, pengalaman pendidikan, serta kondisi sosial dan keagamaannya. Dengan saling mengenal secara lebih mendalam, kita akan lebih mudah membangun rasa saling menghargai dan menghormati.

Pilar kedua adalah tafahum, yakni saling memahami. Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan adanya sikap saling memahami, berbagai kesalahpahaman dapat diminimalisasi sehingga konflik yang tidak perlu dapat dihindari.

Pilar ketiga adalah ta’awun, yaitu semangat saling tolong-menolong. Islam sangat menekankan pentingnya solidaritas sosial. Yang kuat hendaknya membantu yang lemah, yang memiliki kelebihan membantu yang kekurangan, yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang membutuhkan. Dengan semangat tolong-menolong ini, rahmat Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa turun kepada masyarakat.

Adapun pilar keempat adalah takaful, yakni saling memberikan jaminan dan perlindungan. Takaful menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, karena setiap individu merasa bahwa dirinya tidak sendirian dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saudara yang siap membantu, memberikan dukungan, serta mencarikan jalan keluar atas berbagai kesulitan yang dihadapi.

Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ukhuwah yang kokoh. Dengan ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful, persaudaraan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan nyata masyarakat. Persatuan umat Islam pun dapat terjaga dengan baik, sekaligus menjadi kekuatan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada akhirnya, kita semua harus menyadari bahwa sebagai manusia biasa, kita tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Tidak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanya dimiliki oleh para Nabi yang dijaga dari dosa. Kesadaran inilah yang seharusnya mendorong kita untuk terus memperkuat persaudaraan dan memperbaiki diri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan tuntunan yang sangat jelas tentang pentingnya saling membantu dan meringankan beban sesama. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

Barangsiapa melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan pada hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang kesulitan, maka Allah ‘azza wa jalla memudahkan baginya kesulitan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya, melainkan ketenteraman akan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.

Melalui pesan Al-Qur’an dan hadis tersebut, menjadi jelas bahwa menjaga persatuan bukan hanya urusan sosial semata, melainkan juga bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Persatuan yang dilandasi iman, keikhlasan, dan semangat saling membantu akan menjadi sumber kekuatan umat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Karena itu, marilah kita terus memupuk nikmat persatuan ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Dengan menjaga ukhuwah, memperkuat solidaritas, serta mengedepankan sikap saling menghormati, kita berharap dapat menjadi umat yang kuat, damai, dan mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Ramadhan dan Kebermanfaatan: Gerakan FEBI UIN Sumatera Utara Berbagi Hadirkan Kepedulian yang Menginspirasi

Medan, 11 Maret 2026 – Semangat berbagi yang dilandasi nilai keikhlasan dan kepedulian kembali tumbuh subur di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Melalui kegiatan bertajuk “FEBI UIN Sumatera Utara Berbagi”, sivitas akademika yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa bersatu dalam gerakan sosial yang penuh makna dengan menyalurkan 195 paket sembako senilai lebih dari Rp29 juta, Rabu (11/3).

Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari semangat Ramadan yang tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan. Bantuan disalurkan kepada para pensiunan, petugas keamanan, serta petugas kebersihan di lingkungan kampus FEBI, baik di Jalan IAIN/Jalan Sutomo Medan maupun di kawasan Tuntungan, Deli Serdang.


Menghadirkan Nilai melalui Aksi Nyata

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan nilai-nilai keislaman ke dalam tindakan nyata.

Ramadan adalah ruang terbaik untuk menguatkan makna kepedulian. Apa yang dilakukan FEBI hari ini bukan sekadar berbagi, tetapi menghadirkan nilai—bahwa ilmu harus melahirkan empati, dan keberhasilan harus diiringi dengan kebermanfaatan bagi sesama.

Beliau juga menekankan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada kemampuannya memberi dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.


Kolaborasi yang Menguatkan Kebersamaan

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan kolektif sivitas akademika mampu menghadirkan dampak yang luas. Partisipasi aktif dari dosen, pegawai, mahasiswa, hingga para donatur menciptakan harmoni kolaborasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga bermakna.

Wakil Dekan I FEBI Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., menegaskan pentingnya menghadirkan keseimbangan antara capaian intelektual dan kepedulian sosial.

