Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Masa Bakti Tahun 2026 menyelenggarakan kegiatan perdana berupa Latihan Persidangan yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026 bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Kampus Sutomo. Kegiatan ini menjadi langkah awal SEMA FEBI dalam membangun kapasitas kepemimpinan serta pemahaman tata kelola persidangan yang baik bagi seluruh pengurus.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pelatihan Pimpinan Sidang sebagai Upaya Peningkatan Kepemimpinan dan Tata Kelola Persidangan yang Efektif”. Tema ini mencerminkan komitmen SEMA FEBI untuk mewujudkan sistem persidangan yang tertib, demokratis, dan berorientasi pada prinsip akuntabilitas dalam menjalankan fungsi legislatif kemahasiswaan.
Hadir sebagai pemateri pada kegiatan ini M. Fikri Tanjung, yang menyampaikan materi terkait teknis persidangan, peran pimpinan sidang, serta etika dan mekanisme pengambilan keputusan dalam forum resmi organisasi mahasiswa. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal yang komprehensif bagi para peserta dalam mengemban amanah sebagai pengurus SEMA FEBI UIN Sumatera Utara Medan Masa Bakti Tahun 2026.
Kegiatan Latihan Persidangan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN Sumatera Utara Medan, Dr. Marliyah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa SEMA FEBI merupakan bagian dari organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran strategis sebagai representasi mahasiswa FEBI dalam menyalurkan aspirasi, sekaligus sebagai perpanjangan lisan pengelola fakultas dalam menyampaikan berbagai informasi kepada mahasiswa.
Lebih lanjut, beliau berharap agar SEMA FEBI UIN Sumatera Utara Medan Masa Bakti Tahun 2026 yang diketuai oleh M. Royhan Safdan Muzaki Harahap dapat terus menjalin kerja sama dan sinergi yang baik dengan seluruh elemen fakultas guna mendukung terwujudnya FEBI yang semakin maju, partisipatif, dan berdaya saing.
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Masa Bakti Tahun 2026 menyelenggarakan kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) pada tanggal 17–18 Januari 2026 bertempat di Aula Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan dan Aula Pascasarjana UIN SU Medan.
Kegiatan ini diketuai oleh Muhaymin Akbar dan mengangkat tema “Menyatukan Visi, Menguatkan Sinergi, dan Menggerakkan Karsa untuk Mewujudkan Kinerja DEMA FEBI yang Progresif dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen DEMA FEBI dalam membangun soliditas internal organisasi serta menyusun program kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam rangka penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri kompeten, yaitu:
Alfia Rahman Manik sebagai pemateri Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi;
Bagas Anggi Winata sebagai pemateri Administrasi dan Kesekretariatan;
M. Alwan Atha sebagai pemateri Etika Berorganisasi;
Royhan Ali Hutapea sebagai pemateri Job Description;
Anwar Syarif Harahap sebagai pemateri Kuliah atau Organisasi.
Melalui kegiatan upgrading dan raker ini, diharapkan seluruh pengurus DEMA FEBI UIN Sumatera Utara Medan yang dinakhodai oleh Danu Wijaya memperoleh bekal pengetahuan, pemahaman peran, serta kemampuan manajerial yang memadai dalam menjalankan roda organisasi secara efektif dan profesional, serta mampu menghasilkan program kerja yang realistis dan dapat diimplementasikan.
Kegiatan ini secara resmi ditutup pada 18 Januari 2026 oleh Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Medan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Marliyah, M.Ag. Dalam amanahnya, beliau menyampaikan harapan agar DEMA FEBI UIN Sumatera Utara Medan dapat terus bersinergi dengan pengelola fakultas dalam mendukung kemajuan dan pengembangan FEBI ke arah yang lebih baik.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan menyelenggarakan kegiatan Pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FEBI UIN SU Medan Periode 2026 pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa UIN SU Medan dan berlangsung dengan khidmat.
