Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada kebutuhan zaman melalui penyelenggaraan Studium Generale Program Studi Perbankan Syariah yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Aula Lantai 4 Pascasarjana Kampus I UIN Sumatera Utara, Jalan IAIN, Gaharu, Medan Timur.
Mengusung semangat penguatan wawasan akademik dan profesionalisme di bidang keuangan syariah, kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Turut memberikan sambutan dan penguatan akademik Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A.
Lebih dari sekadar kuliah umum, Studium Generale ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan pemikiran strategis, pengalaman praktis, serta semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu membawa ekonomi dan perbankan syariah Indonesia menuju panggung global.
Suasana kegiatan berlangsung sangat hidup dan interaktif. Sejak awal acara, antusiasme mahasiswa memenuhi ruangan dengan semangat berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, menyampaikan gagasan, hingga berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan industri perbankan syariah di era digital, transformasi ekonomi nasional, perkembangan keuangan halal dunia, serta peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia.
Berbagai pertanyaan yang muncul tidak hanya mencerminkan rasa ingin tahu mahasiswa, tetapi juga menunjukkan lahirnya generasi intelektual yang memiliki keberanian berpikir, kemampuan menganalisis persoalan, dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ekonomi syariah. Dialog yang berlangsung hangat tersebut menjadi bukti bahwa ruang akademik sejatinya bukan hanya tempat mentransfer ilmu, melainkan juga tempat menumbuhkan cara berpikir visioner, kritis, dan solutif.
Dalam paparannya, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun karakter kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai Islam.
“Masa depan ekonomi syariah tidak ditentukan oleh besarnya aset atau teknologi semata, melainkan oleh kualitas manusianya. Jadilah generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Dunia tidak membutuhkan lulusan biasa, tetapi pemimpin yang mampu mengubah peradaban dengan nilai, kompetensi, dan akhlak.”
Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah harus memiliki keberanian untuk menjadi inovator, bukan sekadar mengikuti perubahan.
“Jika hari ini kalian hanya belajar untuk lulus, maka masa depan akan dikuasai orang lain. Tetapi jika hari ini kalian belajar untuk menciptakan perubahan, maka kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin ekonomi syariah Indonesia dan dunia.”
Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual.
“Universitas tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia yang mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan harus melahirkan kebermanfaatan. Itulah hakikat pendidikan Islam yang sesungguhnya.”
Beliau berharap setiap mahasiswa mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama.
“Jangan pernah berhenti belajar, karena masa depan selalu berpihak kepada mereka yang terus bertumbuh. Jadilah generasi yang membawa cahaya ilmu, menghadirkan solusi, dan menginspirasi lingkungan di mana pun berada.”
Senada dengan itu, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menegaskan bahwa transformasi ekonomi syariah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Mahasiswa FEBI tidak boleh puas hanya menjadi pencari pekerjaan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pencipta solusi, penggerak ekonomi, peneliti, inovator, dan pemimpin yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Ekonomi syariah bukan sekadar disiplin ilmu, tetapi jalan membangun peradaban yang adil, berkeadaban, dan bermartabat.”
Beliau juga menekankan bahwa setiap ruang belajar merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Setiap ilmu yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk menyelesaikan persoalan umat di masa depan. Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena perubahan besar selalu lahir dari ruang-ruang ilmu yang dipenuhi semangat, kejujuran, dan ketekunan.”
Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Tuti Anggraini, M.A., menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan bagian dari strategi penguatan mutu akademik sekaligus jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan dinamika industri yang terus berkembang.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu membaca arah perubahan dunia. Perbankan syariah berkembang sangat cepat, sehingga lulusan harus memiliki kompetensi global, kemampuan adaptasi, literasi digital, serta karakter kepemimpinan yang kuat.”
Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan setiap kesempatan belajar sebagai momentum membangun masa depan.
“Setiap pertanyaan yang kalian ajukan hari ini adalah awal dari lahirnya gagasan besar di masa depan. Jangan pernah takut berpikir kritis, karena dari keberanian bertanya akan lahir inovasi yang mampu mengubah dunia.”
Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara memiliki semangat belajar yang tinggi serta kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi industri keuangan syariah. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, inklusi keuangan syariah, penguatan literasi halal, hingga peluang karier dan kepemimpinan di sektor ekonomi Islam.
Melalui Studium Generale ini, FEBI UIN Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Kehadiran tokoh nasional dalam ruang akademik menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Berkah Luar Biasa”, Studium Generale Perbankan Syariah menjadi lebih dari sekadar forum ilmiah. Ia menjadi ruang lahirnya inspirasi, tumbuhnya optimisme, dan menguatnya tekad bersama untuk melahirkan generasi pemimpin ekonomi syariah yang berintegritas, inovatif, berdaya saing global, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.
