262 peserta dari 63 perguruan tinggi berkumpul di Medan. Kongres melahirkan AFEBI Research Institute, meluncurkan sembilan Policy Brief strategis, serta memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, dan dunia usaha untuk menjawab tantangan ekonomi nasional.
Medan, 07 November 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres XIV Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) Tahun 2026. Berlangsung pada 4–7 November 2026 di LePolonia Hotel & Convention Medan, kegiatan ini mempertemukan para pimpinan fakultas, akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku dunia usaha, serta mitra pendidikan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.
Mengangkat tema “Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan”, kongres ini tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi. Lebih dari itu, pertemuan nasional tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring keilmuan, dan merumuskan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan ekonomi Indonesia.
Lebih dari 260 peserta dari 63 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Sejumlah agenda penting mewarnai penyelenggaraan kongres, mulai dari forum kebijakan ekonomi, peluncuran lembaga riset, penerbitan rekomendasi kebijakan, pembahasan adopsi kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan akreditasi internasional.
Di antara berbagai agenda tersebut, terdapat satu pesan besar yang mengemuka: perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi penghasil pengetahuan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Medan Menjadi Ruang Pertemuan Gagasan Ekonomi Nasional

Penyelenggaraan Kongres XIV AFEBI di Medan menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Sumatera Utara. Kepercayaan yang diberikan kepada fakultas ini sebagai tuan rumah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan ekonomi dan bisnis dalam satu forum berskala nasional.
Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan luasnya ruang kolaborasi yang dapat dibangun melalui AFEBI. Para peserta tidak hanya berasal dari kalangan dekan dan wakil dekan, tetapi juga melibatkan ketua departemen, pimpinan program studi jenjang sarjana hingga doktoral, pengelola penjaminan mutu, dosen, peneliti, serta perwakilan pemerintah dan dunia usaha.

Tema yang diangkat juga memiliki relevansi kuat dengan tantangan pembangunan saat ini. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur melalui angka-angka makro, tetapi perlu dilihat dari sejauh mana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengoptimalkan potensi setiap daerah.
Dalam konteks tersebut, rekonstruksi kebijakan ekonomi menjadi penting agar pembangunan nasional tidak berjalan dengan pendekatan yang seragam. Setiap wilayah memiliki karakteristik, sumber daya, keunggulan, dan persoalan yang membutuhkan pendekatan kebijakan yang tepat.
Karena itu, kongres diarahkan untuk memperkuat sinergi antara:
- Pemerintah, dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pembangunan.
- Perguruan tinggi, melalui penelitian, kajian ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia.
- Dunia usaha dan industri, sebagai penggerak aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
- Masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai bagian penting dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor UIN Sumatera Utara: Perguruan Tinggi Harus Menghadirkan Solusi Nyata

Kongres XIV AFEBI secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam sambutannya, Rektor menyoroti perubahan struktur ekonomi dunia, percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta tuntutan pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan. Berbagai perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui pendekatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, fakultas ekonomi dan bisnis memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik. Perguruan tinggi juga harus menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian, dan solusi konkret bagi berbagai persoalan ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan. Hasil penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi perlu dikembangkan menjadi rekomendasi, inovasi, dan kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.
Rektor juga mengapresiasi peluncuran AFEBI Research Institute sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Bagi UIN Sumatera Utara, penyelenggaraan kongres ini juga menjadi ruang untuk menegaskan peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan ekonomi. Keunggulan keilmuan, nilai-nilai keislaman, inovasi, dan tanggung jawab sosial perlu berjalan beriringan dalam menjawab tantangan pembangunan.
AFEBI Research Institute Diluncurkan, Riset Akademik Didorong Lebih Berdampak

Salah satu agenda paling penting dalam Kongres XIV AFEBI adalah peluncuran AFEBI Research Institute, sebuah lembaga yang diarahkan untuk memperkuat peran riset dan kajian kebijakan di lingkungan AFEBI.
Lembaga ini dipimpin oleh Prof. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah konsolidasi potensi akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi anggota AFEBI dalam menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Melalui lembaga ini, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan demikian, hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri tidak hanya terbangun melalui forum pertemuan, tetapi juga melalui kerja sama riset yang berkelanjutan.
Peluncuran AFEBI Research Institute sekaligus menjadi penanda perluasan orientasi organisasi. Jika selama ini penguatan mutu pendidikan fakultas ekonomi dan bisnis menjadi perhatian utama, kini AFEBI juga mendorong kontribusi yang lebih luas terhadap persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Inilah salah satu arah penting yang ingin dibangun: menjadikan kekuatan akademik sebagai sumber gagasan sekaligus bagian dari solusi pembangunan.
Sembilan Policy Brief dan Outlook Ekonomi 2027 Jadi Kontribusi Strategis