Pelantikan Ormawa Periode 2026 memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan periode sebelumnya, karena masa bakti kepengurusan disesuaikan dengan tahun anggaran, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi mahasiswa yang lebih akuntabel dan selaras dengan sistem pengelolaan fakultas.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU Medan, Prof. Dr. H. Syukri Albani Nasution, MA. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran dekanat serta para pengelola Program Studi di lingkungan FEBI UIN SU Medan, sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan fakultas terhadap penguatan peran organisasi mahasiswa.
Pada Periode 2026 ini, FEBI UIN SU Medan melantik para ketua umum terpilih yang telah melalui proses seleksi dan regenerasi organisasi secara ketat, yaitu:
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas (SEMAF): M. Royhan Safdan Muzakki Harahap, menggantikan Dimas Rafli Muharsyah
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMAF): Danu Wijaya, menggantikan Alfia Rahman Manik
Ketua HMJ Ekonomi Islam: Valen Zikra Febix, menggantikan Aqli Nadzhari Rambe
Ketua HMJ Akuntansi Syariah: Sangkot Nur Hanida, menggantikan Fadlan Sahputra
Ketua HMJ Perbankan Syariah: Ahmad Fauzan Aflah, menggantikan Haekal Nafis Ahimsa
Ketua HMJ Asuransi Syariah: M. Risky Harahap, menggantikan Haikal Theo Putra Sinaga
Ketua HMJ Manajemen: Mhd. Habbil Frizky, menggantikan Fahmi Ardiansyah Siregar
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN SU Medan menekankan pentingnya amanah kepemimpinan mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai integritas, kolaborasi, serta komitmen dalam mendukung visi dan misi fakultas. Ormawa diharapkan mampu menjadi mitra strategis fakultas dalam pengembangan akademik, kemahasiswaan, dan penguatan karakter mahasiswa FEBI.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU Medan menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Ormawa terpilih Periode 2026, dengan harapan dapat menjalankan amanah secara profesional serta bersinergi dalam memajukan FEBI UIN SU Medan.
Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada pengurus Ormawa Periode 2024–2025 atas dedikasi, kontribusi, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga segala ikhtiar dan kerja keras yang telah dilakukan menjadi legacy berharga dan dikenang sepanjang masa.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan yang berpihak pada kemaslahatan umat melalui kegiatan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempresentasikan hasil pengabdian mahasiswa yang telah bersentuhan langsung dengan realitas sosial, ekonomi, dan tantangan global ekonomi syariah.
Mengusung tema besar “Studi Pembangunan Ekonomi Syariah: Peluang dan Tantangan Global”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang akademik, tetapi juga wujud nyata integrasi antara ilmu, nilai, dan aksi. Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sumatera Utara tampil sebagai agen perubahan—membawa gagasan, solusi, dan praktik ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan FEBI UIN Sumatera Utara. Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., dalam pesannya menegaskan bahwa pengabdian masyarakat adalah jantung dari keilmuan yang hidup.
“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas dan jurnal. Ia harus hadir di tengah masyarakat, memberi dampak, dan menumbuhkan harapan. Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah harus menjadi duta nilai—berpikir global, bertindak solutif, dan berakhlak islami,” ujarnya penuh makna.
Senada dengan itu, Wakil Dekan I FEBI, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., menekankan pentingnya diseminasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.
“Apa yang diteliti dan diabdikan harus disampaikan, dibagikan, dan menginspirasi. Di sinilah mahasiswa belajar menjadi ilmuwan sekaligus pelayan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI, Dr. Marliyah, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
“Pengabdian adalah latihan empati. Dari sinilah lahir lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.
Diseminasi ini dibimbing langsung oleh para dosen Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sumatera Utara, salah satunya Dr. M. Arfan Harahap, M.E.I., yang mengapresiasi kesungguhan mahasiswa dalam menerjemahkan teori ekonomi syariah ke dalam praktik nyata di masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa Ekonomi Syariah memiliki daya jawab terhadap dinamika pembangunan, baik di level lokal maupun global.