Pendidikan yang berkualitas bukan hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan kepekaan. Kegiatan ini adalah bagian dari proses pembelajaran nilai, yang justru menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang utuh.


Mengelola Amanah dengan Integritas

Wakil Dekan II FEBI Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga mencerminkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Setiap kontribusi yang diberikan adalah amanah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab, sehingga kepercayaan yang telah dibangun dapat terus terjaga.

Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan program ini menjadi bukti komitmen FEBI dalam menjaga tradisi kebaikan yang berdampak nyata.


Membangun Karakter melalui Kepedulian

Wakil Dekan III FEBI Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Marliyah, M.Ag., menyoroti peran penting mahasiswa dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar menjadi manusia yang peka terhadap lingkungan. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini adalah investasi karakter yang akan membentuk kepemimpinan masa depan.


Laporan dan Transparansi Bantuan

Ketua Bantuan Sosial FEBI, Dr. Tuti Anggraini, M.A., melaporkan bahwa total donasi yang terkumpul mencapai Rp29.250.000, yang kemudian dikonversi menjadi 195 paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, dan mi instan.

Seluruh bantuan ini berasal dari kontribusi sivitas akademika dan para donatur. Kami memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima.


Ramadan sebagai Ruang Kebermanfaatan

FEBI Berbagi bukan sekadar kegiatan rutin tahunan—yang kini memasuki tahun keenam—melainkan representasi nilai yang terus hidup dan berkembang di lingkungan FEBI UIN Sumatera Utara. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada ilmu, tetapi juga pada pengabdian dan kemanusiaan.

Di tengah kesibukan akademik dan dinamika kehidupan modern, kegiatan ini hadir sebagai pengingat bahwa keberhasilan sejati adalah ketika kita mampu berbagi dan memberi makna bagi orang lain.

Ramadan pun menjadi lebih dari sekadar momentum ibadah, tetapi menjadi ruang transformasi—di mana ilmu, empati, dan keikhlasan bertemu dalam satu tindakan nyata yang membawa keberkahan bagi semua.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Ramadhan Insight Forum 1447 H: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Serukan Kepemimpinan Berintegritas dan Berempati

Medan, 07 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menguatkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis keilmuan dan spiritualitas. Hal ini tercermin dari kehadiran Dekan FEBI dalam forum nasional bergengsi bertajuk Ramadhan Insight Forum: Menata Hati, Menguatkan Empati, Memimpin dengan Nurani yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (IKAFEB USU), Sabtu (7/3), di Al-Amjad Convention Hall, Medan.

Kehadiran Dekan FEBI, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi representasi kuat bahwa FEBI UIN Sumatera Utara hadir aktif dalam ruang-ruang strategis lintas institusi untuk membangun peradaban kepemimpinan yang lebih berintegritas, empatik, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.


Ruang Dialog Kepemimpinan yang Mencerahkan

Kegiatan ini menjadi panggung intelektual yang mempertemukan para pemimpin, akademisi, praktisi, serta pelaku usaha dalam satu ruang dialog yang sarat makna. Seminar diawali dengan suasana khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional M. Daud Sitorus, dilanjutkan doa oleh Dr. Kaswinata, S.E., Ak., CA., MSP, serta rangkaian sambutan dari para tokoh penting.

Ketua Panitia M. Sakha Admaja melaporkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak sosial melalui penyaluran bantuan Ramadan kepada Panti Asuhan Ade Irma Suryani Medan. Hal ini memperkuat bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga aksi nyata.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal IKAFEB USU, Maf’ul Taufiq, S.E., Ak., M.Si., CA, menegaskan komitmen organisasi dalam menjalankan program berbasis efektivitas dan dampak nyata.

Kami memastikan setiap program memiliki nilai kebermanfaatan. Prinsip high impact–low cost & effort menjadi arah agar organisasi tetap produktif dan relevan.


Kontribusi FEBI dalam Wacana Kepemimpinan Berintegritas

Sebagai salah satu narasumber utama, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan materi bertajuk “Pemimpin adalah Kita” yang menggugah kesadaran kolektif tentang hakikat kepemimpinan.

