Medan, 28 Oktober 2026 — Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Kabar membahagiakan kembali menyelimuti keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara Medan. Enam dosen FEBI berhasil lulus sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), sebuah pencapaian membanggakan yang menegaskan komitmen sivitas akademika dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Keenam dosen tersebut adalah:
- Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
- Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A.
- Dr. Juliana Nasution, M.E.
- Dr. Wahyu Syarvina, M.E.
- Dr. Nurul Jannah, M.E.
- Dr. Nurul Inayah, M.E.
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian individual, melainkan juga wujud pengembangan kapasitas sumber daya manusia akademik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan. Menjadi asesor merupakan amanah profesional yang membutuhkan kompetensi, integritas, objektivitas, ketelitian, serta komitmen terhadap budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat semangat untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil bagian dalam tanggung jawab yang lebih besar. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan institusi pendidikan tinggi tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan program akademik, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang bersedia terus bertumbuh dan berkontribusi.
Dekan FEBI: Prestasi adalah Amanah untuk Memberikan Manfaat yang Lebih Luas
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan keenam dosen tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan kabar menggembirakan bagi keluarga besar FEBI sekaligus motivasi untuk terus membangun tradisi akademik yang unggul, profesional, dan berintegritas.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada enam dosen FEBI UIN Sumatera Utara yang telah lulus sebagai asesor LAMGAMA. Ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri, sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap keberhasilan ini tidak berhenti sebagai prestasi personal, tetapi berkembang menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.”
Prof. Syukri menegaskan bahwa mutu pendidikan tidak dapat dibangun melalui klaim keunggulan semata. Mutu harus diwujudkan melalui evaluasi yang objektif, budaya akademik yang sehat, tata kelola yang bertanggung jawab, serta kesediaan setiap institusi untuk terus memperbaiki diri.
“Akreditasi bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh pengakuan, melainkan bagian dari ikhtiar memastikan bahwa pendidikan yang kita selenggarakan benar-benar memberikan kualitas dan manfaat. Karena itu, seorang asesor harus mampu menjaga integritas, bersikap objektif, dan menempatkan peningkatan mutu sebagai tujuan utama. Semakin tinggi kompetensi yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberikan manfaat.”
Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat menumbuhkan semangat bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengabdian, dan berani mengambil peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Bagi FEBI, prestasi sejati bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan bagi institusi, masyarakat, dan bangsa. Semoga amanah ini menjadi jalan pengabdian yang membawa keberkahan,” demikian pesan inspiratif yang diharapkan menjadi semangat bersama keluarga besar FEBI UIN Sumatera Utara.
Enam Dosen, Enam Inspirasi Pengabdian
Keberhasilan keenam dosen FEBI ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengembangan kompetensi akademik merupakan proses yang terus berlangsung. Untuk menyertai capaian tersebut, berikut pesan inspiratif yang dapat menjadi representasi nilai, harapan, dan komitmen pengabdian mereka. Kutipan berikut merupakan draf redaksional untuk konfirmasi kepada masing-masing dosen sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung.
1. Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
“Setiap amanah akademik hendaknya kita maknai sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Menjadi asesor bukan hanya tentang kompetensi yang diakui, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga objektivitas, integritas, dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari pengabdian yang membawa keberkahan.”
Pesan ini mengingatkan bahwa pencapaian profesional memperoleh makna tertingginya ketika dijalankan dengan tanggung jawab dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama.
2. Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A.
“Kompetensi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian pribadi. Ilmu dan pengalaman yang kita miliki harus terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan pendidikan tinggi. Semoga amanah sebagai asesor menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan ikut mendorong budaya mutu yang semakin kuat.”
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjadikan keahlian sebagai modal pengabdian, bukan sekadar pengakuan profesional.
3. Dr. Juliana Nasution, M.E.
“Mutu pendidikan dibangun melalui kesungguhan untuk terus belajar, keberanian mengevaluasi diri, dan kesediaan melakukan perbaikan. Menjadi asesor mengingatkan kita bahwa setiap penilaian harus dilandasi objektivitas dan tanggung jawab. Semoga peran ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan yang semakin berkualitas.”