Para mahasiswa peserta diseminasi tampil percaya diri menyampaikan gagasan, pengalaman lapangan, serta rekomendasi kebijakan berbasis nilai-nilai syariah. Ragam tema pengabdian yang diangkat mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu riil masyarakat—mulai dari penguatan UMKM syariah, literasi ekonomi Islam, hingga pengembangan model pemberdayaan berbasis keadilan dan keberlanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sumatera Utara dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak, berdaya saing, dan berkeadaban.
Dengan semangat kolaborasi, keberkahan ilmu, dan pengabdian tanpa henti, Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi pesan kuat bahwa FEBI UIN Sumatera Utara terus melangkah maju—menghubungkan kampus dengan masyarakat, serta menjawab tantangan global melalui cahaya Ekonomi Syariah.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan mahasiswa melalui kolaborasi strategis. Kali ini, FEBI menerima kunjungan dan silaturrahim dari Baitulmaal Muamalat (BMM) Bank Muamalat, sebuah lembaga filantropi nasional yang konsisten bergerak dalam pemberdayaan pendidikan dan kemanusiaan.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog penuh makna tentang bagaimana pendidikan, kepedulian sosial, dan dunia profesional dapat saling terhubung untuk melahirkan mahasiswa yang tangguh dan berdaya saing.
Rombongan BMM Bank Muamalat diterima langsung oleh Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., didampingi Wakil Dekan III FEBI, Dr. Marliyah, M.Ag., serta Dosen FEBI UIN Sumatera Utara, Imam El Islamy, M.Sos. Suasana pertemuan terasa cair, penuh senyum, diskusi ringan namun sarat gagasan besar.
Fokus utama silaturrahim ini adalah penjajakan dan penguatan kerja sama di bidang beasiswa dan program magang mahasiswa FEBI. Dua hal yang dinilai sangat krusial di tengah tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Prof. Syukri Albani menyampaikan bahwa FEBI UIN Sumatera Utara selalu membuka pintu kolaborasi dengan mitra strategis yang memiliki visi kebermanfaatan. “Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya pintar di ruang kelas. Mereka harus dibekali pengalaman, kepekaan sosial, dan nilai-nilai etika. Beasiswa dan magang adalah jalan sunyi tapi berdampak besar untuk membentuk karakter itu,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama dengan BMM Bank Muamalat sejalan dengan ruh FEBI sebagai fakultas yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal sosial. “Ketika filantropi bertemu akademik, yang lahir bukan hanya bantuan, tetapi harapan. Bukan hanya program, tetapi keberkahan,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Marliyah, M.Ag., selaku Wakil Dekan III FEBI, menyoroti pentingnya program magang sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, dunia kerja tidak bisa hanya dikenalkan lewat teori. “Mahasiswa perlu merasakan langsung ritme dunia profesional. Magang bukan soal bekerja semata, tetapi belajar disiplin, komunikasi, tanggung jawab, dan empati. Di sinilah mahasiswa ditempa menjadi pribadi yang matang,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga berharap agar program beasiswa yang dirancang nantinya mampu menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mendorong mereka untuk tetap berprestasi dan berkontribusi.
Dari sisi akademisi, Imam El Islamy, M.Sos., melihat kerja sama ini sebagai wujud konkret implementasi nilai ekonomi Islam. “Ekonomi Islam bukan hanya tentang angka dan akad, tetapi tentang keberpihakan. Ketika lembaga seperti BMM hadir bersama kampus, kita sedang membangun ekosistem pendidikan yang adil, inklusif, dan memberdayakan,” tuturnya.
Pihak BMM Bank Muamalat sendiri menyambut baik antusiasme FEBI UIN Sumatera Utara. Mereka menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang yang paling strategis. Mahasiswa dipandang bukan sekadar penerima manfaat, melainkan calon pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan sejak dini.