Pemimpin itu bukan hanya jabatan, tetapi tanggung jawab moral setiap individu. Keikhlasan (mukhlasin) adalah fondasi agar kita terhindar dari riya dan narsisme dalam memimpin.

Pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kepemimpinan dalam perspektif Islam bukan sekadar kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga tentang menjaga hati, niat, dan integritas dalam setiap keputusan.


Perspektif Psikologis dan Praktis dalam Kepemimpinan

Seminar ini juga menghadirkan Prof. Raras Sutatminingsih, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, yang membahas fenomena Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalam dunia kerja.

Perilaku narsistik dapat memicu konflik, meningkatkan stres kerja, dan menurunkan produktivitas. Karena itu, organisasi perlu membangun budaya kerja yang sehat dan batas profesional yang jelas.

Sementara itu, Keynote Speaker Agus Dwi Handaya, S.E., Ak., M.B.A., Managing Director Human Capital Danantara Asset Management sekaligus Ketua IKAFEB USU, menutup seminar dengan konsep kepemimpinan 3N: Nata, Nagih, dan Nuntun.

Pemimpin harus mampu menata arah (nata), memastikan target tercapai (nagih), dan membimbing tim berkembang (nuntun). Kepemimpinan adalah kombinasi pengetahuan, karakter, dan ketulusan.


Antusiasme dan Dampak Nyata

Kegiatan ini diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, dan pelaku usaha di Kota Medan. Tingkat kepuasan peserta terhadap pembicara mencapai 98%, menunjukkan kualitas materi yang sangat tinggi dan relevan.

Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, partisipasi dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen dalam membangun jejaring kolaboratif sekaligus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter kepemimpinan bangsa.


Pesan Inspiratif Rektor UIN Sumatera Utara

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas kontribusi FEBI dalam forum tersebut.

Kehadiran Dekan FEBI dalam forum ini menunjukkan bahwa UIN Sumatera Utara terus hadir dalam ruang-ruang strategis pembangunan pemikiran. Kepemimpinan yang empatik dan berintegritas adalah kunci masa depan bangsa, dan kampus harus menjadi pusat lahirnya nilai-nilai tersebut.


Penegasan Nilai dari FEBI

Dekan FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan bahwa momentum Ramadan harus menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan.

Ramadan adalah madrasah kepemimpinan. Di sini kita belajar menahan diri, memperkuat empati, dan memimpin dengan nurani. Itulah nilai yang harus kita bawa ke dunia nyata.


Kehadiran FEBI UIN Sumatera Utara dalam forum ini bukan sekadar partisipasi, melainkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem kepemimpinan yang berakar pada nilai spiritual, intelektual, dan sosial. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menuju peradaban yang lebih bermakna.

Penulis: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

FEBI UINSU berkolaborasi dengan RevoU untuk membuka BEASISWA EKSKLUSIF 30%

📣 Udah atau mau lulus kuliah tapi masih bingung mau ke mana arah karier?
Di tengah pesatnya digitalisasi dan AI, punya skill yang relevan itu bukan lagi nilai tambah, tapi kebutuhan.

Kabar super exciting buat Mahasiswa & Alumni FEBI UINSU🎉FEBI UINSU berkolaborasi dengan RevoU untuk membuka BEASISWA EKSKLUSIF 30% bagi kamu yang ingin upgrade skill lewat program intensif berbasis industri💼✨:

🔹 Digital Marketing
🔹 Data Analytics
🔹 Software Engineering

Dan semua programnya dirancang bareng praktisi industri langsung full project-based, dan… YES, udah include AI-integrated syllabus!


🔍 Apa aja yang bakal kamu dapatkan?

✅ Live class interaktif bareng expert industri
✅ Simulasi dari project dan virtual internship
✅ Coaching karier langsung dari mentor + AI reviewer tools
✅ Sertifikat & upgrade CV + LinkedIn kamu biar makin dilirik
✅ Akses komunitas alumni RevoU untuk network baru!


📌 Apply sebelum 31 Maret 2026 di rebrand.ly/revou-febiuinsu
Scholarship ini ekslusif buat mahasiswa/i aktif & fresh graduate FEBI UINSU (maks. 1 tahun lulus).