Peluncuran AFEBI Research Institute turut ditandai dengan penerbitan buku seri pertama AFEBI Policy Brief yang memuat sembilan topik strategis.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam publikasi tersebut meliputi:
- Hilirisasi industri.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Pengembangan industri halal.
- Manajemen kebencanaan.
Topik-topik tersebut memperlihatkan luasnya cakupan persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perumusan kebijakan ekonomi. Mulai dari penguatan struktur industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, hingga kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Selain AFEBI Policy Brief, AFEBI juga meluncurkan Indonesia Economic and Business Outlook 2027 untuk pertama kalinya. Publikasi ini diarahkan menjadi bahan pemetaan proyeksi dan optimisme perkembangan ekonomi serta bisnis Indonesia ke depan.
Kehadiran kedua publikasi tersebut memberikan dimensi yang lebih konkret bagi penyelenggaraan kongres. Forum akademik tidak hanya menghasilkan pertukaran pandangan, tetapi juga menghadirkan produk pemikiran yang dapat menjadi bahan diskusi dan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan.
Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi Bertemu dalam Satu Forum
Kongres XIV AFEBI juga menghadirkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Dari unsur pemerintah pusat, hadir Henra Saragih, S.H., M.H., M.Kn., Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, yang mewakili Menteri Koperasi, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya turut hadir, di antaranya:
- Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
- Pipin Moh. Saeful Arifin, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia.
- Firsal Ferial Mutyara, Ketua Kadin Sumatera Utara.
- Prof. Dr. Ina Primiana, Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA.
- Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI.
- Prof. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., Ketua AFEBI Research Institute.
- Liyan Chen dan Hana Zainoldin dari AACSB International.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi yang lebih terbuka dan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemangku kebijakan, institusi pendidikan, dan sektor usaha.
Bagi perguruan tinggi, ruang pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa agenda pendidikan dan penelitian tetap terhubung dengan kebutuhan dunia kerja, industri, serta perkembangan ekonomi di tingkat nasional maupun regional.
AI dan Akreditasi Internasional: Menyiapkan Fakultas Ekonomi Menghadapi Perubahan
Selain membahas kebijakan ekonomi nasional, Kongres XIV AFEBI memberikan perhatian terhadap transformasi pendidikan tinggi melalui dua agenda penting, yaitu adopsi kecerdasan buatan dan penguatan akreditasi internasional.

Pada Academic Enrichment Forum: Leading AI Adoption (Sesi Paralel 2), pembahasan diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran dan penelitian.
Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Gancar Candra Premananto dari FEB Universitas Airlangga yang membahas inovasi proses pembelajaran melalui adopsi AI. Sementara itu, Prof. Sunu Widianto, S.E., M.Sc., Ph.D. dari FEB Universitas Padjadjaran membahas pemanfaatan AI dalam penelitian, termasuk keterampilan dan aspek etika yang perlu diperhatikan.
Pembahasan ini relevan dengan perubahan cara belajar, bekerja, dan mengembangkan pengetahuan. Pemanfaatan AI membuka peluang bagi peningkatan efisiensi dan inovasi, tetapi tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, serta tanggung jawab etis.

Pada saat yang sama, International Accreditation Forum: LAMEMBA & AACSB International Accreditation (Sesi Paralel 3) menjadi ruang penguatan pemahaman mengenai standar mutu pendidikan ekonomi dan bisnis di tingkat internasional.
Forum tersebut menghadirkan perwakilan AACSB International, Liyan Chen dan Hana Zainoldin, serta Ahmad Zaki, S.E., M.Acc., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada yang membahas kerangka pengembangan sekolah bisnis berkelanjutan.
Keterlibatan LAMEMBA dan AACSB International memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi anggota AFEBI untuk memperluas wawasan mengenai penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, serta kesiapan menghadapi standar pendidikan bisnis global.
Indonesia Economic and Business Outlook 2027 Dibahas Bersama Para Pakar