Pesan ini menegaskan bahwa kemajuan membutuhkan keterbukaan terhadap evaluasi dan komitmen untuk terus menyempurnakan kualitas.
4. Dr. Wahyu Syarvina, M.E.
“Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak pernah benar-benar selesai. Setiap kesempatan untuk meningkatkan kompetensi harus diiringi dengan kesediaan berbagi pengetahuan dan memberikan kontribusi. Semoga amanah sebagai asesor menjadi jalan untuk memperluas pengabdian serta memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan tinggi.”
Pesan tersebut mengajak sivitas akademika untuk memandang pengembangan kompetensi sebagai perjalanan berkelanjutan yang harus diiringi kontribusi nyata.
5. Dr. Nurul Jannah, M.E.
“Integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan setiap amanah profesional. Kompetensi yang baik harus berjalan bersama kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab. Semoga kepercayaan ini dapat dijalankan sebaik-baiknya serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berintegritas.”
Pesan ini menempatkan integritas sebagai prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme dan tanggung jawab akademik.
6. Dr. Nurul Inayah, M.E.
“Jangan pernah berhenti mengembangkan diri, karena setiap peningkatan kompetensi membuka peluang untuk memberikan manfaat yang lebih besar. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, memperluas pengalaman, dan mengambil bagian dalam penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Mudah-mudahan setiap ikhtiar yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.”
Pesan tersebut menyiratkan bahwa prestasi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab dan kesempatan pengabdian yang lebih luas.
Menguatkan Budaya Mutu, Menghadirkan Dampak Nyata
Kelulusan enam dosen sebagai asesor LAMGAMA diharapkan menjadi modal penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara untuk terus mengembangkan ekosistem akademik yang berorientasi pada mutu. Kompetensi dan pengalaman yang diperoleh para dosen dapat menjadi sumber pembelajaran berharga, baik bagi pengembangan kapasitas pribadi maupun penguatan budaya mutu di lingkungan fakultas.
Namun, penting untuk dipahami bahwa mutu pendidikan tinggi bukanlah tanggung jawab asesor semata. Mutu merupakan kerja bersama yang membutuhkan keterlibatan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan bahwa proses pendidikan berjalan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang nyata.
Karena itu, capaian ini selayaknya menjadi pemantik semangat untuk terus berbenah, memperkuat kolaborasi, serta membangun tradisi akademik yang menjunjung tinggi kualitas dan integritas.
Bagi keenam dosen yang telah lulus sebagai asesor, amanah baru ini membuka ruang pengabdian yang lebih luas. Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, keberhasilan mereka menjadi sumber inspirasi untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sementara bagi dunia pendidikan tinggi keagamaan, pencapaian ini diharapkan turut memperkuat ikhtiar kolektif dalam membangun sistem pendidikan yang semakin berkualitas.
Mabruk: Prestasi yang Disyukuri, Amanah yang Dijalani
Keluarga besar FEBI UIN Sumatera Utara menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., Dr. Juliana Nasution, M.E., Dr. Wahyu Syarvina, M.E., Dr. Nurul Jannah, M.E., dan Dr. Nurul Inayah, M.E. atas kelulusan sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan.
Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari semakin luasnya kontribusi dan pengabdian. Semoga amanah yang dipercayakan dapat dijalankan dengan penuh integritas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Semoga ilmu yang dimiliki menjadi cahaya bagi pengembangan pendidikan, pengalaman yang diperoleh menjadi inspirasi bagi sesama, dan setiap langkah pengabdian menghadirkan kemaslahatan.
Sebab, prestasi yang membanggakan bukan hanya tentang keberhasilan mencapai suatu kedudukan, tetapi juga tentang kesediaan menggunakan kemampuan untuk memperbaiki keadaan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap ikhtiar, menguatkan langkah pengabdian, dan menjadikan pencapaian ini sebagai bagian dari perjalanan FEBI UIN Sumatera Utara untuk terus bertumbuh, berkontribusi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
Mabruk, selamat dan sukses! Semoga amanah menjadi asesor membawa keberkahan, memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya prestasi-prestasi berikutnya.
FEBI UIN Sumatera Utara — Berkah Luar Biasa.
Ditulis oleh: Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.