Ikuti jejak alumni RevoU yang udah ngerasain hasilnya!👇

  • Chendy Dea Andriany
    • Dulu: Surveyor di Lembaga Survei Statistika
    • Setelah RevoU: Regional Financial Economic Analyst di Bank Indonesia
  • Kristi Kartika
    • Dulu: Sales Supervisor di PT Cover Super Indonesia Global
    • Setelah RevoU: Digital Ads Specialist di Krona Agency

Buat kamu yang serius cari jalan karier baru dan pengen punya skill yang dibutuhkan industri digital hari ini dan masa depan, this is your moment! Silakan di-share ke teman-teman FEBI UINSU lainnya ya! ✨

Beasiswa Bank Muamalat kepada Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara: Sinergi Strategis Membangun Generasi Unggul

Momentum penyerahan beasiswa dari Bank Muamalat Indonesia kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri keuangan syariah.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda institusional, tetapi representasi nyata dari kolaborasi strategis yang berorientasi pada kualitas, prestasi, dan keberlanjutan. Beasiswa tersebut menjadi simbol kepercayaan industri kepada mahasiswa FEBI sebagai calon pemimpin ekonomi syariah masa depan—yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.


🎓 Komitmen Kepemimpinan Fakultas

🔹 Dekan FEBI

Dekan FEBI menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas mahasiswa FEBI sekaligus amanah untuk terus meningkatkan standar akademik dan profesionalisme.

“Beasiswa ini adalah investasi jangka panjang bagi peradaban ekonomi syariah. Mahasiswa FEBI harus membuktikan bahwa mereka layak dipercaya, tidak hanya dengan IPK yang tinggi, tetapi juga dengan etos kerja, integritas, dan kontribusi nyata.”

Beliau juga menekankan bahwa kemitraan dengan Bank Muamalat merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.


🔹 Wakil Dekan I – Bidang Akademik dan Kelembagaan

Dr. Isnaini Harahap, M.Ag

Dalam kapasitasnya sebagai pengampu bidang akademik dan kelembagaan, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan mutu akademik FEBI yang terus meningkat.

“Prestasi akademik harus menjadi budaya, bukan sekadar target sesaat. Beasiswa ini adalah bukti bahwa kualitas kita diakui oleh industri. Tantangannya adalah menjaga konsistensi dan terus melampaui standar.”

Beliau mendorong mahasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai pemicu produktivitas ilmiah dan inovasi.


🔹 Wakil Dekan II – Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A

Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A menekankan pentingnya tata kelola yang profesional dan transparan dalam mendukung keberhasilan mahasiswa.

“Penguatan akademik harus ditopang oleh sistem yang kokoh. Beasiswa ini menjadi bagian dari perencanaan strategis kita dalam memastikan mahasiswa memiliki dukungan yang memadai untuk berkembang secara optimal.”

Beliau menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya yang efektif akan melahirkan output yang unggul dan berdaya saing tinggi.


🔹 Wakil Dekan III – Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Dr. Marliyah, M.Ag

Sebagai Wakil Dekan III, Dr. Marliyah, M.Ag menyoroti pentingnya karakter dan kepemimpinan mahasiswa dalam merespons peluang ini.

“Mahasiswa penerima beasiswa hari ini adalah representasi kualitas FEBI. Jadikan ini sebagai energi untuk memperluas kontribusi—baik dalam organisasi, riset, maupun pengabdian masyarakat.”

Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Bank Muamalat akan terus diperluas dalam bentuk program pengembangan kompetensi dan jejaring profesional.


🤝 Pesan Strategis dari Bank Muamalat

Perwakilan Bank Muamalat Indonesia menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini adalah bagian dari komitmen institusi dalam membangun sumber daya manusia unggul di sektor keuangan syariah.

“Kami melihat FEBI UIN Sumatera Utara sebagai mitra strategis dalam mencetak talenta masa depan. Beasiswa ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus harapan agar mahasiswa mampu tampil sebagai profesional yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.”


🚀 Sinergi untuk Masa Depan

Penyerahan beasiswa ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang relevan, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.

FEBI UIN Sumatera Utara dan Bank Muamalat Indonesia telah menunjukkan bahwa sinergi yang dibangun atas dasar visi yang sama akan melahirkan dampak yang besar. Bukan hanya bagi mahasiswa penerima, tetapi juga bagi masa depan ekonomi syariah Indonesia.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.

