LPTQ Sumut dan Satu Irama Qurani; Ikhtiyar Sumut yang Berkah
Oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) selama ini sering dipahami sebagai ajang perlombaan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Padahal, lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar besar umat Islam untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Karena itu, penyelenggaraan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” sebagai sebuah cita-cita bersama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.
Al-Qur’an: Warisan Terbesar Rasulullah SAW
Al-Qur’an merupakan warisan terbesar Rasulullah SAW bagi umat manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia memperoleh petunjuk, arah kehidupan, sekaligus sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan. Sejak dahulu hingga hari ini, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan yang menenangkan hati, tetapi juga menjadi sumber hikmah yang menguatkan jiwa, menghidupkan harapan, dan menuntun manusia menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Para ulama dan cendekiawan Muslim menjelaskan bahwa Al-Qur’an dapat didekati melalui berbagai cara. Ada yang menjadikannya sebagai bacaan yang menghadirkan ketenangan spiritual, ada yang memahaminya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada pula yang menjadikannya sebagai objek kajian mendalam untuk menggali ilmu pengetahuan serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Ketiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak pernah terpisah dari realitas kehidupan manusia.
Tantangan Al-Qur’an dan Makna Kedekatan dengan Wahyu
Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang meragukan keautentikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:
“Dan jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23).
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan tantangan kepada siapa saja yang masih meragukan kebenaran Al-Qur’an. Oleh karena itu, sikap malas atau enggan untuk dekat dan akrab dengan Al-Qur’an dapat menjadi indikasi lemahnya keyakinan terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Tantangan tersebut justru seharusnya menjadi penguat bagi umat Islam untuk semakin mencintai, mempelajari, dan memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, umat Islam tidak seharusnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang hadir hanya pada waktu-waktu tertentu atau dalam kondisi tertentu saja. Al-Qur’an harus menjadi sahabat kehidupan. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin besar peluang dirinya memperoleh ketenangan, optimisme, kekuatan moral, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Memaknai Tema MTQ ke-40 Sumatera Utara
Dalam konteks itulah tema MTQ ke-40 Sumatera Utara menemukan relevansinya.
Frasa “Satu Irama Tilawah” tidak dimaksudkan sebagai penyatuan ragam lagu atau maqamat dalam seni tilawah, melainkan sebagai simbol keselarasan langkah dan kesatuan tujuan masyarakat Sumatera Utara. Sebagaimana lantunan tilawah yang indah lahir dari keteraturan nada dan keharmonisan irama, demikian pula masyarakat Sumatera Utara diharapkan mampu membangun sinergi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, frasa “Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” merupakan ajakan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan daerah. Keberkahan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian pembangunan yang bersifat material, tetapi juga dari tumbuhnya rasa saling mengayomi, saling menyayangi, saling mendukung, serta saling berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Inilah wajah Sumatera Utara yang dicita-citakan: masyarakat yang produktif membangun, kuat dalam persaudaraan, dan kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.
MTQ sebagai Gerakan Kebudayaan dan Sosial
Oleh sebab itu, MTQ ke-40 bukan sekadar kompetisi. MTQ adalah gerakan kebudayaan dan gerakan sosial yang bertujuan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah terbaik, tetapi juga dari meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, berkurangnya berbagai penyakit sosial, meningkatnya kualitas pendidikan keagamaan, serta tumbuhnya kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.
Dalam perspektif yang lebih luas, MTQ menjadi sarana untuk memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Ikhtiar LPTQ Sumatera Utara
LPTQ Sumatera Utara di bawah kepemimpinan H. M. Yasir Tanjung sebagai Ketua Harian berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dipahami, diamalkan, serta dijadikan inspirasi dalam membangun sistem kehidupan masyarakat.
Salah satu ikhtiar yang terus didorong adalah program “Satu Desa Satu Guru Mengaji”, sebagai langkah nyata dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat Muslim Sumatera Utara. Program ini menjadi bentuk konkret dari semangat membumikan Al-Qur’an hingga ke tingkat akar rumput.
Momentum Kebangkitan Kesadaran Qurani
MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat tersebut. MTQ ini diharapkan menjadi simbol bangkitnya kesadaran kolektif umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sekaligus sumber inspirasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui MTQ, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan lantunan ayat-ayat suci, tetapi juga mengimplementasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.
Menuju Sumut Berkah
Mari bersama-sama menyemarakkan, mendukung, dan mendoakan pelaksanaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara. Semoga ikhtiar ini menghadirkan keberkahan dari Allah SWT, memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta mengantarkan Sumatera Utara menjadi daerah yang maju, sejahtera, berkelanjutan, dan senantiasa berada dalam naungan ridha Allah SWT.
Dengan semangat “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad Menuju Kolaborasi Sumut Berkah”, MTQ ke-40 diharapkan menjadi penggerak lahirnya masyarakat Qurani yang tidak hanya gemar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, menuju cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.




