Silaturrahim ini menjadi penanda bahwa kerja sama antara FEBI UIN Sumatera Utara dan BMM Bank Muamalat tidak berhenti pada wacana. Ke depan, diharapkan akan lahir program-program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa—mulai dari dukungan finansial, penguatan kapasitas, hingga pengalaman magang yang relevan dengan dunia industri keuangan syariah.
Di akhir pertemuan, suasana terasa penuh optimisme. Ada keyakinan bersama bahwa dari kolaborasi yang tulus dan visi yang sejalan, akan lahir generasi mahasiswa FEBI yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial dan kuat secara moral.
Dari ruang silaturrahim ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya: bukan hanya mencetak lulusan, tetapi menyiapkan insan yang siap memberi arti bagi umat dan bangsa.
Sebagai bagian dari perguruan tinggi Islam negeri yang telah berstatus unggul dan berdaya saing, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara terus menunjukkan konsistensinya dalam menjaga standar akademik terbaik. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), yang berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Aula FEBI UIN Sumatera Utara.
Bagi FEBI dan khususnya Program Studi S1 Manajemen, kegiatan AMI ini bukanlah upaya untuk mengejar kualitas, melainkan ikhtiar akademik untuk merawat dan memperkuat keunggulan yang telah dibangun secara konsisten selama ini. AMI menjadi ruang refleksi strategis guna memastikan seluruh praktik akademik tetap berada pada jalur terbaik, relevan dengan perkembangan zaman, serta selaras dengan visi universitas unggul.
Audit dilaksanakan oleh auditor profesional, Dr. Amal Hayati, M.Hum. dan Zaid Alfauza Marpaung, M.H., yang melakukan penelaahan komprehensif terhadap sistem akademik, tata kelola, serta keberlanjutan mutu Program Studi S1 Manajemen.
Dalam arahannya, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa budaya mutu di FEBI telah menjadi napas institusi, bukan sekadar agenda formal.
“FEBI dan Prodi Manajemen berada pada posisi unggul. Karena itu, Audit Mutu Internal bukan untuk mencari siapa yang kurang, tetapi untuk memastikan keunggulan ini tetap terjaga, terarah, dan terus meningkat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ketua Program Studi S1 Manajemen, Dr. Nurbaiti, M.Kom., menyampaikan bahwa Prodi Manajemen telah memiliki fondasi akademik yang kuat dan AMI hadir sebagai sarana penguatan.
“Kami tidak memulai dari nol. Kami sudah berada pada level yang baik dan mapan. AMI menjadi alat kendali mutu agar keunggulan ini tetap konsisten dan siap melompat ke level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Prodi Manajemen, Dr. Atika, M.A., yang menegaskan kesiapan prodi dalam menjaga kualitas layanan akademik.
“AMI adalah proses pematangan. Kami memastikan bahwa seluruh sistem yang sudah berjalan baik, tetap terjaga, terdokumentasi, dan terus disempurnakan,” jelasnya.
Kegiatan ini turut mendapat penguatan dari jajaran pimpinan FEBI UIN Sumatera Utara, yakni Wakil Dekan I Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., dan Wakil Dekan III Dr. Marliyah, M.Ag., yang secara kompak menegaskan bahwa keunggulan institusi harus dijaga melalui disiplin mutu dan kolaborasi.
Wakil Dekan I menekankan bahwa keunggulan akademik harus terus dijaga melalui kurikulum adaptif dan pembelajaran berkualitas.
“Keunggulan bukan sesuatu yang statis. Ia harus dirawat dengan keseriusan dan komitmen akademik yang berkelanjutan,” tegasnya.
Wakil Dekan II menambahkan bahwa tata kelola yang rapi dan efisien adalah ciri institusi unggul.
“FEBI telah berada pada jalur yang benar. AMI memastikan kita tetap konsisten, profesional, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III menegaskan bahwa mutu sejati juga tercermin dari karakter sivitas akademika.
“Keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan etika, adab, dan nilai keislaman,” tuturnya penuh makna.