Menghormati Dedikasi, Menyambut Transformasi: Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Hadiri Momen Silaturrahim dengan Bank Indonesia

Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai acara Silaturrahim Moment dan Sambut Pisah Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Rudy Brando Hutabarat. Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan ruang refleksi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi daerah.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara hadir secara eksklusif dalam undangan kehormatan tersebut, mempertegas eratnya sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam membangun Sumatera Utara yang lebih kuat dan berdaya saing. Turut hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi dan Bapak Didit Widiana, yang selama ini menjadi pilar penting dalam mendukung kepemimpinan dan arah kebijakan strategis Bank Indonesia di wilayah ini.


🌟 Rudy Brando Hutabarat: Kepemimpinan yang Menenangkan dan Visioner

Dalam sambutannya yang penuh keteduhan, Rudy Brando Hutabarat menyampaikan pesan reflektif tentang makna kepemimpinan dan pengabdian.

“Jabatan adalah amanah yang datang dan pergi. Tetapi nilai dan kontribusi yang kita tinggalkan akan tetap tinggal dalam ingatan dan dampak nyata bagi masyarakat.”

Beliau menekankan bahwa stabilitas ekonomi bukan semata hasil kebijakan teknis, tetapi buah dari kolaborasi lintas sektor.

“Bank Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Dunia akademik, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah mitra strategis. Ketika kita duduk bersama dengan niat membangun, maka ekonomi akan tumbuh dengan fondasi yang lebih kokoh.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang merangkul, bukan mendominasi; tentang melayani, bukan dilayani.


🤝 Iman Gunadi: Konsistensi dan Keteguhan dalam Mengawal Stabilitas

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunadi, menyampaikan refleksi tentang pentingnya konsistensi dalam menjalankan tugas negara.

“Tantangan ekonomi selalu berubah, tetapi komitmen kita tidak boleh berubah. Stabilitas adalah hasil dari kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berintegritas.”

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi.

“Kampus adalah ruang lahirnya gagasan. Ketika gagasan bertemu kebijakan, di situlah lahir solusi yang berkelanjutan.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa dunia akademik memiliki peran vital dalam mendukung kebijakan ekonomi yang berbasis riset dan analisis mendalam.


🚀 Didit Widiana: Adaptif, Inovatif, dan Berorientasi Masa Depan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara lainnya, Bapak Didit Widiana, menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi dinamika global.

“Kita hidup di era yang bergerak cepat. Ketahanan ekonomi daerah sangat ditentukan oleh kemampuan kita beradaptasi dan berinovasi.”

Beliau menambahkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi dengan perguruan tinggi bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan esok.”

Pandangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan ekonomi memerlukan keberanian untuk berpikir jauh ke depan.


🎓 Dekan FEBI: Menyatukan Ilmu dan Kebijakan

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kepemimpinan Rudy Brando Hutabarat selama bertugas di Sumatera Utara.

Beliau menyampaikan:

“Kami menyaksikan bagaimana kepemimpinan yang tenang dan visioner mampu menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang kolaborasi. Bagi kami di dunia akademik, ini adalah teladan bahwa ilmu dan kebijakan harus berjalan beriringan.”

Beliau juga menegaskan komitmen FEBI untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Bank Indonesia.

“FEBI siap menjadi mitra intelektual yang menghadirkan kajian dan pemikiran konstruktif demi mendukung kebijakan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.”


🌿 Silaturrahim yang Menguatkan Sinergi

Acara sambut pisah ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar peralihan jabatan. Ia menjadi ruang mempererat silaturrahim, memperkuat kolaborasi, dan memperteguh komitmen bersama membangun Sumatera Utara.

Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, sinergi antara otoritas moneter dan institusi pendidikan menjadi kunci lahirnya kebijakan yang tidak hanya stabil, tetapi juga inklusif dan berorientasi masa depan.

Momen ini menegaskan satu hal penting: kepemimpinan yang berintegritas akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. Dan kolaborasi yang dibangun dengan niat tulus akan melahirkan keberkahan yang meluas bagi masyarakat.


Penulis:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.