Penguatan kolaborasi akademik, pemerintah, dan dunia usaha juga terlihat dalam Academic Business and Government Collaboration Forum (Sesi Paralel 1) yang mengangkat tema Indonesia Economic and Business Outlook 2027.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, yaitu:
- Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., Dekan FEB Universitas Airlangga.
- Andriansyah, S.Si., M.Fin., Ph.D., Direktur Strategi Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi, Kementerian Keuangan.
- Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., Guru Besar FEBI UIN Sumatera Utara.
- Prof. Dr. Ina Primiana, Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA.
Diskusi ini menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik dan kebijakan dalam membaca arah perekonomian Indonesia. Tantangan produktivitas, pertumbuhan ekonomi, daya saing, serta keberlanjutan pembangunan membutuhkan kajian yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan dengan dinamika kebijakan dan kebutuhan dunia usaha.
Keterlibatan akademisi UIN Sumatera Utara dalam forum tersebut sekaligus memperlihatkan partisipasi aktif kampus dalam percakapan keilmuan mengenai masa depan ekonomi dan bisnis Indonesia.

AFEBI Memperluas Peran: Dari Penguatan Pendidikan Menuju Dampak bagi Masyarakat

Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., menegaskan pentingnya memperluas orientasi organisasi agar tidak hanya berfokus pada penguatan internal pendidikan ekonomi dan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.
Sejak berdiri pada 2013, AFEBI telah menjadi ruang konsolidasi fakultas ekonomi dan bisnis dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan kelembagaan, serta penguatan jejaring akademik.
Namun, dinamika ekonomi yang terus berubah menuntut peran organisasi untuk bergerak lebih jauh. Perguruan tinggi dan fakultas ekonomi perlu mengambil bagian dalam menjawab persoalan nyata, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Indonesia, dengan keragaman potensi dan tantangan di setiap daerah, dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium bagi pengembangan gagasan ekonomi yang kontekstual.
Arah tersebut mempertegas pentingnya gerakan AFEBI yang tidak berhenti pada peningkatan kualitas institusi, tetapi juga mendorong kontribusi keilmuan bagi masyarakat. Penguatan riset, penyusunan rekomendasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Catatan Sejarah Baru, Kongres AFEBI untuk Pertama Kalinya Digelar di Lingkungan PTKIN
Penyelenggaraan Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 di UIN Sumatera Utara memiliki makna tersendiri bagi perjalanan organisasi. Kongres kali ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya agenda nasional AFEBI tersebut diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pada penyelenggaraan kongres-kongres sebelumnya, kegiatan ini belum pernah dilaksanakan di lingkungan PTKIN.
Kepercayaan yang diberikan kepada FEBI UIN Sumatera Utara sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana Kongres XIV AFEBI menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas dan kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa PTKIN memiliki ruang, kapasitas, dan potensi yang semakin kuat untuk mengambil peran strategis dalam forum akademik nasional.

Lebih dari sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan, UIN Sumatera Utara melalui FEBI turut menghadirkan perspektif pendidikan ekonomi dan bisnis yang berpijak pada integrasi keilmuan, nilai-nilai keislaman, serta tanggung jawab sosial. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya diskursus ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Penyelenggaraan perdana di lingkungan PTKIN ini juga membuka peluang semakin luasnya keterlibatan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membangun jejaring akademik, memperkuat kolaborasi penelitian, meningkatkan mutu kelembagaan, serta menghasilkan pemikiran strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, Kongres XIV AFEBI tidak hanya meninggalkan catatan tentang keberhasilan penyelenggaraan sebuah agenda nasional di Kota Medan, tetapi juga menandai terbukanya babak baru keterlibatan PTKIN dalam perjalanan AFEBI. Sebuah kebanggaan bagi UIN Sumatera Utara, sekaligus momentum penting bagi FEBI untuk terus memperkuat kontribusi dan daya saingnya di tingkat nasional.
Gala Dinner Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pererat Silaturahmi dan Buka Ruang Kolaborasi Strategis

Setelah menjalani rangkaian pembukaan dan forum akademik sepanjang Kamis, 5 November 2026, peserta Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 melanjutkan kegiatan dengan agenda Gala Dinner bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jamuan makan malam tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kongres, sekaligus bentuk sambutan dan penghormatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis, akademisi, serta delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Ia menyampaikan pesan Gubernur sekaligus mengajak AFEBI untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu menghasilkan nilai tambah, membuka kesempatan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, dipandang sebagai mitra strategis pemerintah. Kapasitas akademik, penelitian, dan keahlian para dosen serta peneliti dapat berkontribusi dalam memetakan potensi ekonomi daerah, mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan, hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian dan data.
Timur Tumanggor juga berharap kebersamaan dalam jamuan makan malam tersebut dapat mempererat hubungan antarpimpinan perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara AFEBI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru dari kongres, tetapi juga kesan positif mengenai keramahan masyarakat, kekayaan budaya, dan potensi ekonomi Sumatera Utara.