Kehadiran Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., semakin mengukuhkan bahwa Program Studi S1 Manajemen FEBI merupakan bagian penting dari ekosistem universitas unggul. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa AMI adalah mekanisme strategis untuk menjaga reputasi institusi.
“UIN Sumatera Utara telah berada pada posisi yang baik. Tugas kita adalah menjaga keunggulan itu agar tetap berkelanjutan dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal ini, Program Studi S1 Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara menegaskan jati dirinya sebagai program studi unggul yang tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi pada kualitas substansi, keberlanjutan mutu, dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
AMI bukan sekadar evaluasi, melainkan komitmen kolektif untuk tetap unggul dan melangkah lebih jauh.
Medan, 06 Desember 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang tumbuh ilmu pengetahuan yang hidup dan berdampak melalui Seminar Hasil Penelitian FEBI UIN Sumatera Utara Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi panggung akademik yang bermakna—tempat gagasan, temuan ilmiah, dan ikhtiar keilmuan para dosen dipertemukan untuk saling menguatkan dan memberi arah bagi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di masa depan.
Seminar ini bukan sekadar agenda rutin akademik, melainkan perayaan intelektual yang menegaskan bahwa riset adalah denyut nadi perguruan tinggi. Di ruang inilah hasil penelitian dipresentasikan, didiskusikan, dan dipertajam agar tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjelma menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan pesan yang sarat makna dan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa seminar hasil penelitian merupakan bagian penting dari ikhtiar kolektif FEBI dalam menjaga marwah akademik. “Riset adalah jalan sunyi yang melahirkan terang. Melalui forum seperti ini, kita tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab moral keilmuan agar ilmu yang lahir benar-benar membawa maslahat,” ungkapnya dengan nada syahdu. Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menulis, meneliti, dan berbagi, karena dari sanalah reputasi akademik dibangun dengan keberkahan.
Senada dengan itu, Wakil Dekan I FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., menekankan pentingnya kualitas akademik dan penguatan budaya riset. “Seminar hasil penelitian adalah ruang belajar bersama. Di sinilah dosen saling menguatkan, saling menginspirasi, dan memastikan bahwa riset yang dilakukan relevan dengan kebutuhan zaman serta bernilai strategis bagi pengembangan keilmuan,” tuturnya. Ia mengajak para dosen untuk menjadikan riset sebagai napas utama pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dari sisi tata kelola dan keberlanjutan akademik, Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., menyampaikan bahwa penelitian yang kuat akan berdampak langsung pada penguatan institusi. “Riset yang baik akan melahirkan publikasi yang baik, reputasi yang baik, dan pada akhirnya memperkuat daya saing FEBI UIN Sumatera Utara di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh dosen untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan profesionalisme dalam setiap proses akademik.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI UIN Sumatera Utara, Dr. Marliyah, M.Ag., menyoroti dimensi inspiratif dari seminar ini, khususnya bagi generasi muda akademisi. “Kegiatan ini adalah teladan nyata bagi mahasiswa bahwa dosen bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga peneliti yang terus belajar dan berkarya. Dari sinilah ekosistem akademik yang sehat dan inspiratif dapat tumbuh,” ungkapnya. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan seminar ini sebagai momentum menumbuhkan kecintaan pada dunia riset.
Melalui Seminar Hasil Penelitian FEBI UIN Sumatera Utara Tahun 2025, FEBI kembali menegaskan diri sebagai fakultas yang hidup dengan ilmu, bergerak dengan riset, dan berkhidmat untuk umat. Forum ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka, teori, dan data, terdapat niat luhur untuk menghadirkan ilmu yang membumi dan berdaya guna.
Yuk, terus hidupkan budaya riset! Karena dari ruang-ruang akademik yang jujur dan penuh semangat inilah, masa depan ekonomi dan bisnis Islam yang berkeadilan dan berkelanjutan dapat dirajut bersama.
Medan, 08 Desember 2025 – Sebuah ikhtiar besar kembali ditorehkan di Sumatera Utara. Training of Trainer (ToT) Dakwah Da’i dan Da’iyah Ekonomi Syariah (EKSYAR) Sumatera Utara 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik tolak lahirnya para penggerak dakwah ekonomi syariah yang tercerahkan, membumi, dan berdampak nyata bagi umat.
Diselenggarakan pada Senin, 8 Desember 2025 di Medan, kegiatan kolaboratif antara Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara ini menghadirkan semangat baru: bahwa dakwah dan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berpadu sebagai jalan keberkahan dan kemajuan peradaban.
Kegiatan Training of Trainer (ToT) Dakwah Da’i dan Da’iyah Ekonomi Syariah Sumatera Utara 2025 berlangsung semakin hidup dan bermakna melalui dua sesi diskusi utama yang dirancang secara sistematis dan inspiratif. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Wulan Dayu, M.E., menghadirkan dua tokoh sentral, yakni Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. selaku Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, serta Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag. selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan. Diskusi pada sesi ini menekankan pentingnya dakwah ekonomi syariah yang berpijak pada integritas keilmuan, nilai keulamaan, serta komitmen moral dalam membangun peradaban ekonomi umat yang adil dan berkeadaban.
Memasuki sesi kedua, atmosfer diskusi semakin dinamis dan aplikatif. Sesi ini dipandu dengan lugas dan inspiratif oleh Imam El Islamy, M.Sos., menghadirkan Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. selaku Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara, serta Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. selaku Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara sekaligus pengusaha. Pada sesi ini, para narasumber menyoroti peran strategis da’i dan da’iyah sebagai agen transformasi sosial-ekonomi, yang tidak hanya menyampaikan pesan dakwah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata, inovatif, dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
Kedua sesi tersebut berpadu secara harmonis, menghadirkan ruang dialog yang kaya akan gagasan, refleksi, dan motivasi. Para peserta tidak hanya dibekali wawasan konseptual, tetapi juga dipantik kesadarannya untuk menjadikan dakwah ekonomi syariah sebagai gerakan nyata—yang menumbuhkan kemandirian, memperkuat solidaritas umat, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas.
Bank Indonesia: Dakwah Adalah Pilar Literasi Ekonomi Umat
Mengawali rangkaian kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Iman Gunandi, menyampaikan pesan yang menggetarkan kesadaran kolektif peserta.
“Ekonomi syariah tidak akan tumbuh kuat hanya dengan kebijakan dan angka. Ia hidup melalui pemahaman, kepercayaan, dan keteladanan. Di sinilah peran da’i dan da’iyah menjadi sangat mulia—menjadi jembatan antara nilai Ilahiah dan praktik ekonomi umat. Bank Indonesia memandang dakwah ekonomi syariah sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bangsa,” tegasnya penuh optimisme.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa dakwah adalah kekuatan strategis pembangunan ekonomi nasional, bukan pelengkap, tetapi penggerak.
FEBI UIN Sumatera Utara: Dakwah yang Menyentuh Hati dan Menggerakkan Kehidupan
Dengan penuh keteduhan dan visi besar, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, menegaskan arah dakwah ekonomi syariah masa depan.
“Dakwah ekonomi syariah harus hadir sebagai solusi—menenangkan hati, menguatkan usaha, dan membimbing umat menuju kemandirian. Dai hari ini bukan hanya penyampai dalil, tetapi pembawa harapan dan penggerak perubahan. Yuk, kita hidupkan dakwah yang berdampak, yang membuat umat bangkit dengan bermartabat,” ucapnya penuh semangat dan makna.
Pesan tersebut disambut antusias, meneguhkan FEBI sebagai rumah lahirnya dai intelektual ekonomi syariah.
Ulama, Akademisi, dan Praktisi Bersatu untuk Umat
Nuansa keilmuan dan spiritual semakin menguat ketika Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., Ketua Umum MUI Kota Medan, mengingatkan bahwa dakwah ekonomi syariah adalah amanah akhlak.