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas sambutan serta jamuan yang diberikan kepada seluruh peserta Kongres XIV AFEBI. Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dan penguatan hubungan dengan perguruan tinggi merupakan langkah positif dalam membangun sinergi bagi kemajuan daerah.
Gala Dinner tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T.; Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA), Prof. Dr. Ina Primiana; Ketua AFEBI Research Institute, Prof. Irfan Syauqi Beik; serta para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih dari sekadar jamuan makan malam, pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan diplomasi kelembagaan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan komunitas akademik dalam suasana yang lebih akrab. Interaksi antarpimpinan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi kerja sama yang lebih konkret, baik dalam bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, penguatan UMKM, maupun penyusunan strategi pembangunan ekonomi regional.
Melalui agenda ini, Kongres XIV AFEBI tidak hanya memperkuat hubungan antarfakultas ekonomi dan bisnis di tingkat nasional, tetapi juga memperluas jembatan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sambutan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan, sementara potensi daerah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemikiran strategis agar dapat berkembang secara berkelanjutan.


Cultural Study ke Danau Toba, Mengenal Warisan Budaya Batak dan Potensi Ekonomi Sumatera Utara

Rangkaian Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 tidak hanya diisi dengan agenda organisasi dan forum akademik. Para peserta juga diajak mengikuti kegiatan Cultural Study ke kawasan Danau Toba pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi delegasi dari berbagai perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, dan warisan budaya Sumatera Utara.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, peserta diajak menyaksikan keindahan panorama Danau Toba sekaligus mengenal lebih jauh kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Batak Toba. Sejumlah destinasi yang menjadi bagian dari perjalanan ini, di antaranya kawasan Huta Siallagan di Pulau Samosir dan Batu Gantung di kawasan Danau Toba.

Di Huta Siallagan, peserta berkesempatan mengenal salah satu kawasan bersejarah masyarakat Batak Toba yang menyimpan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Kawasan ini menjadi representasi kekayaan warisan budaya yang tidak hanya terlihat melalui bangunan dan peninggalan sejarah, tetapi juga melalui tradisi serta nilai kehidupan masyarakat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, kunjungan ke Batu Gantung memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta untuk mengenal salah satu ikon wisata alam dan cerita rakyat yang lekat dengan masyarakat di kawasan Danau Toba. Keindahan bentang alam yang berpadu dengan kisah budaya setempat memperlihatkan bahwa daya tarik Sumatera Utara tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada kekayaan sejarah dan tradisi yang menyertainya.
Lebih dari sekadar kunjungan wisata, Cultural Study menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi para akademisi untuk melihat hubungan antara kebudayaan, pariwisata, dan pembangunan ekonomi daerah. Kawasan Danau Toba memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri kerajinan, kuliner, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan potensi tersebut tentu membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Pelestarian lingkungan dan warisan budaya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan produk dan kreativitas lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta Kongres XIV AFEBI memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pembangunan ekonomi regional. Pengalaman di Danau Toba memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi suatu daerah tidak hanya bertumpu pada sektor industri dan perdagangan, tetapi juga dapat tumbuh dari kekayaan alam, keunikan budaya, dan potensi masyarakatnya.
Kegiatan Cultural Study sekaligus menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian agenda kongres sebelum seluruh peserta kembali ke daerah dan institusi masing-masing. Dari perjalanan tersebut, tersirat pesan bahwa pengembangan ekonomi yang berkelanjutan harus mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya, merawat lingkungan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