“Ekonomi syariah adalah jalan ibadah. Jika dakwah disampaikan dengan kejujuran dan keteladanan, maka ia akan menghidupkan keberkahan dalam setiap transaksi dan usaha umat,” pesannya dengan penuh kebijaksanaan.
Dari perspektif strategis universitas, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara, menegaskan pentingnya sinergi ilmu dan pengabdian.
“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang akademik. Dakwah ekonomi syariah adalah wujud pengabdian intelektual kepada masyarakat. Dari sinilah peradaban dibangun—dari ilmu yang diamalkan,” tuturnya menginspirasi.
Sementara itu, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., Wakil Dekan II FEBI UIN Sumatera Utara sekaligus pengusaha, memberikan dorongan aplikatif yang membumi.
“Umat membutuhkan dakwah yang solutif. Dai ekonomi syariah harus paham realitas usaha, tantangan ekonomi, dan peluang kemandirian. Yuk, kita bawa dakwah yang bukan hanya menasihati, tetapi memberdayakan,” ajaknya penuh energi.
Menyiapkan Dai Ekonomi Syariah, Menanam Masa Depan Umat
Training of Trainer ini menjadi ruang lahirnya harapan baru—para dai dan da’iyah yang siap menyebarkan literasi ekonomi syariah dengan bahasa yang ramah, pesan yang kuat, dan dampak yang nyata.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini adalah ikrar bersama: bahwa dakwah ekonomi syariah akan terus diperjuangkan sebagai jalan menuju keadilan ekonomi, kemandirian umat, dan keberkahan bangsa.
Yuk, kita rawat semangat ini. Yuk, kita kuatkan dakwah ekonomi syariah. Dari Sumatera Utara, untuk Indonesia yang beradab dan sejahtera.
Medan, 06 Desember 2025 – Momentum Wisuda Sarjana ke-XXX Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Medan Tahun Akademik 2024–2025, yang digelar pada 6 Desember 2025, menjadi panggung intelektual dan moral yang sarat makna. Melalui Orasi Ilmiah bertajuk “Falsafah Etik: Alumni yang Berdampak; Alumni yang Berkeadaban”, nilai-nilai keilmuan, etika, dan tanggung jawab sosial ditegaskan sebagai fondasi utama perjalanan alumni di tengah masyarakat.
Orasi ilmiah tersebut disampaikan dengan penuh keteduhan dan ketajaman reflektif oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., seorang akademisi dan pemimpin pendidikan yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian.
“Alumni sejati bukan hanya mereka yang sukses secara personal, tetapi mereka yang kehadirannya membawa maslahat, menjaga nilai, dan memperkuat peradaban. Ilmu tanpa etika akan kehilangan arah, dan etika tanpa keberanian berdampak akan kehilangan makna,” tutur beliau dengan penuh keteguhan.
Kegiatan wisuda ini semakin bermakna dengan kehadiran Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., yang memberikan pesan kebangsaan dan keumatan yang hangat sekaligus membangkitkan optimisme para wisudawan. Dalam pesannya, Rektor menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam harus tampil sebagai agen perubahan yang memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.
“Jadilah alumni yang tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga lembut bersikap dan kuat berkontribusi. Bangsa ini menunggu kehadiran generasi berilmu yang berakhlak, dan Indonesia membutuhkan alumni yang berani hadir membawa solusi,” pesan Rektor dengan penuh harap.
Sebagai Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. juga mengajak para lulusan untuk tidak ragu melangkah, berkiprah, dan terus belajar sepanjang hayat.
“Wisuda ini bukan perpisahan dengan kampus, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Yuk, jadikan ilmu sebagai cahaya, etika sebagai kompas, dan pengabdian sebagai jalan hidup,” ujarnya dengan nada ajakan yang membumi dan menginspirasi.
Orasi ilmiah ini menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan tinggi Islam bukan hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk insan yang berkeadaban, mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur.
Wisuda Sarjana ke-XXX STAI Al-Hikmah Medan pun menutup rangkaian acaranya dengan harapan besar: lahirnya alumni-alumni yang berdampak nyata, berakar pada etika, dan bergerak membawa kebaikan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Medan, 04 Desember 2025 – Alhamdulillāh, kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara. Sejumlah dosen terbaik FEBI resmi dinyatakan lulus sebagai Asesor LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi)—sebuah amanah akademik prestisius yang menjadi penanda kualitas, integritas, dan kompetensi keilmuan di tingkat nasional.
Adapun dosen FEBI UIN Sumatera Utara yang terpilih sebagai Asesor LAMEMBA adalah: Dr. Yenni Samri Juliati Nasution, M.A.; Dr. Nurbaiti, M.Kom.; Dr. Kamila, S.E., Ak., M.Si., CA; Dr. Aqwa Naser Daulay, M.Si.; dan Dr. Rahmi Syahriza, M.A.
Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara dalam memperkuat peran strategisnya sebagai pusat keunggulan akademik, pengawal mutu pendidikan tinggi, serta penggerak transformasi keilmuan ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.
Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan pesan syahdu dan penuh optimisme. Menurut beliau, amanah sebagai asesor bukan sekadar pengakuan profesional, tetapi juga ladang pengabdian.
“Menjadi Asesor LAMEMBA berarti menjadi penjaga kualitas dan nilai. Semoga para dosen FEBI UIN Sumatera Utara senantiasa menebarkan keberkahan ilmu, kejujuran akademik, dan semangat perbaikan berkelanjutan bagi dunia pendidikan tinggi kita,” tutur beliau penuh harap.
Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan rasa bangga dan ajakan inspiratif.
“Prestasi ini adalah buah dari kesungguhan, keikhlasan, dan budaya akademik yang terus kita rawat bersama. Mari jadikan amanah ini sebagai energi untuk melompat lebih tinggi—menguatkan FEBI, menginspirasi mahasiswa, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar capaian institusional, para dosen terpilih juga menyampaikan pesan inspiratif yang menghangatkan dan membumi.
Dr. Yenni Samri Juliati Nasution, M.A. menuturkan bahwa menjaga mutu adalah perjalanan panjang yang harus dijalani dengan hati.
“Mutu bukan hanya soal standar, tapi soal niat baik, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar. Yuk, tumbuh bersama dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Nurbaiti, M.Kom. menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi.
“Akreditasi adalah cermin. Ia mengajak kita jujur melihat diri, lalu bergerak lebih baik. Jangan takut berubah, karena di sanalah kualitas lahir,” pesannya dengan gaya reflektif.
Dari sisi profesionalisme dan integritas, Dr. Kamila, S.E., Ak., M.Si., CA menyampaikan pesan yang lugas namun menginspirasi.
“Kepercayaan publik dibangun dari kerja yang akuntabel dan hati yang amanah. Semoga peran ini menjadi jalan kontribusi terbaik bagi pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Dr. Aqwa Naser Daulay, M.Si. mengajak sivitas akademika untuk melihat prestasi sebagai tanggung jawab kolektif.
“Capaian ini bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk melayani lebih luas. Yuk, jadikan kualitas sebagai budaya, bukan sekadar target,” katanya penuh energi.
Adapun Dr. Rahmi Syahriza, M.A. menutup dengan pesan yang syahdu dan penuh makna.
“Ilmu akan bernilai ketika ia dijaga dengan keikhlasan dan dibagikan dengan cinta. Semoga amanah ini membawa manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya lembut.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa FEBI UIN Sumatera Utara terus melangkah mantap sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika dan generasi muda untuk tidak ragu bermimpi besar dan berkontribusi nyata bagi negeri.
✨ Yuk, terus bergerak, belajar, dan mengabdi bersama FEBI UIN Sumatera Utara!