9. Empat Hari Kongres, dari Konsolidasi Organisasi hingga Mengenalkan Sumatera Utara
Rangkaian Kongres XIV AFEBI berlangsung selama empat hari, dengan agenda yang disusun untuk menggabungkan konsolidasi organisasi, forum akademik, penguatan jejaring, dan pengenalan potensi daerah.
Rabu, 4 November 2026 — Konsolidasi dan Penyambutan Peserta
Kegiatan diawali dengan kedatangan peserta, konsultasi bersama perwakilan AACSB International, serta rapat Dewan Pengurus Nasional dan seluruh pengurus AFEBI. Agenda ini menjadi bagian dari persiapan dan konsolidasi organisasi sebelum pelaksanaan kongres.
Kamis, 5 November 2026 — Kongres dan Forum Strategis
Hari utama kongres diisi dengan pembukaan, sambutan pimpinan, pembicara utama, peluncuran AFEBI Research Institute, dan sesi panel. Kegiatan dilanjutkan dengan tiga sesi paralel yang membahas kolaborasi akademisi-pemerintah-dunia usaha, adopsi AI, serta akreditasi internasional.
Pada hari yang sama, dilaksanakan pula agenda sidang organisasi, presentasi tuan rumah untuk Sidang Pleno dan Kongres AFEBI 2027, serta penutupan Kongres XIV AFEBI. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner bersama jajaran Dewan Pengurus Nasional dan dekan anggota AFEBI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Jumat, 6 November 2026 — Cultural Study ke Danau Toba
Sebagai bagian dari pengenalan kekayaan budaya dan potensi wisata Sumatera Utara, peserta mengikuti kegiatan cultural study dengan mengunjungi kawasan Danau Toba, Huta lagan, Batu Gantung, dan Rumah Pengasingan Bung Karno.
Agenda ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, dan budaya Sumatera Utara di luar ruang diskusi akademik.
Sabtu, 7 November 2026 — Kepulangan Peserta
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kepulangan para peserta dari Medan.
FEBI UIN Sumatera Utara dan Tanggung Jawab Menjadi Tuan Rumah

Di balik terselenggaranya kongres berskala nasional ini, FEBI UIN Sumatera Utara memegang peran penting sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana kegiatan.
Dekan FEBI UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Dewan Pengurus Nasional AFEBI kepada FEBI UIN Sumatera Utara untuk menyelenggarakan kongres tahun ini.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi fakultas. Penyelenggaraan kongres tidak hanya menuntut kesiapan teknis dan koordinasi lintas pihak, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang pertemuan yang produktif bagi para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari seluruh Indonesia.

Lebih jauh, kesempatan menjadi tuan rumah memberikan nilai strategis bagi pengembangan institusi. Interaksi dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia usaha, serta mitra internasional membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, manfaat tersebut tidak berhenti ketika rangkaian kongres berakhir. Jejaring yang terbentuk dan gagasan yang dipertukarkan diharapkan menjadi modal untuk memperluas kontribusi fakultas dalam pengembangan ekonomi dan bisnis, termasuk ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Penyelenggaraan ini juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki ruang dan kapasitas untuk mengambil peran dalam percakapan strategis mengenai masa depan ekonomi Indonesia.
Dari Medan, Menguatkan Kolaborasi untuk Indonesia
Kongres XIV AFEBI 2026 meninggalkan pesan penting tentang arah baru kontribusi pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis. Tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara kebutuhan masyarakat terhadap kebijakan yang tepat, inovasi, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan terus meningkat.
Peluncuran AFEBI Research Institute, penerbitan sembilan topik Policy Brief, hadirnya Indonesia Economic and Business Outlook 2027, serta forum kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan tersebut.
Namun, nilai utama dari seluruh agenda itu pada akhirnya terletak pada keberlanjutan tindak lanjutnya. Riset perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi, rekomendasi perlu dipertemukan dengan kebutuhan kebijakan, dan kolaborasi perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi FEBI UIN Sumatera Utara, menjadi tuan rumah Kongres XIV AFEBI bukan sekadar keberhasilan menyelenggarakan sebuah agenda nasional. Ini merupakan kesempatan untuk mengambil bagian dalam gerakan akademik yang lebih luas—gerakan yang menempatkan ilmu pengetahuan, inovasi, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial sebagai kekuatan untuk membangun ekonomi Indonesia.
Dari Medan, gagasan-gagasan itu dipertemukan. Dari ruang akademik, kontribusi itu diharapkan dilanjutkan. Dan dari kolaborasi yang dibangun, masa depan ekonomi Indonesia perlu terus diperjuangkan bersama.
Ditulis oleh:
Fachrul Riza, S.K.M., M.K.M.
FEBI UIN Sumatera Utara



















